209 research outputs found
Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Produk Rusak
Penelitian ini difokuskan pada Pengaruh Biaya Kualitas terhadap Produk Rusak. Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah meskipun proses produksi telah dilaksanakan dengan baik, pada kenyataannya masih ditemukan ketidaksesuaian antara produk yang dihasilkan dengan yang diharapkan, dimana kualitas produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar, atau dengan kata lain produk yang dihasilkan mengalami kerusakan atau cacat produk. Hal tersebut disebabkan adanya penyimpangan-penyimpangan dari berbagai faktor, baik yang berasal dari bahan baku, tenaga kerja maupun kinerja dari fasilitas-fasilitas mesin yang digunakan dalam proses produksi. Tujuan dari peneltian ini adalah Untuk mengetahui dan menganalisis mengenai penerapan biaya kualitas, tingkat produk rusak dan pengaruh biaya kualitas terhadap produk rusak PK. Teguh Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan untuk menganalisis data yang diperoleh digunakan Analisis Regresi Linier Sederhana, Analisis Koefisien Korelasi, Koefisien Determinasi, Uji t, dan Uji F. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa PK. Teguh Jaya sudah mengalokasikan biaya kualitas, masih menghasilkan produk rusak, karena tidak sesuai dengan standar kualitas produk yang ditetapkan perusahaan, peningkatan atau penurunan biaya kualitas yang dikeluarkan tidak mempengaruhi pada peningkatan atau penurunan produk rusak pada PK. Teguh Jaya
Traffic control enforcement : the problems and dilemma in maintaining post-disaster road infrastructure assets : a case study from Aceh, Indonesia
In 2004, Aceh province was devastated by the earthquake and tsunami. Within the four-year reconstruction period between 2005 and 2009, more than 3600 km of roads were rehabilitated and reconstructed. The ownerships of the reconstructed road assets were transferred back to the Local Governments for the operational and maintenance needs. Hence, the responsibility to maintain most of the road sections are now held by the Local Governments.
This paper highlights the problems and dilemmas identified in enforcing the traffic loading control as part of the road maintenance efforts. The data was collected from the literature, documents and through semi-structured interviews conducted with 28 respondents from the case study districts in Aceh province. The finding suggest that conflicting institutional arrangement and policies, socioeconomic consideration and corruption have been the major constraints to effective traffic control enforcement efforts
Analisis Pengaruh Biaya Kualitas Terhadap Produk Rusak Pada PT Masscom Graphy Semarang Tahun 2004–2005
Perusahaan telah mengeluarkan biaya untuk meningkatkan kualitas dan
meminimalkan jumlah produk rusak, tapi pada kenyataannya jumlah produk rusak
yang dihasilkan masih ada yang keluar dari standar yang telah ditetapkan oleh
manajemen. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh
biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, biaya kegagalan
eksternal secara simultan dan parsial terhadap produk rusak serta bagaimana
pengendalian kerusakan produk pada PT Masscom Graphy Semarang tahun 2004–
2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh biaya
pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, biaya kegagalan eksternal
secara simultan dan parsial terhadap produk rusak serta untuk mengetahui
pengendalian kerusakan produk pada PT Masscom Graphy Semarang tahun 2004–
2005.
Populasi dalam penelitian ini adalah dengan studi sensus atau studi populasi
dengan jumlah sampel 24 buah. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah biaya pencegahan (X1), biaya penilaian (X2), biaya kegagalan internal (X3),
dan biaya kegagalan eksternal (X4) dan produk rusak (Y). Metode pengumpulan
data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan interview.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda
dan statistical quality control (SQC).
