1,724,557 research outputs found

    Maxomystrongylus yasumai Hasegawa & Syafruddin 1997

    No full text
    Maxomystrongylus yasumai Hasegawa & Syafruddin, 1997. Journal of the Helminthological Society of Washington, 64 (2), 263–268; Figs. 1–16 (Hasegawa & Syafruddin, 1997). MZBNa 286 (Holo. 1♂, Allo. 1♀), MZBNa 287 (Para. 4♂, 4♀). Type locality: Bukit Soeharto, Preserved Forest (0°51'S, 117°2'E, 50 m elevation); type host: Maxomys whiteheadi (small intestine–duodenum to middle of jejunum).Published as part of Animalesto, Gloria, Dewi, Kartika & Apriyanti, Yuni, 2022, The helminth endoparasite type specimens of the Museum Zoologicum Bogoriense Indonesia, pp. 281-293 in Zootaxa 5159 (2) on page 286, DOI: 10.11646/zootaxa.5159.2.6, http://zenodo.org/record/677725

    Heligmonoides musseri Hasegawa & Syafruddin 1994

    No full text
    Heligmonoides musseri Hasegawa & Syafruddin, 1994. Journal of Parasitology, 80 (5), 781–788; Figs. 13–28 (Hasegawa & Syafruddin, 1994a). MZBNa 279 (Holo. 1♂, Allo. 1♀), MZBNa 280 (Para. 4♂, 4♀). Type locality: Mambulillin (1,500 m elevation), near Mamasa, Sulawesi, Indonesia; type host: Maxomys musschenbroekii (small intestine– upper to middle of jejunum).Published as part of Animalesto, Gloria, Dewi, Kartika & Apriyanti, Yuni, 2022, The helminth endoparasite type specimens of the Museum Zoologicum Bogoriense Indonesia, pp. 281-293 in Zootaxa 5159 (2) on page 286, DOI: 10.11646/zootaxa.5159.2.6, http://zenodo.org/record/677725

    Aktivitas politik Syafruddin Prawiranegara tahun 1937-1961

    Full text link
    Syafruddin Prawiranegara merupakan seorang tokoh pahlawan nasional yang memiliki jasa begitu banyak untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Semasa hidupnya telah banyak berperan aktif dalam perpolitikan Indonesia yang memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan Negara Republik Indonesia dan juga dalam perekonomian Indonesia. Syafruddin merupakan seseorang yang memperkenalkan uang Republik Indonesia yang disebut dengan ORI (Oeang Republik Indonesia), ia juga yang memimpin Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dimana perannya menyelamatkan Kemerdekaan Indonesia, selain itu peran yang tidak kalah penting adalah dengan kebijakannya yang disebut “Gunting Syafruddin” menekan inflasi yang sangat tinggi dan juga mengurangi keragaman mata uang di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas politik Syafruddin Prawiranegara pada tahun 1937-1961. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang dalam pelaksaannya menggunakan empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat dikemukakan bahwa Syafruddin Prawiranegara sangat berperan aktif dalam perpolitikan Indonesia, diantara jabatan politik yang diduduki diantaranya : anggota BPKNIP pada tahun 1946, Menteri Keuangan pada kabinet Syahrir III tahun 1946, Menteri Kemakmuran pada tahun 1948, ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia tahun 1948, Presiden De Javasche Bank tahun 1951, Gubernur Bank Indonesia tahun 1953, Perdana Menteri PRRI tahun 1958, dan Pemimpin Partai Masyumi tahun 1960

