629 research outputs found
PERANCANGAN KAMPANYE DONOR DARAH MELALUI MEDIA MOTION GRAPHIC UNTUK REMAJA DI SURAKARTA
PERANCANGAN KAMPANYE DONOR DARAH MELALUI MEDIA MOTION GRAPHIC UNTUK REMAJA DI KOTA SURAKARTA Henni Sumarsih1 Drs. M. Suharto,M.Sn.2 Esty Wulandari, S.Sos.,M.Sn.3 ABSTRAK Henni Sumarsih. 2017. Tugas Akhir ini berjudul “Perancangan Kampanye Donor Darah Melalui Media Motion Graphic untuk Remaja di Kota Surakarta”. Adapun permasalahan yang dikaji adalah: (1) Bagaimana merancang video animasi motion graphic sebagai media kampanye donor darah yang menarik dan informatif untuk remaja? (2) Bagaimana merancang media komunikasi yang tepat untuk kampanye donor darah? Tujuan dari perancangan ini adalah untuk memberi informasi dan mengedukasi kemudian mengajak atau mebujuk remaja di Kota Surakarta untuk donor darah. Media animasi motion graphic dipilih karena dirasa dapat memberikan informasi secara mendalam tentang donor darah. Animasi motion graphic tentang donor darah ini diharapkan dapat menjadi media yang tepat untuk menarik target audience sehingga meningkatkan minat untuk donor darah. Subjek dalam perancangan ini adalah PMI Kota Surakarta dan remaja di Kota Surakarta. Sedangkan Target audience dari kampanye donor darah adalah remaja usia 17-21 tahun. Untuk menarik target audience perancangan media utama dari kampanye donor darah harus benar-benar diperhatikan seperti perancangan skenario, ilustrasi dan isi atau pesan yang disampaikan, sehingga dapat mudah dimengerti dan mempersuasi target audience. Tugas akhir ini menyajikan konsep video yang informatif tentang donor darah. Kata Kunci : Motion graphic, Video, Donor, Donor Darah, Solo, Animasi 1Mahasiswi Program Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan NIM C0713025 2Dosen Pembimbing Tugas Akhir I 3Dosen Pembimbing Tugas Akhir I
KETIDAKADILAN GENDER PADA TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL WANITA DI JANTUNG JAKARTA KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita, serta ketidakadilan gender pada tokoh perempuan bernama Sumarsih dalam novel Wanita di Jantung Jakarta karya Korrie Layun Rampan. Penelitian ini menggunakan metode pustaka kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yaitu untuk memperoleh informasi dan gambaran tokoh perempuan dalam novel Wanita di Jantung Jakarta berdasarkan ketidakadilan gender pada tokoh perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktural. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik baca, teknik catat, dan teknik pustaka. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, fakta cerita dalam novel Wanita di Jantung Jakarta karya Korrie Layun Rampan terdiri atas alur, tokoh dan penokohan dan latar. Alur yang terdapat dalam novel ini adalah alur campuran. Tokoh dan penokohan dalam cerita ini mempunyai peranan sebagai tokoh utama yaitu Sumarsih dan tokoh tambahan yaitu Sumarto, Tantono, Karsono, Suwarto dan Pitak Sastra, dengan penokohan yaitu tokoh protagonis Sumarsih dan Sumarto, dan tokoh antagonis Tantono, Karsono, Suwarto dan Pitak Sastra. Latar dalam cerita ini berada di Jakarta. Kedua, ketidakadilan genderpada tokoh perempuan Sumarsih yaitu Streotipe (Pelabelan Negatif) Sumarsih dianggap peselingkuh dan Sumarsih ingin di jual oleh suaminya sendiri karena Sumarsih cantik, Marjinalisasi (Peminggiran) Sumarsih dianggap kurang wawasan dan pengalaman karena itu gampang untuk ditipu, Subordinasi (Penomorduaan) Sumarsih dipaksa menikah dan harus meninggalkan bangku kuliahnya, Kekerasan (Violence) Sumarsih mengalami kekerasan fisik dan juga non fisik, dan Beban Ganda, Sumarsih pencari nafkah atas hidupnya sendiri setelah bercerai dan diceraikan. ABSTRACTThis research aims to describe story facts, and gender injustice to a female character named Sumarsih in a novel Wanita di Jantung Jakarta by Korrie Layun Rampan. This research using the qualitative library method with a descriptive approach, that is to obtain information and the description of female figures in a novel Wanita di Jantung Jakarta based on gender injustice in a female leaders. This research using structural approach. In this research the author uses reading technique, note technique, and