1,720,960 research outputs found

    Religious Activities and Environmental Concern in Communities in the Cibanten Watershed of Serang City

    Get PDF
    Natural resources and the environment are often neglected as targets of science that continue to be exploited. Environmental ethics is an attitude and responsibility that must be possessed by every human being towards his environment. There is a lot of environmental damage caused by human activities in both developed and developing countries. Islam as one of the religions that tries to realize the internalization of values ​​of concern for the environment must be carried out by humans as followers of religion. In the reality of daily life, humans will be very dependent on their natural environment, for example, human dependence on water (rivers). The behavior of people who throw garbage anywhere is suspected to be another factor causing flooding. This research examines how the community's religious activities are related to concern for the environment in efforts to prevent natural disasters such as floods which can maintain the sustainability of the community's environment in the Cibanten Watershed (DAS). This study uses a descriptive qualitative method of observing religious activities using an Interpretative Phenomenology approach observing every religious activity and practice of community environmental awareness as the object of research. The results of this study indicate that the religious activities of the people in the Cibanten River Basin (DAS) where the majority of the people are Muslims, from the religious activities of the people when viewed from their religious patterns are classified as inclusive and pluralist. Meanwhile, the activities of caring for the environment for the people who live in the Cibanten Watershed (DAS) are still very concerning. People tend to ignore the Cibanten River, for example, there are still many people who throw garbage into the Cibanten River

    AGAMA DAN PERUBAHAN SOSIAL (Studi Kritis Terhadap Pemikiran Max Weber). (Skripsi)

    Get PDF
    Skripsi ini diberi judul “AGAMA DAN PERUBAHAN SOSIAL (Studi Kritis Terhadap Pemikiran Max Weber)”. Masyarakat dengan berbagai dinamika yang ada menuntut adanya perubahan sosial, dan setiap perubahan sosial pada umumnya meniscayakan adanya perubahan sistem nilai dan hukum. Marx Weber dan Emile Durkheim menyatakan bahwa hukum merupakan refleksi dari solidaritas yang ada dalam masyarakat. Max Weber merupakan seorang tokoh ilmuan yang mempunyai tingkat kemampuan intelektual yang sangat luar biasa dan memiliki kepribadian yang bisa menimbulkan kesan mendalam lewat pengetahuannya. Pembahasan kedua masalah di atas akan dideskripsikan dengan menggunakan pendekatan metode analisis deskriptif dengan cara menghimpun dan menyusun secara sistematis karya-karya Max Weber serta berusaha merangkum pemikiran beberapa para Tokoh yang terkait dengan Agama dan Perubahan Sosial. Setelah itu diuraikan dengan memperhatikan Tokoh dan pemikirannya tersebut. Adapun sumber data yang penulis gunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder, yaitu data yang ditulis langsung oleh Max Weber dan data yang ditulis oleh orang lain yang berkaitan dengan tema tersebut. Hal ini dilakukan agar pembahasan lebih terarah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa agama yang menjadi pedoman hidup manusia juga mempunyai pengaruh dalam dinamika perubahan sosial. Demikian pula agama memberi petunjuk agar manusia membuat keseimbangan hidup di dunia dan akhirat. Serta sebelum terjadinya teknologi terlebih dahulu telah terjadi perubahan gagasan baru dalam pola pemikiran masyarakat, pola perubahan tersebut tidak terlepas dari peranan agama. Disatu sisi agama pun bisa menjadi salah satu faktor penghambat perubahan sosial karena tidak jarang agama justru menimbulkan konflik sehingga menghabat daripada perubahan sosial itu sendir

    Analisis Relasi Kuasa Michel Foucault: Studi Kasus Fenomena Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi

    Get PDF
    Penelitian ini mengenai Analisis Relasi Kuasa Michel Foucault studi kasus fenomena kekerasan seksual di peguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan desain kepustakaan (library research), menggunakan berbagai sumber kepustakaan sebagai sumber data penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya relasi kuasa yang tidak seimbang (dosen – mahasiswa) sangat rentan menjadi peluang penyebab terjadinya kekerasan seksual, di mana setelah kejadian tersebut umumnya penyintas cenderung tidak mau melaporkan atau memproses secara lebih lanjut terhadap peristiwa yang dialaminya. fenomena kekerasan seksual yang ada di ruang lingkup pendidikan pelaku merupakan pihak yang secara penuh memiliki kuasa dalam suatu hubungan (dosen – mahasiswa) sehingga ketika ada relasi maka di sana ada kekuasaan, ketika kekuasaan itu disalahgunakan demi hasrat maka selama itu pula kekerasan dalam ruang lingkup pendidikan tinggi akan muncul kasus-kasus yang serupa. Michel Foucault menjelaskan bahwa adanya ketimpangan relasi kuasa antara pelaku dan penyintas menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kekerasan seksual. Dari empat diskursus yang dikemukakan oleh Michel Foucault jelas bahwa ketika diskursus kekuasan (politik) dan hasrat (seksualitas) telah berelaborasi menjadi satu kesatuan maka akan memberikan jalan kehancuran dalam dunia pendidikan. Upaya serius harus dilakukan tidak hanya sebatas tindakan kuratif atau penanganan terhadap korban kekerasan seksual, namun harus dimulai dari upaya preventif (pencegahan), Rektor sebagai pimpinan tertinggi dalam sebuah perguruan tinggi perlu membuat regulasi yang tegas kepada siapapun oknum pelaku kekerasan seksual. Penguatan terhadap aspek regulasi dianggap penting untuk penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan seksual. Secara yuridis normatif, peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang masalah kekerasan seksual selama ini hanya masih bersifat parsial. Oleh karena itu sudah saatnya ada undang-undang yang secara komprehensif khusus mengatur mengenai penghapusan kekerasan seksual

