209 research outputs found

    Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Produk Rusak

    No full text
    Penelitian ini difokuskan pada Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Produk Rusak. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah meskipun proses produksi telah dilaksanakan dengan baik, pada kenyataannya masih ditemukan ketidaksesuaian antara produk yang dihasilkan dengan yang diharapkan, dimana kualitas produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar, atau dengan kata lain produk yang dihasilkan mengalami kerusakan atau cacat produk. Hal tersebut disebabkan adanya penyimpangan-penyimpangan dari berbagai faktor, baik yang berasal dari bahan baku, tenaga kerja maupun kinerja dari fasilitas-fasilitas mesin yang digunakan dalam proses produksi. Tujuan dari peneltian ini adalah Untuk mengetahui dan menganalisis mengenai penerapan biaya kualitas, tingkat produk rusak dan pengaruh biaya kualitas terhadap produk rusak PK. Teguh Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan untuk menganalisis data yang diperoleh digunakan Analisis Regresi Linier Sederhana, Analisis Koefisien Korelasi, Koefisien Determinasi, Uji t, dan Uji F. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa PK. Teguh Jaya sudah mengalokasikan biaya kualitas, masih menghasilkan produk rusak, karena tidak sesuai dengan standar kualitas produk yang ditetapkan perusahaan, peningkatan atau penurunan biaya kualitas yang dikeluarkan tidak mempengaruhi pada peningkatan atau penurunan produk rusak pada PK. Teguh Jaya

    Traffic control enforcement : the problems and dilemma in maintaining post-disaster road infrastructure assets : a case study from Aceh, Indonesia

    No full text
    In 2004, Aceh province was devastated by the earthquake and tsunami. Within the four-year reconstruction period between 2005 and 2009, more than 3600 km of roads were rehabilitated and reconstructed. The ownerships of the reconstructed road assets were transferred back to the Local Governments for the operational and maintenance needs. Hence, the responsibility to maintain most of the road sections are now held by the Local Governments. This paper highlights the problems and dilemmas identified in enforcing the traffic loading control as part of the road maintenance efforts. The data was collected from the literature, documents and through semi-structured interviews conducted with 28 respondents from the case study districts in Aceh province. The finding suggest that conflicting institutional arrangement and policies, socioeconomic consideration and corruption have been the major constraints to effective traffic control enforcement efforts

    Analisis Pengaruh Biaya Kualitas Terhadap Produk Rusak Pada PT Masscom Graphy Semarang Tahun 2004–2005

    No full text
    Perusahaan telah mengeluarkan biaya untuk meningkatkan kualitas dan meminimalkan jumlah produk rusak, tapi pada kenyataannya jumlah produk rusak yang dihasilkan masih ada yang keluar dari standar yang telah ditetapkan oleh manajemen. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, biaya kegagalan eksternal secara simultan dan parsial terhadap produk rusak serta bagaimana pengendalian kerusakan produk pada PT Masscom Graphy Semarang tahun 2004– 2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, biaya kegagalan eksternal secara simultan dan parsial terhadap produk rusak serta untuk mengetahui pengendalian kerusakan produk pada PT Masscom Graphy Semarang tahun 2004– 2005. Populasi dalam penelitian ini adalah dengan studi sensus atau studi populasi dengan jumlah sampel 24 buah. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah biaya pencegahan (X1), biaya penilaian (X2), biaya kegagalan internal (X3), dan biaya kegagalan eksternal (X4) dan produk rusak (Y). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan interview. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda dan statistical quality control (SQC). Uji F menunjukkan bahwa X1, X2, X3, dan X4 mempunyai pengaruh signifikan secara simultan terhadap produk rusak yaitu sebesar 41%,. Hasil uji t, biaya kualitas yang berpengaruh terhadap produk rusak adalah biaya pencegahan dan biaya kegagalan internal. Secara SQC, pada tahun 2004 produk rusak yang melebihi UCL terjadi pada bulan Maret dan April. Pada tahun 2005 produk rusak yang melebihi UCL terjadi pada bulan November dan Desember. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara simultan X1, X2, X3, dan X4 berpengaruh signifikan terhadap produk rusak. Secara parsial X3 mempunyai pengaruh signifikan paling besar terhadap produk rusak, X1 mempunyai pengaruh signifikan paling kecil terhadap produk rusak,, X4 tidak berpengaruh secara signifikan, dan X2 paling tidak berpengaruh signifikan terhadap produk rusak serta pengendalian kerusakan produk pada PT Masscom Graphy dari tahun 2004 sampai 2005 masih kurang baik. PT Masscom Graphy sebaiknya meningkatkan biaya pencegahan dan penilaian, meningkatkan koordinasi antar departemen, meningkatkan pengawasan dan pengendalian yang lebih intensif terutama pada proses produksi, bahan baku dan SDM serta melibatkan seluruh karyawan dalam upaya meningkatkan kualitas