library technique. Data analysis techniques used in this study is the analysis of qualitative data including reduction of data, presentation of data and conclusions. The results of the study are as follows. First. Story facts in novel Wanita di Jantung Jakarta by Korrie Layun Rampan consists of plot, character and characterization and background. The flow found in this novel is a mixed groove. Character and characterization in this novel has a role as the main character namely Sumarsih and additional figures namely Sumarto, Tantono, Karsono, Suwarto, and Pitak Sastra, by characterizing the protagonist Sumarsih and Sumarto, and antagonist character Tantono, Karsono, Suwarto and Pitak Sastra. The background in this story is in Jakarta. Second. gender injustice to Sumarsih female leaders that is Stereotype (negative labeling), Sumarsih considered an cheater and Sumarsih she wanted to sell by her husband because she was beautiful, Marginalization, Sumarsih considered insufficient insight and experience because it was easy to cheat, Subordination (nomination), Sumarsih was forced to get married and have to leave college, Violence, Sumarsih experienced physical and non-physical violence, and Double burden, Sumarsih breadwinner for his own life after divorced
PENGARUH TEKNOLOGI FERMENTASI LIMBAH TAUGE DENGAN STARTER Trichoderma harzianum TERHADAP KONSUMSI, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KONVERSI RANSUM ITIK TEGAL
DEWI ISTIQOMAH. 23010113120086. 2018. Pengaruh Teknologi Fermentasi
Limbah Tauge dengan Starter Trichoderma harzianum terhadap Konsumsi,
Pertambahan Bobot Badan dan Konversi Ransum Itik Tegal. (Pembimbing :
RETNO ISWARIN PUJANINGSIH dan SRI SUMARSIH).
Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh teknologi fermentasi limbah
tauge dengan starter Trichoderma harzianum terhadap konsumsi, pertambahan
bobot badan dan konversi ransum pada itik Tegal. Manfaat penelitian adalah
untuk memberi informasi pengaruh dari fermentasi limbah tauge dengan starter T.
harzianum terhadap konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi ransum
dari itik Tegal.
Materi yang digunakan diantaranya itik Tegal jantan berumur 7 hari dengan
bobot badan 51,33 ± 8,18 gram. Ransum yang terdiri dari limbah tauge, limbah
tauge fermentasi, bekatul, bungkil kedelai, pollard, tepung ikan, premix dan
jagung yang berasal dari Toko Bamboo Poultry daerah Semarang. Peralatan yang
digunakan antara lain baskom, plastik, lakban, nampan dan kandang serta alat
perkandangan. Bahan yang digunakan terdiri dari T. harzianum, molases dan
aquades. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah
rancangan acak lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan sehingga ada
15 unit percobaan. Perlakuan sebagai berikut : T
0
= Penggunaan 100% ransum, T
= Penggunaan 85% ransum + 15% limbah tauge, T
= Penggunaan 85% ransum +
15% limbah tauge fermentasi. Data yang diperoleh dilakukan analisis ragam atau
analysis of variance (ANOVA) dengan taraf 5% apabila ada pengaruh nyata
dilakukan uji beda nyata terkecil (BNT).
2
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh teknologi fermentasi pada
limbah tauge dengan starter T. harzianum maupun limbah tauge yang tidak
difermentasi tidak berpengaruh pada konsumsi ransum, pertambahan bobot badan
dan konversi ransum itik. Konsumsi ransum itik Tegal yaitu T0 = 58,47; T1 =
57,24 dan T3 = 56,94 g/ekor/hari. Pertambahan bobot badan itik Tegal yaitu T0 =
18,63; T1 = 20,09 dan T3 = 18,65 g/ekor/hari. Konversi ransum itik Tegal yaitu
T0 = 3,27; T1 = 2,86 dan T3 = 3,04. Simpulan penelitian yaitu bahwa penggunaan
T. harzianum pada fermentasi limbah tauge sampai taraf 6% dan lama pemeraman
6 hari belum mampu meningkatkan konsumsi, pertambahan bobot badan dan
belum mampu menurunkan konversi ransum
PENGARUH PENAMBAHAN ZEOLIT PADA PROSES PELLETING LIMBAH PENETASAN TERHADAP KEAMANAN PRODUK PELLET SEBAGAI BAHAN PAKAN ALTERNATIF DILIHAT DARI JUMLAH Coliform dan Salmonella
BAKHTIAR ALI WARDANA. 23010111130069. 2016. Pengaruh Penambahan
Zeolit pada Proses Pelleting Limbah Penetasan terhadap Keamanan Produk Pellet
sebagai Bahan Pakan Alternatif Dilihat dari Jumlah Coliform dan Salmonella.