Uji F menunjukkan bahwa X1, X2, X3, dan X4 mempunyai pengaruh
signifikan secara simultan terhadap produk rusak yaitu sebesar 41%,. Hasil uji t,
biaya kualitas yang berpengaruh terhadap produk rusak adalah biaya pencegahan
dan biaya kegagalan internal. Secara SQC, pada tahun 2004 produk rusak yang
melebihi UCL terjadi pada bulan Maret dan April. Pada tahun 2005 produk rusak
yang melebihi UCL terjadi pada bulan November dan Desember. Dari hasil
penelitian dapat disimpulkan bahwa secara simultan X1, X2, X3, dan X4
berpengaruh signifikan terhadap produk rusak. Secara parsial X3 mempunyai
pengaruh signifikan paling besar terhadap produk rusak, X1 mempunyai pengaruh
signifikan paling kecil terhadap produk rusak,, X4 tidak berpengaruh secara
signifikan, dan X2 paling tidak berpengaruh signifikan terhadap produk rusak serta
pengendalian kerusakan produk pada PT Masscom Graphy dari tahun 2004 sampai
2005 masih kurang baik. PT Masscom Graphy sebaiknya meningkatkan biaya
pencegahan dan penilaian, meningkatkan koordinasi antar departemen,
meningkatkan pengawasan dan pengendalian yang lebih intensif terutama pada
proses produksi, bahan baku dan SDM serta melibatkan seluruh karyawan dalam
upaya meningkatkan kualitas
PENGARUH BIAYA KUALITAS TERHADAP PRODUK RUSAK PADA PT. INDUSTRI SANDANG NUSANTARA UNIT PATAL SECANG TAHUN 2004 - 2006
Iklim persaingan bisnis menuntut perusahaan untuk mempertajam strategi
dengan memberikan nilai tambah bagi konsumen baik dari segi manfaat maupun
segi kualitas. PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Secang selama ini
berupaya meningkatkan kualitas produknya agar tetap dapat bersaing dengan
perusahaan lain yang sejenis. Salah satu unsur pendukung dalam mewujudkan hal
tersebut adalah dengan melakukan analisis dengan menggunakan ukuran biaya
kualitas sebagai indikator keberhasilan progam perbaikan kualitas. Penelitian ini
bertujuan 1) untuk mengetahui besarnya pengaruh biaya kualitas terhadap produk
rusak pada PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Secang.
Objek penelitian ini adalah PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal
Secang. Variabel yang diteliti adalah biaya kualitas (biaya pencegahan dan biaya
penilaian) dan produk rusak. Data diambil dengan metode dokumentasi dan data
yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan hasil regresi berganda diperoleh persamaan
Y = 22.096 – 0,0000563 X1 – 0,0000824 X2 hal ini menunjukkan bahwa X1 dan
X2 berpengaruh secara negatif terhadap Y. Dari hasil uji t diperoleh hasil thitung
biaya pencegahan sebesar -2,868 dengan taraf signifikansi 0,007 dan thitung biaya
penilaian sebesar -2,198 dengan taraf signifikansi 0,035. Karena hasil thitung
bertanda negatif, maka biaya pencegahan dan biaya penilaian mempunyai
pengaruh yang negatif signifikan terhadap produk rusak. Dari pengujian secara
bersama-sama dengan uji F menunjukkan Fhitung sebesar 5,258 dengan taraf
signifikansi 0,010 dan Ftabel sebesar 3,28. Hal ini berarti biaya kualitas secara
bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan dan mampu menjelaskan
variabel produk rusak. Dari nilai (R2) secara simultan diketahui biaya kualitas
berpengaruh terhadap produk rusak sebesar 0,492 atau 49,2%, jadi dapat
dikatakan bahwa 49,2% perubahan produk rusak disebabkan oleh perubahan biaya
pencegahan dan biaya penilaian secara bersama-sama. Sedangkan 50,8%
perubahan produk rusak disebabkan oleh variabel lain di luar komponen biaya
kualitas (biaya pencegahan dan biaya penilaian). Dan uji (r2) parsial untuk
variabel biaya pencegahan sebesar 0,1998 dan variabel biaya penilaian sebesar
0,1274. Hal ini mengandung arti bahwa sumbangan parsial masing-masing
variabel adalah sebesar 19,98% untuk biaya pencegahan dan 12,74% untuk biaya
penilaian.
Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa biaya kualitas
merupakan modal yang berharga dalam rangka meminimalkan produk rusak yang
terjadi pada PT. Industri Sandang Nusantara Unit Patal Secang. Adanya hubungan
yang signifikan antara biaya kualitas dengan produk rusak perlu diperhatikan bagi
manajemen perusahaan dalam pencapaian kualitas produk yang lebih baik secara
menyeluruh sehingga dapat meminimalisir produk rusak yang terjadi
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, PERSEPSI HARGA, DAN WORD OF MOUTH COMMUNICATION TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MEBEL PADA CV. MEGA JAYA MEBEL SEMARANG
This study aims to determine the effect of the product quality, the
perception of price, and word of mouth communication of furniture purchasing
decisions at the CV. Mega Jaya Mebel Semarang. The independent variables are
product quality, perception of price, and word of mouth communication affect the
purchase decision as the dependent variable.
