e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)

e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
Not a member yet
    1348 research outputs found

    DETERMINAN AUDITOR SWITCHING PADA PERUSAHAAN INFRASTRUKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

    Full text link
    Abstract: Research objective: This study is intended to examine the impact of company size, audit delay, and audit opinion on auditor switching in infrastructure sector companies listed on the IDX. Method: This research is a quantitative study with secondary data in the form of financial reports of infrastructure sector business entities for the 2019-2023 period selected by applying purposive sampling techniques. The analysis method applied is logistic regression analysis by utilizing SPSS 26 software. Research findings: Based on observations made on 41 infrastructure sector companies for the 2019-2023 period, the research findings show that audit delay and audit opinion partially have a positive effect on auditor switching. Practical implication: Business entities need to pay attention to audit timeliness and optimize the quality of financial statements to obtain an unqualified audit opinion in order to reduce the occurrence of auditor switching in the future which has an impact on public perception. Keywords: Auditor Switching; Company Size; Audit Delay; Audit Opinion; Audit.Abstrak: Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari pergantian manajemen, ukuran perusahaan, audit delay, dan opini audit terhadap auditor switching pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan sektor infrastruktur periode 2019-2023 yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi logistik dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 26. Temuan penelitian: Berdasarkan observasi yang dilakukan pada 41 perusahaan sektor infrastruktur periode 2019-2023, hasil penelitian menunjukkan bahwa audit delay berpengaruh positif terhadap auditor switching. Sedangkan pergantian manajemen, ukuran perusahaan, dan opini audit tidak berpengaruh terhadap auditor switching. Implikasi praktis: Ketepatan waktu dalam audit dapat menjaga hubungan profesional antara KAP dan klien yang dapat meningkatkan kepercayaan dan mengurangi potensi auditor switching di masa depan. Kata kunci: Auditor Switching; Pergantian Manajemen; Ukuran Perusahaan; Audit Delay; Opini Audit

    Menangkap Kembali Potensi PPNBM Tas Mewah Dan Jam Tangan Mewah

    No full text
    Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106/PMK.010/2015 tentang Jenis Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah selain Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah menghapus pengenaan PPnBM terhadap berbagai objek pajak termasuk tas mewah dan jam tangan mewah. Padahal, besarnya pangsa pasar penjualan tas mewah dan jam tangan mewah di Indonesia merupakan sebuah kesempatan besar bagi Pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajaknya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi perpajakan, argumentasi, dan dampak dari pengenaan kembali PPnBM atas tas mewah dan jam tangan mewah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dalam pengumpulan data. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemerintah sebaiknya mengenakan kembali Pajak Penjualan atas Barang Mewah terhadap jam tangan dan tas mewah karena terdapat potensi penerimaan pajak yang besar, adanya sustainability objek pengenaan pajak, perilaku konsumen barang mewah yang khusus, biaya ekonomi yang rendah, isu keadilan, political cost yang rendah, dan keinginan memajaki lebih produsen jam tangan dan tas mewah yang umumnya berasal dari luar negeri

    Analisis Perbandingan Efektivitas, Kontribusi dan Pertumbuhan Cukai Rokok, Cukai Vape dan Cukai Alkohol Dalam Meningkatkan Penerimaan Pendapatan Negara

    Full text link
    Terdapatnya dampak negatif pada rokok, vape, dan alkoholmenyebabkan produk tersebut dinobatkan sebagai barang atauproduk yang dikenakan cukai sebagai barang yang perlupengendalian atas konsumsinya, pengawasan atas peredarannya,dan pemakaiannya dapat menciptakan dampak negatif bagi rakyatatau lingkungan hidup atau penggunaanya perlu dibebankansebagai pungutan negara demi keadilan dan kesetaraan sesuai UUCukai No 39 Tahun 2007. Penelitian ini bertujuan untuk mengukurefektivitas, kontribusi , dan pertumbuhan dari barang kena cukai(BKC) dalam meningkatkan penerimaan pendapatan negara.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptifdengan sumber data sekunder yang diperoleh dari DirektoratJenderal Bea dan Cukai. Data yang diperoleh akan dilakukan analisismenggunakan rumus efektivitas, kontribusi, dan pertumbuhan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) efektivitas cukai rokoksangat efektif, cukai rokok kurang berkontribusi dalammeningkatkan penerimaan pendapatan negara dan pertumbuhancukai rokok tidak berhasil. (2) Cukai vape sangat kurangberkontribusi dalam meningkatkan penerimaan pendapatan negaradan pertumbuhan cukai vape sangat berhasil. (3) Efektivitas cukaiMMEA adalah sangat efektif, cukai MMEA sangat kurangberkontribusi dalam meningkatkan penerimaan pendapatan negaradan pertumbuhan cukai MMEA tidak berhasil. (4) Efektivitas cukaiEA adalah sangat efektif, cukai EA sangat kurang berkontribusidalam meningkatkan penerimaan pendapatan negara danpertumbuhan cukai EA tidak berhasil