    Moderasi Beragama dalam Perspektif Tindakan Sosial Max Weber

    Get PDF
    This article discusses Max Weber's thoughts on social actions which are assumed to contribute to radical behavior. The thought will be related to the concept of religious moderation as one of the most important things in understanding one's religious actions. This article is a library research that examines various existing literature such as books, magazines, documents, and historical records, this is a series of activities carried out in order to collect library data or study literature on social actions in the context of religious moderation. using an interpretative phenomenological approach. The results of this study indicate that there are four types of social action that can be harmonized in religious moderation, namely traditional action, affective action, instrumental rationality, and value rationality. If religious people implementation the pattern of these four actions by combining them, then the understanding of religious moderation will be quickly understood by all religious people so that it can provide comfort and peace when carrying out religious activities in the reality of everyday life.Artikel ini membahas tentang pemikiran Max Weber tentang tindakan sosial yang diasumsikan turut membentuk prilaku radikal. Pemikiran tersebut akan dihubungkan dengan konsep moderasi beragama sebagai salah satu hal terpenting dalam memahami tindakan keberagamaan seseorang. Artikel ini merupakan kajian kepustakaan (library research) yang menelaah berbagai literatur yang ada seperti buku, majalah, dokumen, dan catatan-catatan sejarah, ini merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka melakukan pengumpulan data kepustakaan atau kajian literatur tentang tindakan sosial dalam konteks moderasi beragama menggunakan pendekatan fenomenologi interpretative. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat tipe tindakan sosial yang dapat diselaraskan dalam moderasi beragama yaitu tindakan tradisonal, tindakan afektif, rasionalitas instrumental, rasionalitas nilai. Apabila umat beragama menerapkan pola keempat tindakan tersebut dengan mengkombinasikannya maka pemahaman terhadap moderasi beragama akan begitu cepat dipahami oleh semua umat beragama sehingga dapat memberikan kenyamanan dan ketentraman saat menjalankan aktifitas kegamaan dalam realitas kehidupan sehari-hari

    Dekadensi Moral Terhadap Degradasi Lingkungan di Daerah Aliran Sungai Cibanten

    Get PDF
    Penelitian ini berupaya untuk mengurai bentuk kerusakan lingkungan dan faktor penyebab terjadinya kerusakan lingkungan di Daerah Aliran Sungai Cibanten, Kota Serang, Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif mengamati aktivitas keagamaan dengan menggunakan pendekatan Fenomenologi Interpretatif mengamati setiap aktivitas pratik kepedulian lingkungan masyarakat yang menjadi objek penelitian. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan beberapa cara yatiu dengan melakukan pengamatan, menyebar angket, dan melakukan wawancara mendalam pada informan untuk menggali informasi seputar data yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya dekadensi moral dalam hal perilaku masyarakat yang tidak peduli terhadap lingkungan dengan membuang sampah ke aliran Sungai Cibanten, hal ini dikarenan lemahnya iman dan kurangnya pengetahuan akan kepedulian lingkungan yang menjadi penyebab terjadinya bencana banjir dan rusaknya ekologi Sungai Cibanten. Dari fenomena ini diperlukan penanganan secara khusus untuk mengubah perilaku masyarakat, dengan menanamkan nilai-nilai spiritualitas keagamaan lewat pemahaman dari aktifitas kajian-kajian keagamaan agar dapat menghilangkan dekadensi moral berupa perilaku merusak lingkungan agar tidak terjadi degradasi lingkungan Sungai Cibanten

    Peran Komunitas MatPeci Dalam Memberdayakan Masyarakat Melalui Sekolah Sungai Ciliwung

    No full text
    Komunitas Matpeci adalah sebuah kelompok organisasi masyarakat yang dibentuk untuk tujuan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Didirikan sebagai respons terhadap kerusakan lingkungan akibat kebiasaan perilaku masyarakat membuang sampah di sungai dan kawasan lingkungan yang kumuh dan tidak terawat, komunitas ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui sosialisasi, edukasi, dan pelatihan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana peran matpeci dalam memberdayakan masyarakat melalui program sekolah sungai ciliwung dan manfaat program sekolah sungai Ciliwung,. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan menemukan bahwa komunitas matpeci berperan fasilitatif, mendidik, representatif, dan teknis. Manfaat program meliputi peningkatan kesadaran konservasi lingkungan, kebersihan dan kesehatan lingkungan, pendidikan ekosistem sungai untuk anak-anak, pemulihan habitat sungai, serta penguatan hubungan antar warga melalui kegiatan gotong royong. Kata Kunci : Peran komunitas Matpeci, Pemberdayaan Masyarakat, Sekolah Sungai Ciliwun

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore