229 research outputs found
Perancangan Visual Identity CV. Polita Nusantara Sebagai Peluang Untuk Meningkatkan Citra Perusahaan
ABSTRAK Syahputra, Kurniawan Hendra Dwi. 2017. Perancangan Visual Identity CV. Polita Nusantara Sebagai Peluang Untuk Meningkatkan Citra Perusahaan. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs, Sugiyono Ardjaka, M.Sc., Ph.D., (II) Andika Agung Sutrisno, S.Sn., M.Sn. Kata Kunci: Perancangan, Visual Identity CV. Polita Nusantara adalah perusahaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner yang berasal dari Kabupaten Lamongan.Belum adanya visual identity yang dapat mewakili sepenuhnya visi, dan misi untuk membentuk citra perusahaan sangat berpengaruh dalam persaingan. Persaingan yang ketat pada UMKM bidang kuliner di Indonesia menuntut perusahaan memiliki visual identity yang mampu mengkomunikasikan, mempengaruhi segi psikologis yang dapat menanamkan citra positif dan mampu mengenalkan perusahaan kepada konsumen serta calon konsumen, oleh karena itu, penulis ingin merancang visual identity yang dapat mewakili sepenuhnya visi dan misi perusahaan sebagai salah satu peluang untuk meningkatkan citra perusahaan, selain itu, visual identity CV, Polita Nusantara akan dibuat dengan bermuatan makna yang mewakili kepribadian CV. Polita Nusantara yang akan dikemas semenarik mungkin agar dapat menarik konsumen lebih banyak lagi, sekaligus bertujuan agar menjadi pembeda antaa CV. Polita Nusantara dengan perusahaan yang lain. Perancangan visual identity CV. Polita Nusantara ini menggunakan model perancangan prosedural, yaitu model perancangan yang bersifat deskriptif dimana menggariskan langkah - langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan sebuah produk,kemudian menggunakan prosedur perancangan yang dikemukakan oleh Alina Wheeler yang telah disesuaikan.Proses perancangan ini menggunakan proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan mendokumentasikan, yang dilanjutkan dengan analisis data.Penyerapan dari analisis data yang nantinya akan menghasilkan sintesis, mengemukakan apa saja kekurangan perusahaan dan apa saja kebutuhanvisual identity perusahaan sehingga nantinya dapat menariktarget audienceserta tidak kalah dengan kompetitor perusahaan. Perancangan yang sudah dibuat menghasilkan visual identity baru berupa logoyang bentuk dan warnanya mewakili kepribadian CV Polita Nusantara. Logo ini di aplikasikan pada berbagai media seperti stationary set, uniform, presentation, vehicle, poster, sertamerchandisesyang dibukukan dan diatur pengaplikasianya dalam Visual Identity GuidelineHasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi peluang untuk meningkatnya citra perusahaan serta sebagai acuan dalam proses perancangan visual identity baik bagi mahasiswa, desainer grafis, pengajar, dan lain sebagainya
Produktivitas Dan Efektivitas Pembuatan Beton Precast Di Perusahaan Irukon Industrial Co., Ltd Hanno Jepang (Studi Kasus)
Program internship atau magang adalah program yang disiapkan oleh perusahaan
untuk para lulusan baru (atau akan lulus) dari institusi pendidikan yang belum
memiliki pengalaman kerja. Intern merupakan sebutan bagi para pekerja dengan
status internship. Program yang disiapkan meliputi atau dilibatkannya para
peserta internship di berbagai proyek yang sesuai dengan bidang kejuruannya
namun ruang lingkup kerja peserta internship dibatasi. Perusahaan yang
menerima mendapatkan keuntungan dengan didatangkannya tenaga kerja baru dan
peserta internship mendapatkan pengalaman bekerja, ilmu yang bermanfaat,
pelatihan pengembangan diri, dan tentunya dapat menambahkan wawasan baru
pada perusahaan. Irukon Industrial co., ltd adalah perusahaan yang bergerak
dalam bidang konstruksi yaitu pembuatan beton precast dan alat-alat bangunan
teknik sipil yang ada di Jepang. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam
produk beton dan memasarkannya langsung ke pelanggan. Beton precast adalah
teknologi konstruksi struktur beton dengan komponen-komponen penyusun yang
