652 research outputs found
KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH BETON RECYCLE TERHADAP BETON NORMAL
Limbah banyak didapat di Indonesia, baik limbah dari industri maupun non industri. Dengan semakin menimbunnya limbah, akan menimbulkan permasalahan, terutama masalah pencemaran lingkungan. Dari permasalahan ini, perlu diambil solusi bagaimana memanfaatkan limbah-limbah tersebut. Penelitian ini memanfaatkan limbah beton untuk digunakan menjadi beton daur ulang (Recycled Concrete). Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan limbah beton sebagai agregat kasar (pengganti split/ kerikil) pada campuran beton. Di samping itu, dengan penggunaan limbah beton ini akan dianalisis kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Limbah beton yang digunakan dari Politeknik Negeri Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen di Laboratorium Bahan Bangunan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang. Dengan membuat benda uji Beton Silinder yang berjumlah 24 (dua puluh empat), dengan rincian 12 benda uji beton normal (untuk uji tekan dan uji tarik belah) dan 12 benda uji beton daur ulang (untuk uji tekan dan uji tarik belah). Dari hasil pengujian Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton diperoleh : Kuat Tekan Beton Normal rata-rata = 21.48 N/mm ², Kuat Tekan Beton Recycle rata-rata = 24.32 N/mm ², Kuat Tarik Belah Beton Normal rata-rata = 7.29 N/mm ², Kuat Tarik Belah Beton Recycle rata-rata = 7.57 N/mm ², sehingga dapat disimpulkan bahwa agregat limbah beton dapat sebagai agregat pengganti split untuk beton
Pengaruh Tambahan Cangkang Kerang terhadap Kuat Beton
Dalam pembuatan benda uji metode yang digunakan yaitu Metode SNI, dengan kuat tekan rencana 25 MPa. Semen yang digunakan adalah semen PCC. Benda uji yang dibuat berbentuk silinder dengan Æ 15 cm, dan tinggi 30 cm. Tidak dilakukan penelitian lebih mendalam terhadap Cangkang Kerang. Terdapat dua variasi sampel beton yaitu beton dengan penambahan 38. 45 % Cangkang Kerang dan Beton dengan Penambahan 38. 45 % Cangkang Kerang dengan perlakuan, sebagai perbandingan dibuat juga sampel beton normal . Pengujian/pengetesan benda uji meliputi uji kuat tekan, uji tarik belah, dan uji modulus elastisitas.Dari hasil penelitian nilai kuat tekan karakteristik beton dengan penambahan 38.45 % Cangkang kerang umur 3, 7, 14, dan 28 hari, masing-masing menghasilkan kuat tekan karakteristik beton 13,16 MPa, 18,21 MPa, 22,82 MPa, dan 26,34 MPa.beton dengan penambahan 38.45 % Cangkang Kerang dengan perlakuan masing-masing menghasilkan kuat tekan karakteristik beton 17,39 MPa, 22,02 MPa, 23,13 MPa dan 27, 21 MPa. Kuat tarik belah rata-rata beton dengan penambahan 38.45 % cangkang kerang adalah 3,63 MPa, Kuat tarik belah rata-rata beton dengan penambahan 38.45 % cangkang kerang dengan perlakuan adalah 3,53 MPa, Modulus Elastisitas rata-rata beton dengan penambahan38.425 % Cangkang Kerang adalah 17371,274 MPa, Modulus Elastisitas rata-rata beton dengan penambahan38.425 % Cangkang Kerang dengan perlakuan adalah 19296,030 MPa. Nilai-nilai tersebut menunjukan semakin lama umur beton maka kuat tekan beton juga semakin meningkat, nilai kuat tekan beton cangkang kerang dapat mencapai kuat tekan rencana meskipun kuat tekannya lebih rendah dari beton normal. Dapat disimpulkan bahwacangkang kerang ini layak digunakan sebagai pengganti agregat kasar dalam campuran beton dengan komposisi campuran cangkang kerang 38.45 %
