1,721,052 research outputs found
ESTIMATION OF S WAVES ATTENUATION IN THE CENTRAL NORTH ISLAND, NEW ZEALAND USING THE NON-PARAMETRIC GENERALIZED INVERSE TECHNIQUE (GIT).
ABSTRAK Kami menggunakan seismogram dari gempa lokal (Ml = 2–3.8) dengan jarak hiposenter 5–55 km untuk memperkirakan faktor kualitas Q dari gelombang S di Central North Island, Selandia Baru. Metoda bootstrap inversi non-parametric GIT diterapkan untuk mendapatkan fungsi atenuasi pada 20 titik frekuensi yang terletak antara 2 sampai 10 Hz. Besaran Q yang dihitung dari fungsi atenuasi memberikan relasi Qs(f)=6.15±1.22f1.73±0.12. Hasil ini konsisten dengan penelitian tentang atenuasi yang dilakukan untuk daerah gunung api lainnya
PELIMPAHAN HUTANG TERHADAP AHLI WARIS MENURUT PASAL 833 AYAT (1) KUHPerdata: Analisis Perspektif Hukum Islam
Abstrak: Rumusan pasal 833 KUHPerdata hanya menyebutkan harta warisan sedangkan dalam pasal 1100 KUH Perdata disebutkan bahwa “ahli waris yang telah menerima warisan dituntut dalam hal pembayaran hutang, hibah, wasiat dan beban-beban lain, menanggung bagian yang seimbang dengan apa yang diterima masing-masing.-masing-masing dari warisan". Dengan demikian, ahli waris yang menerima warisan dari pewaris tidak hanya berhak atas hartanya, tetapi juga memiliki kewajiban untuk menanggung hutang pewaris. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan yaitu penelitian dengan menggunakan upaya pencarian dokumen atau perpustakaan berdasarkan buku-buku, buku-buku dan lain-lain yang relevan dengan permasalahan yang berkaitan dengan skripsi ini. Penelitian ini juga merupakan penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang mengungkapkan suatu fenomena tertentu dengan cara menggambarkan kenyataan yang sebenarnya, dibentuk dengan kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data yang relevan, bukan berupa angka dan statistik. Dalam hal ini, data penelitian yang terdapat dalam KUHPerdata, data teori hukum waris dalam Islam, data gambaran umum utang dan data yang berkaitan dengan pengalihan utang. Penolakan untuk menerima warisan sama dengan penolakan untuk menanggung beban hutang pewaris. Dalam KUHPerdata memberikan pilihan kepada ahli waris, salah satunya adalah penolakan untuk menerima warisan. Dengan demikian, sikap ini berprasangka buruk untuk menghindari pengalihan utang ahli waris kepada ahli waris. Sedangkan dalam hukum Islam dikenal dengan istilah transfer hutang (hiwalah). Prinsipnya dari semua pihak tidak ada yang dirugikan
Bagian Ayah Seperenam dan Seluruh Harta Warisan; Analisis dari Nas?s? Al-Qur’an
The nature of the text al-Kitâb and al-Sunnah of the provisions of inheritance is very limited and globally thus allowing the door of ijtihâd. Limited and global conditions said can be tolerated as long as does not violate the basic provisions of the Al-Qur’an itself. Results ijtihâd against inheritance verses of the Al-Qur’an in Indonesia partly contained in the compilation of Islamic law which was appointed by the Minister of Religion and the Presidential Instruction as a guide for religious court and Indonesia’s Islamic society in resolving the dispute case in the field of marriage law, inheritance and waqf. Article 177 of Book II of the Inheritance Law KHI those who called for the third part of the father although impressed hold because parts of it are not referred to by the verses of the Koran, but it does not make any mention of a new law which is different from the law of the Al-Qur’an. Based on the adage that an object must be an owner, the transfer of property to heirs who are still living with the media khalafiyah (forwarding ownership) in the case of Article 177 remain to be resolved by the law of the Al-Qur’an
ZAKAT DAN PENGENTASAN KEMISKINAN : KAJIAN ATAS LEMBAGA AMIL ZAKAT MASJID NURUL HUDA LOWAYU DUKUN GRESIK TAHUN 2008-2009
Zakat merupakan ibadah yang tidak hanya memiliki nilai hubungan vertikal (antara manusia dengan Tuhan), tetapi, zakat juga memiliki nilai ibadah horizontal (antara manusia dengan sesama manusia), karena dengan zakat kehidupan manusia akan menjadi harmonis, si kaya memperoleh kepuasan batin karena dapat menolong sesama dan si miskin dapat memanfaatkan harta pemberian dari si kaya.
Dengan zakat kebutuhan-kebutuhan ummat dapat terpenuhi, termasuk diantaranya pengentasa kemiskinan. Sejarah telah membuktikan bahwa penerapan program zakat yang telah dilakukan oleh para sahabat Nabi dapat mengatasi kebutuhan-kebutuhan ummat, bahkan pada masa pemerintahan kholifah Umar bin Abdul Aziz sampai tidak ada yang berhak menerima zakat karena seluruh penduduknya suda menjadi muzakki.
Terdapat sebuah kenyataan pada suatu desa besar yang penghuninya 100% muslim, banyak penduduknya yang kaya dan terdapat Lembaga Amil Zakat (LAZ) di desa tersebut, namun, belum ditemukan adanya pengentasan kemiskinan pada penduduk yang miskin melalui zakat karena keterbatasan dana dan pola pendistribusianya. Oleh karena itu, peneliti ingin tahu eksistensi LAZ dan perannya dalam pengentasan kemiskinan pada desa tersebut.
Dalam penelitian ini terdapat beberapa rumusan masalah yaitu bagaimana pola penghimpunan zakat yang dilakukan oleh LAZ ?, bagaiman pola pendistribusian dana zakat yang dilakukan oleh LAZ ? dan bagaiman tindakan yang dilakukan oleh LAZ dalam upaya pengentasan kemiskinan?
Selain sebagai sebagian syarat dalam memperoleh gelar Magister Ekonomi Islam penelitian ini juga bertujuan agar diketahuinya pola penghimpunan dan pendistribusian zakat yang dilakkukan oleh LAZ serta dapat memberikan saran pada LAZ bagaimana tindakan yang dilakukan dalam upayanya mengentaskan kemiskinan.
Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan atau metode analisa diskriptif dalam mendiskripsikan data atau segala hal yang berkaitan dengan pokok permasalahan yaitu pola penghimpunan dana dan pola pendistribusian yang dilakukan pengelola LAZ Masjid Nurul Huda.
Setelah melakukan analisa, penulis dapat menemukan beberapa jawaban dari rumusan masalah yang ada. Adapun kesimpulan dari jawaban tersebut adalah: Pola pengumpulan zakatnya masih tradisional yaitu mengharap muzakki datang dan menyerahkan zakatnya, sehingga perolehan zakat tidak bisa maksimal. Demikian juga pola pendistribusiannya masih berupa zakat konsumtif belum bisa mengembangkan dalam bentuk zakat produktif, sehingga tidak ada pengentasan kemiskinan. Solusi tindakan yang dilakukan oleh LAZ dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah menggalakkan sosialisasi zakat agar dapat memaksimalkan penghimpunan zakat serta mendistribusikannya dengan pola zakat produktif yang profesional agar ada pengentasan kemiskinan, misalnya pemberian modal usaha kerja dan dilakukan pendampinga
Penunjukan Bagian Sepertiga untuk Ayah; Analisis Pasal 177 Kompilasi Hukum Islam
The nature of the text al-Kitâb and al-Sunnah of the provisions of inheritance is very limited and globally thus allowing the door of ijtihâd. Widespread limited and global conditions of the Al-Qur’an can be tolerated as long as does not violate the basic provisions of the Al-Qur’an itself. Results ijtihâd against inheritance verses of the Al-Qur’an in Indonesia partly contained in the compilation of Islamic law which was appointed by the Minister of Religion and the Presidential Instruction as a guide for religious court and Indonesia’s Islamic society in resolving the dispute case in the field of marriage law, inheritance and waqf. Article 177 of Book II of the Inheritance Law KHI those who called for the third part of the father although impressed hold because parts of it are not referred to by the verses of the Koran, but it does not make any mention of a new law which is different from the law of the Al-Qur’an. Based on the adage that an object must be an owner, the transfer of property to heirs who are still living with the media khalafiyah in the case of clause 177 remain to be resolved by the law of the Al-Qur’an
Keefektifan Teknik Team-Assisted Individualization dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Keterampilan Intelektual dan Sosial di SMP Negeri 2 Sumbawa Besar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik Team-Assisted Individualization dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan keterampilan intelektual dan sosial peserta didik.
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sumbawa Besar dan SMP Negeri 3 Sumbawa Besar. Desain eksperimen yang digunakan adalah faktorial 2 x 2. Subjek penelitian terdiri atas kelas VIII-1 SMP Negeri 2 Sumbawa Besar sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-c SMP Negeri 3 Sumbawa Besar sebagai kelompok kontrol yang ditentukan dengan teknik purposive random sampling. Teknik pengumpulan data terdiri dari angket untuk menentukan pengelompokan tipe kepribadian, tes untuk mengukur keterampilan intelektual dan observasi untuk mengumpulkan data tentang keterampilan sosial peserta didik. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.
Berdasarkan hasil analisis data dengan α=0,05 dapat disimpulkan: 1) keterampilan intelektual peserta didik yang belajar IPS dengan teknik Team-Assisted Individualization lebih tinggi dibandingkan dengan keterampilan intelektual peserta didik yang belajar IPS dengan teknik konvensional (78,899 > 67,032; Fo=31,9950 > Ft=4,000); 2) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan intelektual peserta didik pada kelompok tipe kepribadian ekstrover dan introver (71,759 Ft=4,000); 4) keterampilan sosial peserta didik yang belajar IPS dengan teknik Team-Assisted Individualization lebih tinggi dibandingkan dengan keterampilan intelektual peserta didik yang belajar IPS dengan teknik konvensional (16,203 > 15,081; Fo=13,4382 > Ft=4,000); 5) keterampilan sosial peserta didik pada kelompok tipe kepribadian ekstrover lebih tinggi daripada keterampilan sosial peserta didik pada kelompok tipe kepribadian introver (16,281 > 14,974; Fo=9,9870 > Ft=4,000); 6) tidak terdapat interaksi pengaruh antara teknik pembelajaran dan tipe kepribadian terhadap keterampilan sosial peserta didik dalam pembelajaran IPS (Fo=0,1274 < Ft=4,000). Dengan demikian teknik Team-Assisted Individualization efektif dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan keterampilan intelektual dan sosial peserta didik di SMP Negeri 2 Sumbawa Besar
al-Khath al-‘Arabi wa juhud al-muslimin fi al-muhafazhah ‘alaihi
It cannot be denied that the beauty of calligraphy is an excelence correlated to its writer that will raise his/ her ability higher than others. It also become medium for its owner to come to his/ her dreams wich contain unlimited benefit. Amirulmukminin, Ali r.a. said a beautiful calligraphy will make the truth is clearer and more understandable.
The existence of Islamic calligraphy is an evidence of Islamic religion life in a country. Therefore, effort from Islamic generation tolearn, teach, and preserve it, is the manifestation of their affection to Islam.
لاخفاء إن حسن الخط من أحسن الأوصاف التي يتصف بها الكاتب وأنه يرفع قدره على الناس، ويكون وسيلة لنجاح مقاصده وبلوغ مآربه مع ماينضم الى ذلك من الفوائد التي لاتكاد تحصى كثرة. وقد قال أمير المؤمنين علي كرم الله وجهه: ((الخط الحسن يزيد الحق وضوحا)).الخط العربي سيمة من سيمات حياة إسلامية في دولة فيها مسلمون. فجهود أبناء المسلمين فيها على تعلمه ونشره وحفظه تدل على محبتهم الإسلام
PENGARUH ZAT ADITIF SERAT SELULOSAS FIBER CF-31500 TERHADAP DURABILITAS CAMPURAN ASPAL AC-WC (ASPHALT CONCRETE - WEARING COURSE)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh zat aditif fiber CF-31500 terhadap durabilitas campuran aspal AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course). Penelitian ini menggunakan zat aditif serat selulosa fiber CF-31500 yang merupakan zat yang mampu meningkatkan daya lekat pada aspal. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu campuran aspal beton dan untuk memperpanjang usia masa pelayanan aspal beton tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kinerja dan karakteristik campuran aspal beton dengan penambahan zat aditif fiber CF-31500 dengan campuran aspal beton standar atau 0% zat aditif. Perbandingan tersebut menggunakan nilai kadar aspal optimum yang didapatkan dengan melakukan praktikum pendahuluan dengan memvariasikan % kadar aspal sebanyak 5 variasi dan setiap variasi memiliki 3 benda uji dengan jumlah total 15 benda uji.
