1,485 research outputs found

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DALAM KITAB NGUDI SUSILO KARYA K.H. BISRI MUSTOFA

    No full text
    Nilai merupakan sesuatu yang berharga dan memberi makna pada hidup. Sedangkan pendidikan merupakan unsur utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Salah satu penanaman karakter tersebut adalah dengan menanamkan nilai budi pekerti. Masuknya teknologi yang masif di kalangan anak-anak dan orang dewasa menyebabkan mereka lebih suka mengonsumsi kebiasaan dan gaya hidup yang bebas. Banyak juga anggapan bahwa pihak pertama yang bertanggungjawab atas pendidikan budi pekerti ialah guru pendidikan Agama dan pendidikan kewarganegaraan saja. Krisis moral dan akhlak semakin berdampak pada kelangsungan hidup seseorang baik dalam pendidikan maupun kehidupan. Pentingnya penanaman budi pekerti sejak dini ternyata telah mendapatkan perhatian dari para ulama salah satunya yaitu K.H. Bisri Mustofa. Pemikiran-pemikiran beliau biasa dituangkan dalam bentuk karya. Salah satunya adalah kitab Ngudi Susilo yang membahas tentang akhlak dan budi pekerti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai�nilai pendidikan budi pekerti dalam kitab Ngudi Susilo karya K.H. Bisri Mustofa dan relevansinya terhadap pendidikan budi pekerti di era sekarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif, dengan menggunakan penelitian kepustakaan. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, selanjutnya penulis menggunakan teknik analisis isi untuk menganalisa data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah 1) nilai nilai pendidikan budi pekerti yang terdapat dalam kitab Ngudi Susilo adalah segala aspek dari unsur pendidikan di antaranya tujuan pendidikan, pendidik, peserta didik, materi pendidikan yang berisi nilai pendidikan budi pekerti dimensi keagamaan: ketakwaan dan dzikir, dimensi kemandirian: disiplin dalam mengatur waktu dan mengembangkan etos kerja dalam belajar, dimensi kemanusiaan: saling menghormati terhadap sesama, taat dan berbakti kepada guru, memiliki sikap sopan santun dan rasa malu, memiliki rasa saling menghargai diri sendiri dan orang lain, serta memiliki cita cita luhur dan berperilaku jujur., metode pendidikan dan lingkungan pendidikan. 2) terdapat relevansi nilai pendidikan budi pekerti terhadap pendidikan budi pekerti di era sekarang yaitu pendidikan anak, penguatan pendidikan karakter dan optimisme dalam mewujudkan cita-cita

    Pendugaan Cadangan Karbon di Hutan Rawa Gambut Tripa Kabupaten Nagan Raya Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam

    No full text
    SUSILO SUDARMAN. Estimating Carbon Stock in Tripa Peat Swamp Forest District Nagan Raya Nanggroe Aceh Darussalam Province. Under the direction of EDY BATARA MULYA SIREGAR and BUDI UTOMO. Above and bellow ground carbon stock in vegetation and peat soil at tripa peat swamp forest Nagan Raya District was estimated on November 2007. The allometric relation was use to estimated biomass and above ground carbon stock with sample area large 30,8 ha, a non destructive method are used with diameter as a measure parameter. Bellow ground carbon stock are estimated by field assessment, measuring bulk density (BD) and persentation of C-organic in laboratory. The average of above ground carbon stock is 187,47 ton/ha and bellow ground carbon stock is 1.280 ton/ha. The result of this research showed that the total of above and bellow ground carbon stock were amounted 3,01 Mt and 238,36 Mt, total carbon stock in this area is 241,37 Mt.83 halamanSkripsi Sarjan