dicetak terlebih dahulu pada suatu tempat atau cetakan beton khusus (off site
fabrication), terkadang komponen-komponen tersebut disusun dan di satukan
terlebih dahulu (pre-assembly), dan selanjutnya dipasang di lokasi (installation)
Lithofacies and depositional environment spanning the Cretaceous-Paleogene boundary on the New Jersey coastal plain
The sedimentary record spanning the Cretaceous-Paleogene (K/Pg) boundary was examined in outcrop and in seven cores recovered from a 50 km long transect along the outcrop belt on the New Jersey coastal plain. The objectives were to: (1) conduct a high-resolution study of the K/Pg lithofacies, (2) document spatial and temporal changes in composition and texture of the sediments, and (3) interpret any changes in the depositional environment across this important geological boundary when a mass extinctions occurred. Analyses include core description, textural, petrographic, microprobe, and XRD analyses. Five lithofacies were interpreted in the Upper Cretaceous sediments and three lithofacies were recognized from the lowermost Paleogene deposits. Microprobe studies show the chemistry of Upper Cretaceous and lowermost Paleogene glauconite are identical (~7-8% K2O), but their color difference may suggest different redox condition. XRD analyses show the Upper Cretaceous clay contains more land-derived detritus than the lowermost Paleogene clay. The following sequence of events is interpreted from the sediment record spanning the K/Pg boundary: (1) deposition in near-shore setting and slow sedimentation in middle shelf when sea level was falling, albeit still shelfal depth; (2) deposition of K/Pg lithofacies when sea level was falling possibly creating a diastem but not a sequence boundary, per se; (3) a transgression above the K/Pg boundary; and (4) deposition in middle shelf possibly with decreased ocean productivity and a more reducing environment. There is no sedimentological evidence above the K/Pg boundary, suggesting tsunami-related deposition associated with a bolide impact. Either a tsunamite was eliminated by bioturbation, or NJCP was too far from the impact site to be affected. A transgressive lag, instead, was formed by normal sedimentation during the subsequent transgression in the early Paleocene.M.S.Includes bibliographical referencesby Hendra Wahyud
Peran Humas dalam Membangun Citra Pemerintahan Sumatera Utara (Studi Deskriptif Kualitatif pada Kantor Biro Humas Gubernur Sumatera Utara)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran humas dalam
membangun citra pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan
peran humas dalam membangun citra pemerintah sumatera utara. Teori yang
dipakai dalam penelitian ini antara lain teori tentang komunikasi, kehumasan dan
teori tentang citra. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan
menggunakan metode dekriptif kualitatif, Data penelitian dikumpulkan dengan
cara mewawancarai beberapa narasumber.
Narasumber penelitian ini adalah personil pada bagian humas pemprov
sumut antara lain kasubbag humas dan empat orang staf humas, hasil penelitian
menunjukkan bahwa peran humas dalam membangun citra pemprov sumut
terlihat dari peran humas sebagai penasihat ahli, peran humas sebagai pemecah
masalah, peran humas sebagai fasilitator komunikasi. Secara keseluruhan dapat
dijelaskan bahwa humas pemerintah sumatera utara telah menjalankan perannya
dalam membangun citra pemerintah sumatera utara.This research is motivated by the importance of public relations role in
building the image of government. The purpose of this study is to explain the role
of public relations in building the image of the government of North Sumatra.
Theories used in this study include the theory of communication, public relations
and the theory of image. The type of this research is qualitative research using
qualitative descriptive method, Research data collected by interviewing some
resource.
