1,722,858 research outputs found
MODERASI ISLAM AHMAD SYAFII MAARIF
Tesis ini adalah hasil studi penelitian pustaka (libarary research),
yang berjudul “Moderasi Islam Ahmad Syafii Maarif”. Penelitian ini untuk
menjawab tiga permasalahan, yaitu Apa maksud Moderasi Islam Ahmad Syafii
Maarif? Bagaimana Upaya-upaya Ahmad Syafii Maarif dalam Mewujudkan
Moderasi Islam? Dan apa Kontribusi Moderasi Islam Ahmad Syafii Maarrif
terhadap Pluralitas Agama di Indonesia?.
Data penelitian ini diperoleh dari karya-karya Ahmad Syafii Maarif
yang terdapat dimensi moderasinya. Penelitian ini dianalisis dengan
menggunakan metode deskriptif analitis dan penalaran deduktif. Deskriptif
analitis adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan objek yang
diteliti melalui data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Sementara
maksud dari penalaran deduktif adalah penalaran yang bertolak dari data yang
bersifat umum dalam membuat analisis, kemudian menarik kesimpulan yang
besifat khusus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi Islam Ahmad Syafii
Maarif yang dimaksud adalah bagaimana Ahmad Syafii memberikan tafsir
ulang teks agama (Islam) supaya agama disikapi dan dipahami oleh
penganutnya, esensi dan substansi agama itu sendiri. Tentunya bermuara pada:
semakin sehatnya sikap toleransi di tengah-tengah umat beragama. Upayaupaya yang dilakukan oleh Ahmad Syafii Maarif dalam mewujudkan moderasi
Islam selain aktif di berbagai forum lintas iman, ia juga aktif menyuarakan
pesan moderasi lewat tulisan-tulisannya yang terdapat di berbagai buku,
artikel, dan media massa. Selain itu, ia juga memprakarsai berdirinya Maarif
Institute sebagai lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan dan
kebudayaan. Sementara kontribusi moderasi Islam Ahmad Syafii Maarif
terhadap pluralitas agama di Indonesia adalah telah memantik semangat anakanak muda menyelenggarakan dialog di berbagai forum lintas agama. Selain
itu, kontribusi moderasi Islam Ahmad Syafii Maarif telah mengajarkan kepada
kita bahwa umat Islam harus siap berteman dengan siapa saja untuk berjuang
bersama-sama dalam biduk toleran, terbuka, demokratik, dan damai demi
mencapai kerukunan umat beragama. Terakhir, secara aplikatif Moderasi Islam
Ahmad Syafii selain Maarif Institute yang ia dirikan, ia juga terlibat aktif
meredam konflik inter dan antar umat beragama, khususnya di Indonesia
Pemikiran Pendidikan Pluralisme Keagamaan Ahmad Syafii Maarif
Indonesia is an archipelagic nation that compounds customs, tribes and religions. Religion becomes the principle of the right to live as a citizen and to worship the Lord is neither negoitable nor prohibited by anyone. However, the trust faiths often violate the rights of other religions in the practice of religion in Indonesia since the first until today.
Departing from such backgrounds the author then, will rediscuss the thinking of Muslim leaders who tries to formulate the idea of religious tolerance, namely Ahmad Syafii Maarif, and therefore the author tooks the title "Religious Pluralism Education Thoughts of Ahmad Syafii Maarif".
This study aims to obtain information about the educational thought of religious pluralism by Ahmad Syafii Maarif, and its implications. The research uses descriptive qualitative approach, based on literature and the historical method. While the method of data collection uses the method of documentation and analysis of data uses the content analysis method.
With that framework, it is known that the principle of honesty, sincerity, tolerance and promoting the human values is indispensable in the hold of religious pluralism education. Furthermore, it is necessary to have attitude of adherence to the constitution in order to care for diversity and avoid from being narrow fanaticism.
Educational implications of religious pluralism of Ahmad Syafii Maarif include two sides. In the internal side, the theme of morality and tolerance are the missions that he always brings, and in the external side, through his thoughts he immediately shares and Maarif Institute he has established, the idea of pluralism is increasingly known and widely spread into the minds of the people of Indonesia.
