106 research outputs found
Peranan Pengawas Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Tujuan dari studi penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tentang implementasi peranan pengawas PAI dalam kasus di Sekolah Dasar. Studi yang dilakukan di Kabupaten Garut dengan menggunakan metode Perencanaan (planning), Tindakan (acting), Observasi (observing), Kegiatan ini dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara, kuesioner atau cara lain yang sesuai dengan data yang dibutuhkan. Subyek penelitian adalah Pengawas PAI, kepala sekolah dan guru PAI. Hasil penelitian bahwa pengawas memiliki peranan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan Agama Islam di sekolah, terutama di sekolah dasar. Sekurang-kurangnya terdapat 4 (empat) peranan yang dapat diimplementasikan pengawas PAI dalam membina guru yaitu melalui (1) implementasi supervisi akademik oleh pengawas PAI dalam penyusunan kurikulum pengembagan pembelajaran, (2) implementasi supervisi akademik oleh pengawas PAI dalam pengembagan pembelajaran kelulusan, (3) implementasi supervisi akademik oleh pengawas PAI dalam pengembangan proses pembelajaran yang efektif, dan (4) implementasi supervisi akademik oleh pengawas PAI dalam pengelolaan hasil penilaian proses pembelajaran
PENGEMBANGAN ALAT REBOUNDER SEBAGAI MEDIA PELATIHAN TEKNIK DASAR SEPAKBOLA
AbstrakTujuan penelitian adalah mengembangkan alat rebounder sebagai latihan teknik dasar sepakbola, membantu pelatih dan pemain dalam latihan menggunakan alat rebounder, meningkatkan kualitas latihansehingga membantu mencapai prestasi. Penelitian ini merupakan pengembangan atau Research andDevelopment (RD). Alat rebounder sebagai media pelatihan teknik dasar sepakbola terlebih dahuludivalidasi oleh ahli materi dan media. Uji coba produk dilakukan pada pemain dan pelatih SSB Gelora Mudadengan populasi 43 responden. One on one sebanyak 3 responden, uji kelompok kecil sebanyak 10responden, uji kelompok besar sebanyak 30 responden. Jenis pengumpulan data dengan instrumen berupaangket. Hasil pengembangan alat rebounder adalah layak. Hasil tersebut diperoleh dari hasil validasi dari a)ahli materi sebesar 80% atau layak; b) ahli media sebesar 93% atau layak; c) uji coba kelompok kecilsebesar 77,7% atau layak; d) uji coba kelompok besar sebesar 78,8% atau layak. Produk yang dihasilkanpengembangan ini adalah alat rebounder dilengkapi dengan panduan penggunaan.Kata Kunci: Rebounder, Media, Pelatihan, teknik dasar, sepakbolaAbstrack The purpose of the research is to develop a tool as a rebounder exercise basic techniques of football,helping the coach and players in exercises using tools rebounder, improve the quality of the exercise so asto help achieve the feat. This research is the development or Research and Development (RD). Rebounderas a media tool training basic techniques of football is first validated by expert material and media. Producttrials conducted on players and coaches with a population SSB Gelora Muda 43 respondents. One on one asmuch as the 3 respondent, test as many as 10 small group of respondents, a large group of 30 respondents.This type of data collection with the instrument in the form of the now. The results of the development of thetool was a decent rebounder. The results obtained from the results of the validation of a) 80% of thematerial expert or worth; b) media expert of 93% or worth; c) small group trial of 77.7% or worth; d) trialof a large group of 78.8% or feasible. The resulting product development of this tool is equipped with arebounder deployment guide.Keywords : Rebounder, Media, training, Basic, Techniques, footbal