ANALISIS KUAT TEKAN MORTAR DENGAN PENAMBAHAN SIKAGROUT 215
Mortar adalah bahan bangunan terdiri dari campuran antara semen, pasir dan air dengan persentase yang berbeda. Kuat tekan merupakan unsur penting dari sifat mekanis mortar. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan pengaruh penambahan SikaGrout 215 terhadap kuat tekan mortar dan menentukan perbedaan antara kuat tekan antara mortar semenportlanddya ditambah jumlahnya dengan mortar ditambah dengan SikaGrout 215. Pasir yang digunakan adalah pasir eks Muntilan Magelang dan semen Gresik.Pengujian pasir dilakukan untuk menentukan dan menemukan pasir yang memenuhi syarat mutu. Jenis pengujian pasir meliputi uji kadar lumpur, kandungan organik, analisa ayak serat berat jenis dan serapan air.Benda uji penelitian berupa kubus ukuran mortar ukuran 5x5x5 cm dan jumlah nya masing-masing 6 buah. Mortar yang diuji adalah campuran 1PC : 8PS dengan ditambah SikaGrout 215 dengan jumlah bervariasi. Variasi penambahan SikaGrout 215 dihitung dalam persen kali berat semen portland dalam campuran, yaitu 0; 4; 8; 16; 32; 48; 64; 80; dan 100. Sedangkan untuk menentukan beda kuat tekan antara mortar ditambah semen dengan mortar ditambah SikaGrout 215, perbandingan campuran mortarnya adalah 1PC : 8PS + 100% x beratPC atau 1PC : 4PS dan 1PC : 8PS : 1SK. Uji kuat tekan mortar dilakukan pada umur 14 hari kemudian dikonversi menjadi kuat tekan umur 28 hari. Hasil penelitian adalah bahwa penambahan SikaGrout 215 pada mortar 1PC : 8PC berpengaruh positif terhadap peningkatan kuat tekan. Hubungan antara penambahan SikaGrout 215 dengan kuat tekan mortar dinyatakan persamaan regresi Y = 66.198 + 0.831 X. Sedangkan kuat tekan rata-rata antara mortar 1PC : 8PS dengan mortar 1PC : 8PS : 1SK secara analisis statistic uji beda hasilnya berbeda secara nyata. Hal ini ditunjukkan dengan angka t hitung (tStat) =4.6903>t kritis(tCritical two-tail)= 2.2281.Hal tersebut diperjelas dengan angka numerik kuat tekan mortar 1PC : 8PS adalah 187.31 kg/cm2 lebih tinggi dari pada kuat tekan mortar 1PC : 8PS : 1SK187.31 kg/cm2. Jika dihitung secara relatih kuat tekan rata-rata mortar 1PC : 4PS adalah = (187.31-166.01) : 187.31 x 100% = 11,37% lebih tinggi dari pada kuat tekan rata-rata mortar 1PC : 8PS : 1S
PENGENDALI SUHU DAN KELEMBABAN PADA INKUBATOR BAYI BERBASIS LOGIKA FUZZY
Semakin muda bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah, semakin kritis dan beresiko pada bayi tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut maka dibutuhkanlah suatu perangkat peralatan medis yang mampu menggantikan fungsi rahim, yang kondisinya sebagaimana bayi masih dalam kandungan ibunya. Suhu, kelembapan, oksigen, suara dan tingkat cahaya untuk pengembangan bayi berat lahir rendah yang paling sesuai.
Pada penelitian ini terdapat proses input suhu dan kelembaban kemudian pembacaan sensor pengukuran suhu dan kelembaban yang akan dilakukan fuzzyfikasi, role base, dan defuzzyfikasi yang menghasilkan crisp fuzzy yang digunakan untuk mengontrol heater dan valve.
Hasil penelitian ini didapat tingkat akurasi 35, 1 0 C dan kelembaban 65% serta tingkat kebisingan 56 dB, sehingga sangat akurat karena berbanding setting didapatkan nilai akurasi sebesar 99%.
