1,720,958 research outputs found
Peranan Letnan Jenderal TNI Purn Syarwan Hamid Dalam Reformasi 1998 – 1999
The background of this thesis is to know the role of Lieutenant General TNI Purn Syarwan Hamid in supporting the demands of the students behind the shift of the New Order to the Reform, whereby he served as Vice Chairman of the House of Representatives / Representative representatives of the Armed Forces (FABRI). The aims of this research are: (1) Knowing the life history of Lieutenant General TNI Purn Syarwan Hamid (2) Knowing the role of Lieutenant General TNI Purn Syarwan Hamid in the reform of 1998 - 1999 (3) To find out what ever in the struggle of Lieutenant General TNI Purn Syarwan Hamid for Riau Province when he served as Minister of Home Affairs RI 1998 - 1999 Development Reform Cabinet. The method used in this research is the method of historical research, because this research takes the object of events that occurred in the past. In addition to historical research methods (history), the author also uses biographical analysis techniques, this technique is a method of analyzing one's life history. The results obtained that the role of Syarwan Hamid in reform can be seen in two dimensions. The first dimension concerns Syarwan's political role and choice as the reform movement begins to roll. Second, the role of Syarwan in the position of Minister of Home Affairs Mr. Syarwan Hamid who is the Vice Chairman of the House of Representatives Faction as a person who finalizes the reform movement to achieve political success. Mr. Syarwan also gave the students the opportunity to keep occupying the DPR / MPR building while taking action to discuss accepting student demands In the lead up to the reformation, Pak Syarwan also received the nods of action from various universities in Jakarta to agree on the strategy of occupying the parliament building safely and effectivel
IMPLEMENTASI PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) DALAM MENGURANGI PERMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN RINTIS KECAMATAN LIMA PULUH KOTA PEKANBARU
ABSTRAK
Nama : Syarwan Hamid
NIM : 11641102061
Judul : Implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Dalam
Mengurangi Permukiman Kumuh Di Kelurahan Rintis Kecamatan
Lima Puluh Kota Pekanbaru
Penelitian ini dilatar belakangi dari Implementasi Program Kota Tanpa
Kumuh (KOTAKU) Dalam Mengurangi Permukiman Kumuh. Program
KOTAKU berlandaskan dari Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang
rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2015-2019
mengamanatkan pembangunan dan pengembangan kawasan perkotaan melalui
penanganan kualitas lingkungan permukiman yaitu peningkatan kualitas
permukiman kumuh, pencegahan tumbuh kembangnya permukiman kumuh baru
dan penghidupan yang berkelanjutan. Dalam penelitian ini menggunakan teori
Implementasi George Charles Edward III Ada 4 (empat) variable yang sangat
menetukan keberhasilan suatu implementasi kebijakan yaitu: Komunikasi,
Sumberdaya, Disposisi, Struktur Birokrasi. Permasalahan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan Implementasi Program Kota
Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Rintis. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui Implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Dalam
Mengurangi Permukiman Kumuh Di Kelurahan Rintis Kecamatan Lima Puluh
Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Jumlah
informan dalam penelitian ini adalah berjumlah enam orang diantaranya,
Koordinator KOTAKU Kota Pekanbaru, Fasilitator Kelurahan Rintis, KSM
kelurahan Rintis dan ketua RW 01, RW 02, RW 03. Berdasarkan hasil penelitian
yang peneliti lakukan terhadap Program Kotaku Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang
dilaksanakan di Kelurahan Rintis Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru bahwa
pelaksanaan Program KOTAKU telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Komuni komunikasi antara fasilator KOTAKU dengan masyarakat terjalin dengan
baik, baik itu dari kegiatan sosialisasi dengan masyarakat, sumberdaya yang
memadai serta dukungan dari masyarakat dalam pengimplementasian program
KOTAKU dan struktur birokrasi yang sesuai dengan acuan yang sudah
ditetapkan.