Pengembangan Tes Kebugaran Jasmani Lanjut Usia Indonesia di Daerah Istimewa Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis konstruk/ panduan intrumen tes kebugaran jasmani untuk lanjut usia. (2) Mengetahui dan menganalisis validitas dan reliabilitas intrumen tes kebugaran jasmani untuk lanjut usia Indonesia di Daerah Istimewa Yogyakarta (3) Membuat norma dari tes kebugaran jasmani lanjut usia Indonesia di Daerah Istimewa Yogyakarta
Jenis penelitian ini adalah pengembangan (Research and Development). langkah-langkah pengembangan menggunakan modivikasi dari Borg & Gall dan metode Morrow. Langkah pengembangan pada penelitian ini antara lain : 1) perencanaan, 2) penyusunan, 3) uji coba, evaluasi dan revisi, dan 4) produk akhir. Subjek coba yaitu lansia, Uji coba skala kecil di Puskesmas Girimulyo 1, Kulon Progo dan PTSW Budhi Dharma dan uji coba skala lebih besar yaitu BPSTW Abiyoso, BPSTW Budi Luhur, Posyandu Lansia Lempuyangan, Mlati, Playen, Panti Jompo Madania, Komunitas Senam Tera lansia Sleman. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara angket dan intrumen tes. Data dianalisis validitas menggunakan analisis Doolittle dan reliabilitas menggunakan coefficient alpha
Hasil penelitian dan pengembangan yaitu telah tersusun panduan buku tes untuk mengukur kebugaran jasmani lanjut usia Indonesia di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terdiri dari Rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan (komposisi tubuh), tes chair sitand react dan tes Back Streach (fleksibilitas bagian bawah dan atas), 30 detik Chair Stand dan 30 detik arm curl (kekuatan tubuh bagian bawah dan atas). 3 meter berdiri berjalan zigzag (keseimbangan dinamis), 2 menit step test (daya tahan kardiorespirasi). Pengembangan tes kebugaran jasmani lanjut usia Indonesia di Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai kriteria yang tinggi dari segi kesesuaian, kemudahan dan keamanan. Pengembangan tes ini juga memiliki nilai validitas dan reliabilitas yang tinggi, dimana untuk nilai validitas nya sebesar 0.9845 untuk laki-laki dan perempuan 0,946, Sedangkan nilai reliabilitasnya sebesar 0.878 laki-laki dan 0.861 perempuan
KEBIJAKAN PEMERINTAH BRAZIL DALAM MENGHADAPI PENGUNGSI DARI VENEZUELA TAHUN 2018
Kawasan Pengungsi merupakan masalah besar bagi keamanan manusia dan keamanan global. Konflik situasi dan kondisi di Venezuela memaksa banyak orang untuk meninggalkan negaranya mencari kehidupan yang lebih baik di negara tetangganya, Brazil lebih baik dari negaranya. Pemerintah Brazil menangani permasalahan kemanusiaan pengungsi dengan menerapkan kebijakan Diplomasi antar kedua negara Brazil dan Venezuela, Operation Acolhida dan Operation Controle untuk mengamankan wilayah perbatasan tentang pengungsi karena merupakan ancaman terhadap keamanan nasional suatu negara, yaitu: a) Pengungsi merupakan sumber konflik internasional, b) Pengungsi merupakan ancaman politik bagi negara penerima, c) Pengungsi yang ditakuti menjadi ancaman terhadap budaya nasionalisme, d) Pengungsi dapat menimbulkan konflik internasional.
