69 research outputs found
The Relationship Between Mastery of Arabic Vocabulary and Speaking Skill for Eleventh Grade Students at Trubus Iman High School for Girls Paser
In learning Arabic, it does not only require knowledge in terms of qowaid or Arabic grammar. But we also have to learn and multiply the Arabic vocabulary. By increasing the Arabic vocabulary, it will be easier for someone to improve their Arabic skills, especially in speaking skills. In this paper, the author examines how the mastery of Arabic vocabulary and speaking skills of students of 11th Grade Students at Trubus Iman High School For Girls Paser. And how is the relationship between mastery of Arabic vocabulary and speaking skills of students of Eleventh Grade Students at Trubus Iman High School For Girls Paser. This research is a field research, which uses quantitative analysis with the product moment correlation formula from Pearson to answer the problems in this research. The results of this study indicate that there is a correlation relationship in the "medium" category between Arabic vocabulary mastery and Arabic speaking skills of students 11th Grade Students at Trubus Iman High School For Girls Paser, as evidenced by analysis of hypothesis testing with the product moment correlation formula, which obtained a significance value. of 0.000 <0.05 and the Pearson correlation value of 0.457 is included in the category of moderate correlation. And the average value of Arabic vocabulary mastery of students is = 86 and the average value of students' Arabic speaking skills is = 84 which means mastery of Arabic vocabulary and Arabic speaking skills of students of Eleventh Grade Students at Trubus Iman High School For Girls Paser in the Good category
Tafsir sufistik tentang Nur Muhammad : studi hermeneutis terhadap penafsiran Ibnu ‘Arabi
Pembahasan Nur Muhammad telah ada sejak abad kedua Hijriyah. Tidak hanya oleh madzhab keagamaan tertentu dan para sufi, tetapi juga para mufassir. Hal ini tidak terlepas dari tafsir sufistik yang pada saat itu mulai bermunculan, karena melihat pentingnya sisi esoterik dan eksoterik dalam penafsiran al-Qur’an, sehingga hasilnya dapat menyentul wilayah hakikat sekaligus syariah. Ibnu ‘Arabi sebagai sufi sekaligus mufassir, mampu menghasilkan penafsiran tentang Nur Muhammad secara komprehensif.
Penelitian ini secara spesifik akan menjawab rumusan masalah yang penulis kemukakan, di antaranya: Bagaimana penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam Tafsirnya? Dan Bagaimana implementasi penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam konteks kekinian? Oleh karena itu, penulis menggunakan content analisis sebagai metode penelitian, serta alat bantu analisis berupa hermeneutika untuk menjawab kontekstualisasi penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam konteks kekinian.
Adapun hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: Pertama, Ibnu ‘Arabi berpendapat bahwa kata nūr di dalam al-Qur’an ada beberapa pengertian, yaitu pemberi hidayah, pemberi cahaya, penghias, yang dzahir atau tampak jelas, pemilik cahaya, dan cahaya tetapi bukan cahaya yang biasa dikenal. Di samping itu, ada pengertian lain menurut Ibnu ‘Arabi bahwa nūr di dalam al-Qur’an dalam ayat-ayat tertentu dengan istilah Nur Muhammad. Ibnu ‘Arabi juga menyebut Nur Muhammad dengan istilah rūh al-‘alam. Menurut Ibnu ‘Arabi, konsep Nur Muhammad merupakan tajalli (penampakan) Allah yang menjelma dalam Nur Muhammad, dan dari sanalah awal mula segala penciptaan di dalam semesta.
Penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya faktor historis, sosiologis, dan filosofis. Dari sisi historis, Ibnu ‘Arabi dipengaruhi oleh para guru sufinya serta ilham yang beliau dapatkan dari mimpi-mimpinya. Dari sisi sosiologis, karena Ibnu ‘Arabi ingin memadukan penafsiran secara esoterik dan eksoterik, sehingga mampu menjawab problem sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Dari sisi filosofis, Ibnu ‘Arabi ingin memadukan trilogi ajaran Islam, yakni iman, Islam, dan ihsan. Sebab menurutnya, tasawuf tidak hanya ada di dalam al-Qur’an, tetapi seluruh ayat al-Qur’an mengandung tasawuf, aqidah, dan sekaligus syari’ah.