    PENGARUH BIAYA KUALITAS TERHADAP PRODUK RUSAK PADA PT. INDUSTRI SANDANG NUSANTARA UNIT PATAL SECANG TAHUN 2004 - 2006

    No full text
    Iklim persaingan bisnis menuntut perusahaan untuk mempertajam strategi dengan memberikan nilai tambah bagi konsumen baik dari segi manfaat maupun segi kualitas. PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Secang selama ini berupaya meningkatkan kualitas produknya agar tetap dapat bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis. Salah satu unsur pendukung dalam mewujudkan hal tersebut adalah dengan melakukan analisis dengan menggunakan ukuran biaya kualitas sebagai indikator keberhasilan progam perbaikan kualitas. Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui besarnya pengaruh biaya kualitas terhadap produk rusak pada PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Secang. Objek penelitian ini adalah PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Secang. Variabel yang diteliti adalah biaya kualitas (biaya pencegahan dan biaya penilaian) dan produk rusak. Data diambil dengan metode dokumentasi dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan hasil regresi berganda diperoleh persamaan Y = 22.096 – 0,0000563 X1 – 0,0000824 X2 hal ini menunjukkan bahwa X1 dan X2 berpengaruh secara negatif terhadap Y. Dari hasil uji t diperoleh hasil thitung biaya pencegahan sebesar -2,868 dengan taraf signifikansi 0,007 dan thitung biaya penilaian sebesar -2,198 dengan taraf signifikansi 0,035. Karena hasil thitung bertanda negatif, maka biaya pencegahan dan biaya penilaian mempunyai pengaruh yang negatif signifikan terhadap produk rusak. Dari pengujian secara bersama-sama dengan uji F menunjukkan Fhitung sebesar 5,258 dengan taraf signifikansi 0,010 dan Ftabel sebesar 3,28. Hal ini berarti biaya kualitas secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan dan mampu menjelaskan variabel produk rusak. Dari nilai (R2) secara simultan diketahui biaya kualitas berpengaruh terhadap produk rusak sebesar 0,492 atau 49,2%, jadi dapat dikatakan bahwa 49,2% perubahan produk rusak disebabkan oleh perubahan biaya pencegahan dan biaya penilaian secara bersama-sama. Sedangkan 50,8% perubahan produk rusak disebabkan oleh variabel lain di luar komponen biaya kualitas (biaya pencegahan dan biaya penilaian). Dan uji (r2) parsial untuk variabel biaya pencegahan sebesar 0,1998 dan variabel biaya penilaian sebesar 0,1274. Hal ini mengandung arti bahwa sumbangan parsial masing-masing variabel adalah sebesar 19,98% untuk biaya pencegahan dan 12,74% untuk biaya penilaian. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa biaya kualitas merupakan modal yang berharga dalam rangka meminimalkan produk rusak yang terjadi pada PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Secang. Adanya hubungan yang signifikan antara biaya kualitas dengan produk rusak perlu diperhatikan bagi manajemen perusahaan dalam pencapaian kualitas produk yang lebih baik secara menyeluruh sehingga dapat meminimalisir produk rusak yang terjadi

    ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, PERSEPSI HARGA, DAN WORD OF MOUTH COMMUNICATION TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MEBEL PADA CV. MEGA JAYA MEBEL SEMARANG