    Pendapat Syafruddin Prawiranegara tentang bunga Bank

    Full text link
    Syafruddin Prawiranegara merupakan tokoh yang banyak ikut andil dalam perjuangan mempertahankan Republik Indonesia yang beberapa di antaranya dilakukan melalui pemikirannya. Dari sekian perjuangannya, yang paling berjasa dan mendapat mandat penting adalah ketika Syafruddin menjadi Ketua / Pemimpin Pemerintah Darurat Republik Indionesia. Di sini ia menjadi penggati Bung Karno dalam posisinya sebagai Presiden. Beliau ikut berpartisipasi mengeluarkan pendapat untuk memutuskan status hukum bunga bank. Karena terdapat hadits yang melarang bahwa bunga bank itu haram. Oleh sebab itu, studi tentang pendapat Syafruddin Prawiranegara tentang Bunga Bank menjadi relevan untuk dibicarakan dengan melihat kembali teori ekonomi, khusunya masalah uang dengan pandangan beliau ketika menafsirkan ayat-ayat riba dalam Al-Quran. Permasalahannya adalah bagaimana pendapat Syafruddin Prawiranegara tentang bunga bank tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pandangan Syafruddin Prawiranegara tentang Bunga Bank, (2) untuk memahami dasar-dasar hukum dan metode Istinbath Syafruddin Prawiranegara tentang bunga bank, (3) untuk memahami implikasi pendapat Syafruddin Prawiranegara tentang bunga bank terhadap sistem hukum ekonomi syariah. Penelitian ini didasarkan pada kerangka pemikiran bahwa bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip Konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dengan yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu metode untuk mendeskrifsikan mengenai permasalahan yang terjadi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara menelaah dan menganalisa literatur-literatur, karena penelitian ini berupa kepustakaan, yaitu dengan cara mengumpulkan data-data, menelaah data-data, mengklasifikasikan data-data, dan melakukan analisa data. Dengan demikian kesimpulan dari penelitian adalah bahwa bunga bank menurut Syafruddin Prawiranegara adalah tidak termasuk riba, karena pada dasrnya bunga bank adalah jasa yang dikeluarkan atau dipungut dari dan untuk pembiayaan administrasi bank itu. Kriterium atau ukuran bagi adanya riba, bukanlah keuntungan yang diperoleh dari pinjaman uang, atau dari kredit lain. Riba adalah segala keuntungan yang diperoleh berdasarkan transaksi atau perjanjian dimana satu pihak menyalahgunakan kedudukan ekonominya yang kuat untuk mengambil keuntungan melewati batas dari pihak lawannya yang lemah

    Odilia mallomyos Hasegawa & Syafruddin 1994

    No full text
    Odilia mallomyos Hasegawa & Syafruddin, 1994. Journal of the Helminthological Society of Washington, 61 (2), 208–214; Figs. 1–14 (Hasegawa & Syafruddin, 1994b). MZBNa 274 (Holo. 1♂, Allo. 1♀), MZBNa 275 (Para. 5♂, 5♀). Type locality: Highland forest near Wamena (4°11'S, 138°58'E; 1,500 m elevation), Irian Jaya (now West Papua), Indonesia; type host: Mallomys rothschildi weylandi (small intestine–duodenum and upper jejunum).Published as part of Animalesto, Gloria, Dewi, Kartika & Apriyanti, Yuni, 2022, The helminth endoparasite type specimens of the Museum Zoologicum Bogoriense Indonesia, pp. 281-293 in Zootaxa 5159 (2) on page 286, DOI: 10.11646/zootaxa.5159.2.6, http://zenodo.org/record/677725

    Deiksis Dalam Novel Lelaki Kampong Aer Karya Syafruddin Pernyata

    Full text link
    Deiksis merupakan penunjukan atau pengacuan yang dinamis bergantung dari perspektif penutur dan tempat dimana ujaran terjadi. Berdasarkan pendapat para ahli, deiksis dibagi ke dalam lima submasalah. Kelima submasalah tersebut adalah deiksis persona, deiksis sosial, deiksis spasial, deiksisi temporal dan deiksis wacana. Penelitian ini menitikberatkan pada tiga jenis submasalah, yakni deiksis persona, deiksis spasial, dan deiksis temporal. Objek penelitian ini adalah novel Lelaki Kampong Aer karya Syafruddin Pernyata. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis 1) penggunaan deiksis persona pada novel Lelaki Kampong Aer karya Syafruddin Pernyata, 2) penggunaan deiksis spasial pada novel Lelaki Kampong Aer karya Syafruddin Pernyata, 3) penggunaan deiksis temporal pada novel Lelaki Kampong Aer karya Syafruddin Pernyata, serta menemukan 4) jenis deiksis yang paling sering muncul dalam novel Lelaki Kampong Aer karya Syafruddin Pernyata. Penelitian ini menerapkan metode padan dengan menggunakan studi pustaka sebagai sumber data utama. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak catat. Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan dua teknik analisis dari metode padan, yaitu teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik hubung banding menyamakan (HBS). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: terdapat penggunaan deikis persona, deiksis spasial, dan deiksis temporal. Penggunaan deiksis persona berjumlah 755 data. Penggunaan deiksis spasial berjumlah 46 data. Penggunaan deiksis temporal berjumlah 88 data. Jenis deiksis yang paling sering muncul dalam novel Lelaki Kampong Aer Karya Syafruddin Pernyata adalah deiksis persona. Kata Kunci: deiksis, novel, deiksis persona, deiksis spasial, deiksis temporal