Kedua, dalam konteks kekinian seharusnya Nur Muhammad juga memiliki andil penting dalam kehidupan, tidak hanya menjadi pemikiran yang hanya terbukukan dalam tumpukan sejarah. Setiap manusia perlu melakukan segala daya dan upaya untuk mengimplementasikan makna Nur Muhammad, yaitu menjadi Insan Kamil, dalam pengertian yang sebaik-baiknya. Bagi orang yang menempuh jalan sufi, mereka dapat mengikuti jalan tarekat (thariqah). Tarekat diartikan sebagai sebuah metode, cara, atau jalan yang ditempuh sufi menuju pencapaian spiritual tertinggi, pensucian diri, pensucian jiwa, dalam bentuk dzikir kepada Allah. Sedangkan bagi manusia secara umum, yang harus dilakukan untuk memaksimalkan potensi Nur Muhammad adalah dengan menyembah Allah dengan sebenar-benarnya serta tidak berbuat syirik. Setiap manusia harus mampu mengontrol diri untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Sebab, menyembah atau sujud kepada Allah juga harus dibarengi dengan perbuatan yang adil dan ihsan. Hal ini berkaitan erat dengan kehidupan sosial bermasyarakat, baik itu dalam hal ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Setiap hamba harus mengontrol diri untuk tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang menimbulkan kerugian bagi sesamanya.
ABSTRACT:
Nur Muhammad's discussion has been around since the second century Hijriyah. Not only by certain religious madzhab and Sufis, but also interpretators. This is inseparable from the sufistic interpretation that at that time began to emerge, because it saw the importance of esoteric and exotic sides in the interpretation of the Qur'an, so that the results can reflect the area of nature as well as sharia. Ibn 'Arabi as a Sufi as well as interpretator, was able to produce a comprehensive interpretation of Nur Muhammad.
This research will specifically answer the formulation of problems that the author put forward, including: How is ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in his interpretary? And how is the implementation of Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in the current context? Therefore, the author uses analytical content as a research method, as well as analytical tools in the form of hermeneutics to answer the contextualization of Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in the current context.
The results of his research are as follows: First, Ibn 'Arabi argued that the word nūr in the Qur'an there are several meanings, namely the giver of guidance, light giver, decorator, who dzahir or clearly visible, the owner of light, and light but not the light commonly known. In addition, there is another sense according to Ibn 'Arabi that nūr in the Qur'anin certain verses with the term Nur Muhammad. Ibn 'Arabi also mentions Nur Muhammad with the term rūh al-'alam. According to Ibn 'Arabi, the concept of Nur Muhammad is the tajalli (appearance) of God incarnated in Nur Muhammad, and from there the beginning of all creation in the universe.
Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad was influenced by several factors, including historical, sociological, and philosophical factors. Historically, Ibn 'Arabi was influenced by his Sufi teachers and the inspiration he got from his dreams. From the sociological side, because Ibn 'Arabi wanted to combine esoteric and exotic interpretations, so as to be able to answer social problems that occurred in society. Philosophically, Ibn 'Arabi wanted to combine a trilogy of Islamic teachings, namely faith, Islam, and ihsan. For according to him, Sufism is not only in the Qur'an, but all verses of the Qur'an contain Sufism, aqidah, and at the same time shari'ah.
