e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)

e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
Not a member yet
    1348 research outputs found

    Membangun Ekonomi Desa: Optimalisasi BUMDES dengan Memanfaatkan Sumber Daya Lokal

    Full text link
    Desa Taba Jambu menerima dana desa yang cukup besar, namun pendapatan asli desa masih sangat rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa pemanfaatan dana desa yang disalurkan oleh pemerintah pusat masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi pemanfaatan dana desa ini melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Adapun sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah pengelola BUMDes Desa Taba Jambu. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada pengelola BUMDes dan masyarakat Taba Jambu. Metode pelaksanaan kegiatan PPM direalisasikan melalui 2 tahapan kegiatan, antara lain: tahap persiapan kegiatan yang terdiri dari kegiatan survei dan observasi langsung dan tahap pelaksanaan kegiatan yang terdiri dari kegiatan penyuluhan serta diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa kegiatan berjalan efektif dan efisien. Hal ini ditunjukkan oleh banyaknya peserta yang hadir, tingkat antusiasme yang tinggi untuk diskusi, dan banyaknya ide kreatif yang dihasilkan oleh para peserta tentang cara mengelola usaha BUMDes dengan memanfaatkan potensi lokal. Adapun implikasi dari program ini diharapkan masyarakat Desa Taba Jambu bisa merealisasikan ide-ide kreatif mengenai usaha-usaha yang bisa dikembangkan berdasarkan potensi desa sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan asli Desa Taba Jambu dan memaksimalkan penggunaan dana desa

    Strategi Pemanfataan Sampah Organik Sebagai Pupuk Kompos di Desa Panyirapan

    Full text link
    Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi salah satu tantangan lingkungan yang signifikan di Desa Panyirapan. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan instruksi kepada ibu rumah tangga tentang cara membuat pupuk kompos menggunakan sampah organik. Proses pelatihan terdiri dari empat tahap: persiapan dan perencanaan, sosialisasi dan penyuluhan awal, pelaksanaan pelatihan, serta evaluasi dan monitoring. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa ibu rumah tangga di desa ini berhasil mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan lokal. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, program ini juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui penjualan hasil panen sayuran organik. Dengan demikian, program ini berkontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat

    Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan PECS-PB Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Inggris Bagi Guru-Guru TK Tarbiyatul Athfal 03 Pengkol

    Full text link
    Picture Exchange Communication System Phonic Board (PECS-PB) adalah media interaktif pembelajaran Bahasa Inggris yang dirancang bagi guru-guru di TK Tarbiyatul Athfal 03 Pengkol Jepara. Media ini dilengkapi gambar phonic flash card dengan papan magnet untuk memudahkan para siswa menyusun kata menjadi kalimat. PECS-PB berbasis digital ini dilengkapi QR-Code yang memudahkan siswa menerapkan pelafalan kata dalam Bahasa Inggris secara tepat. Tujuan PkM ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan bagi guru TK Tarbiyatul Athfal 03 Pengkol Jepara untuk membuat PECS-PB sebagai media interaktif berbasis Augmented Reality (AR). Metode yang digunakan adalah kerjasama kemitraan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pembuatan media interaktif PECS-PB melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pembuatan, pendampingan, dan evaluasi. Solusi dan target pendampingan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas guru membuat media interaktif melalui pembuatan PECS-PB berbasis AR. Hasil pengabdian ini diperoleh bahwa 1) sebanyak 35 guru terlibat dalam pembuatan PECS-PB berbasis AR, 2) peningkatan 85% dari 35 guru terbantu dalam praktik penerapan PECS-PB; 15% dari 35 guru menganggap media ini mudah digunakan dalam pembelajaran dan 75% dari 35 guru mengatakan media PECS-PB sangat mudah diterapkan dalam pembelajaran; dan 40% dari 35 guru menyatakan PECS-PB cocok diterapkan untuk kelompok usia pra-sekolah atau taman kanak-kanak (TK). Sementara itu, hasil evaluasi peserta didik melalui wawancara membuktikan efektivitas media PECS-PB dalam meningkatkan pembelajaran Bahasa Inggris ditunjukkan bahwa lebih dari 80% anak menikmati pengalaman belajar dengan media PECS-PB dan 100% anak ingin kembali belajar dengan media PECS-PB

    Compliance Risk Management Tax Supervision of Village Government Agencies: Case Study of KPP Pratama Jember