Keywords: Religious Pluralism, Education, Ahmad Syafii Maarif
Pemikiran humanisme Ahmad Syafii Maarif
Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan melalui
dua metode. Pertama dengan metode library research dengan menggunakan
sumber primer karya-karya Ahmad Syafii Maarif di antaranya adalah:
Membumikan Islam, Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan, serta
Mencari Autentisitas dalam Kegalauan. Selain itu penulis juga komparasikan
dengan karya-karya lainnya yang berkaitan dengan topik yang penulis ambil
sebagai penunjang dalam penelitian ini. Kedua, dengan metode wawancara
langsung kepada Ahmad Syafii Maarif baik melalui tatap muka maupun melaui
surat elektronik (e-mail).
Hasil yang didapat dari penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat dua
jenis persaudaraan dalam konsep humanismenya Ahmad Syafii Maarif, yakni
persaudaraan seiman (ukhuwwah imāniyyah) dan persaudaraan universal.
Keduanya saling berkaitan namun persaudaraan seiman atau biasa disebut sebagai
persaudaraan antarsesama umat Islam tidak boleh merusak bangunan
persaudaraan universal atau persaudaraan antarsesama umat manusia. Landasan
pemikiran ini mengacu pada al-Qur?an surah al-Hujurāt ayat 10 dan ayat 13
PEMIKIRAN AHMAD SYAFII MAARIF TENTANG ISLAM DAN KEBANGSAAN (1966-2018)
masih menunjukan perhatian yang serius terhadap persoalan umat dan bangsa Indonesia melalui pemikiran dan tulisan yang produktif dalam berbagai karya yang memberikan tafsir segar atas dinamika hubungan agama dan negara di Indonesia. Hal ini menarik untuk dikaji karena di usianya yang cukup senja, Syafii Maarif tanpa lelah mengikuti perkembangan Islam, politik, dan juga demokrasi di Indonesia yang tidak kunjung selaras dengan harapan banyak orang. Hal ini tidak lepas dari rasa kegelisahannya terhadap kondisi umat Islam di Indonesia yang masih krisis dalam segi Islam kualitatif. Berdasarkan uraian tersebut penting untuk dibahas mengenai; Bagaimana profil Ahmad Syafii Maarif?; Bagaimana proses evolusi pemikiran Ahmad Syafii Maarif menuju Islam dan kebangsaan?; Apa saja buah pemikiran Ahmad Syafii Maarif dalam konteks kebangsaan Indonesia?.
Penelitian ini menggunakan pendekatan biografi. Pendekatan biografi peneliti gunakan untuk menelusuri profil Ahmad Syafii Maarif dari sejak lahir hingga sekarang. Pendekatan ini berfungsi menelusuri latar belakang keluarga, riwayat pendidikan, perjalanan karir dan karya-karya yang sudah ditulis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sejarah pemikiran Kuntowijoyo. Ia merumuskan sebuah metodologi dalam melakukan penelitian sejarah pemikiran yakni kajian teks, kajian konteks dan hubungan teks dengan masyarakat. Kajian teks untuk menelusuri geneologi pemikiran yang digagas oleh seorang tokoh dalam hal ini Ahmad Syafii Maarif. Kajian konteks berfungsi untuk melihat kondisi masyarakat baik sejarahnya, budaya politik, maupun agamanya sehingga Ahmad Syafii Maarif menggagas pemikiran Islam dan kebangsaan. Sedangkan hubungan teks dengan masyarakat dalam penelitian ini berupaya menelusuri respon masyarakat dengan adanya pemikiran Islam dan kebangsaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Metode sejarah yang digunakan terdiri dari empat tahap yaitu; heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Temuan peneliti sebagai berikut: Pertama, Ahmad Syafii Maarif merupakan salah satu tokoh pemikiran Islam di Indonesia yang turut serta menciptakan dinamika pemikiran Islam, hal ini berdasarkan latar belakang pendidikan yang ditempuhnya di berbagai tempat. Kedua, periode antara 1960-an sampai tahun akhir 1970-an Ahmad Syafii Maarif adalah seorang pemikir fundamentalis-konservatif pendukung kuat gagasan Negara Islam Indonesia, pemikiran tokoh-tokoh Masyumi dan al Maududi dan muridnya, Maryam Jameelah merupakan rujukan primernya. Perubahan pemikirannya terjadi ketika Ahmad Syafii Maarif belajar di Chicago, di kampus ini pemikirannya dicuci
viii
melalui kajian Al-Qur’an dari Fazlur Rahman. Ahmad Syafii Maarif mengalami kelahiran kedua dalam pemikirannya. Islam bagi Ahmad Syafii Maarif adalah sumber moral utama dan pertama. Al-Qur’an adalah kitab suci dengan sebuah benang merah pandangan dunia yang jelas sebagai pedoman dan acuan tertinggi dalam semua hal, termasuk acuan dalam berpolitik. Ketiga, dari pemikiran Islam dan kebangsaan, Ahmad Syafii Maarif menghasilkan dua gagasan penting yaitu: relasi agama dan negara, dan Islam dalam bingkai keindonesiaan dan kemanusiaan.
