1,726,460 research outputs found
Sundari Anitha and Ruth Pearson on "Striking women: struggles and strategies of South Asian women workers from Grunwick to Gate Gourmet" (Part 2)
In Part 2 of this feature essay, Sundari Anitha and Ruth Pearson introduce their new book, Striking Women: Struggles and Strategies of South Asian Women Workers from Grunwick to Gate Gourmet, which focuses on two industrial disputes in the UK: the famous Grunwick strike (1976-78) and the Gate Gourmet dispute of 2005. The book gives a voice to the women involved in the strikes and explores South Asian women’s contribution to the struggles for worker’s rights in Britain
Nilai-Nilai Sosial dalam Novel “Genduk” Karya Sundari Mardjuki
Penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam novel Genduk karya Sundari Mardjuki. Data dalam penelitian ini yaitu berupa kutipan kata-kata, frasa, kalimat, dan penggalan-penggalan dialog tokoh yang berkenaan dengan aspek nilai-nilai sosial seperti nilai kasih sayang, nilai tanggung jawab, nilai keserasian hidup. Yang menjadi sumber data adalah novel Genduk karya Sundari Mardjuki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknis analisis data yang digunakan yaitu menganalisis data yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial dalam novel. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik studi dokumenter, teknik baca dan catat dengan alat berupa dokumen dan kartu pencatat data. Pengecekan keabsahan data yang dilakukan dengan cara ketekunan pembacaan, triangulasi, dan kecukupan referensi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh yaitu sebanyak 37 data. Nilai kasih sayang yang terbagi menjadi lima yaitu, berupa pengabdian 3 kutipan, berupa tolong-menolong 3 kutipan, berupa kekeluargaan 7 kutipan, berupa kesetiaan 1 kutipan, dan berupa kepedulian 7 kutipan. Nilai tanggung jawab yang terbagi menjadi tiga yaitu, berupa rasa memiliki 4 kutipan, berupa disiplin 3 kutipan, dan berupa empati 3 kutipan. Nilai keserasian hidup yang terbagi menjadi empat yaitu, berupa keadilan 1 kutipan, berupa toleransi 3 kutipan, berupa kerjasama 1 kutipan, dan berupa demokrasi 1 kutipan. Hasil penelitian ini dapat diasumsikan pada kurikulum 2013 dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah yaitu pada satuan pendidikan SMA kelas XII semester II pada KD 3.3 “Menganalisis teks novel baik melalui lisan maupun tulisan” dan KD 4.3 “Menyunting teks novel sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan”
Tari berthema"Utari Siti Sundari"
Tari berthema"Utari Siti Sundari"
Katya: Joko Prayitno, Ujian penyajian Tari, Pendapa ISI Surakart
KIPRAH SUNDARI SOEKOTJO DALAM KANCAH MUSIK KERONCONG DI INDONESIA TAHUN 1977-2014
Sundari Soekotjo salah satu seniman musik keroncong yang namanya dikenal luas di Indonesia. Sundari Soekotjo mengawali karirnya dengan menjadi penyanyi pop cilik pada tahun 1977 Sundari Soekotjo mengkhususkan untuk mempelajari musik keroncong.selain seorang seniman keroncong Sundari Soekotjo merupakan seorang Doctor dan dosen di Universitas Negeri Jakarta dan Institut Bisnis Nusantara.Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah adalah : (1) Bagaimana sejarah masuknya musik keroncong di Indonesia? (2) Apa latar belakang Sundari Soekotjo menekuni musik keroncong? (3) Bagaimana peran Sundari dalam mengembangkan musik keroncong di Indonesia 1977-2014? Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi (1) Heuristik, pengumpulan data berupa artikel majalah, koran, buku penunjang, jurnal dan wawancara yang berkaitan dengan Sundari Soekotjo; (2) Kritik terhadap beberapa sumber primer dan sekunder yang sudah terkumpul; (3) Interpretasi data tentang peranan Sundari Soekotjo dalam perkembangan musik di Indonesia dengan hasil penelusuran sumber yang telah diperoleh; dan (4) Historiografi sesuai dengan tema yang dipilih yaitu peranan Sundari Soekotjo dalam perkembangan musik keroncong di Indonesia tahun 1977-2014.Hasil penelitian tentang Peranan Sundari Soekotjo dalam perkembangan musik keroncong dimulai sejak tahun 1977. Latar belakang Sundari Soekotjo menekuni musik keroncong adalah (1) Dukungan dari sang Ayah Soekotjo Ronodihardjo dan sang Ibu Hertini; (2) Mengikuti festival musik keroncong; dan (3) Sundari Soekotjo masuk ke dalam Sanggar Anggrek. Upaya yang dilakukan Sundari Soekotjo dalam melestarikan Musik Keroncong adalah (1) Sundari Soekotjo masuk dalam organisasi HAMKRI; (2) Memadukan musik keroncong dengan genre musik lainnya; dan (3) Mendirikan Yakin (Yayasan Musik Keroncong Indonesia).