Second, in the current context Nur Muhammad should also have an important role in life, not only be a thoughtthat is onlyburiedin the pileof history. Every human being needs to do all the power and effort to implement the meaning of Nur Muhammad, namely to be Insan Kamil, in the best sense possible. For people who follow the Sufi path, they can follow the path of order(thariqah). Tarekat is defined as a method, way, or path taken by Sufis to the highest spiritual achievement, self-purification, sanctification of the soul, in the form of dzikr to God. While bagi man in general, what must be done to maximize the potential of Nur Muhammad is to worship God in real time and notto associate. Every human being must be able to control himself not to do corruption in the earth. And who is more unjust than he who worships Allah, and is a witness against you, and turns back on you, and turns your backs on you, and turns your backs on you, and has no helper over It is closely related to social life in society, be it in economic, political, and so forth. Every servant must control himself not to fall into deeds that cause harm to others
Perdebatan Iman Dan Kufurnya Fir’aun Perspektif Mufasir Dan Sufistik
Pharaoh was a title for the king of ancient Egypt. Many of his stories are mentioned in the Qur'an, he is mentioned as a ruler who has bad attitudes, however, behind that the al-Qur'an explains that when he died, he had the opportunity to make his faith and Islam plausible. Then what is the state of faith that he offered? al-Khazin (2004) stated that the repentance of Pharaoh was not accepted by Allah SWT because at that time there was no more time to repent. In contrast to Dawani (W. 1512 AD), he stated that his repentance was accepted because he made a vow before the spirit reached the throat. If viewed from two conditions about faith, namely there is a pledge and justification in the heart (Ibrahim Mustafa, 1370 H), then Pharaoh has met these criteria. The author tries to analyze these two problems by using the interpretation method tafsir maudhȗ’i''. The faith made at the end of life is the closing of a good life, and the al-Qur'an explains the end of the life of Pharaoh by pledging to believe and surrender to Allah SWT (QS. Yȗnus / 10: 90
Pengaruh Imbalan Ekonomi, Fitur Layanan, dan Kepercayaan Konsumen Terhadap Niat Menggunakan Kembali Produk DANA di Surabaya
The purpose of this study is to question which one affects the economic imbalance, service features, and consumer confidence in the intention to reuse in financial technology DANA. This research methodology used 130 respondents collected through questionnaires in the city of Surabaya. Respondents' responses were analyzed using WarpPLS 6.0. The results of the analysis show the value of economic imbalances has a significant influence on the intention to reuse, service features are not significant to the intention to reuse, and consumer confidence is not significant to the intention to reuse. The practical implication of this research is for FUND to develop its strategy in the future, which is important as an evaluation of the performance of financial technology in national financial technology competition, and can provide important information for financial technology to be able to increase the imbalance of financial technology
Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah Yang Melantai di Bursa Efek Indonesia : Studi Kasus Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syariah Indonesia dan Bank BTPN Syariah
"The Islamic banking industry in Indonesia has experienced rapid growth in recent years. Bank Syariah Indonesia (BSI) and Bank BTPN Syariah are two leading Islamic banks in Indonesia. However, in the post-pandemic era, there has been limited research comparing the financial performance of these two banks. Therefore, this research aims to analyze the financial performance comparison of Islamic banking institutions that have publicly listed their shares on the Indonesia Stock Exchange, namely Bank Syariah Indonesia and Bank BTPN Syariah. The objective of this research is to compare the financial performance between Bank Syariah Indonesia and Bank BTPN Syariah and provide recommendations for investors interested in investing in the Islamic banking sector. This research uses a descriptive-comparative method with a quantitative approach. The data used is secondary data obtained from the financial reports of both banks for the last two years (2021-2022). The measured variables include return on equity (ROE), return on assets (ROA), and price-to-earnings ratio (PER). The data obtained is analyzed using statistical analysis techniques such as t-tests, F-tests, and regression analysis.