    No full text
    This study aims to determine the effect of the product quality, the perception of price, and word of mouth communication of furniture purchasing decisions at the CV. Mega Jaya Mebel Semarang. The independent variables are product quality, perception of price, and word of mouth communication affect the purchase decision as the dependent variable. The population in this study are buyers of the CV. Mega Jaya Mebel in Semarang. Samples were taken of 100 respondents using a Probability sampling technique. Data was collected using a survey method through quetionnaires filled out by consumers. Then, the data obtained were analyzed using multiple regression analysis. This analysis includes the validity test, reliability test, classic assumption test, multiple regression analysis, hypothesis testing through the F test and t test, and coefficient of determination analysis (R2). Based results, obtained regression equation: Y = 0,226 X1 + 0,347 X2 + 0,306 X3. Based on statical data analysis, the indicators in this research is valid and the variabels are reability. In testing the assumption of classical, model regression multikolonieritas, does not occur heterokedasitas, and normal distribution. Individually, the variables have a greater influence is Perceptions of Price variable with a regression coefficient 0,347, followed by Word of Mouth Communication variable with the regression coefficient 0, 306 and the variables have the least influence is Products Quality with the regression coefficient 0,226. The computation of hypothesis using the t test showed that the independent variable in meticulous proved significant. Then through the F test can be know that the independent variable is feasible to test Purchasing Decisions dependen variable. Figures adjusted R square of 0,505 indicates that 69,1% variable of consumer satisfaction can be explained by three independent variables in the regression quation. The remaining 49,5% is explained by other variable out side of the three variables used in this study

    Biomimetic design of a soft robotic fish for high speed locomotion

    No full text
    We present a novel DC motor driven soft robotic fish which is optimized for speed and efficiency based on experimental, numerical and theoretical investigation into oscillating propulsion. Our system achieves speeds up to 0.85 m/s, outperforming the previously reported fastest free swimming soft robotic fish by a significant margin of 27%. A simple and effective wire-driven active body and passive compliant body are used to mimic highly efficient thunniform swimming. The efficient DC motor to drive the system decreases internal losses compared to other soft robotic oscillating propulsion systems which are driven by one or multiple servo motors. The DC motor driven design allows for swimming at higher frequencies. The current design has been tested up to a tailbeat frequency of 5.5 Hz, and can potentially reach much higher frequencies.Accepted Author ManuscriptMaterials and ManufacturingInternet of Thing

    PENGARUH BIAYA KUALITAS DAN PRODUK RUSAK TERHADAP PENJUALAN ( Studi Kasus Konveksi BuanaJaya )

    No full text
    This is an empirical research to determine the influence of the independent variable quality cost to the dependent variable sales. A T-test on prevention cost, valuation cost, internal failure cost, and external failure cost showed significant influence on sales. An F-test on prevention cost, valuation cost, internal failure cost and external failure cost also showed significant influence on sales. Regression analysis was done using the multiple linear regression equation Y = 240226063.0+ 0,534X1 + 0,482X2 +ε Regression analysis showed positive that prevention cost, valuation cost, internal failure cost, and external failure cost had a positive influence on sales, which indicates that increasing costs of quality leads to increase in sales. A coefficient determination test (Kd) showed that 64,1% of quality cost contributes to sales; the remaining 35,9% is influenced by factors other than cost of quality

    INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL KONSENTRASI MANAJEMEN KONSTRUKSI SEPTEMBER 2 0 1 5

    No full text
    Pertumbuhan pembangunan perumahan di Kabupaten Malang sangat pesat, Akan tetapi tidak semua perumahan didukung dengan prasarana jalan yang sesuai mutu yang diharapkan, hal itu dapat dilihat seperti permukaan jalan yang rusak sebelum waktunya penyerahan, baik rusak ringan maupun rusak berat, sehingga sampai saat ini belum ada satupun yang dapat diterima oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malang. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimanakah prasarana jalan perumahan di Kabupaten Malang, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Mutu Prasarana Jalan Perumahan dan mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhinya, sehingga dapat menentukan strategi yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu tersebut. Metodologi analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 38 responden dari pihak Pemerintah daerah Kabupaten Malang, Pengembang dan Penghuni perumahan yang mengetahui dan terlibat dalam pekerjaan pembangunan prasarana jalan di perumahan Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian, prasarana jalan perumahan di Kabupaten Malang dalam keadaan rusak dan dari uji F didapatkan bahwa secara simultan faktor Material (X1), Tenaga Kerja (X2), Peralatan (X3), Metode Pelaksanaan Pekerjaan (X4), Pengawasan (X5), Pemeliharaan (X6), Perencanaan (X7), berpengaruh secara simultan terhadap Mutu Prasarana Jalan Perumahan di Kabupaten Malang dengan nilai Fhitung = 16.798 > Ftabel = 2.334. Namun berdasarkan Uji t secara parsial faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap Mutu Prasarana Jalan Perumahan di Kabupaten Malang adalah faktor Pengawasan (X5), dengan thitung = 5.295 > dari ttabel = 2.042, Pemeliharaan (X6) dengan thitung = 2.328> dari ttabel = 2.042, Perencanaan (X7) dengan thitung = 3.418> dari ttabel = 2.042. Oleh kerena itu Strategi yang digunakan untuk meningkatkan Mutu Prasarana Jalan Perumahan di Kabupaten Malang adalah pemerintah Kabupaten Malang seharusnya pada masa mendatang melakukan pengawasan dengan lebih baik secara rutin ataupun berkala saat pelaksanaan pekerjaan pada obyek/aset yang akan diserahkan untuk dikelolanyadan pengembang harus menempatkan tenaga pengawas lapangan dengan kemampuan yang baik serta memiliki kecakapan dalam mengontrol pelaksanaan pekerjaan dilapangan. Kata Kunci : Mutu, Prasarana Jalan Perumaha

    Studi Perencanaan Tebal Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) pada Ruasjalan Samarinda – Sebulu (Sta. 14+100 – 24+100)

    No full text
    Ruas Jalan Samarinda - Sebulu salah satu jalan Kolektor Primer yang berada di Provinsi Kalimantan Timur, yang menghubungkan antara Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kerusakan pada struktur jalan pada umumnya pendakian dan penurunan yang semula memakai perkerasan lentur sudah tidak sanggup lagi menahan volume dan beban lalulintas kendaraan,maka untuk mengatasi hal ini perkerasan yang layak pada ruas jalan ini menggunakan perkerasan kaku.Penulisan ini bertujuan untuk mendapatkan desain ulang dari perencanaan perkerasan kaku dan penulangan jalan yang telah ada dengan metode yang digunakan yaitu dengan metode Bina Marga berpedoman pada Pd T-14-2003. Dari hasil pengolahan data diperoleh pertumbuhan lalulintas (5%), Lalulintas Harian Rencana 14102 kendaraan/hari untuk 2 jalur 2 arah, CBR tanah dasar 4,11%, CBR efektif 29%. Tebal pelat pada perkerasan rencana 22 cm, persentasi rusak fatik (3,30% < 100%), persentasi rusak erosi (6,02% < 100%), tebal perkerasan pondasi digunakan sirtu 15 cm. Sambungan menggunakan tulangan dowel Ø 36 mm, panjang 450 mm, jarak 300 mm. Tie Bar menggunakan D 12 mm, panjang 530 mm, jarak 940 mm. Untuk tinggi saluran h = 65cm,luas penampang basah b = 75 cm, dan tinggi jagaan W = 20cm

    P E N G AWA S AN PROS E S P RODU K KAYU S E NG ON DA L AM U P A YA P E NIN GK ATAN K UA L IT AS P AD A P T . P E R K E B UN AN N USANTA RA XII S UM B E R JA M B E B AN YU WAN G I