    Pembinaan UMKM Enyek Menyiasati Persaingan dengan Inovasi Digital

    Full text link
    Desa Pabuaran di Kampung Pasir Koyon dikenal dengan kebun subur yang menghasilkan singkong berkualitas tinggi, yang digunakan untuk memproduksi Enyek, makanan tradisional lokal. Meskipun ada potensi besar, 15 UMKM pengelola Enyek menghadapi tantangan dalam hal pengemasan produk dan persaingan dengan produk lokal lainnya. Untuk mengatasi masalah ini, kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan utama untuk mengembangkan UMKM Enyek melalui pemasaran digital dan perbaikan desain kemasan. Metode yang diterapkan mencakup pelatihan pemasaran digital, penggunaan media sosial, serta pembuatan desain kemasan yang lebih menarik dan modern. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemasaran produk Enyek, dengan terbukanya akses yang lebih luas melalui platform jual beli online. Selain itu, desain kemasan yang baru berhasil menarik perhatian konsumen lebih banyak dan meningkatkan daya saing di pasar yang kompetitif. Pengabdian ini berhasil meningkatkan visibilitas produk dan penjualan Enyek, sehingga menambah pendapatan bagi UMKM setempat

    Pendampingan Go Digital Beras Organik Poktan Sejahtera Desa Kaibon Kabupaten Madiun

    Full text link
    Konsumen beras organik memiliki pangsa pasar berbeda dengan konsumen beras biasa. Beras organik menjadi produk yang yang memiliki segmen pasar yang kompetitif, namun petani mempunyai keterbatasan dalam memasarkan produknya menjadi suatu masalah yang harus diselesaikan oleh petani padi organik pada kelompok tani desa Kaibon. Diperlukan adanya pendampingan mengenai bagaimana pemasaran dan penjualan digital melalui platform-platform digital kepada petani padi organik. Pendampingan dilakukan secara klasikal yaitu memberikan pengetahuan tentang pemasaran digital produk pertanian dan kemampuan untuk melakukan promosi secara digital agar petani dapat memasarkan produk beras organik lebih luas lagi. Kontribusi pengabdian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wadah platform digital yang memfasilitasi promosi maupun penjualan produksi pertanian kelompok tani Sejahtera di Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Diharapkan pula dapat berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan para petani pada kelompok tani Sejahtera

    EXAMINING TAX RECEIVABLES MANAGEMENT PRACTICES IN THE DIRECTORATE GENERAL OF CUSTOMS AND EXCISE

    No full text
    From the results of the BPK audit of the Ministry of Finance's Financial Report for 2021 to 2023, there are still repeated findings related to the administration of tax receivables at the Directorate General of Customs and Excise. This study examined the practice of tax receivables administration at DJBC. This study is a qualitative study with a descriptive approach. The type of data used is primary data through questionnaires and FGD implementation, and secondary data. The analysis tool in this study uses a rating scale analysis to measure, compare, and evaluate the related tax receivables administration practices. Based on the results and discussion, of all stages of tax receivables administration at the Directorate General of Customs and Excise assessed by respondents, the one that received the highest rating was at the receivables reporting stage, with a rating of 94.83% of the criteria scale or 4.74 (likert scale 5). Meanwhile, the lowest rating of tax receivables administration at the Directorate General of Customs and Excise is at the stage of receivables transfer, with a rating of 88.92% of the criteria scale or 4.45 (likert scale 5). DJBC can use the practical implications of this finding in implementing priority strategies in solving problems in DJBC tax receivables administration.Hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Kementerian Keuangan Tahun 2023 menyebutkan bahwa penatausahaan piutang perpajakan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai belum sepenuhnya memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menelisik praktik penatausahaan piutang pajak pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer melalui kuisioner dan pelaksanaan FGD, serta dari data sekunder. Alat analisis pada penelitian ini menggunakan analisis rating scale. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dari keseluruhan tahapan penatausahaan piutang pajak pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang dinilai oleh responden, yang memperoleh rating tertinggi adalah pada tahap pelaporan piutang, dengan rating 94,83% dari skala kriterium atau 4,74 (likert skala 5). Sementara itu, rating terendah dari penatausahaan piutang pajak pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah pada tahap pelimpahan piutang, dengan rating 88.92% dari skala kriterium atau 4,45 (likert skala 5)

