1,721,057 research outputs found

    BINGKAI PEMBERITAAN TEROR BOM THAMRIN DI SKH REPUBLIKA EDISI JANUARI 2016

    Get PDF
    Muhammad Adi Nugroho, 11210152. Skripsi: Bingkai Pemberitaan Teror Bom Thamrin di SKH Republika Edisi Januari 2016. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Penelitian ini merupakan analisis bingkai (framing) terhadap berita pada surat kabar. Peristiwa yang dianalisis terkait dengan teror bom yang terjadi di kawasan Jalan MH Thamrin pada 14 Januari 2016. Bom diledakan tepat di kafe starbucks yang berada di pusat perbelanjaan Sarinah. Peristiwa peledakan bom di kawasan Thamrin tersebut menjadi sebuah fakta yang menarik untuk dikemas oleh surat kabar. Republika mengangkat fakta ini dalam surat kabar hariannya. Dalam hal ini Republika membuat edisi khusus dari tanggal 15 Januari 2016 sampai dengan 21 Januari 2016. Edisi khusus ini berisi tentang kabar dan pantauan terkini pasca ledakan bom Thamrin. Republika juga memberitakan langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah dan keamanan dalam rangka mencegah terjadinya teror bom. Peristiwa teror bom bukan sekali ini saja terjadi, banyak rangkaian peristiwa ledakan bom yang terjadi di Indonesia. Peristiwa bom Thamrin ini menambah daftar rangkaian dari prtistiwa-peristiwa teror bom yang sudah terjadi sebelumnya. Dalam peristiwa tersebut, terdapat 31 korban yang terdiri dari 7 orang korban tewas dan 24 orang luka-luka. Republika memberi rubrik edisi khusus ini dengan judul Kami Tidak Takut! Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bingkai SKH Republika dalam memberitakan teror bom Thamrin. Selain itu, penelitian ini sebagai interpretasi dari bingkai yang dikonstruksi SKH Republika. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan metode analisis bingkai (framing) model Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki. Berdasarkan analisis yang penulis lakukan pada SKH Republika edisi Januari 2016, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bingkai Republika terhadap teror bom Thamrin adalah mobilisasi massa untuk melawan terorisme. Perlawanan Republika tidak menggunakan fisik, tetapi membangun opini publik untuk tidak takut kepada teror. Kata kunci: Bingkai (Framing), Teror, Bom, Thamrin, Republik

    Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Pegawai terhadap Peningkatan Semangat Kerja Pegawai (pada Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Deli Serdang)

    No full text
    Putri Sarah Wita S. Pelaksanaan Program Pelayanan Kesejahteraan Pegawai Terhadap Peningkatan Semangat Kerja Pegawai pada Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Deli Serdang, dengan dosen pembimbing: Bapak Drs. M. Husni Thamrin, M.Si. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan program pelayanan kesejahteraan pegawai terhadap peningkatan semangat kerja pegawai pada Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dibutuhkan berupa data primer dan data sekunder. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa, diketahui bahwa bentuk program pelayanan kesejahteraan pegawai pada Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Deli Serdang adalah cuti pegawai, tunjangan carat, uang duka dan biaya pemakaman, dana pensiun serta berbagai fasilitas pelayanan lainnya. Pegawai sering mengeluh atas keterlambatan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit kepada pars pegawai peserta Askes dan cuti bersalin dirasa pegawai masih belum sesuai yang diharapkan pegawai wanita. Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Deli Serdang berusaha meningkatkan semangat kerja melalui pembuatan daftar kehadiran, pemberian gaji berdasarkan golongan atau pangkat, memberikan kesempatan untuk maju bagi pegawai senior untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi, menciptakan rasa nyaman bagi pegawai, menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan, serta bagi pegawai yang berprestasi diberikan penghargaan berupa kenaikan Skala gaji dan golongan istimewa.87 HalamanSkripsi Sarjan

    Motion Thamrin: Language Politics and Inlander (Indigenous) Appellation for Indonesian People