The population in this study are buyers of the CV. Mega Jaya Mebel in
Semarang. Samples were taken of 100 respondents using a Probability sampling
technique. Data was collected using a survey method through quetionnaires filled
out by consumers. Then, the data obtained were analyzed using multiple
regression analysis. This analysis includes the validity test, reliability test, classic
assumption test, multiple regression analysis, hypothesis testing through the F test
and t test, and coefficient of determination analysis (R2).
Based results, obtained regression equation: Y = 0,226 X1 + 0,347 X2 +
0,306 X3. Based on statical data analysis, the indicators in this research is
valid and the variabels are reability. In testing the assumption of classical,
model regression multikolonieritas, does not occur heterokedasitas, and normal
distribution. Individually, the variables have a greater influence is Perceptions
of Price variable with a regression coefficient 0,347, followed by Word of Mouth
Communication variable with the regression coefficient 0, 306 and the variables
have the least influence is Products Quality with the regression coefficient
0,226. The computation of hypothesis using the t test showed that the
independent variable in meticulous proved significant. Then through the F test
can be know that the independent variable is feasible to test Purchasing
Decisions dependen variable. Figures adjusted R square of 0,505 indicates that
69,1% variable of consumer satisfaction can be explained by three independent
variables in the regression quation. The remaining 49,5% is explained by other
variable out side of the three variables used in this study
Biomimetic design of a soft robotic fish for high speed locomotion
We present a novel DC motor driven soft robotic fish which is optimized for speed and efficiency based on experimental, numerical and theoretical investigation into oscillating propulsion. Our system achieves speeds up to 0.85 m/s, outperforming the previously reported fastest free swimming soft robotic fish by a significant margin of 27%. A simple and effective wire-driven active body and passive compliant body are used to mimic highly efficient thunniform swimming. The efficient DC motor to drive the system decreases internal losses compared to other soft robotic oscillating propulsion systems which are driven by one or multiple servo motors. The DC motor driven design allows for swimming at higher frequencies. The current design has been tested up to a tailbeat frequency of 5.5 Hz, and can potentially reach much higher frequencies.Accepted Author ManuscriptMaterials and ManufacturingInternet of Thing
PENGARUH BIAYA KUALITAS DAN PRODUK RUSAK TERHADAP PENJUALAN ( Studi Kasus Konveksi BuanaJaya )
This is an empirical research to determine the influence of the independent variable quality cost to the dependent variable sales. A T-test on prevention cost, valuation cost, internal failure cost,
and external failure cost showed significant influence on sales. An F-test on prevention cost, valuation cost, internal failure cost and external failure cost also showed significant influence on
sales. Regression analysis was done using the multiple linear regression equation Y = 240226063.0+ 0,534X1 + 0,482X2 +ε Regression analysis showed positive that prevention cost,
valuation cost, internal failure cost, and external failure cost had a positive influence on sales, which indicates that increasing costs of quality leads to increase in sales. A coefficient determination test (Kd) showed that 64,1% of quality cost contributes to sales; the remaining 35,9% is influenced by factors other than cost of quality
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL KONSENTRASI MANAJEMEN KONSTRUKSI SEPTEMBER 2 0 1 5
Pertumbuhan pembangunan perumahan di Kabupaten Malang sangat
pesat, Akan tetapi tidak semua perumahan didukung dengan prasarana jalan yang
sesuai mutu yang diharapkan, hal itu dapat dilihat seperti permukaan jalan yang
rusak sebelum waktunya penyerahan, baik rusak ringan maupun rusak berat,
sehingga sampai saat ini belum ada satupun yang dapat diterima oleh Pemerintah
Daerah Kabupaten Malang. Oleh katena itu penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui bagaimanakah prasarana jalan perumahan di Kabupaten Malang,
faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Mutu Prasarana Jalan Perumahan dan
mendapatkan faktor yang paling dominan mempengaruhinya, sehingga dapat
menentukan strategi yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu tersebut.
Metodologi analisa data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis
faktor dan analisis regresi linier berganda terhadap jawaban dari kuesioner yang
disebarkan kepada 38 responden dari pihak Pemerintah daerah Kabupaten
Malang, Pengembang dan Penghuni perumahan yang mengetahui dan terlibat
dalam pekerjaan pembangunan prasarana jalan di perumahan Kabupaten Malang.