Pemerintah Brazil bersama militer Brazil khususnya Angkatan Udara dan badan-badan PBB (UNHCR) membantu para pengungsi tersebut. Tingginya angka (48%) keputusan Pengungsi untuk berintegrasi dengan masyarakat lokal dengan cara tinggal di Brazil adalah hal yang menarik. Studi ini mengkaji tentang peran organisasi-organisasi kemanusiaan tersebut dalam meningkatkan kehidupan yang layak bagi mereka selama tinggal di sekitar muara sungai di wilayah Brasil. Penelitian kualitatif ini mengadopsi perspektif pluralisme dan dianalisis dengan teori kerjasama internasional. Perannya adalah sebagai aktor. Data berasal dari jurnal, website, berita, dokumen resmi UNHCR, artikel dan buku lainnya. Studi ini menunjukkan pemerintah Brasil dan mitranya memainkan beberapa peran penting dalam menyelesaikan masalah pengungsi. Pengungsi di Brazil mempunyai tiga pilihan: kembali ke pemukiman asal, integrasi lokal, dan repatriasi sukarela. Yang mengejutkan, 48% memilih integrasi lokal. Kebijakan lain dari pemerintah Brazil dalam menghadapi pengungsi dari Venezuela adalah tentang Inklusi dan Integrasi Pengungsi, Brasil memberikan akses universal terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan sosial tanpa memandang status hukum. Pemerintah Brazil memainkan peran inisiator dengan bekerja sama dengan militer Brazil dan Badan-badan PBB untuk mendapatkan dana yang cukup. Sebagai fasilitator dapat memenuhi kebutuhan dasar Pengungsi berupa makanan, air bersih, pelayanan kesehatan dan obat-obatan
Dampak Kinerja Keuangan dan Tata Kelola Perusahaan yang baik Terhadap Financial Distress
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan dan tata kelola perusahaan yang baik terhadap kebangkrutan keuangan pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan yang diperoleh dari situs bursa efek Indonesia dan situs perusahaan terkait. Sampel penelitian terdiri dari 30 sampel dari 10 perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index periode 2019-2021, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis yang dilakukan meliputi analisis statistik deskriptif, asumsi klasik, dan hipotesis dengan menggunakan Statistical Package for Special Science (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio, return on asset, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan asing memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kebangkrutan keuangan. Sementara itu, kepemilikan institusional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kebangkrutan keuangan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya kinerja keuangan yang baik dan tata kelola perusahaan yang baik dalam mencegah kebangkrutan keuangan pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja keuangan mereka dan meningkatkan tata kelola perusahaan agar dapat menghindari kebangkrutan keuangan.
Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Good Corporate Governance, Current Ratio, Return On Asset, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Asing Dan Financial Distress
Legalitas aborsi menurut Yusuf Qaradhawi hubungannya dengan Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan
Penelitian ini dilakukan bertitik tolak dengan masuknya aborsi atau pengguguran kandungan di dalam peradaban hidup manusia yang timbul akibat manusia atau si ibu yang tidak menghendaki kehamilan tersebut. Aborsi merupakan suatu masalah yang sangat kontroversi pada saat sekarang ini dimana timbul pihak yang pro dan kontra atas aborsi. Dari 20 juta pengguguran yang dilakukan tiap tahun ditemukan 70.000 wanita meninggal dunia. Hal tersebut memicu terjadinya angka kematian ibu hamil akibat terjadinya komplikasi berupa pendarahan dan infeksi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu untuk memberikan data yang seteliti mungkin tentang masalah yang dibahas. Metode deksriptif ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang baik, jelas dan dapat memberikan data seteliti mungkin tentang obyek yang diteliti. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik library research (penelitian kepustakaan). Pemilihan kepustakaan dilakukan secermat mungkin dengan mempertimbangkan otoritas pengarangnya terhadap bidang yang dikaji.
Yusuf Qaradhawi membuat manhaj sendiri yang hasil istinbathnya bersifat memudahkan. Adapun Istinbath yang dilakukan Yusuf Qaradhawi adalah pertama Istinbath intiqa’i adalah memilih suatu pendapat dari beberapa pendapat terkuat yang terdapat pada warisan fiqih Islam yang penuh dengan fatwa dan putusan hukum, kedua Istinbath insya’i adalah pengambilan konklusi hukum dari suatu persoalan yang belum pernah dikemukakan oleh ulama terdahulu, dan ketiga perpaduan antara intiqa’i dan insya’i, yaitu memilih pendapat para ulama terdahulu yang dipandang lebih relevan dan kuat kemudian dalam pendapat tersebut ditambah unsur-unsur istinbath baru.
