81 research outputs found
Wayang golek sebagai media dakwah: Studi deskriptif pada pagelaran wayang dakwah Ginanjar Wawan Dede Amung Sutarya di Desa Tanjungwangi Kecamatan Cicalengka
Dakwah dapat diartikan menyeru, memanggil, menegaskan atau membela sesuatu, memohon dan meminta, dan bisa juga dikatakan suatu hal yang dapat menarik manusia kepada sesuatu yaitu jalan yang baik Minimnya minat masyarakat terhadap wayang golek khususnya generasi millenial mendorong Ginanjar Wawan Dede Amung Sutarya mengkolaborasikan antara wayang dengan dakwah. Hal ini dimaksudkan untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah dan cocok untuk alternatif nilai etika, religius, serta moral pada generasi millenial sehingga dapat menarik perhatian semua kalangan khususnya kalangan millenial.
Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk menggambarkan bahwa materi dakwah melalui wayang golek Ginanjar Wawan Dede Amung Sutarya dapat disampaikan kepada masyarakat; (2) Untuk menggambarkan bahwa gerakan wayang golek Ginanjar Wawan Dede Amung Sutarya dapat menarik perhatian mad’u; (3) Untuk menggambarkan bahwa bahasa lokal dapat dijadikan media dakwah melalui wayang golek Ginanjar Wawan Dede Amung Sutarya; (4) Untuk menggambarkan bahwa seni musik etnik-modern dapat dijadikan media dakwah melalui wayang golek Ginanjar Wawan Dede Amung Sutarya.
Penelitian ini, mendasar pada media dakwah yaitu wayang golek sebagai media dakwah. Penelitian ini dilengkapi dengan teori komunikasi model SMCR (Berlo 1960) yang membahas tentang sumber, pesan, media, dan penerima.
Paradigma yang digunakan pada penelitian ini yaitu paradigma konstruktivisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data nya yaitu melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa dakwah menggunakan media wayang golek di Desa Tanjungwangi Kecamatan Cicalengka dapat dikatakan efektif untuk menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat khususnya kalangan millenial dimulai dari materi dakwah yang menyampaikan pesan urgensi menuntut ilmu, gerakan wayang golek yang menyampaikan pesan taubat, bahasa lokal yang digunakan menggunakan bahasa Sunda atau fleksibel, dan media musik etnik-modern yang bernuansa Islami dapat perhatian mad’u yang menyampaikan pesan silaturahmi
Pengaruh Penguasaan Kosakata dan Motivasi Belajar terhadap Kemampuan Menulis Karangan Narasi Bahasa Indonesia
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) Pengaruh penguasaan kosakata dan motivasi belajar terhadap kemampuan menulis karangan narasi bahasa Indonesia, 2) Pengaruh penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis karangan narasi bahasa Indonesia, dan 3) Pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan menulis karangan narasi bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Sampel berukuran 108 siswa yang dipilih secara random dari seluruh siswa SMP Negeri Kecamatan Tirtajaya kabupaten Karawang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018 sampai Mei 2018. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, penyebaran angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui metode regresi sederhana dan regresi ganda. Uji statistik dipergunakan uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan: 1) penguasaan kosakata dan motivasi belajar siswa diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,134 dengan koefisien determinasi sebesar 36,5% dengan analisis regresi ganda adalah sebagai berikut : regresi = 106,901 + 0,163 X1 - 0,427 X2. t = 2,359 dan -2,943, 2) Terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama Penguasaan kosakata dan Motivasi Belajar terhadap Kemampuan Menulis Karangan Narasi Bahasa Indonesia peserta didik kelas VIII SMP Negeri di Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang. Hal ini dibuktikan dengan Fh = 8,089 dan nilai Sig = 0.001 kurang dari 0,05, 3) Terdapat pengaruh yang signifikan Penguasaan kosakata terhadap Kemampuan Menulis Karangan Narasi Bahasa Indonesia peserta didik kelas VIII SMP Negeri di Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang. Hal ini dibuktikan dengan nilai th = 2,359 dan nilai Sig = 0,020 kurang dari 0,05, 3) Terdapat pengaruh yang signifikan motivasi belajar terhadap Kemampuan Menulis Karangan Narasi Bahasa Indonesia peserta didik kelas VIII SMP Negeri di Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang. Hal ini dibuktikan dengan nilai th = -2,943, dan nilai Sig = 0,004 kurang dari 0,05
PERANAN PADEPOKAN MUNGGUL PAWENANG DALAM MELESTARIKAN KESENIAN TRADISIONAL WAYANG GOLEK PURWA DI KOTA BANDUNG: 1980-1995
Skripsi ini berjudul Perkembangan Peranan Padepokan Munggul Pawenang Dalam Melestarikan Kesenian Tradisional Wayang Golek Purwa Di Kota Bandung : 1980-1995. Masalah utama yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimana upaya-upaya yang dilakukan oleh padepokan Munggul Pawenang dalam melestarikan kesenian tradisional wayang golek purwa.Skripsi ini menggunakan metode historis, mengingat data dan fakta yang dibutuhkan berasal dari masa lampau sehingga perlu diuji dan dianalisis tingkat kebenarannya agar kondisi yang terjadi pada masa lampau dapat tergambarkan dengan baik. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam metode ini adalah heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.Munggul Pawenang merupakan salah satu padepokan dari dinasti Sutarya didirikan pada tahun 1966 oleh dalang Dede Amung Sutarya, adik dari dalang Amung Sutarya. Padepokan Munggul Pawenang ini selain eksis sebagai salah satu group kesenian wayang golek purwa di kota Bandung, juga sebagai wadah diskusi dan tempat berlatihnya (maguron) dalang-dalang muda.Dede Amung Sutarya adalah dalang yang cukup terkenal sebagai dalang wayang golek purwa di kota Bandung. Beliau dengan padepokannya tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pementasan wayang golek purwa. Hal ini yang membedakannya dengan dalang Asep Sunandar Sunarya sebagai pelopor pembaharuan wayang golek dari dinasti Sunarya. Pembaharuan-pembaharuan dengan mengatasnamakan inovasi dan kreativitas seringkali telah keluar bahkan dianggap telah merusak keadiluhungan niai-nilai yang terkandung dalam tetkon padalangan Jawa Barat. Kreativitas dan inovasi memang diperlukan dalam upaya melestarikan kesenian wayang golek purwa supaya tetap bisa diterima dimasyrakat, tetapi bukan berarti merusaknya.
Adapun kreatifitas yang diolah oleh dalang Dede Amung Sutarya dengan padepokannya diantaranya adalah aspek sabetan atau garapan wayang, aspek cerita atau lakon wayang, aspek bahasa dan sastra padalangan, Aspek karawitan atau musik pengiring wayang, aspek bojegan atau banyolan dan aspek wayang sebagai media pokok. Dengan daya kreativitasnya Dede Amung Sutarya beserta Padepoka Munggul Pawenang berhasil mengembalikan kedudukan wayang golek purwa yang dianggap monoton dan membosankan menjadi salah satu bentuk pertunjukan kesenian tradisional Jawa Barat yang menarik tanpa merusak nilai-nilai yang luhur yang terkandung dalam tetkon padalangan Sunda
OPTIMALISASI KINERJA DAN KEPUASAN KERJA PADA YAYASAN PENDIDIKAN TINGGI NAHDLATUL ULAMA (YAPTINU) JEPARA
Nahdlatul Ulama Higher Education Foundation (YAPTINU) Jepara, established by the Head of the Ma'arif Jepara Educational Institution (LP) Branch on March 17, 1989 with the notary deed of Benyamin Kusuma, SH number 5, 1989 which manages three tertiary institutions, namely the first: the Islamic Nahdlatul Ulama Institute (INISNU) Jepara which has a scientific concentration in the religious field which consists of the faculties: Tarbiyah, Sharia, and Dakwa. The second is the Nahdlatul Ulama College of Economics (STIENU) Jepara which has a scientific concentration in the economics field with Study Programs: Accounting (S 1), and Management (S 1).