    Full text link
    Research objective: This research aims to create a compliance risk map for village government agencies (IPDes) in KPP Pratama Jember, to inform monitoring and education priorities Method: In-depth interviews were conducted and analyzed qualitatively using thematic analysis to gain a deeper understanding of the phenomenon under study and machine learning techniques were utilized for data mapping Research findings: The resulting risk map categorized 14 IPDes as high-risk, prioritizing them for targeted supervision and intervention efforts. Practical implication: This research is expected to provide additional insights into the application of CRM to IPDes. The development of IPDes CRM needs to be considered by the Directorate General of Taxes (DGT) to be realized considering that no tool can be used to prioritize IPDes supervision. Furthermore, this study can be a trigger for the development of CRM at the national level, and village tax compliance can be a variable in the distribution of regional transfers Keywords: Compliance Risk Management, village government agencies (IPDes), village income and expenditure allocations (APBDes).Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta risiko kepatuhan bagi Instansi Pemerintahan Desa (IPDes) di KPP Pratama Jember, guna memberikan informasi prioritas pengawasan dan edukasi. Metode: Wawancara mendalam dilakukan dan dianalisis secara kualitatif menggunakan analisis tematik untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena yang diteliti dan menggunakan machine learning untuk pemetaan. Hasil Penelitian: Peta risiko yang dihasilkan mengategorikan 14 IPDes sebagai risiko tinggi, sehingga menjadi prioritas untuk pengawasan dan intervensi yang ditargetkan. Implikasi Praktis: Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan mengenai penerapan CRM pada IPDes. Pengembangan CRM IPDes perlu dipertimbangkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk direalisasikan mengingat belum adanya alat yang dapat digunakan untuk memprioritaskan pengawasan IPDes. Lebih lanjut, studi ini dapat menjadi pemicu pengembangan CRM di tingkat nasional dan kepatuhan pajak desa dapat menjadi variabel dalam penyaluran transfer daerah. Kata kunci: Manajemen Risiko Kepatuhan, Instansi Pemerintah Desa (IPDes), Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes)

    Analisis Metode Tarif Efektif Rata-Rata dalam Menghitung PPh 21 atas Tambahan Penghasilan Pegawai Negeri Sipil : Studi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bojone

    No full text
    Penelitian ini mengkaji penerapan metode Tarif Efektif Rata-rata (TER) dalam penghitungan PPh Pasal 21 atas Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi PNS di BPKAD Kabupaten Bojonegoro. Berbasis Teori Keagenan, studi ini menyoroti hubungan kontraktual antara pemerintah dan PNS dalam rangka efisiensi administrasi dan kepatuhan pajak. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, ditemukan bahwa meskipun metode TER telah diterapkan sesuai PP No. 58 Tahun 2023, masih terjadi kekeliruan pemotongan pajak, terutama pada THR, TPP ke-13, dan TPP bulan Desember, akibat tidak tergabungnya seluruh komponen penghasilan bulanan. Dibandingkan sistem sebelumnya (PMK 262/2010), TER menaikkan beban pajak tahunan, namun tetap menguntungkan karena pajak ditanggung pemerintah. Disarankan peningkatan pemahaman regulasi, integrasi sistem data, dan akurasi penganggaran pajak guna memperkuat implementasi

    MEKANISME TRANSMISI LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI: SEBUAH PEMETAAN AWAL

    No full text
    Pemerintah memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan berupa Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) kepada satuan kerja (Satker) BLU untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Namun, kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan pertumbuhan ekonomi belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini menawarkan pendekatan baru dalam menganalisis kontribusi Badan Layanan Umum (BLU) terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemetaan mekanisme transmisi layanan BLU berbasis Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme transmisi layanan BLU terhadap pertumbuhan ekonomi dengan memetakan aktivitas 338 Satker BLU ke dalam kategori KBLI sebagai dasar perhitungan PDB. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menelaah peraturan perundangan-undangan terkait penyelenggaraan layanan BLU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas Satker BLU dalam menyelenggarakan layanan kepada masyarakat tersebar pada 15 dari 21 kategori KBLI yang relevan dalam pembentukan PDB. Temuan penelitian ini menjelaskan hubungan antara layanan BLU, klasifikasi KBLI, dan pertumbuhan ekonomi secara lebih sistematis dan memberikan dasar empiris bagi perumusan kebijakan penguatan sektor layanan publik yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.Dalam rangka mencapai kesejahteraan umum, pemerintah Indonesia berupaya mengembangkan layanan publik yang lebih fleksibel dan efisien melalui penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Dari perspektif ekonomi, pengukuran kesejahteraan dapat dilakukan dengan mengamati peningkatan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penting untuk memahami transmisi layanan BLU terhadap pertumbuhan ekonomi, agar pemerintah dapat mengalokasikan sumber daya yang terbatas secara lebih efisien dan berdampak. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kontribusi layanan BLU terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan pendekatan sektoral. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis dokumen terhadap regulasi yang mengatur 338 satuan kerja (Satker) BLU yang aktif hingga akhir tahun 2024. Setiap layanan diklasifikasikan ke dalam kategori lapangan usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), yang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan Produk Domestik Bruto (PDB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BLU memiliki keterkaitan dengan 15 dari 21 kategori KBLI yang relevan dalam pembentukan PDB. Temuan penelitian ini berupa pemetaan layanan BLU dapat menjadi acuan awal dalam perumusan kebijakan penguatan sektor layanan publik yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional

    Bahasa Inggris

    No full text
    This study investigates the impact of media exposure, firm size, and board size on carbon emission disclosure, with environmental performance as a moderating variable. The population comprised 62 mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange, observed over five years from 2018 to 2022. This study uses purposive sampling with a sample of 28 companies, and 74 units of analysis were selected. The data were analyzed using SPSS 26 software, employing the Moderated Regression Analysis (MRA) technique. The results indicate that firm size and board size positively influence carbon emission disclosure, while media exposure does not have a significant effect. Environmental performance strengthens the positive relationship between firm size and carbon emission disclosure but does not moderate the impact of media exposure and board size on carbon emission disclosure

    EVALUASI DAMPAK FASILITAS KAWASAN BERIKAT MENGGUNAKAN COST-BENEFIT ANALYSIS

    No full text
    This study analyzes the effectiveness of bonded zone facility incentives in generating economic benefits for the country compared to the fiscal costs incurred. Using the Cost-Benefit Analysis method and the Net Present Value (NPV) approach, this research is conducted as a case study on three companies receiving bonded zone facilities, namely  PT. A,  PT. B, and  PT. C. The results show that  PT. A have a Benefit-Cost Ratio of 0.238, indicating that the economic benefits generated are still lower than the fiscal costs provided. In contrast,  PT. B and PT. C has a Benefit-Cost Ratio of 2.235 and 1.575, demonstrating that this company provides greater economic benefits than the costs incurred by the government. These findings have implications for optimal tax policy, suggesting that fiscal incentives should be more selectively allocated based on long-term economic potential. Therefore, this study recommends periodic evaluations of bonded zone policies to ensure the effectiveness of fiscal incentives, enhance transparency in facility utilization, and design a stricter supervision mechanism. For future research, it is recommended to conduct an analysis of all companies receiving bonded zone facilities to obtain a more comprehensive understanding of the impact of this policy on the national economy.  Penelitian ini menganalisis efektivitas pemberian fasilitas kawasan berikat dalam mendorong manfaat ekonomi bagi negara dibandingkan dengan biaya fiskal yang ditanggung. Dengan menggunakan metode analisis biaya dan manfaat (Cost-Benefit Analysis) serta pendekatan Net Present Value (NPV), penelitian ini dilakukan dengan studi kasus pada tiga perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat, yaitu  PT. A,  PT. B, dan  PT. C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  PT. A memiliki rasio manfaat terhadap biaya (Benefit-Cost Ratio) sebesar 0,238, yang mengindikasikan bahwa manfaat ekonomi yang dihasilkan masih lebih rendah dibandingkan dengan biaya fiskal yang diberikan. Sebaliknya, PT. B dan PT. C memiliki rasio manfaat terhadap biaya sebesar 2,235 dan 1,575, yang menunjukkan bahwa perusahaan ini memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan negara. Temuan ini memberikan implikasi terhadap kebijakan perpajakan optimal, di mana pemberian insentif fiskal perlu lebih selektif dan berbasis pada potensi manfaat jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya evaluasi berkala terhadap kebijakan kawasan berikat untuk memastikan efektivitas insentif fiskal, meningkatkan transparansi penggunaan fasilitas, serta merancang mekanisme pengawasan yang lebih ketat. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan melakukan analisis terhadap seluruh perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak kebijakan ini terhadap perekonomian nasional

    Pengaruh Penerapan Sistem E-Filling, E-Billing, dan E-Spt Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Dengan Pengetahuan Teknologi Sebagai Variabel Moderasi

    No full text
    The purpose of this study is to investigate, using technological knowledge as amoderating variable, the impact of e-filing, e-billing, and e-SPT on individualtaxpayer compliance. This study uses an associative technique and isquantitative in nature. Individual taxpayers who are registered at KP2KPSungguminasa Gowa make up the study's population. Purposive sampling isthe method used in the sampling procedure. Direct questionnaire surveyswere employed to gather primary data for the study. Data analysis techniquesinclude both multiple linear regression analysis and moderated regressionanalysis using MRA. Multiple linear regression analysis and the MRA test,which is impacted by technical skill, are used to assess the e-filling, e-billing,and e-SPT hypotheses. The results of a study using multiple linear regressionanalysis show that e-billing and e-filling increase individual taxpayercompliance. Meanwhile, the e-SPT system has a small and negative effect. Anexamination of moderating factors using the MRA technique suggests thattechnological proficiency may decrease the effect of e-filling and e-billing onindividual taxpayer compliance. Meanwhile, the e-SPT system's impact onindividual taxpayer compliance cannot be moderated by technical expertise. Itis anticipated that KP2KP Sungguminasa Gowa would benefit from thisresearch's consequences, which might boost taxpayer compliance. Tujuan studi untuk menginvestigasi, dengan menggunakan pengetahuanteknologi sebagai variabel moderasi, dampak dari pengarsipan elektronik,penagihan elektronik, dan SPT elektronik terhadap kepatuhan wajib pajakorang pribadi. Penelitian ini menggunakan teknik asosiatif dan bersifatkuantitatif. Wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KP2KP SungguminasaGowa menjadi populasi dalam penelitian ini. Purposive sampling adalahmetode yang digunakan dalam prosedur pengambilan sampel. Surveikuesioner langsung digunakan untuk mengumpulkan data primer untukpenelitian ini. Analisis regresi linier berganda serta analisis regresi moderasimenggunakan MRA digunakan dalam analisis data. Hipotesis e-filling, e-billing, dan e-SPT diuji dengan menggunakan analisis regresi linier bergandadan uji MRA yang dipengaruhi oleh keahlian teknis. Hasil analisis regresi linierberganda menunjukkan bahwa e-billing dan e-filling meningkatkan kepatuhanwajib pajak orang pribadi. Sementara itu, sistem e-SPT memiliki dampak yangdapat diabaikan dan tidak signifikan. Keahlian teknologi dapat memoderasidampak e-filling dan e-billing terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi,berdasarkan analisis faktor moderasi dengan teknik MRA. Sementara itu,dampak sistem e-SPT pada kepatuhan wajib pajak orang pribadi tidak dapatdimoderasi oleh keahlian teknis. Diharapkan KP2KP Sungguminasa Gowadapat mengambil manfaat dari hasil penelitian ini untuk meningkatkankepatuhan wajib pajak

    Dampak Pajak Karbon pada Akuntansi dan Branding Perusahaan: Perspektif Kesepakatan Paris di Indonesia

    Full text link
    Research objective: This research aims to analyze the impact of the Paris Agreement and carbon tax policy on the operations and branding strategies of companies in Indonesia. Method: This research uses a literature review method with critical analysis conducted by categorizing literature based on key themes, such as the impact of carbon tax on company operations, impact on branding strategies, and opportunities and challenges. Research findings: The results show that while the carbon tax adds to the cost burden, it provides opportunities for innovation and strengthening the company's brand image. Effective implementation of sustainability strategies has the potential to increase global competitiveness and build loyalty of consumers who care about environmental issues. Practical implication: The integration of sustainability strategies not only strengthens brand image and global competitiveness, but also provides long-term benefits through cost savings and tax incentives.Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Paris Agreement dan kebijakan pajak karbon terhadap operasional dan strategi branding perusahaan di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan analisis kritis yang dilakukan dengan cara mengelompokkan literatur berdasarkan tema utama, seperti dampak pajak karbon terhadap operasional perusahaan, dampak terhadap strategi branding, serta peluang dan tantangan. Temuan penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa pajak karbon menambah beban biaya, kebijakan ini memberikan peluang untuk inovasi dan penguatan citra merek perusahaan. Implementasi strategi keberlanjutan yang efektif berpotensi meningkatkan daya saing global serta membangun loyalitas konsumen yang peduli terhadap isu lingkungan Implikasi praktis: Integrasi strategi keberlanjutan tidak hanya memperkuat citra merek dan daya saing global, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang melalui penghematan biaya dan insentif pajak

    1,193

    full texts

    1,348

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) is based in Pakistan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