    PERANAN SYAFRUDDIN PRAWIRANEGARA DALAM MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI MASA PDRI 1948-1949

    No full text
    ABSTRAKPihak Belanda diwakili oleh Dr.L.J.Beel menyatakan bahwa Belanda tidak lagi terikat dengan Perjanjian Renville. Sehingga melakukan Agresi Militer II (operasi gagak) ini terjadi pada 19 Desember 1948 pukul 05.30 dengan melakukan penyerangan terhadap ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia di Yogyakarta saat itu. Maka penulisan artikel jurnal ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis empat permasalahan pokok yaitu : (1) Latar Belakang Berdirinya PDRI; (2) PDRI: Antara Mandat dan Kecerdasan Syafruddin Prawiranegara; (3) Perjalanan Singkat PDRI; dan (4)Akhir dari PDRI. Pendekatan dalam penulisan menggunakan cara deskriptif analitis sumber, verifikasi (kritik sumber), interpretasi dan penulisan sejarah. Hasil dari penulisan ini menunjukkan bahwa (1) Latar belakang PDRI atas dasar menyelamatkan dan mempertahankan proklamasi yang telah diperjuangkan oleh segenap bangsa Indonesia. (2) PDRI : antara mandat dan kecerdasan Syafruddin Prawiranegara mesti bergerilya dituntut memiliki mobilitas yang tinggi dengan berpindah-pindah kedudukannya dalam menghindari serangan lawan sehingga pengambilan keputusan mesti cepat dan tepat. (3) Perjalanan singkat PDRI yang krusial ini menarik simpati dunia luar sehingga dewan keamanan PBB mengeluarkan resolusi pada 28 Januari 1949. (4) Akhir dari PDRI ditandai Perjanjian Roem-Roijen kemudian pada penyerahan mandat dari PDRI ke Moh.Hatta pada tanggal 14 Juli 1949.Kata Kunci: Syafruddin Prawiranegara, Gerilya, Eksistensi IndonesiaABSTRACTThe Dutch side Dr.LJBeel stated that the Netherlands was no longer bound by the Renville Agreement. So that the second military aggression (operation crow) occurred on December 19, 1948 at 05.30 by attacking the capital city of the Unitary State of the Republic of Indonesia in Yogyakarta at that time. So the writing of this journal article aims to describe and analyze four main problems, namely: (1) Background to the Establishment of PDRI; (2) PDRI: The Mandate and Intelligence of Syafruddin Prawiranegara; (3) PDRI Short Trip; and (4) End of PDRI. The approach in writing uses descriptive analytical sources, verification (source criticism), interpretation and historical writing. The results of this paper indicate that (1) The background of the PDRI on the basis of saving and defending the proclamation that has been fought for by the entire Indonesian nation. (2) PDRI: between the mandate and intelligence of Syafruddin Prawiranegara, guerrillas are required to have high mobility by moving from position to position in avoiding opponent attacks so that decision making must be fast and precise. (3) This crucial short trip of PDRI attracted the sympathy of the outside world so that the UN security council issued a resolution on January 28, 1949. (4) The end of PDRI was marked by the Roem-Roijen Agreement and then the handing over of the mandate from PDRI to Moh.Hatta on July 14, 1949.Keywords: Syafruddin Prawiranegara, Guerrilla, Indonesian Existenc

    Pemikiran Syafruddin Prawiranegara dan Wahbah az Zuhayly tentang hukum bunga bank: studi komparasi

    Full text link
    Persoalan mengenai bunga bank telah menjadi pembicaraan menarik di kalangan umat Islam. Apakah termasuk riba atau bukan. Bertitik tolak pada keterangan itu, maka yang menjadi pokok permasalahan pada penelitian ini yaitu Apa saja dalil hukum syara' yang digunakan ? Bagaimana istinbat hukum Syafruddin Prawiranegara dan Wahbah az-Zuhayliy ? Apa persamaan dan perbedaan pemikiran Syafruddin Prawiranegara dan Wahbah az-Zuhayliy tentang hukum bunga bank. Skripsi ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan penelitian library research (penelitian kepustakaan). Data primer, yaitu karya-karya Syafruddin Prawiranegara dan Wahbah az-Zuhayliy dan data sekunder yaitu karya-karya lain yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Adapun analisis data adalah analisis komparatif. Dalil-dalil syara' yang menjadi rujukan Syafruddin membangun pemikirannya tentang hukum bunga bank yaitu Surat Ali Imran ayat 130, Surat an Nisa' ayat 29 dan hadis dari Abu Hurairah. Menurut Syafruddin Prawiranegara bunga bank tidaklah haram dan tidak sama dengan riba. Menurut Syafruddin riba bukan sebagai bunga uang atau rente, melainkan segala bentuk keuntungan yang melebihi batas kewajaran. Syafruddin mempertegas bahwa keuntungan dari perdagangan yang sifatnya menipu, memeras dan memanfaatkan kelemahan orang lain untuk memperoleh keuntungan pribadi adalah riba. Dalil-dalil syara' yang menjadi rujukan Wahbah az-Zuhayliy membangun pemikirannya tentang hukum bunga bank yaitu Surat Ali Imran ayat 130, al-Baqarah ayat 275, al-Baqarah ayat 279, Hadis Usamah bin Zaid yang diriwayatkan oleh Muslim. Wahbah az-Zuhayliy membahas hukum bunga bank melalui kacamata riba dalam terminologi ulama klasik dalam berbagai madzhab fiqh. Menurutnya, bunga bank termasuk riba nasi'ah. Karena bunga bank tersebut termasuk kelebihan uang tanpa imbalan dari pihak penerima dengan menggunakan tenggang waktu. Persamaan pemikiran Syafruddin Prawiranegara dan Wahbah az-Zuhayliy yaitu keduanya sama-sama berpangkal-tolak pada keharaman riba. Sedangkan perbedaannya yaitu Syafruddin memaknai riba sebagai "keuntungan yang tidak wajar" yang dipungut melalui cara yang menipu, memeras, dan eksploitatif. Menurutnya bunga bank berbeda dengan riba, jadi bunga bank hukumnya halal. Sedangkan Wahbah az-Zuhayliy memaknai riba sebagai tambahan atas "pokok utang". Wahbah menyamakan bunga bank dengan riba nasi'ah. Karena itu bunga haram