    Get PDF
    Volksraad is a legislative institution that is formed by Dutch East Indies Government on May 8th, 1918. Volksraad is formed in order to achieve decentralization idea from Dutch government and to develop Dutch East Indies democratic Country. Volksraad member forms politics wings to win the voting in every making decision process. Politic wing that is represented Indonesian Nation is National Fraction. National fraction has found on January 27th, 1930 and led by Mohammad  Husni Thamrin. National fraction has main purpose, that purpose is achieving Indonesian independence through the legitimate way. National fraction has member  such as M. H. Thamrin (Kaum Betawi), Iskandardinata (Pasoendan), Soeroso (PVPN), Koesoemo Oetojo, Dwidjosewojo, Soekardjo Wirjopranoto, Wiwoho Poerbohadidjojo (BO), Mochtar bin Praboe Mangkoe Negara (Sumatera), Abdul Firman Gelar Maharadja Soangkoepon (Batak), and Jahja Datoek Kajo (Sumatera). Thamrin and national fraction often do not agree with Dutch East Indies Government policy that only stand to European. That policy is criticized by Thamrin and national fraction is language political policy in society and inlander (Indigenous) appiliation that humiliate Indonesian nation.</jats:p

    Design and Build A Web-Based Asset Management Information System at PT Thamrin Telekomunikasi Network

    No full text
    Asset management is a series of activities related to identify the assets needed, identify the need for funds, acquire assets, provide logistics and maintenance support systems for&nbsp; assets, delete or update assets so that the objectives are effectively and efficient. At PT Thamrin Telekomunikasi Network data collection for each IT asset companies in the form of laptops, servers, network devices and peripheral devices others are done manually using Microsoft Excel. But sometimes, IT staff forgot to update data such as data on the expiration of the asset warranty period and transfer of ownership of assets, as well as marking on assets still using stickers handwritten manually. Through this research, the author aims to designing and implementing a management information systemweb-based IT assets at PT Thamrin Telekomunikasi Network. Which method used in this study include interviews, observations and studies References. The analytical method used is the PIECES method and the design method The system created is described by the UML (Unified Modeling) method Language), for application development will use the SDLC method with the Xtreme Programming model, as well as the application testing method, namely the Black Box. The final result of this research is an IT asset management system web-based programming language built with HTML and Javascript, with MariaDB as the DBMS and using Laravel and Bootstrap as a framework of PHP and CSS. It is hoped that with this application, IT asset management process at PT Thamrin Telekomunikasi Network can be run more effectively, organized and more efficiently

    Prison problems: planned and unplanned releases of convicted extremists in Indonesia

    Get PDF
    This report examines the number of Indonesian extremist prisoners due for parole, the recidivism rate, and the dynamics in prison between the “pragmatists” and the “rejectionists” among extremist inmates.IntroductionMany convicted Indonesian terrorists will be released over the next several years after serving time in prison. The Indonesian government has little capacity at present to provide adequate post-release monitoring, although it is taking some steps to remedy this. Under the circumstances, how much of a security risk do these releases pose? The answer is probably not as much as some people fear; the recidivism rate for convicted extremists remains low. The problem is that systems are not yet in place to keep track of individuals who are considered potential problems.Any evaluation of risk must take several factors into account. One is the numbers involved. In early 2013, articles appeared in the regional media suggesting that 300 prisoners were due for release by the end of 2014. The National Anti-Terror Agency (Badan Nasional Penganggulangan Terorisme, BNPT) later stated the real figure was only 39. A more reasonable estimate is about 80 releases in 2013-2014, some of which have already taken place, with over 100 more in 2015- 2016. No one has exact data, however, and accurate predictions are close to impossible.A second factor is the prison experience of those scheduled for release. It is simply not possible to assess risk on the basis of the activities that led to their convictions. Some of the men that might have been judged most dangerous appear to have modified their views and behavior; others who might have seemed low risk have grown more militant because of associations made in prison. Which way an individual turns may depend less on government “deradicalisation” programs -- although interventions that provide status and income can help -- than on the nature and influence of fellow inmates and connections maintained on the outside. In general, senior JI leaders tend to exert a moderating influence, whereas those who follow radical preacher Aman Abdurrahman are likely to keep the level of militancy high.Other factors can also come into play, including the degree to which inmates can mix with ordinary criminal offenders. The problem of released prisoners does not relate just to those charged with terrorism but also to others they may have recruited. The largest cluster of repeat offenders among convicted extremists consists of men whose first offense had nothing to do with terrorism.The riot in Tanjung Gusta prison, Medan, on 11 July 2013 was a reminder that in thinking about scheduled releases, one should think of unscheduled ones, too, even if the number of terrorist escapes over the last decade has been remarkably low. Overcrowding, understaffing and the poor physical condition of many Indonesian prisons combine to produce escapes of ordinary criminals so frequently that it is a wonder that not more extremists make the attempt.To address these risks, improving the capacity of the Indonesian corrections system to analyse and respond to developments in prison is essential. It is also important for the government as a whole to recognize the need for improved post-release monitoring and allocate the necessary resources to put a better system in place.Managing convicted extremists goes to two much larger issues, however. One is overall prison reform: the government acknowledges that the prison system as a whole is in a state of crisis and the Corrections Directorate with the Law and Human Rights Ministry has been receptive to donor assistance in trying to address it.The second is the spread of extremist teachings in a way that generates new groups of young radicals convinced that violence is the way to address injustice, religious deviance and vice. Until the government does more to address this much more sensitive problem, the best monitoring program in the world will be of limited value

