1,720,983 research outputs found

    Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Menggunakan Media Pop Up Pada Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas belajar siswa-siswa sekolah dasar dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan media pop up. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, penelitian dilakukan di SD Pahlawan Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Subjek yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kelas V dengan jumlah subjek sebanyak 13 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan lembar observasi guru. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pembelajaran siswa dengan pembelajaran menggunakan media pop up. Selain meningkatnya aktivitas belajar siswa, ditemukan pula dalam penelitian siswa menjadi lebih cepat dan tangkas dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru serta siswa menjadi lebih berani dalam mengajukan ide-ide atau gagasan yang ada di dalam dirinya

    PENERAPAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V Al-Azim SDIT RAUDHATUR RAHMAH PEKANBARU

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Al-Azim SDIT Raudhatur Rahmah Pekanbaru melalui pembelajaran dengan penerapan pendekatan matematika realistik. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Penelitian dilakukan menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian sebanyak 32 orang siswa, 19 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran, untuk mengukur kemampuan siswa pada tiap siklus dipergunakan soal tes. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan mengolah data aktifitas guru dan siswa serta data pemahaman hasil belajar dari tes. Sementara data kualitatif dianalisis untuk melengkapi data kuantitatif. Berdasarkan hasil tindakan, dapat dikatakan pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDIT Raudhatur rahmah Pekanbar

    ENGARUH PEMAHAMAN AKUNTANSI DAN KETENTUAN PERPAJAKAN SERTA TRANSPARANSI DALAM PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI USAHAWAN PADA UKM DI YOGYAKARTA

    Full text link
    This study aims to determine the efect of understanding of accounting and tax provisions and the tax transparency on tax compliance. This research was conducted on individual taxpayers SMEs in Yogyakarta. This study used a survey approach as collecting data method. The sample in this study was taken using purposive sampling method. Subjects in this study are individual taxpayers, particularly SMEs in Yogyakarta. Multiple regressions with Likert scale measurement were used as the analysis tools. One hundred respondents individual taxpayers entrepreneurs, especially SMEs in Yogyakarta were used as the respondents and the fnding of this study is that the understanding of the accounting and tax provisions comprehension positive efect on tax compliance. Researchers also found that transparency does not afect the taxpayer compliance.Key Words : Accounting Comprehension , Tax Policy, Transparency, Compliance</jats:p

    Analisis Faktor-Faktor yang Menghambat Minat Belajar Dimasa Pandemi Covid-19 pada Siswa SDN 008 Salo

    Full text link
    Pandemi covid-19 telah mengganggu proses pembelajaran sehingga guru harus melaksanakan pembelajaran secara online. Pembelajaran online memiliki kendala yang menyebabkan minat belajar siswa menurun. Untuk itu perlu diketahui faktor-faktor yang menghambat minat belajar siswa agar dapat dicari solusi dari kendala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat minat belajar dimasa pandemi covid-19 pada siswa SDN 008 Salo. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, dan angket. Penelitian dilaksanakan di SDN 008 Salo pada bulan November 2020, dan yang menjadi subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V SDN 008 Salo. Hasil penelitian diperoleh bahwa pembelajaran dimasa pandemi covid-19, minat belajar siswa tidak sepenuhnya dapat dicapai sesuai dengan indikator minat belajar yaitu kesukaan, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan. Hal ini diakibatkan karena beberapa faktor yang menjadi penghambat minat belajar seperti, 1) media pembelajaran, 2) jaringan internet, 3) fasilitas pembelajaran, 4) kualitas pembelajaran, 5) orangtua

    Pengembangan Model Manajemen Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Bagi Guru

    Full text link
    Seorang guru dalam merancang ataupun menyusun bahan ajar sangatlah menentukan keberhasilan proses belajar dan pembelajaran melalui sebuah bahan ajar. Bahan ajar dapat juga diartikan sebagai segala bentuk bahan yang disusun secara sistematis yang memungkinkan siswa dapat belajar secara mandiri dan dirancang sesuai kurikulum yang berlaku. Dengan adanya bahan ajar, guru akan lebih runtut dalam mengajarkan materi kepada siswa dan tercapai semua kompetensi yang telah ditentukan sebelumnya. Bahan ajar itu sangat unik dan spesifik. Unik, artinya bahan ajar tersebut hanya dapat digunakan untuk audiens tertentu dalam suatu proses pembelajaran tertentu. Spesifik artinya isi bahan ajar tersebut dirancang sedemikian rupa hanya untuk mencapai tujuan tertentu dari audiens tertentu. Sistematika cara penyampaiannya pun disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan karakteristik siswa yang menggunakannya. Bahan ajar biasanya dilengkapi dengan pedoman siswa dan pedoman untuk guru. Pedoman-pedoman ini berguna untuk mempermudah siswa maupun guru menggunakan bahan ajar yang telah dikembangkan. Manajemen pelatihan merupakan tujuan utama dalam pelatihan pembuatan bahan ajar berbasis kearifan lokal, manfaat pelatihan, sasaran, perencanaan/ mendesain program pelatihan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian serta pengembangan pelatihan. Dengan mempelajari dalam pembuatan bahan ajar diharapkan peserta dapat lebih memahami manajemen pelatihan yang efektif sehingga mendukung dalam pelaksanaan proses pelatihan bagi guru dalam pembuatan bahan ajar Sekolah Dasar

