1,721,557 research outputs found
Analisis Kepuasan Pelanggan Travel Menggunakan Metode Fuzzy Service Quality
Travel Satria Trans merupakan USAha yang bergerak dalam bidang jasa travel dan juga rental mobil. Supaya dapat terus berkembang dan dapat bersaing di dunia bisnis Satria Trans perlu memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Untuk mengukur kualitas pelayanan dapat menggunakan metode metode Fuzzy-Servqual yang digunakan untuk menentukan variabel kebutuhan pelanggan yang tidak terpenuhi dengan menghitung gap (kesenjangan) antara pelayanan yang diberikan dengan harapan pelanggan sebagai voice of costumer. Kriteria yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki dan peningkatan kualitas pelayanan jasa adalah dimensi Tangibles. Hasil penilitian menunjukkan nilai gap negatif adalah -0,912, artinya harapan pelanggan masih belum tercapai. Hasil perhitungan Indeks Kepuasan Pelanggan (IKP) sebesar 83,76%. Berdasarkan hasil tersebut dapat dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggannya
Masalah-masalah hukum perkawinan di Indonesia/ Abdurrahman (dan Riduan Syahroni)
164 hal.; 22 c
Pemanfaatan limbah cair rumah makan menggunakan reaktor biosand filter dengan karbon aktif tempurung kelapa sebagai bahan baku (studi kasus: warung prasmanan syahroni kota Malang
Pemanfaatan limbah cair rumah makan menggunakan reaktor biosand filter dengan karbon aktif tempurung kelapa sebagai bahan baku (studi kasus: warung prasmanan syahroni kota Malan
Model Pengembangan Pendidikan Islam (Studi Kasus Yayasan Khairul Ummah Syahroni Tahun 1989- 2015 di Penjaringan Jakarta Utara)
Masalah pengembangan pendidikan Islam sangat penting untuk dikaji,
karena melihat bahwa pendidikan Islam saat ini mengalami kemunduran
dibandingkan Barat. Penyiaran agama Islam di Indonesia sudah dimulai sejak
abad ke-7, yaitu pada zaman khalifah Usman, dan berkembang dengan
berakhirnya perang Salib yang menyebabkan kemunduran dunia Islam.
Kemunduran dunia Islam juga mengakibatkan citra yang buruk terhadap
kemunduran pendidikan Islam itu sendiri. Alasan mengapa pengembangan
pendidikan Islam ini sangat penting untuk dikaji adalah karena keprihatinan atas
tertinggalnya kualitas pendidikan Islam, pendidikan Islam perlu mengadakan
pengembangan agar dapat menjawab tantangan zaman terlebih saat ini dunia
sudah mengglobal ditandai dengan kemajuan IPTEK, sehingga pendidikan Islam
harus mampu bersaing dengan pendidikan yang lainnya.
Dalam penulisan ini penulis mencoba menganalisis model pengembangan
pendidikan Islam yang ada di Yayasan Khairul Ummah Syahroni, Penjaringan
Jakarta Utara. metode yang di gunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah
metode deskriptif analisis yang dirancang untuk mengumpulkan informasi tentang
keadaan-keadaan nyata sekarang. Adapun tujuan utama dalam menggunakan
metode ini adalah untuk menggambarkan sifat suatu keadaan yaitu model
pengembangan pendidikan Islam yang berada di yayasan Khairul Ummah
Syahroni dan hasil gambaran berupa deksriptif akan berjalan pada saat penelitian
dilakukan. Untuk memperoleh data-data yang akurat dalam pengumpulan data
penulis menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi.
Dari hasil penelitian yang penulis dapatkan bahwa dalam pengembangan
pendidikan Islam di Yayasan Khairul Ummah Syahroni, Penjaringan Jakarta
Utara adalah pengembangan dibidang kelembagaan, yaitu Majlis Taklim, Taman
Pendidikan al-Qur‟an (TPQ/TPA), Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH),
Majlis Zikir, Pondok Pesantren Terpadu, Madrasah Diniyah/Ma‟had, Madrasah
Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Dan pengembangan yang sangat dinamis yang
menyebabkan semua beriringan untuk maju adalah KBIH, Majlis Zikir dan
Pondok Pesantren. Contoh di Pondok Pesantren sudah mengadopsi sistem
perkuliahan dengan adanya lima jurusan di Pesantren, yaitu: Metode praktis
membaca kitab kuning (Amsilati, an-Nubda, al-Lubab), Bahasa Arab, Bahasa
Inggris, Dakwah, Tahsin dan Tahfidz al-Qur‟an
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