    THE HOUSEKEEPING DEPARTMENT OF BALI REEF RESORT AT TANJUNG BENOA - BALI

    Full text link
    Arifin Budi Susilo. 2010. The Housekeeping Department of Bali Reef Resort at Tanjung Benoa - Bali. English Diploma Program, Faculty of Letters and Fine Arts, Sebelas Maret University. This report is based on a job training evaluation which was conducted at Bali Reef Resort. It located on Jl. Pratama Tanjung Benoa, one of tourism areas in Bali. The objectives of this report are to describe how the Housekeeping Department works and to find out the problems faced. This report explains the division of labor in the Housekeeping Department. In doing its job, the Housekeeping Department is divided into six main sections, they are: Floor Section, Public Area Section, Swimming Pool Section, Gardening Section, Linen and Uniform Section, and Florist Section. Each main section has its own work area and responsibility. They also have several officers with their own job description. This report is also intended to find out the problems faced by the Housekeeping Department internal and external. Therefore, several solutions are proposed to solve the problems. Based on the discussion, the writer suggests that the hotel should improve its work quality by changing the damage equipment with the new one and pay more attention to the employees by giving extra salary if the employees have to work overtime. This way expected to make the hotel be able to compete with the other hotels

    PERANCANGAN ULANG ALAT PERAJANGAN DAUN TEMBAKAU UNTUK MENGURANGI KELUHAN PADA PEKERJA

    Full text link
    AGUS BUDI SUSILO, NIM : I1305016. PERANCANGAN ULANG ALAT PERAJANGAN DAUN TEMBAKAU UNTUK MENGURANGI KELUHAN PADA PEKERJA. Skripsi. Surakarta : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, Mei 2013. Dalam melakukan aktivitas perajangan daun tembakau para pekerja laki-laki duduk dipapan alas duduk perajangan, kemudian kedua tangannya untuk tangan kirinya memegang daun tembakau, sedangkan tangan kanannya memegang pisau untuk merajang. Pekerja perajang daun tembakau menggunakan alat yang seadanya tidak memperhatikan ukurannya sesuai anthropometri pekerja, sehingga pekerja mengalami keluhan nyeri dipinggang dan tangan cepat pegal. Hal ini disebabkan pekerja dalam posisi duduk agak membungkuk dalam melakukan aktivitas perajangan. Berdasarkan permasalahan yang timbul perlu adanya perancangan ulang alat perajangan daun tembakau untuk mengurangi keluhan para pekerja. Tahapan dalam perancangan ulang alat perajangan daun tembakau terdiri dari identifikasi pekerja dalam melakukan aktivitas perajangan, mengkonversi keluhan pekerja, pembangkitan gagasan (idea), rancangan alat perajangan daun tembakau. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkannya rancangan ulang alat perajangan daun tembakau yang mampu mengatasi rasa nyeri di pinggang dan pegal ditangan pekerja dengan menaikkan papan alas duduk dan papan merajang. Dimensi ukuran alat perajangan juga sesuai dengan tubuh pekerja, karena perancangan alat perajangan daun tembakau menggunakan data anthropometri pekerja yang sudah di uji statistik terlebih dahulu. Hasil rancangan alat perajangan daun tembakau kemudian diujicobakan kepada pekerja mampu mengatasi keluhan rasa nyeri dan pegal sesuai dengan ukuran tubuh pekerja

    Buku pintar membaca kepribadian cewek dan cowok/ Susilo

    No full text
    198 hal.: ilus.; 20 c

    Menganalisis Perjuangan Susilo Bambang Yudhoyono Dalam Merawat Demokrasi Indonesia: Indonesia

    Full text link
    Susilo Bambang Yudhoyono atau sering kita panggil SBY adalah salah satu sang demokrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Perjuangan Susilo Bambang Yudhoyono dalam Merawat Demokrasi Indonesia. SBY sendiri merasa banyak hal yang harus dilakukan dalam penyelamatan dan pengembangan Indonesia dari keterpurukan harus menjadi tema terbesar memasuki reformasi tahap kedua, menurut SBY penyelamatan ini menjadi tugas pemimpin negara. Karena Untuk merawat dan membangun kembali Indonesia menurut pandangan SBY sangat membutuhkan pemerintahan yang kuat, transparan dan akuntabel. Dimana pemerintah harus dapat merespon aspirasi rakyat menjadi program yang berbentuk, karena rakyat pantas untuk mengetahui semua kegiatan pemerintah. Pemerintah pun tidak boleh bekerja didalam ruangan tertutup dan terpisah dengan lingkungan masyarakat luas, kecuali hal yang bersifat rahasia negara. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode history atau metode sejarah dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perjuangan SBY dalam merawat demokrasi Indonesia