Penelitian ini diteruskan dengan menggunakan metode marshall dengan pembuatan 15 sampel campuran aspal dengan penambahan 0,3% zat aditif fiber CF-31500 dan 15 sampel campuran aspal 0% zat aditif. Kedua jenis sampel tersebut menggunakan kadar aspal optimum yang telah didapatkan pada praktikum pendahuluan yang telah dilakukan. Kedua jenis benda uji itu direndam pada waterbath pada suhu 60° C dengan memvariasikan waktu perendaman yang diuji pada alat marshall test. Waktu variasi perendaman yaitu hari ke-0, ke-1, ke-4, ke-7 dan hari ke-14 untuk mendapatkan nilai stabilitas dan nilai kelelehan benda uji tersebut (spesifikasi umum 2010 divisi 6 revisi 3). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan sebanyak 0,3% zat aditif fiber CF-31500 menggunakan kadar aspal optimum 7,35% menghasilkan durabilitas yang baik pada campuran aspal tersebut. Dari hasil setelah penelitian didapatkan nilai stabilitas kedua jenis benda uji baik dengan penambahan Fiber Cf 31-500 maupun 0% zat aditif keduanya masih memenuhi spesifikasi hingga rendaman selama 14 hari, akan tetapi perbandingan nilai stabilitas benda uji pada hari ke-0 sampai hari ke-11 dari campuran aspal menggunakan zat aditif Fiber CF-31500 lebih kecil dari pada campuran aspal 0% zat aditif. Sedangkan perbandingan nilai stabilitas benda uji hari ke-11 sampai ke-14 dari campuran aspal menggunakan zat aditif Fiber CF-31500 lebih besar dari pada campuran aspal 0% zat aditif. Hal ini membuktikan bahwa benda uji dengan penambahan fiber CF-31500 lebih awet dibandingkan dengan campuran dengan 0% zat aditif dengan mengacu kepada nilai stabilitas pada hari ke-11 – hari ke-14. Nilai durabilitas pada pengujian sampel dengan penambahan Fiber CF-31500 masih memenuhi standar 90% yaitu pada durasi perendaman 8 hari. Sedangkan nilai durabilitas pada pengujian sampel dengan bahan 0% zat aditif masih memenuhi standar pada durasi perendaman 6 hari.
Kata kunci : Asphalt Concrete – Wearing Course, Stabilitas, Durabilitas, Fiber CF-31500, Aspal Beton
Penerapan Pembagian Bagian Anak Perempuan Pasal 176 Kompilasi Hukum Islam (KHI)
Abstract: The Science of Far'idh is discussing or regulating various matters in the distribution of inheritance to those entitled to receive it from the basic provisions stipulated in the Koran, the sunnah of the Holy Prophet. and ulam agreement '. The object is the distribution of inheritance for heirs who are entitled to receive. The benefit of this knowledge is that it can provide heir rights to inheritance (HP) in accordance with Islamic Sharia guidance based on the Qur'an, Al-Hadit, Al-'Ijmâ ‘and Al-Qiyâs. KHI article 176 "If only one part of a daughter gets a share, if two or more people jointly get two parts, and get a daughter together with a boy, so the share of a boy is two to one with daughters. "The part of girls in article 176 KHI receives a separate part with the requirements and bodies that are not accepted by boys. When leaving a son joins, the girl gets one part and the boy gets two parts The share of girls in article 176 KHI receives a third part of the requirements of two or more people and the body does not accept boys When leaving a son joins, the girl gets one part and the boy gets two parts. girls in article 176 KHI join boys and girls get one part while boys get two parts
- …