Berdasarkan hasil penelitian, prasarana jalan perumahan di Kabupaten
Malang dalam keadaan rusak dan dari uji F didapatkan bahwa secara simultan
faktor Material (X1), Tenaga Kerja (X2), Peralatan (X3), Metode Pelaksanaan
Pekerjaan (X4), Pengawasan (X5), Pemeliharaan (X6), Perencanaan (X7),
berpengaruh secara simultan terhadap Mutu Prasarana Jalan Perumahan di
Kabupaten Malang dengan nilai Fhitung = 16.798 > Ftabel = 2.334. Namun
berdasarkan Uji t secara parsial faktor-faktor yang mempengaruhi secara
signifikan terhadap Mutu Prasarana Jalan Perumahan di Kabupaten Malang
adalah faktor Pengawasan (X5), dengan thitung = 5.295 > dari ttabel = 2.042,
Pemeliharaan (X6) dengan thitung = 2.328> dari ttabel = 2.042, Perencanaan (X7)
dengan thitung = 3.418> dari ttabel = 2.042. Oleh kerena itu Strategi yang digunakan
untuk meningkatkan Mutu Prasarana Jalan Perumahan di Kabupaten Malang
adalah pemerintah Kabupaten Malang seharusnya pada masa mendatang
melakukan pengawasan dengan lebih baik secara rutin ataupun berkala saat
pelaksanaan pekerjaan pada obyek/aset yang akan diserahkan untuk
dikelolanyadan pengembang harus menempatkan tenaga pengawas lapangan
dengan kemampuan yang baik serta memiliki kecakapan dalam mengontrol
pelaksanaan pekerjaan dilapangan.
Kata Kunci : Mutu, Prasarana Jalan Perumaha
Studi Perencanaan Tebal Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) pada Ruasjalan Samarinda – Sebulu (Sta. 14+100 – 24+100)
Ruas Jalan Samarinda - Sebulu salah satu jalan Kolektor Primer yang berada di Provinsi Kalimantan Timur, yang menghubungkan antara Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kerusakan pada struktur jalan pada umumnya pendakian dan penurunan yang semula memakai perkerasan lentur sudah tidak sanggup lagi menahan volume dan beban lalulintas kendaraan,maka untuk mengatasi hal ini perkerasan yang layak pada ruas jalan ini menggunakan perkerasan kaku.Penulisan ini bertujuan untuk mendapatkan desain ulang dari perencanaan perkerasan kaku dan penulangan jalan yang telah ada dengan metode yang digunakan yaitu dengan metode Bina Marga berpedoman pada Pd T-14-2003. Dari hasil pengolahan data diperoleh pertumbuhan lalulintas (5%), Lalulintas Harian Rencana 14102 kendaraan/hari untuk 2 jalur 2 arah, CBR tanah dasar 4,11%, CBR efektif 29%. Tebal pelat pada perkerasan rencana 22 cm, persentasi rusak fatik (3,30% < 100%), persentasi rusak erosi (6,02% < 100%), tebal perkerasan pondasi digunakan sirtu 15 cm. Sambungan menggunakan tulangan dowel Ø 36 mm, panjang 450 mm, jarak 300 mm. Tie Bar menggunakan D 12 mm, panjang 530 mm, jarak 940 mm. Untuk tinggi saluran h = 65cm,luas penampang basah b = 75 cm, dan tinggi jagaan W = 20cm
P E N G AWA S AN PROS E S P RODU K KAYU S E NG ON DA L AM U P A YA P E NIN GK ATAN K UA L IT AS P AD A P T . P E R K E B UN AN N USANTA RA XII S UM B E R JA M B E B AN YU WAN G I
Pen
e
li
t
i
a
n
i
n
i
b
ert
uj
u
a
n
u
n
t
uk
m
e
n
get
ah
u
i
b
aga
im
a
n
a
pe
n
g
awa
san
pro
ses
pro
duk
kay
u
sen
go
n
p
ada
PT
.
Perkeb
u
n
a
n
Nus
a
n
t
ara
XII
.