Setelah dilakukan penelitian, dapat dipahami bahwa metode istinbath yang di gunakan Yusuf Qaradhawi dalam menentukan legalitas aborsi adalah dengan menggunakan al-Qur’an (surat al-Baqarah ayat 173 dan surat an-Nisa’ ayat 28) serta as-Sunnah dan Yusuf Qaradhawi menggunakan istinbath integrasi antara Intiqa’i dan Insya’i, yaitu memilih pendapat para ulama terdahulu yang dipandang lebih relevan dan kuat kemudian dalam pendapat tersebut ditambah unsur-unsur istinbath baru. Undang-undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan aborsi hanya bisa dilakukan seandainya tidak ada jalan lain lagi untuk meyelamatkan jiwa si ibu dan aborsi dapat dibenarkan untuk dilaksanakan karena adanya indikasi kedaruratan medis guna menyelamatkan nyawa ibu. Hubungan antara pendapat Yusuf Qaradhawi dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan yang pada dasarnya melakukan aborsi adalah haram dan merupakan suatu tindak kriminal, pendapat Yusuf Qaradhawi dan Undang-undang no. 36 Tahun 2009 mempunyai kesamaan dalam memandang legalitas aborsi, bahwasanya aborsi boleh dilakukan apabila terdapat suatu udzur atau penyakit yang ada di dalam janin maupun penyakit yang ada di ibu janin yang kandungan itu jelas-jelas menyebabkan kematian ibunya tanpa bisa dihindari
Modul pembelajaran SMA kelas X: fungsi eksponen dan fungsi logaritma
Modul ini disusun sebagai satu alternatif sumber bahan ajar siswa untuk memahami materi Eksponen dan Logaritma di kelas X peminatan. Topik ini terbagi dalam dua materi yaitu: (1) Eksponen dan (2) Logaritma. Materi Eksponen dan Logaritma membahas tentang pengertian Eksponen, Logaritma, dan aplikasinya dalam kehidupan nyata. Untuk materi Eksponen akan dibahas konsep eksponen, fungsi eksponen, sifat-sifat operasi eksponen dan aplikasinya dalam kehidupan nyata. Sementara itu, untuk materi logaritma akan dibahas konsep logaritma, operasi logaritma, cara menentukan nilai logaritma, sifat-sifat operasi logaritma dan aplikasinya dalam kehidupan nyata
EVALUASI PROGRAM PELATIHAN MQ TRAINING DIGITAL MARKETING DI PT DUTA TRANSFORMASI INSANI
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan: (1) konteks pada program pelatihan MQ TDM di PT Duta Transformasi Insani, (2) masukan pada program pelatihan MQ TDM di PT Duta Transformasi Insani, (3) proses pada program pelatihan MQ TDM di PT Duta Transformasi Insani, dan (4) hasil pada program pelatihan MQ TDM di PT Duta Transformasi Insani. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif menggunakan model CIPP yang dikembangkan oleh Daniel Stufflebeam pada tahun 1960-an. Subjek penelitian yaitu penyelenggara, pengajar dan peserta yang mengikuti program pelatihan MQ TDM. Objek penelitian yaitu aspek konteks, masukan, proses dan hasil. Lokasi penelitian ini adalah kantor PT. Duta Transformasi Insani dan Aula Hotel Sany Rosa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi metode dan sumber data. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) Konteks program pelatihan MQ TDM sudah sesuai, pelatihan diselenggarakan secara legal dan memiliki dasar hukum yang jelas, latar belakang pelatihan disesuaikan dengan keadaan saat ini, sehingga sasaran sesuai dengan tujuan. (2) Masukan program pelatihan MQ TDM cukup sesuai, kurikulum dirancang sesuai kebutuhan peserta, serta materi disusun sesuai kurikulum, kebutuhan pasar dan pengetahuan peserta, hanya kurikulum perlu dibuat dengan rinci. (3) Proses program pelatihan MQ TDM sudah sesuai, kegiatan sesuai dengan jadwal, materi yang disampaikan sesuai harapan peserta. (4) Hasil program pelatihan MQ TDM sudah sesuai, ada perubahan sikap dari peserta di mana tingkat belajarnya meningkat, selain itu juga persentase kehadiran peserta sudah memenuhi target.