Kata Kunci: Ahmad Syafii Maarif, Perubahan Pemikiran, Pemikiran Kebangsaan
Hubungan Islam dan Negara dalam Pandangan Ahmad Syafii Maarif
Abstrak: Hubungan Islam dan Negara dalam Pandangan Ahmad Syafii Maarif. Ada dua persoalan yang dikaji dalam skripsi ini, yaitu: pertama, Bagaimana konsep negara dalam Islam menurut Ahmad Syafii Maarif. Kedua, Bagaimana hubungan Islam dan negara menurut Ahmad Syafii Maarif. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep negara dalam Islam serta hubungan Islam dan negara menurut Ahmad Syafii Maarif. Untuk mengungkap persoalan tersebut secara mendalam dan menyeluruh, penulis menggunakan jenis penelitian pustaka (library research) dengan metode deskriptif kualitatif yang bermanfaat untuk memberikan informasi, fakta serta data mengenai konsep negara dalam Islam dan hubungan Islam dan negara menurut Ahmad Syafii Maarif, kemudian data tersebut diuraikan, dianalisis dan dibahas untuk menjawab permasalahan tersebut. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: pertama, Konsep negara dalam Islam menurut Ahmad Syafii Maarif lebih dekat kepada sistem syura. Negara yang berbentuk demokratis, yang menjalankan prinsip syura paling cocok untuk sistem sebuah negara. Hal ini dikarenakan sistem tersebut lebih dekat kepada cita-cita politik Al-Qur’an, yang menempatkan manusia pada posisi sama dalam proses pengambilan keputusan untuk kepentingan bersama. Kedua, Hubungan Islam dan negara menurut Ahmad Syafii Maarif adalah hubungan yang simbiotik, yaitu suatu hubungan yang saling membutuhkan satu sama lainnya dan bersifat timbal balik. Agama (Islam) membutuhkan negara sebagai sarana untuk mewujudkan cita-cita moral atau ajaran-ajarannya yang ada dalam Al-Qur’an, sedangkan negara membutuhkan agama (Islam) sebagai petunjuk moral bagi semua kehidupan bernegara dan bermasyarakat.
Ahmad Syafii Maarif: Kajian Sosial-intelektual dan Model Gagasan Keislamannya
Salah satu tokoh pemikiran Islam di Indonesia yang turut serta menciptakan dinamika pemikiran Islam adalah Ahmad Syafii Maarif. Lahir dari kultur Minang yang kaya dengan berbagai kearifan dan kental nuansa keislaman membuat Syafii Maarif akrab dengan ajaran Islam. Situasi sosial tersebut memberikan pengaruh besar terhadap bangunan intelektual Syafii maarif selanjutnya. Meskipun lahir dari keluarga yang sangat sederhana, namun ia memiliki kemauan yang cukup keras untuk terus belajar hingga ke fase pendidikan yang paling tinggi. Tradisi merantau yang telah mendarahdaging bagi masyarakat Minang mengantarkan Syafii Maarif meninggalkan kampung halaman untuk menimba ilmu dan pengalaman di berbagai tempat, sampai pada akhirnya ia terdampar di Ohio Athens dan Chicago Amerika Serikat ketika menyelesaikan program master dan doktornya. Pemikiran keislaman Syafii Maarif ditandai oleh Alquran sebagai kerangka berpikir dan sejarah sebagai analisisnya. Dua hal itu menjadi ciri khas model berpikir Syafii Maarif
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM AHMAD SYAFII MAARIF
The Indonesian Islamic intellectualism is increasingly dynamic and accounted in the global arena. This perception occurs because on the one hand, Indonesia is the largest concentration of Muslim population in the world, and on the other side there is an ontentic, dynamic and inclusive process of Islamic intellectualism. The 1980s Indonesian Islam gave birth to a series of "new intellectuals" whose ideas contributed significantly to embroidering the Indonesian pillars of social progress and justice: the Islamization, nationalism, humanity and modernity. One of the pioneers of new intellectualism worth taking into account is Ahmad Syafii Maarif. He is widely known as an Islamic thinker as well as a social activist involved in solving national and humanitarian issues. So far, the public recognizes Buya Syafii as a Muslim historian and intellectual who devotes his enormous intellectual energy to builds an inclusive Islamic culture. Beyond, there is one dimension of Buya Syafii's idea that is