    ANALISIS VISIBILITY EKSTENSIFIKASI CUKAI TERHADAP BEDAH KOSMETIK DI INDONESIA

    Full text link
    Abstract The pursuit of an attractive physical appearance, or aesthetic appeal, has increasingly become a significant necessity, particularly among the upper-middle class. This growing trend has prompted individuals to undertake various efforts to meet ideal beauty standards, including the use of beauty products and medical procedures such as cosmetic surgery. However, cosmetic surgical procedures carry inherent risks, with side effects ranging from infections and complications to, in some cases, death. This study aims to assess the visibility and feasibility of imposing an excise tax on cosmetic surgery by conducting a policy test across five dimensions: philosophical, legal, socio-economic, benchmarking, and operational. Employing a qualitative research method with an exploratory-descriptive approach, the study draws on secondary quantitative data from 2020 to 2024 and qualitative data derived from public and private documents. The findings indicate that, based on the five-dimensional policy assessment, cosmetic surgery holds potential as a new excise tax object (Extensification). It is anticipated that the introduction of such a tax could help mitigate illegal cosmetic surgery practices and promote equity and balance in the consumption of cosmetic procedures.     Abstrak Penampilan fisik yang menarik atau good looking (estetika) telah menjadi kebutuhan penting, khususnya bagi masyarakat kelas menengah ke atas. Tren ini kemudian mendorong sebagian masyarakat melakukan berbagai usaha demi memenuhi standar kecantikan ideal, termasuk melalui produk kecantikan hingga prosedur medis seperti bedah kosmetik. Prosedur bedah kosmetik tidak lepas dari risiko, efek samping beragam seperti infeksi, komplikasi, atau bahkan kematian. Penelitian bertujuan menganalisis visibility pengenaan cukai bedah kosmetik dengan menggunakan policy test pada lima aspek yaitu, filosofis, legal, sosial ekonomi, benchmarking, dan operasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif-deskriptif. Menggunakan data sekunder bersifat kuantitatif periode 2020 s.d. 2024, dan bersifat kualitatif yang mencakup public dan private dokumen. Hasil analisis menunjukkan berdasarkan pengujian kebijakan publik yang ditinjau dari lima aspek yaitu, filosofis, legal, sosial ekonomi, benchmarking, dan operasional menunjukkan bahwa terdapat potensi bedah kosmetik sebagai salah satu objek cukai baru (ekstensifikasi). Pengenaan cukai bedah kosmetik diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi praktik bedah kosmetik ilegal dan dan mempromosikan keadilan dan keseimbangan dalam mengonsumsi bedah kosmetik.  The aspiration to appear aesthetically pleasing is a universal human desire. The considerable business potential in the care and beauty sector aimed at aesthetics demonstrates the potential for state revenue from the excise sector, including, for example, revenue from cosmetic surgery procedures. The characteristics of cosmetic surgery, which can be classified into non-essential needs and tertiary consumptive, influence this phenomenon. It is therefore unsurprising that several countries, including the United States, South Korea, and the Philippines, impose excise or taxes on this procedure. The objective of this research is to assess the viability of cosmetic surgery as a potential excise object, with a particular focus on the aspects of public policy testing. A qualitative research method with a descriptive exploratory approach was employed, utilizing secondary data. The results demonstrated that, based on public policy testing reviewed from five aspects, namely, philosophical, legal, socio-economic, benchmarking, and operational, there is potential for cosmetic surgery to be designated as one of the new excise objects. It is anticipated that the implementation of an excise tax on cosmetic surgery will prove an effective means of addressing the issue of illegal cosmetic surgery practices and of promoting fairness and balance in the consumption of cosmetic surgery. Keywords: Cosmetic Surgery, Excise, Excise Expansion, Aesthetics, Policy Test &nbsp