The third is the Nahdlatul Ulama College of Technology and Design (STTDNU) Jepara which has a concentration in technology and design with Study Programs: Industrial Engineering (S 1) and Product Design (S 1). In carrying out the duties and functions of each tertiary institution according to their field, and this is what makes the three of them different, on the other hand it will actually give a color that is an attraction for the people in Jepara and its surroundings. Lecturers as teaching staff at tertiary institutions under the auspices of YAPTINU, have the task of carrying out the tridharma of higher education which includes education and teaching, research and community service.
Of the three activities, it shows that the performance of YAPTINU lecturers has not fully met expectations, and also that the problem of job satisfaction of lecturers has not been fully achieved
Ragam hias Masjid Mantingan Jepara sebagai dasar pencioptaan hiasan dinding dan perabot.
Ragam hias yang menghiasi dinding - dinding Masjid Mantingan Jepara adalah peninggalan yang mempunyai nilai historis dan nilai keindahan yang sangat tinggi, sehingga keberadaannya perlu dilestarikan. Ragam hias tersebut dijadikan sebagai dasar penciptaan karya hiasan dinding dan perabot.Karya - karya untuk hiasan dinding memodifikasi berbagai stilisasi, yaitu : tumbuh - tumbuhan, awan, air, batu karang, pemandangan, dsb. untuk karya - karya perabot juga mengambil motif - motif serupa dengan karya hiasan dinding. Macam -macam perabot yang diwujudkan adalah tempat foto dan jam duduk
Pengaruh Penguasaan Kosakata dan Motivasi Belajar terhadap Kemampuan Menulis Karangan Narasi Bahasa Indonesia
Histological study of SlNPV infection on body weight and peritrophic membrane damage of Spodoptera litura larvae
Sanjaya, Machmudin D, Kurniawati ND. 2010. Kajian histologis infeksi SlNPV terhadap berat badan dan kerusakan
membran peritrofik larva Spodoptera litura. Nusantara Bioscience 2: 135-140. Pengaruh infeksi SlNPV pada berat badan dan kerusakan
membran peritrofik larva Spodoptera litura Fab. telah dilakukan. Metode yang digunakan adalah analisis probit, dan berdasarkan LD 50
virus yang terinfeksi untuk mengetahui berat badan dan kerusakan pasca infeksi. Kerusakan struktur histologi yang disebabkan oleh
infeksi SlNPV (0, 315, 390, 465, 540 dan 615 PIB/mL) diamati setelah 0, 12, 24, 72 dan 96 jam pasca infeksi. Preparasi histologis
dibuat dengan metode parafin setelah fiksasi dengan larutan Bouin, kemudian diiris setebal 7 um dan diwarnai dengan Hematoxilin-
Eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan SlNPV menyebabkan penurunan konsumsi pangan terutama pada 540 PIB/mL
dengan rata-rata 0.1675 mg. Pengamatan deskriptif pada struktur histologi membran peritrophic yang terkena infeksi SlNPV
menunjukkan kecenderungan kerusakan, sementara pada kontrol tidak ada kerusakan sama sekali. Semakin lama paparan virion di
dalam lumen midgut maka semakin tinggi terjadinya kerusakan membran peritrofik. Kerusakan paling parah terjadi 96 jam setelah
infeksi. Hasilnya membuktikan bahwa virion haNPV dapat menghancurkan struktur histologi midgut.