almost oblivious to the public's attention, namely the spark of his thoughts on Islamic education which is driven concern over the social reality of Islamic education which is dichotomous, backward, and poor in thought.The thought of Buya Syafii is intended to find a way out of the crisis of Islamic education from the "trap" of history, namely by redialog with the Qur'an. Hypothetically, Islamic education thought he borrowed, patterned religious-critical.Geliat intelektualisme Islam Indonesia semakin dinamis dan diperhitungkan di kancah global. Persepsi ini terjadi karena di satu sisi, Indonesia merupakan tempat konsentrasi penduduk Muslim terbesar di dunia, dan di sisi lain ada proses pertumbuhan intelektualisme Islam yang ontentik, dinamis dan inklusif. Dekade 1980-an Islam Indonesia melahirkan sederet “intelektual baru” yang ide-idenya berkontribusi signifikan dalam menyulam pilar-pilar Indonesia berkemajuan dan berkeadilan sosial, yaitu: ke-Islaman, kebangsaan, kemanusiaan, dan kemodernan. Salah satu pelopor intelektualisme baru yang layak diperhitungkan adalah Ahmad Syafii Maarif. Dia dikenal luas sebagai pemikir Islam sekaligus aktivis sosial yang terlibat dalam upaya pemecahan persoalan kebangsaan dan kemanusiaan. Sejauh ini, publik mengenal sosok Buya Syafii sebagai seorang sejarawan dan cendekiawan Muslim yang mencurahkan energi intelektualnya yang begitu besar untuk membangun kultur Islam inklusif. Di luar itu, ada satu dimensi pemikiran Buya Syafii yang hampir luput dari perhatian publik, yaitu percikan pemikirannya tentang pendidikan Islam yang digerakkan keprihatinan atas realitas sosial pendidikan Islam yang dikotomik, terbelakang, dan miskin pemikiran. Pemikiran Buya Syafii ditujukan untuk mencari jalan keluar atas kemelut pendidikan Islam dari “jebakan” sejarah, yakni dengan mendialogkannya kembali dengan Al-Qur’an. Secara hipotetik, pemikiran pendidikan Islam yang diusungnya bercorak kritis-religius.</jats:p
PLURALISME AGAMA DALAM PERSPEKTIF AHMAD SYAFII MAARIF (Periode Rerformasi)
Penelitian ini berjudul “Pluralisme Agama dalam Perspektif Ahmad Syafii Maarif (Periode Reformasi)”, pluralisme agama adalah suatu paham yang menyatakan keragaman agama. masyarakat Indonesia terbagi menjadi dua golongan dalam memahami paham ini, ada yang Pro dan adapula yang Kontra. MUI adalah salah satu lembaga Islam yang kontra terhadap paham ini, Menurut MUI, pluralisme paham yang memutlakan suatu selain Tuhan merupakan kemusyriakan. Menanggapi hal ini Ahmad Syafii Maarif menempatkan diri sebagai Tokoh yang memperjuangkan paham ini, menurutnya pluralisme tidak bertentangan dengan agama Islam dengan mengutip Q.S Al-Baqarah:62. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pandangan Ahmad Syafii Maarif terhadap Pluralisme Agama. dan bertujuan untuk mengetahui dan memahami pandangan Ahmad Syafii Maarif terhadap pluralisme agama. Riset yang dilakukan menggunakan jenis penelitian liberary research, yakni suatu penelitian melalui perpustakaan atau literatur-literatur yang mengemukakan masalah bagaimana pandangan Ahmad Syafii Maarif terhadap pluralisme agama. Jenis data dalam penelitian ini adalah kualitatif, yaitu semua hal yang berhubungan dengan latar belakang dan konsep pemikiran pluralisme agama Ahmad Syafii Maarif, serta segala sesuatu yang berkaitan dengan pluralisme. Sumber data sendiri terdiri dari dua yakni (1) sumber data primer dan (2) sumber data sekunder. Sumber data primer berupa karya-karya Ahmad Syafii Maarif, sedangkan sumber data sekunder adalah buku-buku pluralisme, literatur, data dari internet, jurnal ilmiah atau hasil penelitian lain yang berkaitan erat dengan topik pembahasan. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan buku yang relevan, membaca, dan menelaah, kemudian dikumpulkan dalam satu wadah yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Dan melakukan teknis analisis data dengan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu data dikelompokkan kemudian disusun secara sistematis.