    DISTRIBUSI DANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN : STUDI PADA FASILITAS DANA BERGULIR DENGAN JAMINAN POHON

    Full text link
    Fasilitas Dana Bergulir (FDB) berbasis lingkungan yang dilakukan oleh BPDLH menggunakan jaminan berupa pohon. Untuk mengetahui nilai pinjaman perlu dilakukan penilaian terhadap pohon yang akan dijaminkan sehingga perlu disusun pedoman penilaian dengan konsep ekonomi lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik triangulasi yang dilengkapi dengan data primer dan sekunder. Pedoman penilaian tersebut memuat prinsip penilaian, pendekatan penilaian, dan nilai guna langsung.Fasilitas Dana Bergulir (FDB) berbasis lingkungan yang dilakukan oleh BPDLH menggunakan jaminan berupa pohon. Untuk mengetahui nilai pinjaman perlu dilakukan penilaian terhadap pohon yang akan dijaminkan sehingga perlu disusun pedoman penilaian dengan konsep ekonomi lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik triangulasi yang dilengkapi dengan data primer dan sekunder. Pedoman penilaian tersebut memuat prinsip penilaian, pendekatan penilaian, dan nilai guna langsung. &nbsp

    Tinjauan Best-Practice Kebijakan Ecological Fiscal Transfer (EFT) di Indonesia: Sebuah Systematic Literature Review

    Full text link
    Saat ini, agenda sustainability telah menjadi atensi utama negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Agenda pembangunan yang awalnya terfokus pada pemberantasan kemiskinan bertransformasi menjadi tujuan pembangunan berkelanjutan. Dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan, Indonesia mulai menerapkan Ecological Fiscal Transfer (EFT) guna mendorong pembangunan yang berorientasi lingkungan di tiap daerah di Indonesia. Akan tetapi, meskipun baru diterapkan pada beberapa daerah, implementasi EFT mengalami berbagai permasalahan, meliputi besaran pendanaan dan indikator alokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas pre-profile kebijakan EFT eksisting Indonesia dan mengevaluasinya melalui best-practice EFT negara-negara dunia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan EFT Indonesia menunjukkan dampak positif pada aspek sosial dan lingkungan, tetapi masih mengalami kendala sehingga belum mampu berjalan optimal. Di sisi lain, literatur terdahulu menyoroti best-practice negara dunia yang meliputi Portugal, Prancis, Tiongkok, India, dan Brasil yang dapat menjadi input evaluasi kebijakan EFT Indonesia. Dengan demikian, kebijakan EFT dapat mewadahi pencapaian agenda sustainability Indonesi

    Analisis Penentuan Materialitas dan Risiko Audit Dalam Opini Audit di Masa Pandemi : Studi Kasus Pada HLB Hadori Sugiarto Adi & Rekan Cabang Madiun

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana HLB Hadori Sugiarto Adi & Rekan Cabang Madiun dalam menentukan materialitas dan risiko audit pada audit PT XXXX tahun 2022. Dalam penelitian ini unit analisisnya yaitu PT XXXX. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan auditee tahun 2022, WP (Working Paper) auditee tahun 2023, dan ATLAS auditee tahun 2023. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa auditor menetapkan tingkat materialitas 3% dari saldo laba sebelum pajak Rp15.944.886.379 sehingga overall materiality sebesar Rp478.346.591, margin 50% dari overall materiality sehingga performance materiality sebesar Rp239.173.296, dan margin 3% dari performance materiality untuk ambang batas nilai yang tidak dikoreksi sebesar Rp7.175.199. Didapatkan AR 3%, RoMM 70%, dan DR 4%, berarti auditor memerlukan perencanaan pengujian substantif melalui suatu tahapan untuk memperoleh risiko yang bisa diterima bahwa ada kemungkinan kegagalan sebesar 4% saat menemukan salah saji yang material

    1,193

    full texts

    1,348

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) is based in Pakistan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