Resource persons of this research are personnel in public relations
department of North Sumatera such as public relations sub-chairman and four
public relations staff, research result shows that public relations role in building
image of North Sumatera is seen from public relations role as expert advisor,
public relations role as problem solver, public relations role as communication
facilitator . Overall it can be explained that the public relations of North Sumatra
government has done its role in building the image of North Sumatera government
Analysis of Hendra Virus Fusion Protein N-Terminal Transmembrane Residues
Hendra virus (HeV) is a zoonotic enveloped member of the family Paramyoxviridae. To successfully infect a host cell, HeV utilizes two surface glycoproteins: the attachment (G) protein to bind, and the trimeric fusion (F) protein to merge the viral envelope with the membrane of the host cell. The transmembrane (TM) region of HeV F has been shown to have roles in F protein stability and the overall trimeric association of F. Previously, alanine scanning mutagenesis has been performed on the C-terminal end of the protein, revealing the importance of β-branched residues in this region. Additionally, residues S490 and Y498 have been demonstrated to be important for F protein endocytosis, needed for the proteolytic processing of F required for fusion. To complete the analysis of the HeV F TM, we performed alanine scanning mutagenesis to explore the residues in the N-terminus of this region (residues 487–506). In addition to confirming the critical roles for S490 and Y498, we demonstrate that mutations at residues M491 and L492 alter F protein function, suggesting a role for these residues in the fusion process
RETRACTION: Analisis Fungsi Harian Serambi Indonesia pada Masyarakat Desa Doy Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh
RETRACTION TO:Jailani, A., Hendra, Y., & Priadi, R. (2020). RETRACTION: Analisis Fungsi Harian Serambi Indonesia pada Masyarakat Desa Doy Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh. JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study, 6(2), 96-106. doi:https://doi.org/10.31289/simbollika.v6i2.3635This article has been retracted by the publisher based on the following reason:This is based on the editor that the author has committed acts of violation of publication ethics. The author has published a triple publication by submitting the same article to one journals before and one journal after. The author admits that he forgot to have submitted the same article to another journal. This article also has published in the1. Jurnal Ilmiah Komunikasi CommuniqueJAILANI, A., Hendra, Y., & Priyadi, R. (2020). Analisis Implementasi Fungsi Media Massa Pada Harian Serambi Indonesia. Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique, 2(2), 85-93. Retrieved from http://ejurnal.stikpmedan.ac.id/index.php/JIKQ/article/view/282. PERSEPSI: Communication Journal, Vol .3 No. 2, 2020, 103-112, DOI: 10.30596/persepsi.v%vi%i.4447(Analisis Fungsi Harian Serambi Indonesia Pada Masyarakat Desa Doy Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh | Jailani | Persepsi: Communication Journal (umsu.ac.id)One of the conditions of submission of a paper for publication in this journal is that authors declare explicitly that their work is original and has not appeared in a publication elsewhere, and also not considered by another journal. As such this article represents a severe abuse of the scientific publishing system. The scientific community takes a very strong view on this matter, and apologies are offered to readers of the journal that this was not detected during the submission dan publication process
Kecamatan Strategies in Increasing Community Participation and Quality of Development Planning Deliberations at the Village Level of Pancur Batu District
Penelitian ini berjudul “Strategi Kecamatan Dalam Meningkatkan Partisipasi
Masyarakat dan Kualitas Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Tingkat Desa
Kecamatan Pancur Batu”. Partisipasi masyarakat merupakan modal utama dalam
upaya mencapai sasaran program pemerintah diseluruh wilayah Republik Indonesia.
Keberhasilan dalam pencapaian sasaran pelaksanaan program pembangunan bukan
semata-mata didasarkan pada kemampuan aparatur pemerintah, tetapi juga berkaitan
dengan upaya mewujudkan kemampuan dan keamanan masyarakat untuk
berpartisipasi dalam pelaksanaan program pembangunan. Adapun rumusan masalah
dari penelitian ini adalah : “Bagaimana strategi kecamatan dalam meningkatkan
partisipasi masyarakat dan kualitas musyawarah perencanaan pembangunan”.
Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yaitu
penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis.
Rencana dan strategi kecamatan dalam peningkatan partisipasi masyarakat di
bidang pembangunan dapat dilihat melalui Rencana kerja dan isu strategis yang
terdiri dari pembangunan ekonomi, kemiskinan, kesehatan, pendidikan, peningkatan
kapasitas aparatur dan infrastruktur wilaya
ANALISIS PENYELESAIAN KONFLIK PERTANAHAN MASYARAKAT KELOMPOK TANI MAKMUR SEJATI (KTMS) DESA KIYAP JAYA DENGAN HGU PT. CDSL DIKECAMATAN BANDAR SEI KIJANG KABUPATEN PELALAWAN (STUDI KASUS DI DESA LUBUK OGONG)
Konflik pertanahan adalah perselisihan pertanahan antara dua orang
perseorangan, kelompok, golongan, organisasi, badan hukum, atau lembaga yang
mempunyai kecendrungan atau sudah berdampak luas secara sosio-politis.
Penelitian ini dilakukan di Desa Lubuk Ogong Kecamatan Bandar Sei Kijang
Kabupaten Pelalawan. Adapun tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah
untuk mengetahui penyelesaian dan solusi konflik pertanahan yang terdapat di
Desa Lubuk Ogong dan untuk mengetahui hambatan-hambatan dalam
penyelesaian konflik pertanahan Masyarakat Kelompok Tani Makmur Sejati
(KTMS) Desa Kiyap Jaya dengan HGU PT. CDSL yang terdapat di Desa Lubuk
Ogong Kecamatan Bandar Sei Kijang Kabupaten Pelalawan. Adapun yang
menjadi tolak ukur dalam penelitian ini di ukur dengan 3 indikator, yaitu
Musyawarah, Mediasi, dan Litigasi. Jumlah responden yang diambil dalam
penelitian ini adalah sebanyak 41 responden yang merupakan Masyarakat
Kelompok Tani Makmur Sejati (KTMS) Desa Kiyap Jaya dan 6 orang yang
menjadi key informan yang terlibat dalam menyelesaikan konflik Pertanahan.
Berdasarkan hasil penelitian analisis penyelesaian konflik pertanahan
Masyarakat Kelompok Tani Makmur Sejati (KTMS) Desa Kiyap Jaya dengan
HGU PT. CDSL yang terdapat di Desa Lubuk Ogong Kecamatan Bandar Sei
Kijang Kabupaten Pelalawan, indikator peniliaian penyelesaian sengketa melalui
musyawarah dengan (mean=4,03), sedangkan penyelesaian sengketa melalui
Mediasi (mean= 3,55), dan yang paling rendah adalah indikator penyelesaian
sengketa melalui litigasi (mean=3,21). Dari hasil penelitian yang menjadi Faktor
penghambat penyelesaian konflik pertanahan adalah belum terselesaiakan karena
kedua belah pihak belum ada kesepakatan bersama, dan keedua belah pihak
masih mempertahankan pendapatnya masing-masing, meskipun pihak PT. CDSL
sudah menawarkan harga ganti rugi terhadap lahan Masyarakat Kelompok Tani
Makmur Sejati (KTMS) Desa Kiyap Jaya untuk di ganti.
Kata kunci : Konflik, Pertanahan, Hak Guna Usaha, Kelompok Tani
Makmur Sejati (KTMS), Penyelesaian Konfli
Analysis of Improvement of Library and Archive Visitor Services for North Sumatra Province
64 HalamanPelayanan yang berkualitas tentu akan lebih menjamin terpenuhinya
harapan masyarakat atas kepentingan umum, serta akan mendorong terciptanya
harmonisasi antar lembaga negara dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Pelayanan yang tidak maksimal terlihat dari sarana dan prasarana yang dimiliki
masih sangat kurang, sumberdaya informasi berupa koleksi bahan pustaka yang
masih sangat terbatas, sumber daya manusia yang belum memadai baik dari segi
kualitas maupun kuantitas, sikap petugas perpustakaan yang belum pro aktif
merespon kebutuhan pemustaka. Rumusan masalah yang diajukan adalah: 1)
Bagaimana peningkatan pelayanan pengunjung perpustakaan pada Dinas
Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, 2) Bagaimana kendala dalam
peningkatan pelayanan pengunjung perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan
Arsip Provinsi Sumatera Utara. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah
metode deskriptif, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif
kualitatif. Quality service will certainly guarantee more fulfillment
society's expectations of the public interest, and will encourage its creation
harmonization between state institutions in governance.