Kata kunci: SlNPV, Spodoptera litura, LD50, tingkat konsumsi, membran peritrophic
PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV MIN TEMPEL 2011/2012
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar IPS. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, yaitu penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Desain. Teknik analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan IV B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Kesahihan dan kepercayaan instrumen penelitian ini diperoleh melalui validasi Point Biserial, reliabilitas 21, daya beda, dan indeks kesukaran. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif hasil belajar IPS siswa setelah diterapkannya pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata hasil posttest siswa pada kelas eksperimen adalah 85,31 lebih tinggi dari rata-rata kelompok kontrol 75,16 Keberartian perbedaan diuji dengan menggunkan uji t, hasil dari uji t menunjukkan bahwa nilai t sebesar 0,493 dengan signifikasi t sebesar 0,000. Nilai t ini kurang dari 0,05 (0,000 0,05).Kata kunci: Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL), pembelajaran IPS, Hasil BelajarAbstract The research was aimed to know the influence of Contextual Teaching and Learning (CTL) approach toward the result of social studies. The research included quantitative research, it was experiment research. The research design that used was Pretest-Posttest Control Group Design. The technique of data analysis that used was descriptive quantitative analysis. Sample of the research were students of IV A grade as experiment class and students of IV B grade as control class. The technique collecting data of the research were test and observation. Here, the researcher used validaty Point Biserial, reliability KR21, validity, and level of difficulty to validate the instrument. The result of the research showed that Contextual Teaching and Learning (CTL) approach had positive influence in the result of students’ social studies. It was saw from the mean of the experiment class posttest result was high (85.31) than the result of control class (75.16). To validity the result, the researcher used t-test, the result of t-test showed that price of t was 0.493 by the signification of t was 0.000. The price of t was less of 0.05 (0.000 0.05). Keywords: Contextual Teaching and Learning (CTL) approach, assessmen
PEMROSESAN AWAL DATA RUNTUN WAKTU HASIL PENGUKURAN UNTUK IDENTIFIKASI SISTEM TUNGKU SINTER DEGUSSA
ABSTRAK─Pemrosesan awal data merupakan langkah penting dan kritis serta memiliki dampak besar pada keberhasilan analisis atau penggunaan selanjutnya dari data. Data hasil pengukuran yang terbebas dari noise tidak pernah dapat diperoleh dalam pengukuran menggunakan sensor dilaboratorium proses kimia atau fisika karena adanya noise yang timbul dari efek termodinamika dan kuantum. Selain itu noise juga terjadi karena kesalahan transmisi, lokasi memori yang rusak, dan kesalahan timing pada konversi analog ke digital. Pada makalah ini dilakukan penelitian dan eksperimen untuk mencari parameter optimal penapisan noise spike (outlier) menggunakan median filter pada data runtun waktu input-output hasil akuisisi proses sintering. Dari hasil eksperimen diperoleh parameter optimal median filter untuk data runtun waktu input–output proses sintering adalah dengan lebar jendela pergeseran N=25. Parameter tersebut menghasilkan rasio sinyal terhadap noise (SNR) yang cukup tinggi dengan rerata 3,6685 dan rerata kesalahan kuadrat (MSE) rendah dengan rerata 0,0352 dengan tetap mempertahankan bentuk asli puncak sinyal. Dengan demikian data hasil pemrosesan awal data dapat digunakan pada proses selanjutnya yaitu identifikasi sistem menggunakan teknik cerdas dengan efisien dan akurat. Kata Kunci – Pemrosesan awal data, runtun waktu, median filter, sintering ABSTRACT─Data preprocessing is an important and critical step and have a huge impact on the success of the analysis or the subsequent use of the data. Measurement data with free of noise can never be obtained from the sensor measurement in chemical or physical process laboratory due to the noise arising from thermodynamics and quantum effects. In addition, noise also occurs because of a transmission error, faulty memory location, and timing errors at the analog to digital conversion. In this paper carried out research and experiments to find the optimal parameters for filtering spikes noise (outliers) using a median filter on input-output time series data that obtained from the data acquisition of the sintering process. From the experimental results obtained that median filter optimal parameter is using moving windows size N=25. These parameters produce sufficiently high Signal to Noise Ratio (SNR) with the average of 3.6685 and a low Mean Square Error (MSE) with the average of 0.0352 while maintaining the shape of the original signal peaks on the data. Thus the results of data preprocessing can be used in the next step of the data usage i.e. for system identification using intelligent technique efficiently and accurately. Keywords – Data preprocessing, time series, median filtering, sinterin
- …