Pen
gaws
a
n
pro
duk
ka
y
u
sen
go
n
i
n
i
m
erupaka
n
su
at
u
keg
i
at
an
y
a
n
g
pe
n
t
i
n
g
d
a
n
h
arus
m
e
l
a
l
u
i
pere
n
c
a
n
aa
n
pro
duksi
y
a
n
g
b
a
i
k,
karena
pere
n
ca
n
a
a
n
pro
du
ks
i
y
a
n
g
b
a
i
k
b
e
l
u
m
t
en
t
u
aka
n
m
e
n
g
h
a
s
i
l
k
a
n
pro
duks
i
y
a
n
g
ba
i
k
t
an
pa
ada
ny
a
pen
g
awa
san
pro
se
s
pro
duk
ka
y
u
sen
go
n
.
Pen
gaw
as
a
n
m
erupaka
n
sua
t
u
keg
i
at
an
y
a
n
g
m
ut
l
ak
h
arus
d
il
akuka
n
o
l
e
h
p
i
m
p
i
na
n
da
l
a
m
sua
t
u
o
rgani
sas
i
at
au
perusa
h
aa
n
da
n
t
u
j
ua
n
ak
hi
r
d
ar
i
pe
n
gawasa
n
ada
l
a
h
m
e
n
gu
sah
aka
n
agar
apa
y
a
n
g
d
i
re
n
ca
n
ak
a
n
m
e
nj
ad
i
ke
ny
at
aa
n
da
n
m
e
n
c
apa
i
t
arge
t
y
a
n
g
sud
a
h
d
i
t
en
t
ukan
o
l
e
h
perusa
h
aa
n
.
Pen
e
li
t
i
a
n
i
n
i
d
il
akuka
n
pada
p
erkeb
u
na
n
Su
m
berj
a
m
be
Bany
uwa
n
g
i
d
e
n
ga
n
m
e
l
akuka
n
parad
i
g
m
a
des
kr
i
pt
i
f
kua
li
t
at
i
f
.
Men
urut
B
o
dgan
dan
Ta
yl
o
r
(dal
a
m
Mo
l
eo
n
g
2011:4)
b
ah
w
a
m
et
o
de kual
i
t
at
i
f
ada
l
a
h
s
eb
ag
a
i
b
er
i
kut
:
“M
et
o
de
kual
i
t
at
i
f
seb
aga
i
pro
se
dur
pen
e
li
t
i
a
n
y
a
n
g
m
e
n
g
h
a
s
il
ka
n
dat
a
des
kr
i
pt
i
f
berupa
kat
a-ka
t
a
t
er
t
ul
i
s
at
au
l
i
s
a
n
dari
o
ran
g-o
ran
g
dan
per
il
ak
u
y
a
n
g
d
i
a
m
at
i
den
g
a
n
t
i
dak
m
e
n
g
i
so
l
a
s
i
i
nd
i
v
i
du
at
au
o
rgani
sa
s
i
ke
da
l
a
m
v
ar
i
a
bl
e
l
at
au
hi
po
t
esi
s
t
et
api
per
l
u
m
e
m
a
n
da
n
g
nya
se
baga
i
bag
i
a
n
dar
i
sua
t
u
keb
ut
uh
a
n
.
”.
Pe
m
ili
ha
n
i
nf
o
r
m
a
n
Men
ggu
n
aka
n
t
ekni
k
sno
wball
sam
pling
.
Me
n
urut
Sugi
y
o
n
o
(2008:219)
t
ekni
k
sno
w
ball
sam
pling
ada
l
a
h
“
Tek
ni
k pe
n
e
n
t
uan
i
n
f
o
r
m
a
n
y
a
n
g
m
u
l
a-
m
u
l
a
j
u
ml
a
hny
a
ke
c
i
l
ke
m
ud
i
a
n
m
e
m
bes
ar
i
barat
b
o
l
a
salju
y
a
n
g
m
e
n
gge
li
nd
i
n
g
y
a
n
g
l
a
m
al
a
m
a
m
e
m
be
sa
r”.
Pen
gawasa
n
pro
duk
ka
y
u
sen
go
n
y
a
n
g
d
ilakukan
pada
perke
b
u
n
a
n
Su
m
b
er
j
a
m
be
t
erb
ag
i
da
l
a
m
t
i
g
a
t
ah
apa
n
y
a
i
t
u,
t
ah
ap
i
nput
,
p
r
o
se
s,
dan
ke
l
uara
n
at
au
output
.
