4,236 research outputs found

    Sriwijaya Air SJ182, sains, dan takdir

    Full text link
    Setelah jatuhnya Sriwijaya Air SJ182, wacana takdir muncul dan mendominasi alam pikiran masyarakat Indonesia bahwa penumpang yang selamat karena faktor takdir. Begitu juga penumpang yang menjadi korban disebabkan faktor takdir. Argumen lain yang mencoba mengaitkan peristiwa ini dengan faktor nontakdir, lebih tepatnya faktor sains, juga muncul, seperti disampaikan kalangan tim Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) dan analis penerbangan. Tarik-ulur penyebab musibah antara faktor takdir Tuhan (wahyu) dan faktor kesalahan manusia (sains/akal) dalam musibah Sriwijaya Air SJ182 masih berlangsung setidaknya sampai satu tahun ke depan ketika data rekaman pada black box pesawat bisa diungkap. Satu pihak akan terus-menerus mengedepankan faktor wahyu tanpa mengakomodasi faktor akal. Begitu juga sebaliknya

    Tidak dapat tunai haji itu takdir

    Full text link
    Dalam Sidang Dewan Rakyat lepas, Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama) Datuk Dr. Mohd Na’im Mokhtar menyatakan pihak kerajaan telah menubuhkan satu Jawatankuasa Khas dengan kerjasama Pihak Polis, Tabung haji dan dan Kementerian Pelancongan, Seni dan Budaya (MOTAC) bagi membendung kes penipuan ibadat haji dan umrah yang semakin berleluasa. Ia susulan kes 47 jemaah haji Malaysia ditipu dan masuk ke Jeddah secara haram untuk menunaikan haji dengan menggunakan visa pelancong. Semua jemaah mendakwa terpaksa meredah laluan berbahaya dengan berjalan kaki tanpa dokumen untuk ke Makkah, ekoran kawalan ketat pihak berkuasa Arab Saudi terhadap jemaah yang tiada visa haji. Rupanya kes “haji tidak kesampaian” dalam musim haji lepas bukan hanya berlaku kepada 47 orang, tetapi lebih ramai lagi. Cuma ia tidak dilaporkan media. Biasanya pengendali pakej haji yang gagal menunaikan janji mereka kepada para Jemaah haji akan menggunalan skrip redha, ujian dan takdir: “Ini takdir Allah! Kita kena redha dengan ujian ini. Lagipun kemampuan menunaikan haji berkait rapat dengan jemputan dan izin Allah.” Barangkali skrip itu sangat mujarab mengubati luka jiwa dan “poket” mangsa haji tak menjadi

    Takdir-takdir fansuri

    No full text
    Bunga rampai bertajuk Takdir-takdir Fansuri ini mencoba memandang masa lampau daerah muasal sebagai penuh masalah, paradoks, dan ironi. Lara masa kini tak bisa hanya tersebabkan kuasa dari luar, tapi juga pengingkaran atas setimbun luka dan keliru yang dibuat diri-sendiri. Kisah Hamzah Fanzuri, seorang penyair penganut tasawuf pada abad 16-17 di Tanah Aceh, adalah sebuah contoh. Karya-karyanya yang menampilkan sejenis subversi terhadap ortodoksi dilarang, dibakar. Demikianlah "takdir Fansuri" digariskan dan dipercayai hingga kini. Tapi judul bunga rampai menyarankan sejumlah takdir lain atas sang penyair

    PERSOALAN TAKDIR

    Full text link
    Sepandjang sedjarah persoalan takdir banjak sekali dibitjarakan ulma2 Islam. Umumnja berpendapat bahwa kepertjajaan kepada takdir Tuhan termasuk salah satu rukun iman. Setidak2nja pendapat ini umum pada umat Islam Indonesia