Kata Kunci: Musik Keroncong, Sundari Soekotjo, Peran
Analisis Feminisme Dalam Novel Genduk Karya Sundari Mardjuki
Feminism is a theory of equality between men and women in the political, economic, and social fields or in organized activities fighting for women's rights and interests. Author's reasons took research with the title "Analysis of Feminism in Novel Genduk the work of Sundari Mardjuki "caused by the novel's telling about the story of the life of a little girl named Anisa Nooraeni or familiarly called as Genduk. In this novel there are aspects of feminism, among others from aspects of personality of female characters, aspects of the role of female characters and the injustice of female figures. Research problems are (1) How feminism aspects of the personality of the female character in the novel Genduk by Sundari Mardjuki, (2) How is feminism the aspect of the role of female characters in the novel Sundung Mardjuki's work, and (3) How is injustice against the female character in the novel Genduk by Sundari Mardjuki. Research This aims to find out how feminism aspects of the personality of the character the woman in Sundari Mardjuki's Genduk novel, how aspects of feminism the role of female characters in the novel Genduk by Sundari Mardjuki, and injustice to the female character in Sundari's novel Genduk Mardjuki. In research on "Analysis of Feminism in the Novel Genduk by Sundari Mardjuki ", the writer holds Sugihastuti's theory (2000), Soenarjati Djajanegara (2000) and Fakih theory (2013). The research approach the authors use are qualitative approaches, descriptive methods, techniques read, record and conclude data collection. The results of this study conclude that overall the personality of the female characters in the novel Genduk works Sundari Mardjuki found a personality that is Genduk has a personality who are caring, diligent, kind, caring, clever, polite, understandable, brave and patient. Yung have a personality of masculinity, angry, simple, stubborn, bitchy, fierce, and workmanlike. Ms. As has a gentle personality, and Jirah has fearful personality. The role of the female character in the novel Genduk Karya Sundari Mardjuki, i.e. there are roles of female characters as parents / mothers and roles women as wives and roles as family members (as children). Accordingly overall in this novel there is gender inequality in female characters in the novel Genduk by Sundari Mardjuki is: injustice in the form marginalization, subordination, stereotyping, violence, and gender workload
LSE RB feature: Sundari Anitha and Ruth Pearson introduce striking women: struggles and strategies of South Asian women workers from Grunwick to Gate Gourmet
In this feature essay, Sundari Anitha and Ruth Pearson introduce their new book, Striking Women: Struggles and Strategies of South Asian Women Workers from Grunwick to Gate Gourmet, which focuses on two industrial disputes in the UK: the famous Grunwick strike (1976-78) and the Gate Gourmet dispute of 2005. The book, which is being launched at SOAS, University of London, on Thursday 26 April 2018, gives a voice to the women involved in the strikes and explores South Asian women’s contribution to the struggles for worker’s rights in Britain. If you are interested in this book, you may also want to visit the interactive website www.strikingwomen.org, created by the authors for schools and community groups and offering resources on migration, women’s and labour rights based on research on South Asian women in the UK
Relationship of Compensation With Nurse Performance in Sundari Hospitals
Kinerja perawat yang baik merupakan jaminan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan terhadap pasien baik yang sakit maupun sehat. Kemampuan perawat sebagai pelaksana pelayanan dengan menggunakan standar praktik keperawatan sehingga hasilnya dapat dinilai sebagai kinerja untuk mengevaluasi pelayanan keperawatan yang telah diberikan menjadi lebih terarah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kompensasi dengan kinerja perawat di rumah sakit umum Sundari. Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, Teknik pengambilan sampel adalah total sampling sampel berjumlah 71 responden, uji yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian ini dengan menggunakan uji stastik pearson chi-square, didapatkan hasil p-value = 0,011 < α = 0.05, artinya bahwa ada hubungan kompensasi dengan kinerja perawat di rumah sakit umum Sundari. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan yang signifikan antara kompensasi dengan kinerja perawat di rumah sakit umum Sundari. Disarankan agar rumah sakit dapat meningktakan kompensasi yang diterima perawat untuk meningkatkan motivasi kerja perawatnya sehingga menimbulkan kinerja yang baik