    Penerapan Model Discovery Lerning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Tematik Muatan IPA pada Siswa Sekolah Dasar 007 Bangkinang

    No full text
    This study aims to improve the critical thinking skills of fitth grade students at SDN 007 Bangkinang for the academic year 2022/2023, totaling 22 students. This research method is Classroom Action Research (CAR) which is carried out in two learning cycles. Each cycle consists of two meetings and four stages of learning namely: planning, implementation, observation, and reflection. The time of the research was carried out in Desember 2022. Data collection techniques were in the form of documentation, observation and tests. The research instrument was in the form of observation sheets (observation sheets of teacher activities and student activities), test sheet evaluation questions, and documentation. While the data analysis techniques in the form of qualitative analysis and quantitative analysis. The results of the critical thinking skills of fifth grade studentss at SDN 007 Bangkinang in pre-action with an average score of 53.40 with a learning mastery percentage of 36%. In the first cycle of the first meeting, the average score was 71.13 with a learning completeness percentage of 45% and in the first cycle of the second meeting, the average value was 75.40 with a learning mastery percentage of 64%. In cycle 2, the first meeting also increased with an average value of 80.59 with a learning completeness percentage of 77%, and in cycle 2, the second meeting increased again with an average value of 87.22 with a learning completeness percentage of 86%. Thus, it can be concluded that the application of the Discovery Learning model&nbsp; can improve the critical thinking skills of fifth grade students at SDN 007 Bangkinang

    Peningkatan Keterampilan Partisipasi Siswa Melalui Metode Think Pair Share Di Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan keterampilan partisipasi siswa melalui metode think pair share pada pembelajaran PKn kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru kecamatan tapung kabupaten Kampar. Metode penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, evaluasi, dan waktu penelitian dilaksanakan penelitian ini dikarnakan sekolah ini mengalami rendahnya tingkat partisipasi siswa dalam belajar. Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru yang berjumlah 27 orang, dengan jumlah laki-laki 15 orang dan jumlah siswa perempuan 12 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik obsevasi dan lembar dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan partisipasi siswa dengan tema Indahnya kebersamaan kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru,pada pra tindakan tergolong kriteria kurang dengan ketuntasan klasikal 37 % dari 27 orang siswa hanya 10 orang siswa yang tuntas. Pada siklus I dengan kriteria cukup dengan ketuntasan klasikal 48,14% dari 27 orang siswa hanya 14 orang siswa yang tuntas. Pada siklus II tergolong kriteria baik dengan ketuntasan klasikal 70,37% dari 27 orang siswa terdapat hanya 19 orang yang tuntas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode Think Pair Share dapat peningkatan keterampilan partisipasi siswa kelas IV SDN 023 Muara Mahat Baru

    Analisis Faktor Lingkungan Sekolah yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini membahas tentang analisis faktor lingkungan sekolah yang mempengaruhi motivasi belajar siswa sekolah dasar. Studi ini bertujuan untuk mengetahui mengenai permasalahan: Faktor lingkungan sekolah yang mempengaruhi motivasi belajar siswa sekolah dasar, di kelas V SDN 007 Suka Maju, narasumber dalam penelitian ini berjumlah 14 orang yang beruba 11 orang siswa dan 3 orang guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengunakan teknik analisis kualitatif, dengan variabel bebas lingkungan sekolah, sedangkan variabel terikatnya adalah motivasi belajar. Pengumpulan data dengan mengunakan instrumen observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dan wawancara digunakan untuk memperoleh data lingkungan sekolah dan motivasi belajar siswa. Teknik analisis datanya dengan langkah-langkah: Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil ini menunjukan bahwa: 1) Faktor lingkungan sekolah yang mempengaruhi Motivasi belajar siswa kelas V SDN 007 Suka Maju dipengaruhi oleh lima faktor lingkungan sekolah yaitu metode mengajar, keadaan gedung, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, dan alat pembelajaran atau media belajar, 2) Dari kelima faktor tersebut yang paling dominan mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah faktor metode mengajar, dan media belajar. Yang mana dengan adanya metode mengajar dan media yang bervariasi bisa mempengaruhi motivasi belajar siswa