Kata kunci : Mikrokontroller, Fuzzy Logic, Sensor kebisingan, suhu dan kelembaban
KUAT TEKAN MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN TRAS ASAL DS. SENDANGWARU KEC. KRAGAN KAB. REMBANG DAN KAPUR SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN PORTLAND
Pemanfaatan material alternatif sebagai pengganti semen merupakan salah satu upaya meningkatakan nilai jual material alternatif tersebut, selain itu juga dapat mengurangi penggunaan material yang tidak ramah lingkungan dalam dunia konstruksi. Laporan dari BBC mengutip dari Chatham House menyebutkan semen adalah sumber sekitar 8% dari emisi karbon dioksida (CO2) dunia. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya tentang mortar. Wahjoedi et.al, 2021 telah melakukan penelitian penggunaan tras sebagai bahan substitusi terhadap semen portland dalam pembuatan mortar. Campuran dibuat tanpa dan mengganti komposisi semen dengan tras dan kapur pada proporsi tertentu, akan diperoleh adukan konsistensi normal dari kadar masing-masing bahan (air, semen, agregat halus, tras dan kapur) dan selanjutnya diuji kuat tekannya melalui benda uji kubus ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm pada 28 hari. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan mortar hasil substitusi semen portland menggunakan tras dan kapur sebagai berikut: 1) substitusi 0% menghasilkan kuat tekan mortar 30,20 MPa; 2) substitusi 10% (5% tras dan 5% kapur) menghasilkan kuat tekan mortar 21,62 MPa; 3) substitusi 15% (7,5% tras dan 7,5% kapur) menghasilkan kuat tekan mortar 21,02 MPa; 4) substitusi 20% (10% tras dan 10% kapur) menghasilkan kuat tekan mortar 16,28 MPa; 5) substitusi 25% (12,5% tras dan 12,5% kapur) menghasilkan kuat tekan mortar 12,98 MPa. Sehingga dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan tras sebagai bahan substitusi semen portland dapat memenuhi kriteria Mortar tipe M (kuat tekan 17,2 MPa) secara optimal pada persentase tras hingga sebesar 15%
Modifikasi Autoclave Berbasis Atmega328 (Suhu)
Autoclave merupakan alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu instrument bedah menggunakan uap dengan suhu 121°C dan tekanan,1,1 bar selama kurang lebih 15 menit. Perancangan alat ini menggunakan mikrokontroler ATMega 328 yang digunakan sebagai pengendali utama, driver heater untuk menyalakan heater sehingga proses pemanasan terjadi. Sensor suhu dan tekanan melakukan pembacaan suhu 121 °C dengan tekanan 1,1 bar yang akan tertampil pada LCD. Alat autoclave ini dilengkapi dengan sistem pembuangan uap secara otomatis, dapat melakukan pembuangan uap jika driver selenoid valve mendapatkan tegangan dari mikrokontroler. Pengujian pada alat ini akan dibandingkan dengan alat untuk pengukur suhu yaitu thermometer suhu, pengukuran timer dibandingkan dengan stopwatch dan dilakukan uji sterilisasi menggunakan tape autoclave. Pada pengukuran suhu didapatkan nilai koreksi sebesar 0,5 lalu pada pengukuran timer 900 detik didapatkan nilai koreksi sebesar 3,3 sedanglan untuk uji coba sterilisasi didapat waktu sterilisasi efektif dengan waktu 15 sd 20 menit. Dari pengukuran dan pengujian sterilisasi dapat disimpulkan bahwa pengukuran memiliki nilai koreksi yang tidak jauh dan alat modifikasi autoclave ini dapat melakukan dapat melakukan proses sterilisasi dengan waktu efektif selama 15 menit.
AFFECTIVE DOMAIN DEVELOPMENT: REALITY AND EXPECTATION
Pengembangan Ranah Afektif: Kenyataan dan Harapan. Pendidik masa kini mendambakan perhatian yang seimbang terhadap pengembangan ranah kognitif, psikomotorik dan afektif dalam mendidik generasi muda. Namun, di dalam pelaksanaannya sedikit sekali penghargaan yang diberikan kepada anak-anak yang telah menunjukkan perkembangan ranah afektif secara baik. Hal ini terjadi karena tolok ukur keberhasilan pendidikan selalu mengacu kepada prestasi siswa yang terkait dengan ranah kognitif atau psikomotorik. Selain itu, banyak contoh ambivalensi dalam kehidupan nyata di masyarakat yang dapat melemahkan pondasi bagi pengembangan ranah afektif. Apabila generasi muda diharapkan berkembang menjadi manusia seutuhnya, penghargaan yang layak seharusnya diberikan kepada mereka yang berhasil dalam mengembangkan ranah afektifnya, dan harus ada teladan yang dapat mereka acu. Selain itu, pendampingan perlu dilakukan oleh orang tua dan guru. Kata kunci : pengembangan ranah afektif, penghargaan, teladan, pendampinga