    Takdir dalam pandangan Tafsir Kemenag

    Full text link
    Permasalahan takdir adalah objek yang seringkali muncul dalam kajian keislaman. Keabsahan kepada manusia telah diberikan oleh islam sebagaimana dengan segala kemungkinan yang terkandung dalam dirinya diciptakan oleh Allah SWT. Namun, sebagai pemimpin di bumi seberapa besar kesanggupan untuk mengembangkan potensinya guna memenuhi tanggungjawabnya? Sebatas manakah kemampuan manusia untuk memperjuangkan takdirnya,jika dihubungkan dengan kekuasaan Allah SWT sebagai pencipta segalanya? Pertanyaan tersebut tidaklah mudah untuk dijawab. Persoalan takdir tersebutmenimbulkan pendapat takdir yang memunculkan perdebatan panjang antara Qodariyah, Jabariyah, dan Asy-ariyah dalam Teologi Islam. Takdir sendiri memiliki 2 macam bentuk, yaitu takdir Mu’allaq dan takdir Mubram. Kepenulisan skripsi ini adalah hasil dari penelitian kepustakaan (library research) untuk menjawab rumusan masalah; bagaimana penafisran ayat-ayat takdir menurut tafsir Kemenag?, bagaimana mengimplementasikan makna takdir dalam menjawab kehidupan masyarakat indonesia masa kini? Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, makna takdir dalam tafsir kitab Kemenag ialah bahwa Allah sudah menetapkan ukuran, kadar, batas tertentu dalam sifat, diri atau kemampuan maksimal yang dilakukan manusia. Satu diantara sekian banyak penyebab tercapainya apa yang diinginkan ialah kehendak dan perbuatan manusia, sedangkan sebab-sebab lain yang tak bisa terhitung semua berada diluar kemampuan manusia. Manusia hendaknya selalu optimis dalam memperjuangkan takdirnya,serta selalu memiliki nilai juang untuk selalu berkembang, walaupun pada akhirnya semua hasil/ketetapan ada pada Allah. Ketentuan takdir dalam kehidupan manusiaditetapkan seiring dengan berjalannya proses, tak ditetapkan sejak zaman azali. Takdir yang terjadi dalam kehidupan manusia melalui proses sebab-akibat, takdir merupakan akibat dari suatu proses yang telah berlangsung. Karena takdir merupakan akibat, maka usaha dan kehendak yang dilakukan manusia hanyalah pemicu yang kemudian Allah SWT pertimbangkan upaya yang dilakukan dan memperhitungkan factor-faktor yang melingkupinya, kemudian menentukan takdir atas manusia tersebut.Maka hendaklah manusia memiliki sikap yang optimis dan selalu ingin berkembang dalam menjalahi hidup, agar tercapainya keinginan yang dimaksud

    Takdir Dalam Al-Qur\u27an

    Full text link
    Penelitian ini membahas tentang pemaknaan takdir dalam Alquran melalui penafsiran para mufasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran ayat-ayat yang berkaitan dengan takdir, tanggapan ulama mengenai takdir dan pengaruh yang diperoleh masyarakat kontemporer jika berpedoman kepada tafsir dalam pemaknaan takdir.               Penciptaan adalah takdir, baik itu penciptaan di awal maupun di akhir, semua menjadi takdir dari Allah. Takdir itu merupakan ketetapan, ilmu, kehendak dan ciptaan Allah, sehingga tidak ada atom atau yang lebih kecil darinya yang bergerak kecuali sejalan dengan kehendak, ilmu dan kekuasaan Allah. Tiada daya dan kekuasaan kecuali hanya milik Allah. Semua tindakan, perbuatan, diam, dan gerakan bergantung pada Allah dan bukan pada manusia.               Kehidupan manusia saat ini adalah kehidupan dimana manusia berkontaminasi dengan ilmu dan teknologi, hidup penuh dengan materialis, prakmatis. Maka, kehidupan yang seperti ini selalu berkecendrungan dengan hidup duniawi dan selalu terpukau kesenangan dunia, sehingga dapat lupa kepada takdir Allah. Jika lupa terhadap takdir Allah maka akan semakin jauh dari nilai Islam

    KONSEP TAKDIR MENURUT ABU MANSUR AL-MATURIDI

    Full text link
    ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang pemikiran Abu Mansur Al-Maturidi tentang Takdir. Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya kekeliruan masyarakat dalam memahami makna takdir. Takdir dijadikan sebagai kata pamungkas untuk pembenaran perilakunya. Ketika seseorang yang beralasan dengan takdir, dengan takdir dia dizalimi, dan orang yang menzalimi nya beralasan dengan takdir dia menzalimi, maka hal ini tentu saja tidak sesuai dengan makna takdir yang sesungguhnya. Tujuannya selain untuk mengetahui konsep takdir menurut Abu Mansur Al-Maturidi, juga untuk mengetahui relevansi pemikiran takdir Abu Mansur Al-Maturidi terhadap masyarakat modern. Abu Mansur Al-Maturidi salah satu tokoh dalam aliran Teologi Islam (Ilmu Kalam) yang memiliki pendapat tentang takdir, bagaimana takdir menurut Abu Mansur Al-Maturidi? Dan bagaimana relevansi pemikiran takdir Abu Mansur Al-Maturidi dalam kehidupan masyarakat modern saat ini? Untuk menjawab rumusan masalah tersebut maka metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dalam kategori penelitian pustaka (library research), karena sumber rujukannya berupa buku-buku, jurnal, skripsi,dan website yang mendukung data penelitian ini. Teologi Islam sebagai pendekatan penelitian ini, dan menggunakan analis isi (content analysis). Melalui metode tersebut diketahui bahwa Abu Mansur Al-Maturidi tidak seperti paham As’ariyah yang lebih mengutamakan kehendak Tuhan dari pada kehendak manusia, dan juga tidak seperti paham Mu’tazilah yang lebih mengutamakan kebebasan kehendak manusia. Dalam hal ini Abu Mansur AlMaturidi berada di tengah-tengah dengan pendapatnya bahwa perbuatan manusia itu memang benar ketetapan Tuhan, tetapi atas dasar Ikhtiar (usaha) manusia itu sendiri, dalam artian manusia diberi kebebasan untuk memilih melakukan perbuatan baik atau buruk, ketakwaan atau kefasikan. Konsep Takdir tersebut menurut Abu Mansur Al-Maturidi sangat relevan dengan kehidupan manusia modern ini. Manusia modern ini selalu berdalih atas nama takdir terhadap perbuatan buruk yang mereka lakukan. Hal ini tentu saja suatu kekeliruan dalam memahami makna Takdir dalam Islam. Kata Kunci: Konsep Takdir, Abu Mansur A-Maturidi, Teologi Islam, Masyarakat Modern