    Analisis Pengaruh Simpang Tak Bersinyal Yang Berdekatan Pada Jalan Wolter Mangonsidi – Jalan Raden Saleh Dan Jalan Wolter Mangonsidi – Jalan M. Husein Thamrin

    Get PDF
    Hambatan  kelancaran  lalulintas  jaringan  jalan  perkotaan  memiliki  dampak  pada  kesejahteraanumum  masyarakat.  Besarnya  arus  lalu  lintas  di  daerah  persimpangan  pada  jam  sibuk  (sore)mengakibatkan  kemacetan  panjang  dan  meningkatkan  kejenuhan  pada  pengguna  lalu  lintas.Sehingga  diperlukan  analisis  lalulintas  antara  persimpangan  untuk  mengetahui  kinerjapersimpangan  tersebut.Penelitian  ini  menggunakan  metode  Manual  Kapasitas  Jalan  Indonesiauntuk  mengevaluasi  dan  menganalisis  kinerja  persimpangan.  Lokasi  penelitian  ini  adalahpersimpangan  Jl. Wolter Monginsidi – Jl. M. Husni Thamrin dan Jl. Wolter Monginsidi – Jl.Raden  Saleh,  Bandar  Lampung  karena  persimpangan  tersebut  menunjukan  kemacetan  danpotensi/resiko  penurunan  tingkat  layanan  jalan.  Hasil  yang  didapatkan  pada  persimpangan  Jl.WolterMonginsidi – Jl. M. Husni Thamrin memiliki nilai kapasitas (C) 2363 smp/jam dan perilakulalu lintas derajat kejenuhan (DS) 0,8834, tundaan simpang (D) 15,08 det/smp dan peluang antrian(QP) 31,23-53,10% dan persimpangan Jl. Wolter Monginsidi – Jl. Raden Saleh memiliki C = 2484smp/jam,  DS  =  0,8151,  D  =  13,55  det/smp  dan  QP  =  26,76-53,10%.  Tinggat  pelayanan  dipersimpangan Jl. Wolter Monginsidi – Jl. M. Husni Thamrindan Jl. Wolter Monginsidi – Jl. RadenSaleh pada hari – hari sibuk dikategorikan pada tingkat E. Kata kunci : Volume kendaraan, Kecepatan rata rata dan Waktu paling sibu

    Pembingkaian Berita Bom Thamrin Di Portal Berita Online AntaraNews.Com Dan Kompas.com Periode Januari 2016