Pembinaan Usaha Aneka Snack di Kampung Simangu, Pagar Agung, Walantaka
Usaha kecil menengah merupakan penyangga perekononian Indonesia. Pada prakteknya keberadaan usaha kecil mampu meningkatkan perekonomian desa setempat. Usaha aneka snack di kampung Simangu Pagar Agung merupakan salah satu usaha kecil yang dikelola masyarakat. Pada perkembangannya usaha ini mengalami kendala dalam perluasan pemasaran dan peningkatan penjualan yang disebabkan kemampuan sumber daya yang terbatas dan masih dikelola secara tradisional. Kegiatan pembinaan usaha kecil ini bertujuan untuk meningkatkan promosi dan menciptakan merk dagang dengan pemanfaatan teknologi sehingga penjualan diharapkan meningkat. Hasil kegiatan ini antara lain mendesign logo produk untuk menciptakan brand merk produk, penggunaan media sosial facebook dan instagram sebagai sarana promosi dan pembuatan spanduk dan banner sebagai media promosi langsung ke masyarakat
ANALISIS PERBANDINGAN DESAIN CAMPURAN BETON NORMAL MENGGUNAKAN SNI 03-2834-2000 DAN SNI 7656:2012 DENGAN KUAT TEKAN 30 MPa
Adanya perbedaan acuan dan cara pandang desain campuran beton antara Inggris (DOE) dan Amerika (ACI) yang menjadi pedoman untuk metode SNI 03-2834-2000 dan SNI 7656:2012. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan selisih perbandingan jumlah kebutuhan bahan, kuat tekan dan modulus elastisitas beton normal antara metode SNI 03-2834-2000 dan metode SNI 7656:2012 untuk mutu rencana 30 MPa dengan menggunakan dua variasi nilai slump. Benda uji dibuat sebanyak 72 cetakan silinder dengan Ø 15 cm dan tinggi 30 cm. Hasil dari analisis perbandingan desain tersebut menunjukan untuk variasi I (slump 30-60 mm dan 25-50 mm) kebutuhan semen, batu pecah dan air lebih banyak dengan metode SNI 7656:2012, namun kebutuhan pasir dengan untuk metode SNI 03-2834-2000 lebih banyak. Pada variasi II (slump 60-180 mm dan 75-100 mm) kebutuhan semen dan air dengan metode SNI 03-2834-2000 lebih banyak, namun jumlah kebutuhan pasir dan batu pecah lebih banyak dengan metode SNI 7656:2012. Analisis pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas menunjukan hasil yang signifikan pada masing-masing variasi nilai slump dimana kedua metode yaitu SNI 03-2834-2000 dan SNI 7656:2012 mencapai target kuat tekan rencana yaitu 30 MPa dengan nilai kuat tekan dan modulus elastisitas tertinggi menggunakan metode SNI 03-2834-2000 dengan value slump 30-60 mm.Kata kunci : beton nomal, SNI 03-2834-2000, SNI 7656:2012, kuat tekan, mix desig
Pembuatan Hand Sealer untuk Meminimalkan Cacat Kemasan Produk
Teknologi yang masih konvensional merupakan salah satu kendala yang dialami Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam bersaing. Persoalan peralatan juga dialami oleh UKM Aneka Snack Geri Sun yang terletak di daerah Pageragung, Walantaka, Kota serang. Dalam menjalankan usahanya beberapa produk harus kembali dikarenakan kurang rekatnya pengemasan. Cacat kemasan ini disebabkan sistem pengemasan masih menggunakan media api yang sangat tergantung keterampilan dan ketelitian pekerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan merancang alat sealer sederhana untuk meminimalkan persoalan cacat produk dihadapi pemilik usaha. Perancangan alat dilakukan dengan memodifikasi hand sealer yang sudah ada dengan fokus penurunan beban biaya listrik yang digunakan. Berdasarkan beberapa hasil uji coba yang dilakukan dihasilkan hand sealer sederhana yang mampu bekerja lebih baik dari pada menggunakan media api. Waktu yang dibutuhkan dari proses pemanasan sampai pengemasan tidak berebda jauh dengan hand sealer yang sudah ada. Keunggulan rancangan alat ini terletak pada beban listrik yang digunakan yaitu lebih hemat 60 sampai 100 kali lipat dibandingkan dengan hand sealer yang sudah ada. Penghematan beban listrik yang ada mampu menghemat biaya produksi dibandingkan dengan menggunakan media api maupun hand sealer yang ada di pasaran
- …