Dengan menggunakan metode di atas maka penelitian ini menghasilkan kesimpulan yaitu. menurut Ahmad Syafii Maarif pluralisme merupakan suatu gagasan yang mengakui kemajemukan realitas. Ia mendorong setiap orang untuk menyadari dan mengenal keberagaman di segala bidang kehidupan, seperti agama, sosial, budaya, sistem politik, etnisitas, tradisi lokal, dan sebagainya. Sejatinya perbedaan sengaja dianugerahkan Tuhan bukan sekedar untuk saling mengenal, melainkan secara implisit di sana ada juga himbauan untuk bertukar nilai-nilai peradaban, untuk saling memberi dan menerima pluralitas. Syafii memastikan negara atau masyarakat tanpa pluralisme akan menghasilkan kondisi yang berantakan. Baginya, setiap insan ingin melintasi abad harus berpikir cerdas Syafii Maarif juga memiliki prinsip bahwa pluralisme harus terus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pluralisme sendiri sebagai bentuk yang menunjukkan kemajuan suatu bangsa
Konsep pluralisme agama menurut Ahmad Syafii Maarif
Skripsi ini berjudul Konsep Pluralisme Menurut Ahmad Syafii Maarif. Dalam karya ilmiah ini mengulas secara mendalam konsep pluralisme agama menurut perspektif Ahmad Syafi'i Ma'arif, seorang tokoh intelektual Muslim Indonesia yang memainkan peran penting dalam mempromosikan pemahaman pluralisme di Indonesia. Selain itu, dalam skripsi ini juga mengulas perkembangan pemikiran Ahmad Syafii Maarif. Latar belakang penelitian ini menggambarkan pentingnya tema pluralisme dalam diskursus intelektual Muslim kontemporer di Indonesia, terutama setelah masa reformasi pada tahun 1998. Keberagaman di Indonesia, baik dalam aspek agama, budaya, bahasa, maupun etnis, menjadi titik fokus diskusi tentang pluralisme.
Metodologi penelitian skripsi menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian literature review. Data primer yang digunakan adalah karya-karya Ahmad Syafi'i Ma'arif, sementara data sekunder meliputi literatur terkait pluralisme, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data melibatkan pengumpulan, pembacaan, analisis, dan klasifikasi berbagai sumber literatur. Melalui literatur review, penelitian ini mengkaji berbagai karya Ma'arif serta analisis dari berbagai sumber primer dan sekunder yang membahas konsep pluralisme yang dikembangkannya.
Dalam penelitian ini ditemukan kesimpulan bahwa Buya Syafii Maarif mengusung pluralisme untuk melawan radikalisme yang mengatasnamakan Islam dan mempertahankan ideologi Pancasila. Pluralisme adalah jalan beragama yang beradab, tulus, dan berbudi luhur, serta menjadi kunci untuk menghormati keyakinan individu tanpa memberi klaim kebenaran.
Ditemukan pula bahwa Ahmad Syafii Maarif mengalami tiga titik kisar yang mengubah pandangan dan pemikirannya secara signifikan, dari Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah hingga studi di Universitas Chicago di bawah bimbingan Fazlur Rahman. Ia menjadi intelektual Muslim yang mengkaji relasi antara Islam, Indonesia, dan kemanusiaan, tetap menyuarakan pandangannya dalam konteks keindonesiaan dengan inspirasi dari tokoh-tokoh lainnya
- …