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembingkaian berita Bom Thamrin di portal berita online Antaranews.com dan kompas.com. Untuk menjawab penelitian ini peneliti menggunakan empat struktur pengamatan yang dijadikan sub-fokus sebagai identifikasi masalah yaitu Struktur Sintaksis, Struktur Skrip, Struktur Tematik dan Struktur Retoris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode analisis framing model Zhondang Pan dan Gerald M. Konsicki. Model ini digunakan untuk mengetahui bagaimana wartawan menyusun peristiwa kedalam bentuk umum berita, cara mengisahkan peristiwa, kalimat yang dipakai, sehingga terlihat bagaimana wartawan menekankan makna atas peristiwa yang terjadi. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, wawancara, studi pustaka dan internet searching. Hasil penelitian menunjukan Dari segi Sintaksis, dalam penyajian pemberitaan bom Thamrin yang dimuat oleh portal berita online Antaranews.com dan Kompas.com banyak mencantumkan kutipan narasumber dan kutipan itu mengungkapkan setiap persoalan yang terjadi. Dari Segi Skrip, Antaranews.com dan Kompas.com sudah memenuhi unsur kelengkapan berita yaitu 5W + 1H. Kedua media tersebut menonjolkan peristiwa yang terjadi dan bagaimana seharusnya reaksi pemerintah dalam penanggulangan dan pencegahan Terorisme. Dari Segi Tematik, penyajian berita Antaranews.com dan Kompas.com terdapat satu sampai dua tema dalam satu berita, terdapat konherensi sebab-akibat, penjelas, juga kesan-kesan yang berasal dari penekanan isu. Dari Segi Retoris, dalam portal berita online Antaranews.com dan Kompas.com terdapat penekanan atau penonjolan dari kata, maupun kalimat pada setiap pemberitaan bom Thamrin. Frame atau bingkai yang terlihat dari hasil analisis menunjukan bahwa kedua media tersebut lebih menonjolkan isu yang bahwa pemerintah sebaiknya mengikuti saran si narasumber untuk penanggulangan tindak terorisme. Saran dari penelitian ini adalah portal berita online Antaranews.com dan Kompas.com dalam penulisan berita lebih ditingkatkan lagi kualitasnya

    The Role of Tax Volunteers in Order to Increase Awareness and Compliance of Individual Taxpayers By Using E-Filing (Case Study at Low Tax Office of M Edan Polonia)

    No full text
    Tax is one of the most important state revenue posts. Taxes have a compelling nature, and individuals or entities can become taxpayers (WP). A long-standing problem that never seems to be solved is improving tax payer compliance. Taxpayer compliance is a significant problem around the world. Therefore, the Directorate General of Taxes (DGT) launched an e-filing product. But this effort is still not optimal and it is difficult to increase public awareness. To increase WPOP awareness and compliance, the DGT involves non-authority people in a program called the tax volunteer program. Departing from this background, the author wants to discuss it in the final assignment with the title "The Role of Tax Volunteers in Efforts to Increase Awareness and Compliance of Individual Taxpayers by E-filing (Case Study at Low Tax Office of Medan Polonia). This study aims to determine the role of tax volunteers during the Annual Tax Return assistance, to find out what are the obstacles faced by tax volunteers during the Annual Tax Return assistance for Individual Taxpayers at KPP Pratama Medan Polonia. The researcher used qualitative research, namely non-statistical analysis, in the preparation of this final project. With this method, researchers obtain the data needed to answer the problem formulation and reach conclusions based on the data and characteristics of the research subject. The results of this study can determine the role of tax volunteers in order to increase awareness and compliance of individual taxpayers can be said to be less effective seen from the level of compliance of taxpayers who report their taxes in 2018-2022. This is due to the covid-19 pandemic which makes taxpayers less aware and obedient to their rights and obligations to pay taxes.101 PagesKertas Karya Diplom

    Persepsi Masyarakat terhadap Pelayanan PLN (Studi pada Desa Pasar Lumban Julu, Kec Lumban Julu, Kab Toba Samosir)

    No full text
    Pelayanan pada dasarnya dibuat untuk membentuk sebuah proses pencapaian tujuan agar berjalan dengan baik. Berarti tujuan pelayanan menjadi indikator keberhasilan dari pelayanan. Pelayanan ada yang bersifat umum atau publik dan bersifat pribadi atau privat. Pelayanan merupakan bentuk dari keutuhan sebuah negara/pemerintah. Pelayanan menjadi bukti eksistensi dari fungsi negara. Pelayanan dibuat agar proses pencapaian tujuan tidak terhambat oleh-ole halangan yang bisa merusak atau mengganggu fungsi dari negara itu sendiri. Pelayanan pada dasarnya bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap objek dari pelayanan. Pelayanan merupakan bentuk dari implementasi kebijakankebijakan dari pemerintah. Melalui proses pelayanan, kebijakan-kebikakan pemerintah yang telah disepakati diimplementasikan. Implementasi kebijakan tersebut juga bertujuan untuk menciptakan suatu kondisi yang berguna bagi dua pihak, yakni masyarakat selaku objek atau tujuan dari pelayanan dan pemerintah selaku pelaksana pelayanan. Pelayanan yang baik/ memuaskan dan efektif efisien akan menciptakan persepsi positif dari masyarakat/objek dari pelayanan terhadap kinerja dari pemerintah. Hal ini akan menimbulkan kepercayaan terhadap pemerintah dan apresiasi, sehingga masyarakat tidak akan ragu dalam memenuhi kewajibannya dikarenakan hak nya sudah terpenuhi lewat pelayanan yang memuaskan dari pemerintah. Persepsi merupakan efek balik terhadap perilaku pemerintah yang terbentuk dalam pelayanan. Persepsi merupakan suatu penilaian terhadap pemerintah atau lembaga bersangkutan. Persepsi juga berfungsi sebagai alat evaluasi terhadap kinerja yang telah dicapai oleh pemerintah. Persepsi membuat pemerintah bisa melihat bahwa pada dasarnya sebuah kebijakan tidak semata harus sempurna tapi mampu menarik masyarakat. Masyarakat memandang perilaku petugas pelayanan menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan, karena proses kontak terjadi pada saat masyarakat berurusan dengan petugas. Baik buruk dari perilaku petugas akan langsung mendapatkan respon dari masyarakat. Sedangkan jasa pelayanan yang didapatkan masyarakat cenderung menjadi faktor kedua yang harus diperhatikan. Persepsi masyarakat terbentuk lebih karena faktor kontak langsung dengan petugas pelayanan, faktor tersebut langsung menjadi penilaian dari masyarakat selaku pelanggan. Evaluasi terhadap persepsi diharapkan mampu meningkatkan kinerja dari pelayanan publik. Tapi bukan berarti hanya pelayanan dibidang lisan semata menjadi fokus utama, jasa juga harus tetap menjadi acuan agar keseimbangan pelayanan bisa tercapai.99 HalamanSkripsi Sarjan

    Peranan Aparatur Pemerintah Kota Medan dalam Pelayanan Pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) (Studi Kasus di Kantor Kecamatan Medan Marelan)

    No full text
    Kinerja birokrasi yang paling banyak mendapat sorotan dari masyarakat adalah rendahnya kualitas pelayanan umum. Fenomena yang terjadi adalah banyaknya masalah yang dihadapi masyarakat bila berurusan dengan birokrat dalam urusan yang menyangkut dengan kependudukan seperti KTP. Padahal KTP mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Aparatur pemerintah seharusnya melaksanakan pelayanan sebaik dan semudah mungkin kepada masyarakat. Kendala yang sering muncul adalah keterlambatan karena pemadaman listrik bergilir di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan aparatur pemerintah dalam pelayanan KTP dan untuk mengetahui peranan KTP dalam urusan publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Kantor Kecamatan Medan Marelan dan Masyarakat Kecamatan Medan Marelan. Penetapan jumlah sampel penelitian untuk aparatur pemerintah menggunakan teknik Purposive Sampling, yang berjumlah 4 orang. Sedangkan jumlah sampel untuk masyarakat menggunakan teknik Accidental Sampling, yang berjumlah 10 orang. Metode pengumpulan data untuk sampel masyarakat menggunakan kuesioner. Pertanyaan yang disusun dalam kuesioner tersebut berdasarkan tujuan penelitian ini., yakni mengenai fasilitas, mutu, ketepatan waktu, efisiensi biaya dan kesamaan dalam memberikan pelayanan KTP. Sedangkan untuk aparatur pemerintah menggunakan teknik wawancara, yaitu mengadakan dialog dengan responden agar peneliti bisa mendapatkan jawaban yang lengkap dan jelas. Hasil analisa data dari penelitian ini menunjukkan bahwa aparatur pemerintah kurang bisa memenuhi janji penyelesaian KTP tepat waktu. Kemampuan aparatur dapat dikatakan cukup baik. Sistem pengawasan di Kecamatan Medan Marelan dapat dikatakan sudah cukup baik. Dan sistem koordinasi juga sudah berjalan dengan baik. KTP mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat. KTP berfungsi sebagai identitas diri, untuk pengurusan identitas lain, untuk persyaratan kepegawaian, dan untuk pengurusan izin. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Aparatur Pemerintah Kecamatan Medan Marelan secara umum dapat dikatakan sudah berjalan baik. Pengurusan KTP tidak dikenakan biaya. Kendala dalam pengurusan KTP adalah adanya pemadaman listrik bergilir, yang menyebabkan keterlambatan dalam pengurusan KTP.103 HalamanSkripsi Sarjan
    corecore