Un
t
uk
t
ah
ap
i
n
put
pen
gawa
san
pro
duk
k
a
y
u
s
e
n
go
n
l
e
bi
h
d
i
t
ek
an
k
a
n
pad
a
sa
at
pe
m
bi
bi
t
a
n
,
kar
e
n
a pada t
ah
ap
i
n
i
d
i
t
e
m
uka
n
b
a
ny
ak
ny
a p
e
m
bi
b
i
t
a
n
sen
go
n
y
a
n
g
rusak at
au
m
at
i
.
S
e
l
a
i
n
i
t
u
pe
n
erapa
n
p
er
l
aku
a
n
b
e
ni
h
at
au
tre
atment
p
ada t
ah
ap
i
n
put
i
n
i
aka
n
san
g
at
m
e
m
pe
n
garu
hi
pert
u
m
b
u
h
a
n
b
e
ni
h
sen
go
n
.
Pada
t
ah
ap
pro
se
s
at
au
Trans
f
orm
asi
pe
n
a
n
ggu
l
a
n
ga
n
ha
m
a
m
erupaka
n
h
a
l
y
a
ng
h
arus
d
i
per
h
at
i
ka
n
o
l
e
h
perusa
haa
n
,
kare
n
a
S
i
st
e
m
pe
n
a
n
a
m
a
n
m
o
n
o
ku
l
t
ur
pada
se
n
go
n
aka
n
b
erda
m
p
ak
pada
m
era
b
ak
ny
a
h
a
m
a
da
n
pe
ny
ak
i
t
p
ada
t
ana
m
a
n
sen
go
n
.
Ha
l
i
ni
d
i
ak
i
bat
kan
o
l
e
h
m
e
lim
pa
h
da
n
t
erko
n
sen
t
ras
i
ny
a
su
m
ber
pak
a
n
bag
i
h
a
m
a
d
a
n
pe
ny
ak
i
t
da
l
a
m
sa
t
u
l
a
h
a
n
s
e
n
go
n
.
Pada
sa
t
u
l
a
h
a
n
sen
go
n
h
a
m
a
da
n
p
eny
ak
i
t
aka
n
san
gat
cepa
t
m
e
n
u
l
ar
pada
t
an
a
m
a
n
y
a
n
g
l
a
i
n
,
m
ak
a
dar
i
i
t
u
d
i
but
uh
k
an
pe
na
n
ga
n
a
n
y
a
n
g
i
n
t
e
ns
i
f
pad
a
peny
ak
i
t
sen
go
n
.
Beb
erapa
j
e
ni
s
h
a
m
a
da
n
pe
ny
ak
i
t
pada
sen
go
n
y
a
n
g
san
gat
m
e
n
g
h
aw
at
i
rka
n
pada
pert
um
b
u
ha
n
sen
go
n
ada
lah
:
h
a
m
a
pe
n
ggerak
bat
an
g
at
au
b
o
kto
r
,
h
a
m
a
u
l
at
kan
to
n
g,
dan
peny
ak
i
t
ka
rat
puru
.
m
e
n
g
h
aw
at
i
rka
n
pad
a
pert
um
b
u
h
a
n
sen
go
n
ada
l
a
h
:
h
a
m
a
pe
n
gg
erak
b
at
an
g
at
au
b
o
kto
r
,
h
a
m
a
u
l
at
kan
t
o
n
g,
dan
p
e
ny
ak
i
t
kar
at
pur
u.
Sedan
gkan pada t
ah
ap
ke
l
uara
n
at
au
output
pe
m
a
n
e
n
a
n
ka
yu
sen
go
n
d
i
bag
i
da
l
a
m
t
i
ga
t
ah
apa
n
,
y
a
i
t
u
t
ah
ap
pe
nj
ara
n
ga
n
sa
t
u,
penj
ara
n
ga
n
kedu
a
dan
pe
n
e
b
a
n
ga
n
h
a
bi
s.
Pe
m
o
t
o
n
gan
ka
y
u
sen
g
o
n
da
n
pe
m
bag
i
a
n
b
at
an
g,
s
ert
a
pen
ga
n
gkut
an
l
o
g
k
a
y
u
sen
go
n
j
uga
harus
m
e
n
gac
u
pada
SOP
y
a
n
g
sudah
d
i
t
e
n
t
uka
n
o
l
e
h
perusah
aa
n
- …