    ANALISIS TERHADAP EKSISTENSI SYAFRUDDIN PRAWIRANEGARA SEBAGAI KETUA PEMERINTAH DARURAT REPUBLIK INDONESIA PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH

    Full text link
    Pemerintahan PDRI merupakan pemerintahan yang dibentuk dengan alasan kondisi keamanan negara akibat terjadinya agresi militer Belanda kedua pada tanggal 19 Desember 1948 di Yogyakarta yang ingin menghancurkan Pemerintahan Republik Indonesia. Sebelum Pemerintah Pusat ditawan oleh Belanda, Presiden Soekarno telah mengumumkan pemberian mandate kepada Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk PDRI di Sumatera. Syafruddin Prawiranegara yang berada di Bukittinggi ketika serangan Belanda dilancarkan, tidak mengetahui adanya mandat tersebut. Setelah mengetahui dengan pasti Presiden Soekarno berserta pimpinan yang lainnya ditawan, bersama pemimpin sipil dan militer di Sumatera Tengah, Syafruddin Prawiranegara mendirikan PDRI pada tanggal 22 Desember 1948. Sesudah terbentuk, terbukti dalam banyak kesempatan pemerintahan PDRI itu cukup menjalankan fungsinya dengan efektif, baik dalam hubungan didalam negeri maupun hubungan internasional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi Pemerintahan PDRI dan Eksistensi Syafruddin Prawiranegara sebagai Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia berdasarkan konstitusi pada saat itu dan untuk mengetahui Analisis Fiqh Siyasah terhadap eksistensi Syafruddin Prawiranegara sebagai ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia. Menurut konsep darurat negara dalam perfektif fiqh siyasah dalam Hukum Tata Negara. Metodologi penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) sehingga penelitian ini bersifat deskriptif analisis dan komperatif. Sumber data terdiri dari data skunder, data primer dan data tersier. Dalam penelitian ini, penyusun menggunakan pendekatan normative. ii Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa selama pelaksanaan pemerintahan PDRI semua kekuasaan yang terdiri dari kekuasaan pemerintahan sipil dan militer berada di bawah kepemiminan Syafruddin Prawiranegara. Syafruddin Prawiranegara berhasil membentuk kabinet yang diberi nama kabinet darurat. Kabinet darurat inilah yang menjalankan fungsi-fungsi PDRI. Sejak tanggal 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949. Program utama Kabinet Darurat, yaitu menyelamatkan Negara Republik Indonesia dari berbagai ancaman baik melalui proses diplomasi maupun perjuangan bersenjata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Secara fungsinya Indonesia menggunakan sistem Parlementer, Syafruddin diberi mandat atas pemerintahan Indonesia, tidak tercantum dengan kenegaraan, sehingga secara de jure PDRI diakui didalam negeri, secara de facto oleh negara-negara lain pemimpin negara Indonesia masih presiden Soekarno. Hal yang dapat disimpulkan bahwa Syafruddin Prawiranegara sah dinyatakan sebagai Perdana Menteri dan kabbinet Darurat sebagai Penyelamat Indonesia pada waktu itu. Harapan terbesar dari kajian ini adalah bagaimana agar bangsa Indonesia menghargai jasa perjuangan Syafruddin Prawiranegara
    corecore