LOKALITAS LERENG GUNUNG SINDORO DALAM NOVEL “GENDUK” KARYA SUNDARI MARDJUKI
Novel Genduk karya Sundari Mardjuki diterbitkan pada tahun 2016. Keistimewaan yang terdapat pada novel ini adalah menekankan pada warna lokal yang menjadi unsur penting dalam strukturnya. Dipilihnya novel Genduk karya Sundari Mardjuki sebagai objek kajian dalam penelitian ini dengan alasan bahwa novel ini bercerita mengenai gadis berumur sebelas tahun di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing, dari keluarga dan lingkungan petani tembakau dengan mengambil setting tahun 1970-an. Penelitian ini mendeskripsikan tentang keistimewaan dan lokalitas karya sastra yang terdapat dalam novel Indonesia yang berjudul Genduk karya Sundari Mardjuki. Tujuan dari penelitian ini Tujuan penelitian ini adalah menganalisis representasi lokalitas yang termuat dalam unsur-unsur kebudayaa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitiannya adalah novel Genduk karya Sundari Mardjuki. Data penelitian berupa kata, frasa, atau kalimat yang memuat narasi unsur kebudayaan. Pendekatan yang digunakan adalah antropologi sastra. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat representasi unsur-unsur kebudayaan, seperti sistem religi, bahasa, peralatan dan teknologi, pengetahuan, dan kesenian. Sistem religi dominan digambarkan. Setiap unsur kebudayaan saling berpengaruh dengan yang lain sehingga membentuk satu kesatuan lokalitas Masyarakat.
Kata Kunci : Novel, Lokalitas, Sosiologi Sastra
ANALISIS STRUKTURAL DAN AMANAT NOVEL SUNDARI KARYA OSKANDAR R
Sundari�s novel is included of one of panglipur wuyung novel. Panglipur wuyung is a
story contains a consolation which has a purpose to entertain a wistful heart. The
Sundari was written by Oskandar R and was published by Rangkah Mas Surabaya in
1966. The novel uses ngoko Javanese as the language used by the characters in the
story.
This story of this book is told that an educated yet poor man who falls in love with a
young rich girl. They went in a relationship, but unfortunately, they had to postpone
their marriage since both of them were still at such young age and also the man
needed to catch his profession title as a teacher in Papua.
The novel was analyzed using Robert Stanton�s structural analysis including theme,
story facts (character, plot, and setting) and the literary device (title, point of view,
style and tone, symbolism, and irony) and coda. The research underwent several
stages begun with determining the research material, formulating the problems,
finding additional materials to support the analysis, and analyzing the research
problems using the structural analysis to draw final conclusion.
The analysis results showed that the novel has the theme of commitment to love and
postponing marriage for the sake of dream. The protagonists are Sundari and
Pramono, along with the other characters Waluyo, and Mr. and Mrs. Hadiseputro.
The story takes place in Solo in 1966 and goes in forward plot. Regarding the literary
device, the title Sundari refers the name of the protagonist, Sundari. The story was
written in first-person point of view using �aku� as the narrator. In regards to style
and tone, the novel uses a lot of metaphors, romantic sentences, and some jokes. The
resemblance of the novel�s characters with those of Javanese puppet stories is the
symbolism found in the novel. Furthermore, the irony is shown by Pramono who has
to go to Papua becoming a teacher, making him live separately from Sundari and
postpone their marriage. Finally, a literary work always tries to convey a message or
coda to the readers about life. This novel tells us that education is primary and there is
no need to rush to the altar when the love is based on a strong commitment
- …