    İdarenin takdir yetkisinin yargısal denetimi

    No full text
    Bu tezin, veri tabanı üzerinden yayınlanma izni bulunmamaktadır.ÖZET ANAHTAR KELİME : İdarenin Takdir yetkisi, hukuk devleti, yargısal istikrar, Kamusal faaliyetlerin giderek daha da artması neticesinde her alanın kamusal kurallarla düzenlenemez hale gelmiştir. Bu durum idareye bağlı yetkiye ilaveten takdir yetkisi tanınması ihtiyacım da beraberinde getirmiştir. İdareye takdir yetkisi ve esneklik verilmesi yoluyla ortaya çıkan sorunlar çözüme kavuşabilir, idarede etkinlik ve verimlilik sağlanabilir Ancak, bu yetkinin de bir sının olmalıdır. Takdir yetkisinin yeterli olduğu miktarda verilmesi gerekir. Aksi halde, idarede keyfilik hakkaniyete uygun ve adil olmayan kararlar artabilir. Bu nedenle yerinde ve yeterli miktarda verilen takdir yetkisi, idareyi geliştirir, idarede etkinlik ve verimlilik artar. Hukuk devletinde egemen olan ilke hukukun üstünlüğü ilkesidir. Hiçbir güç hukukun üstünde değildir. İdare hukuka uygun olarak hareket etmek zorundadır. Hukuka uygun hareket etmediğinde, idari yargı yerleri idareyi hukuka uygun hareket etmeye zorlamaktadırlar. Yargı yerleri bunu yaparken hukuk kuralları içinde kalmak zorundadır. İdare hukuku bir içtihat hukuku olduğundan mahkemeler, uygulamaları ile idare hukukunun gelişmesine katkıda bulunmaktadırlar. İdare alanında yasalaşma bazen mahkemelerin uygulamalarının yazılı hale getirilmesi şeklinde tecelli etmektedir. İdareye tanınan takdir yetkisinin muğlak ve sınırlarının çizilmesinin son derece güç, idareye takdir yetkisi tanımanın da çağdaş hukuk devletinin bir gereği olması dolayısıyla yargı yerlerine büyük görev düşmektedir. Yargı yeri, uygulamaları ile idareye örnek olmak, idareyi hukuk kuralları içinde tutmak, kendisi de hukukun içinde kalmak zorundadır. Bu sanıldığı kadar kolay değildir. Yargı kararları takdir yetkisinin denetiminde bir takım önemli ilkeler ortaya koymuştur. Takdir yetkisinin denetiminde kullanılan bu ölçü normların önemi büyüktür. Ancak, çalışmamızdan da görüleceği üzere, pozitif hukuktaki düzenlemeleri ve yargı yerlerinin koymuş olduğu bu ilkeleri esas almak suretiyle takdir yetkisinin denetimini en üst düzeyde gerçekleştiren Danıştay kararlan arasında maalesef bir birlik bulunmamaktadır. Hatta açıkça hukuka aykırı kararlar da bulunmaktadır. Bu durum yargısal istikrarsızlığa yol açabileceği gibi yargıya olan güvenin azalmasına da neden olacaktı

    Katma Değer Vergisi İndiriminde Takdir Komisyonu Kararı

    No full text
    Yetkili makamlar tarafından istenilen matrah ve servet takdirlerini yapmak ve vergi kanunlarında yazılı fiyat, ücret veya sair matrah ve kıymetleri takdir etmekle görevli bulunan takdir komisyonları, son dönemlerde katma değer vergisi indirimine yönelik talepleri reddetme yetkisine sahip olup olmadıkları hususunda farklı görüşlere konu olmuştur. Vergi idaresi, takdir komisyonunun katma değer vergisi indirimine ilişkin talepleri reddetme yetkisinin olduğu yönünde bir yaklaşım sergilemektedir. Bazı mahkeme kararlarında da katma değer vergisi indirimlerinin reddine dair işlem, takdir komisyonunun matrah takdir etme görevi kapsamında değerlendirilmektedir. İdarenin ve mahkemelerin bu yöndeki değerlendirmelerine katılmamakta ve takdir komisyonlarının katma değer vergisi indirimini reddetme yetkisinin bulunmadığını düşünmekteyiz. Söz konusu bu düşüncemizi temellendirebilmek amacıyla öncelikle takdir komisyonları ve katma değer vergisi indirimi hakkında bilgi verilecek ve böylece takdir komisyonlarının katma değer vergisi indirimleri yönündeki talepleri reddetme yetkisinin olmadığı hususu ortaya konulmaya çalışılacaktır
    corecore