    Gender Differences in Physical Fitness and Personal Ressilience in Vovational Students Indonesia

    Full text link
    Although it is often a topic of discussion, it turns out that there has been no in-depth research on physical fitness and personal resilience in Indonesia.This study poses a problem: does the physical fitness and personal resilience of vocational students in Indonesia meet the predetermined good criteria, compares the physical fitness and personal resilience of vocational students in Indonesia based on gender, and is there a relationship between physical fitness and personal resilience of vocational students in Indonesia? This study used data from the Center for Physical and Sports Literacy Studies, Master of Sports Education, IKIP Budi Utomo Malang. The population is infinite because the distribution of the questionnaire uses the snowball sampling technique. The total sample is 1713 vocational students in Indonesia, consisting of 872 male students and 825 female students.Data were analyzed with a single mean test with criteria, two different test means, and a correlation test. It was concluded that the physical fitness of vocational high school students, both male and female, in Indonesia did not meet the predetermined good criteria; there was no difference in the physical fitness of male and female vocational high school students in Indonesia. The personal resilience of vocational high school students, both male and female, and women in Indonesia have met the predetermined good criteria; there is no difference in the personal resilience of male and female vocational students in Indonesia; there is a relationship between physical fitness and the personal resilience of vocational students in Indonesia

    PENGARUH AKTIVITAS BERORGANISASI DAN PRESTASI BELAJAR KEJURUAN TERHADAP MINAT BERWIRASWASTA SISWA KELAS XII JURUSAN TEKNIK MESIN OTOMOTIF SMK TAMAN SISWA JETIS YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011

    No full text
    PENGARUH AKTIVITAS BERORGANISASI DAN PRESTASI BELAJAR KEJURUAN TERHADAP MINAT BERWIRASWASTA SISWA KELAS XII JURUSAN TEKNIK MESIN OTOMOTIF SMK TAMAN SISWA JETIS YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2010/2011 Oleh : Gunawan Budi Susilo NIM : 08504245009 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui ada tidaknya pengaruh aktivitas berorganisasi terhadap minat berwiraswasta siswa kelas XII Jurusan Teknik Otomotif SMK Taman Siswa Jetis Yogyakarta tahun ajaran 2010/2011. (2) mengetahui ada tidaknya pengaruh prestasi belajar kejuruan terhadap minat berwiraswasta siswa kelas XII Jurusan Teknik Otomotif SMK Taman Siswa Jetis Yogyakarta tahun ajaran 2010/2011. Penelitian ini adalah penelitian dengan metode expost facto dan observasi. Pengumpulan data melalui metode angket (kuisioner) dan dokumentasi. Teknik sampling jumlah populasi sebanyak 150 siswa, Sampel sebanyak 112 siwa, dan uji coba penelitian sebanyak 38 siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu apabila obyeknya kurang dari seratus, lebih baik di ambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika obyeknya lebih besar dari 100 dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% lebih. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling. Uji coba Intrumen menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Normaloias dan linearitas. Uji Hipotesis yang digunakan adalah uji t pada taraf signifikan 5% dengan program SPSS 16,00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) minat berwiraswasta siswa yang aktif berorganisasi lebih besar dibandingkan dengan minat berwiraswasta siswa yang tidak aktif berorganisasi. Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung = 3,971, > ttabel = 2,02, berarti terdapat pengaruh dari aktivitas berorganisasi terhadap minat berwiraswasta. (2) minat berwiraswasta siswa yang berprestasi tinggi lebih besar jika dibandingkan minat berwiraswasta siswa yang prestasi belajar rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai thitung = 2,945 > ttabel = 2,02, berarti terdapat pengaruh dari prestasi belajar kejuruan terhadap minat berwiraswasta siswa
    corecore