Kata kunci: Implementasi, Permukiman Kumuh dan Program KOTAK
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Indonesia Dalam Konteks Perkembangan Keamanan Dan Perdamaian Global Menjelang Abad Ke-21
Keamanan dan perdamaian dunia yang abadi adalah dambaan setiap bangsa. Namun kita sadari bahwa keadaan itu sulit diupayakan. Konflik antar bangsa yang disebabkan oleh berbagai faktor perbedaan kepentingan, senantiasa muncul di berbagai belahan dunia.
Berdasarkan pelajaran yang kita dapatkan dan sejarah, mungkin ada benarnya ungkapan kuno cie peace pacem para bellum, bahwa di masa damai bersiap-siaplah untuk berperang, dan inter bellum et pacum nihil medium, yakni antara perang dan damai itu tidak terdapat masa antara. Ungkapan ini akan menjadi lebih bermakna bila dikaitkan dengan perkiraan bahwa perang yang akan datang memiliki konotasi yang luas. Bukan saja perang dalam arti militer, tetapi juga politik, ekonomi, budaya, psikologi dan lain-lain, sehingga siklus perdamaian dan perang senantiasa berulang. Pada satu saat, keadaan damai relatif terjadi, namun bila dimunculkan faktor pemicu akan lahir perang yang bare, demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, untuk menghadapi abad Ice-21, perkembangan serta perubahan cepat yang terjadi perlu diamati untuk melihat kemungkinan hakekat ancaman terhadap perdamaian global sesuai dengan kemajuan zaman
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
“KONSEP AHIMSA MAHATMA GANDHI DAN RELEVANSINYA TERHADAP POLITIK ISLAM DI INDONESIA PASCA REFORMASI”.
Problematika yang di hadapi negara Indonesia baru-baru ini
adalah bagaimana pemerintah harus memperlakukan pihak yang
bersalah dalam melakukan berbagai tindak kekerasan baik pihak
mayoritas maupun pihak minoritas. Berdasarkan realita yang
demikian, konon Mahatma Gandhi menawarkan suatu konsep atau
ajaran yaitu ahimsa. Sebagai tujuan dan komitmen bersama dalam
mengefektifkan tindakan anti kekekrasan dalam politik islam yang
kian marak khususnya di negara kita Indonesia. Dalam tatanan politik,
Ahimsa merupakan metode yang sangat meyakinkan dalam
menetralkan problem-problem yang terjadi di masyarakat.
Problematika Ahimsa dalam politik di Indonesia merupakan salah satu
pokok pencapaian dari kehidupan modern.
Penelitian ini merupakan penelitian yang berbasis kepustakaan
(library research). Artinya penelitian ini bersifat mengelola,
menjelaskan, menggambarkan dan menafsirkan karya-karya Mahatma
Gandhi dengan menyusun kata dan kalimat yang sebagai jawaban dari
yang sedang diteliti. Penelitian ini menggunakan kesinambungan
sejarah dalam pemulihan politik islam yang berkecamuk secara garis
keras. Selain itu penelitian ini juga menggunakan Bahasa dan definisi
untuk menemukan hubungan yang relevan antara konsep Mahatma
Gandhi dengan Politik islam di Indonesia pasca reformasi hingga
sekarang.
Hasil dari penelitian ini adalah, bahwasanya Ahimsa
merupakan konsep atau ajaran yang mengajak kepada seluruh manusia
agar senantiasa menjunjung tinggi semangat anti kekerasan non-violence
dalam berbagai kehidupan. Ajaran ini merupakan ajaran klasik
agama Hindu yang mengajarkan tentang prinsip-prinsip dalam
berkehidupan. Konsep pemikiran politik Mahatma Gandhi yang
berisikan tentang anti kekerasan belum dapat dijadikan nilai resposif
pada konteks politik islam Indonesia pasca reformasi. Konsep anti
kekerasan yang menjunjung tinggi hak dan kesetaraan kasta
merupakan asas yang dapat digunakan sebagai landasan filosofis
untuk membangun tatanan masyarakat islam Indonesia yang lebih
baik kedepannya. Namun relevansi dari ajaran Ahimsa belum
sepenuhnya dapat dijadikan landasan utama dalam membangun
xiv
masyarakat islam di Negara Indonesia yang bisa menyetarakan
martabat dan kasta demi kepentingan umat islam
- …