    No full text
    Pen e li t i a n i n i b ert uj u a n u n t uk m e n get ah u i b aga im a n a pe n g awa san pro ses pro duk kay u sen go n p ada PT . Perkeb u n a n Nus a n t ara XII . Pen gaws a n pro duk ka y u sen go n i n i m erupaka n su at u keg i at an y a n g pe n t i n g d a n h arus m e l a l u i pere n c a n aa n pro duksi y a n g b a i k, karena pere n ca n a a n pro du ks i y a n g b a i k b e l u m t en t u aka n m e n g h a s i l k a n pro duks i y a n g ba i k t an pa ada ny a pen g awa san pro se s pro duk ka y u sen go n . Pen gaw as a n m erupaka n sua t u keg i at an y a n g m ut l ak h arus d il akuka n o l e h p i m p i na n da l a m sua t u o rgani sas i at au perusa h aa n da n t u j ua n ak hi r d ar i pe n gawasa n ada l a h m e n gu sah aka n agar apa y a n g d i re n ca n ak a n m e nj ad i ke ny at aa n da n m e n c apa i t arge t y a n g sud a h d i t en t ukan o l e h perusa h aa n . Pen e li t i a n i n i d il akuka n pada p erkeb u na n Su m berj a m be Bany uwa n g i d e n ga n m e l akuka n parad i g m a des kr i pt i f kua li t at i f . Men urut B o dgan dan Ta yl o r (dal a m Mo l eo n g 2011:4) b ah w a m et o de kual i t at i f ada l a h s eb ag a i b er i kut : “M et o de kual i t at i f seb aga i pro se dur pen e li t i a n y a n g m e n g h a s il ka n dat a des kr i pt i f berupa kat a-ka t a t er t ul i s at au l i s a n dari o ran g-o ran g dan per il ak u y a n g d i a m at i den g a n t i dak m e n g i so l a s i i nd i v i du at au o rgani sa s i ke da l a m v ar i a bl e l at au hi po t esi s t et api per l u m e m a n da n g nya se baga i bag i a n dar i sua t u keb ut uh a n . ”. Pe m ili ha n i nf o r m a n Men ggu n aka n t ekni k sno wball sam pling . Me n urut Sugi y o n o (2008:219) t ekni k sno w ball sam pling ada l a h “ Tek ni k pe n e n t uan i n f o r m a n y a n g m u l a- m u l a j u ml a hny a ke c i l ke m ud i a n m e m bes ar i barat b o l a salju y a n g m e n gge li nd i n g y a n g l a m al a m a m e m be sa r”. Pen gawasa n pro duk ka y u sen go n y a n g d ilakukan pada perke b u n a n Su m b er j a m be t erb ag i da l a m t i g a t ah apa n y a i t u, t ah ap i nput , p r o se s, dan ke l uara n at au output . Un t uk t ah ap i n put pen gawa san pro duk k a y u s e n go n l e bi h d i t ek an k a n pad a sa at pe m bi bi t a n , kar e n a pada t ah ap i n i d i t e m uka n b a ny ak ny a p e m bi b i t a n sen go n y a n g rusak at au m at i . S e l a i n i t u pe n erapa n p er l aku a n b e ni h at au tre atment p ada t ah ap i n put i n i aka n san g at m e m pe n garu hi pert u m b u h a n b e ni h sen go n . Pada t ah ap pro se s at au Trans f orm asi pe n a n ggu l a n ga n ha m a m erupaka n h a l y a ng h arus d i per h at i ka n o l e h perusa haa n , kare n a S i st e m pe n a n a m a n m o n o ku l t ur pada se n go n aka n b erda m p ak pada m era b ak ny a h a m a da n pe ny ak i t p ada t ana m a n sen go n . Ha l i ni d i ak i bat kan o l e h m e lim pa h da n t erko n sen t ras i ny a su m ber pak a n bag i h a m a d a n pe ny ak i t da l a m sa t u l a h a n s e n go n . Pada sa t u l a h a n sen go n h a m a da n p eny ak i t aka n san gat cepa t m e n u l ar pada t an a m a n y a n g l a i n , m ak a dar i i t u d i but uh k an pe na n ga n a n y a n g i n t e ns i f pad a peny ak i t sen go n . Beb erapa j e ni s h a m a da n pe ny ak i t pada sen go n y a n g san gat m e n g h aw at i rka n pada pert um b u ha n sen go n ada lah : h a m a pe n ggerak bat an g at au b o kto r , h a m a u l at kan to n g, dan peny ak i t ka rat puru . m e n g h aw at i rka n pad a pert um b u h a n sen go n ada l a h : h a m a pe n gg erak b at an g at au b o kto r , h a m a u l at kan t o n g, dan p e ny ak i t kar at pur u. Sedan gkan pada t ah ap ke l uara n at au output pe m a n e n a n ka yu sen go n d i bag i da l a m t i ga t ah apa n , y a i t u t ah ap pe nj ara n ga n sa t u, penj ara n ga n kedu a dan pe n e b a n ga n h a bi s. Pe m o t o n gan ka y u sen g o n da n pe m bag i a n b at an g, s ert a pen ga n gkut an l o g k a y u sen go n j uga harus m e n gac u pada SOP y a n g sudah d i t e n t uka n o l e h perusah aa n
    corecore