Kata kunci: program pelatihan, MQ TDM, evaluasi
ABSTRACT
This study aims to describe: (1) the context of the MQ TDM training program at PT Duta Transformasi Insani, (2) input on the MQ TDM training program at PT Duta Transformasi Insani, (3) the process of the MQ TDM training program at PT Duta Transformasi Insani, and (4) the results of the MQ TDM training program at PT Duta Transformasi Insani. This research is an evaluative study using the CIPP model developed by Daniel Stufflebeam in the 1960s. The research subjects are organizers, teachers, and participants who take part in the MQ TDM training program. The object of research is the aspect of context, input, process, and results. The location of this research is the office of PT. Ambassador of Human Transformation and Hall of Hotel Sany Rosa. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation studies. The validity of the data was tested by using triangulation of methods and data sources. Data analysis used the Miles and Huberman model. The results of the study show the following: (1) The context of the MQ TDM training program is appropriate, the training is held legally and has a clear legal basis, the training background is adjusted to the current situation, so that the objectives are in line with the objectives. (2) The input of the MQ TDM training program is quite appropriate, the curriculum is designed according to the needs of the participants, and the material is prepared according to the curriculum, market needs, and knowledge of the participants, only the curriculum needs to be made in detail. (3) The process of the MQ TDM training program is appropriate, the activities are according to the schedule, the material delivered is according to the expectations of the participants. (4) The results of the MQ TDM training program are appropriate, there is a change in the attitude of the participants where the level of learning increases, besides that the percentage of participant attendance has met the target.
Keywords: training program, MQ TDM, evaluatio
PENGEMBANGAN ALAT REBOUNDER SEBAGAI MEDIA PELATIHAN TEKNIK DASAR SEPAKBOLA
Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengembangkan alat rebounder sebagai latihan teknik dasar sepakbola (2) Membantu pelatih dan pemain dalam latihan menggunakan alat rebounder (3) Meningkatkan kualitas latihan sehingga
membantu mencapai prestasi pemain dan tim.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah, yakni: mengidentifikasi potensi dan masalah, pengumpulan informasi, desain produk,pembuatan produk, validasi ahli, revisi produk, uji coba, produksi
akhir.Pengembangan alat rebounder sebagai media pelatihan teknik dasar sepakbola terlebih dahulu divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Uji coba produk dilakukan pada pemain dan pelatih dari SSB Gelora Muda dengan jumlah
populasi 43 responden. One on one sebanyak 3 responden, uji kelompok kecil sebanyak 10 responden, sedangkan pada uji kelomok besar sebanyak 30 responden. Jenis pengumpulan data dengan instrumen berupa angket.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat rebounder yang telah
dikembangkan untuk latihan teknik dasar sepakbola adalah layak. Hasil tersebut diperoleh dari hasil validasi dari a) ahli materi sebesar 80% atau layak; b) ahli media sebesar 93% atau layak; c) uji coba kelompok kecil sebesar 77,7% atau layak; d)uji coba kelompok besar dengan hasil sebesar 78,8% atau layak. Produk yang dihasilkan dalam pengembangan ini adalah alat rebounder dilengkapi dengan panduan penggunaan. Alat rebounder telah dinyatakan layak digunakan
sebagai media kepelatihan latihan teknik dasar sepakbola
Perubahan Kelembagaan Penguasaan Lahan dan Hubungan Kerja Agraris Berkaitan Masuknya Perusahaan lndustri Pada Masyarakat Petani di Pedesaan
- …