    Pengembangan Model Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Nilai Karakter dalam Kearifan Lokal pada perspektif Pendidikan Global di Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi tentang pengembangan model pembelajaran berdiferensiasi adalah ketika proses pembelajaran guru menggunakan beragam cara agar murid dapat mengeksploitasi isi kurikulum, guru juga memberikan beragam kegiatan yang masuk akal sehingga murid dapat mengerti dan memiliki informasi atau ide, serta guru memberikan beragam pilihan di mana murid dapat mendemonstrasikan apa yang mereka pelajari. Contoh kelas yang belum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi adalah guru lebih memaksakan kehendaknya sendiri. Guru tidak memahami minat, dan keinginan murid. Kebutuhan belajar murid tidak semuanya terenuhi karena ketika proses pembelajaran menggunakan satu cara yang menurut guru sudah baik, guru tidak memberikan beragam kegiatan dan beragam pilihan. Tujuan penelitian ini untuk mengupaya menciptakan peserta didik yang unggul dan mampu berdaya saing secara global sesuai dengan gaya belajar, minat, dan keunggulan yang ada dalam diri peserta didik. Guru juga dapat memodifikasi isi pelajaran, proses pembelajaran, produk atau hasil dari pembelajaran yang diajarkan, dan lingkungan belajar dimana peserta didik belajar Pembelajaran ini adalah bentuk bantuan yang diberikan oleh pengajar sehingga siswa memperoleh ilmu pengetahuan, kemahiran dan membentuk sikap serta kepercayaan. Terdapat empat teori pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru profesional dalam kegiatan belajar mengajar. Teori tersebut diantaranya adalah behavioristik, kognitivisme,&nbsp;humanistic&nbsp;dan sosial. Dalam teori behavioristik hasil dari proses belajar berupa perubahan sikap dan perilaku siswa, dalam artian perubahan terjadi karena proses pembelajaran bukan dari pendewasaan dalam diri siswa. Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini, adalah metode Reasearch and Development (R &amp; D) adalah suatu jenis penelitian yang membuat atau mengembangakan produk baru dengan menggunakan Langkah-langkah tertentu (Mulyana, 2020). Hal ini senada dengan pendapat (Hanafi, 2017) menyatakan bahwa Penelitian R &amp; D merupakan metode penelitian yang menghasilkan suatubarangdan kemudian di uji keefektifannya. Hasil penelitian ini Dapat disintesiskan penelitian pengembangan model berdiferensiasi merupakan pembelajaran mencampurkan perbedaan- perbedaan untuk mendapatkan informasi atau ide yang didapatkan oleh siswa sekolah Dasar, peran guru sangat penting dalam pembelajaran berdiferensiasi sehingga mempengaruhi motivasi dalam memberikan kebutuhan siswa, serta mampu membangun keharmonisan bagi siswa dan guru

    Sekolah Sehat dan Nyaman: Edukasi Ergonomi dan Sanitasi Lingkungan bagi Siswa SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru

    Full text link
    Schools must provide a healthy, clean, and comfortable environment to support students' learning processes. However, vocational schools often face issues such as poor sitting posture, inadequate ventilation, and low sanitation standards. This Community Service Program aimed to educate students at SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru on the importance of ergonomics and environmental sanitation to help create a healthy and comfortable school environment. The program was implemented in four stages: (1) socialization and education on proper sitting posture, lighting, ventilation, toilet hygiene, and waste separation; (2) student training on how to conduct simple ergonomic and sanitation audits in classrooms; (3) direct observation and group discussions to develop improvement recommendations; and (4) creation and installation of educational posters in strategic school areas. The results showed a 34% increase in students’ knowledge based on pre-test and post-test assessments, along with increased student awareness and initiative in maintaining their learning environment. This program demonstrated that participatory education in ergonomics and environmental sanitation can significantly enhance student awareness and engagement in creating a healthy school setting. It is expected to be the foundation for fostering a sustainable culture of health and comfort within the school
    corecore