A reappraisal of attitudes to the 'People of the Book' in the Qur'an and hadith, with particular reference to Muslim fiscal policy and the covenant of 'Umar
EThOS - Electronic Theses Online ServiceGBUnited Kingdo
Kajian daya simpan karkas ayam dengan pemberian pakan antioksidan dari ekstraksi limbah kulit kacang tanah
Kakas ayam merupakan daging yang rentan terhadap radikal bebas dan mudah teroksidasi sehingga mempunyai daya tahan yang rendah. Untuk mengurangi oksidasi yang terjadi pada kakas ayam diperlukan senyawa antioksidan. Kulit kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan limbah dari industri pengolahan kacang tanah. Kulit kacang diketahui mengandung folifenol sekitar 3,34-7,13%. Polifenol berfungsi sebagai antioksidan dan dapat memperpanjang daya tahan suatu bahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pemberian pakan bersuplemen yang mengandung antioksi dan daya tahan karkas ayam yang diberi pakan bersuplemen dari ekstraksi kulit kacang tanah. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dilakukan empat perlakuan yaitu perlakuan kontrol tanpa penambahan ekstraksi limbah kulit kacang, perlakuan satu dengan penambahan ekstrak limbah kulit kacang sebanyak 0,005 %, perlakuan kedua yaitu dengan penambahan ekstrak kulit kacang tanah sebanyak 0,010 %, dan perlakuan ketiga yaitu dengan penambahan ekstrak kulit kacang tanah sebesar 0,015%. Masing-masing perlakuan dilakukan dengan tiga kali ulangan. Jumlah ayam yang digunakan sebanyak 84 ekor ayam Doc dipelihara selama 5 minggu diberi perlakuan selama 2 minggu setelah ayam berumur 3 minggu Limbah kulit kacang tanah yang digunakan berasal dari Purwakarta, Jawa Barat. Output yang dapatkan kan adalah meningkatnya kandungan antioksidan dalam karkas ayam, sehingga memperlama proses oksidasi yang terjadi pada daging dan dapat memperlama daya simpan kakas.DIKT
PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN ORGANISASI NIRLABA BERDASARKAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) NOMOR 45 (Studi Pada Masjid Al-Iman Bukit Tinggi)
This study aims to compile the financial statements of the Samsul Hidayah Mosque Moyo Village in accordance with the standards made by the Indonesian Accountants Association (IAI) namely Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No. 45. In this study, the authors analyzed the financial statements of the Samsul Hidayah Mosque with how to collect data, present data, analyze data, so as to produce conclusions about the actual picture, then compare with Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No.45. this type of research is qualitative with interpretive approach. The author uses data collection techniques through observation, interviews, and documentation to obtain relevant data. The results of this study indicate that the financial report of Al-Iman Bukit Tinggi Mosque is only a simple record of cash receipts and cash disbursements and the final balance of the mosque. However, the mosque management did not make an inventory of the assets owned by the mosque. The financial statements of Al-Iman Bukit Tinggi Mosque are not in accordance with the Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) No.45 which consists of Financial Position Reports, Activity Reports, Cash Flow Statements, and Notes to Financial StatementsPenelitian ini bertujuan untuk menyusun laporan keuangaan Masjid Samsul Hidayah Desa Moyo sesuai dengan standar yang di buat oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No 45. Dalam penelitian ini, penulis melakukan analisis data laporan keuangan Masjid Samsul Hidayah dengan cara mengumpulkan data, menyajikan data, menganalisa data, sehingga menghasilkan kesimpulan tentang gambaran yang sebenarnya, kemudian membandingkan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.45. jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendeketan interpretif. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan data yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laporan keuangaan Masjid Al-Iman Bukit Tinggi hanya berupa laporan pencatatan penerimaan kas dan pengeluaran kas serta saldo akhir masjid dengan sederhana. Namun, pengurus masjid kurang menginventarisasikan jumlah aset yang dimiliki masjid. Laporan keuangan Masjid Al-Iman Bukit Tinggi tidak sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.45 yang terdiri dari Laporan Posisi Keuangan, Laporan Aktivitas, Laporan Arus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuanga
PEMBERDAYAAN YAYASAN NURUL IMAN DI KELURAHAN LAWANGAN DAYA PADEMAWU PAMEKASAN DALAM PENINGKATAN KINERJA PENGURUS MELALUI PENDEKATAN MANAJEMAN SUMBER DAYA MANUSIA
The Madura University community service team chose the Nurul Iman Foundation. This foundation is located at RT. 7/ RW. 3 Lawangan Daya Village, Pademawu District, Pamekasan Regency, East Java Province. The reason for the election was because the Chairman of the Foundation had a strong commitment to improving the performance of its administrators. The author has coordinated with the Chair of the Foundation and expressed his willingness to be a partner in this activity. The method of implementing the service in order to implement the solution is carried out by; 1 strengthening and workshops, 2 introduction/strengthening of Human Resources for Foundations, 3 workshops on the method of formulating foundation management and the implementation of training and development of administrators. The results of this activity were concluded from the evaluation of participants' attendance and understanding that more than 70% were positive
احتفال إيكارستي في الكاثوليكية وصلاة الجمعة في الإسلام دراسة مقارنة)
Agama Kristen Katolik dan Agama Islam adalah agama yang di turunkan oleh Allah maka dari itu keduanya di sebut agama samawi atau agama yang di turunkan dari langit masing- masing agama tersebut juga memiliki ajaran dan syariat yang harus di jalankan oleh umatnya masing-masing dalam membina toleransi dan kasih sayang hingga tercapai kedamaian dan kerukunan antar umat beragama.kedua agama tersebut juga mempunyai suatu ibadah mingguan yang di laksanakan pada hari yang di anggap menjadi hari yang sangat bersejarah bagi masing- masing agama Pembahasan ibadah mingguan kedua agama tersebut ialah Perayaan Ekaristi dalam agama Katolik yang dimaksudkan untuk mengenang kematian dan kebangkitan serta kehadiran Isa Almasih.inti pokok dari perayaan ibadah ini adalah puji syukur dan komuni sedangkan yang lainnya hanyalah sebagai pelengkap saja maka dari itu perayaan Ekaristi ini disebut juga sumber dan puncak seluruh hidup kristiani karna Ekaristi tersebut menjadi dasar bagi segala pengungkapan iman gereja dan juga harus dilaksanakan dengan penuh pengungkapan dan dalam bentuk yang paling resmi sedangkan sholat Jum'at dalam agama Islam adalah suatu ibadah yang dilakukan oleh umat muslimin untuk beraudiensi dihadapan Allah SWT sekali dalam seminggu dan barang siapa yang meninggalkannya akan mendapat imbalan yang sesuai dari Allah. Dalam pembahasan masalah ini yaitu Perayaan Ekaristi dalam agama Katolik dan Sholat Jum'at dalam agama Islam, yang penulis ketengahkan hanyalah hal-hal yang sederhana seperti pengertian dari kedua ibadah tersebut dan tata cara pelaksanaannya serta nilai-nilai yang terkandung di dalam ibadah tersebut disamping itu juga penulis berusaha untuk menganalisa dan menyimpulkan persamaan dan perbedaan dari kedua ibadah tersebut, bukan maksud untuk membanding-bandingkan tetapi agar kita sebagai mahasiswa muslim dapat memberi contoh sikap agree in disagreement kepada orang lain serta mampu dalam mewujudkan sikap toleransi antar umat beragama dalam berbangsa dan bernegara serta dalam fenomena kehidupan pluralitas agama di bumi Indonesia. Penulis menggunakan metode literatur dalam menyelesaikan pembahasan ini dengan merujuk kepada literature-literatur Katolik dan Islam terutama Al-Qur'an dan Al Kitab.untuk memecahkan masalah-masalah dalam penulisan ini penulis menggunakan tiga metode utama yaitu Deskriptif, penulis memaparkan pandangan umum tentang masing-masing ibadah; Analitik, untuk mengambil kesimpulan yang lebih khusus dan Komparatif, untuk membandingkan masalah- masalah yang berbeda kemudian di ambillah suatu kesimpulan. Perayaan Ekaristi dan Sholat Jum'at adalah ibadah mingguan bagi agama Katolik dan Islam yang mana keduanya dilaksanakan dengan berjamaah di tempat ibadahnya masing-masing serta mempunyai nilai yang sangat berguna untuk membina aqidah dan keyakinan umat dalam berprilaku dan bersikap yang baik untuk mencapai kesucian diri dalam menggapai kemuliaan Allah untuk keselamatan di dunia dan akhirat.disamping itu juga dapat menambah wawasan pengetahuan kita mengenai ibadah agama lain baik dari segi persamaannya maupun perbedaannya, khususnya bagi yang ingin mendalami pembahasan ini Demikianlah yang dapat penulis paparkan dan mengharapkan kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan dan kesempurnaan pembahasan ini di masa-masa yang akan datang dan bagi umat beragama agar lebih mendalami dan memahami ajaran dan syariat yang dianutnya untuk menghindari hal-hal yang melenceng dari agama
- …