Services that are not optimal can be seen from the facilities and infrastructure owned
still very lacking, information resources in the form of collections of library materials
still very limited, human resources are not adequate either in terms of
quality and quantity, the attitude of librarians who have not been pro-active
respond to user needs. The formulation of the problem posed is: 1)
How to improve library visitor services at the Department
Library and Archives of North Sumatra Province, 2) What are the obstacles in
improving library visitor services at the Library Service and
Archives of North Sumatra Province. The research method used is
descriptive method, while the data analysis technique uses descriptive
qualitative
ANALISIS PERBANDINGAN KEPADATAN NILAI MODIFIED PROCTOR DAN STANDARD PROCTOR DI LABORATORIUM DENGAN KEPADATAN NILAI SAND CONE DI LAPANGAN
Pembangunan suatu infrastruktur jalan yang berkualitas baik (memenuhi persyaratan SNI) sangat dibutuhkan kepadatan tanah yang baik pada lokasi berdirinya infrastruktur. Untuk menentukan kepadatan tanah tersebut baik atau buruknya untuk beban di atasnya, dan dilihat dari hasil pengujian pemadatan itu sendiri. Dari hasil pengujian maka diperoleh nilai kadar air optimum (OMC) dan berat volume maksimum (?dmaks). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kepadatan maksimum berdasarkan Modified Proctor (kepadatan berat) dan Standard Proctor (kepadatan ringan) dengan kepadatan maksimum berdasarkan pengujian Sand Cone. Pengujian Modified Proctor dan Standard Proctor menggunakan metode pengujian SNI-1743-2008, sedangkan Sand Cone menggunakan SNI-03-2828-1992. Pengujian ini dilakukan dengan pengujian sifat-sifat fisis, Modified Proctor, Standard Proctor, dan Sand Cone. Tanah tesebut menurut klasifikasi AASHTO tergolong jenis tanah berlempung dengan simbol A-6 dan A-7-6. Menurut USCS tanah tersebut termasuk golongan tanah lempung anorganik dengan lempung berpasir, lempung berlanau, lempung kurus (CL). Hasil kepadatan maksimum (?dmaks) pada Modified Proctor sebesar 1,808 gr/cm3 sampai dengan 1,856 gr/cm3, dan hasil kepadatan maksimum (?dmaks) pada Sand Cone sebesar 1,744 gr/cm3 sampai dengan 1,941 gr/cm3. Hasil kepadatan maksimum (?dmaks) pada Standard Proctor sebesar 1,779 gr/cm3 sampai dengan 1,874 gr/cm3 dan hasil kepadatan maksimum (?dmaks) pada Sand Cone sebesar 1,603 gr/cm3 sampai dengan 1,863 gr/cm3. Hasil perbandingan menunjukkan nilai ?dmaks dari pengujian Modified Proctor lebih besar 4,42% - 6,85% dibandingkan dengan kepadatan Sand Cone, sedangkan hasil perbandingan menunjukkan nilai ?dmaks dari pengujian Standard Proctor lebih besar 3,44% - 9,89% dibandingkan dengan kepadatan Sand Cone. Dengan demikian kepadatan lapangan (kepadatan Sand Cone) lebih kecil dari pada kepadatan laboratorium. Kata kunci : Pemadatan, Modified Proctor,Standard Proctor, Sand Con
- …