(Effect of Zeolite Administration on Pelleting Process of Hatchery Wastes to the
Product Safety as an Alternative Feedstuff Viewed From the Total Coliform and
Salmonella). (Pembimbing : BAMBANG SULISTIYANTO dan SRI
SUMARSIH)
Limbah penetasan merupakan hasil sisa dari proses produksi hatchery
yang belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan pakan.Penelitian ini
dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan zeolit pada proses pengolahan
terhadap jumlah bakteriColiform dan Salmonella pada pellet limbah penetasan
sebagai bahan pakan alternatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Juni
2015 di Laboratorium Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian,
Universitas Diponegoro, Semarang. Analisis jumlah Coliform dan Salmonella
dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, SMK Theresiana, Semarang.
Penelitian menggunakan materi berupa limbah penetasan ayam yang
terdiri dari cangkang telur, telur gagal menetas, telur busuk dan Day Old Chick
(DOC) afkir, zeolit. Alat yang digunakan meliputi ember dan plastik, blender,
grinder, mesin pelleting dan peralatan analisis Coliform dan
Salmonella.Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4
perlakuan dangan 5 ulangan. Perlakuan T0= Limbah penetasan + 0% zeolit, T1=
Limbah Penetasan + 2% zeolit, T2= Limbah Penetasan + 4% zeolit dan T3=
Limbah Penetasan + 6% zeolit. Parameter yang diamati adalah jumlah bakteri
Coliform dan Salmonella serta tingkat keamanan sebagai bahan pakan alternatif.
Hasil penelitian menunjukan penambahan zeolit dalam pengolahan limbah
penetasan mampu menurunkan Coliform dan menekan keberadaan Salmonella.
Penggunaan zeolit sampai dengan taraf 6% dapat menurunkan bakteri Coliform
sampai dengan 1,33 x 105 cfu/g. Kesimpulan yang diperoleh adalah penambahan
zeolit sampai dengan taraf 6% dapat menurunkan Coliform dan keberadaan
Salmonella negatif. Pellet hasil olahan limbah penetasan dikategorikan aman dan
layak sebagai bahan pakan alternatif dilihat dari jumlah bakteri Coliform dan
Salmonella
PENGARUH PENAMBAHAN BENTONIT PADA PROSES PELLETING TERHADAP TOTAL BAKTERI DAN TOTAL FUNGI PADA PELLET LIMBAH PENETASAN SEBAGAI BAHAN PAKAN ALTERNATIF
APRILIAN ADI N. 23010111130097. 2016. Pengaruh Penambahan Bentonit
pada Proses Pelleting terhadap Total Bakteri dan Total Fungi pada Pellet Limbah
Penetasan sebagai Bahan Pakan Alternatif. (Effect of Bentonite Addition in
Pelletizing Process to the Total Bacteria and Total Fungi of Hatchery Waste
Pellet as an Alternative Feedstuff). (Pembimbing: BAMBANG
SULISTIYANTO dan SRI SUMARSIH)
Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan bentonit pada
proses pengolahan terhadap total bakteri dan total fungi pada Pellet limbah
penetasan sebagai bahan pakan alternatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan
Maret – Juni 2015 di Laboratorium Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan dan
Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Analisis total bakteri dan total
fungi dilaksanakan di SMK Theresiana, Semarang.
Penelitian menggunakan materi berupa limbah penetasan ayam yang
berkomposisi cangkang telur, telur busuk, telur gagal menetas, dan Day Old
Chicken (DOC) afkir, bentonit, onggok, medium Nutrient Agar (NA) untuk
menghitung total bakteri dan medium Sabouraud Dextrose Agar (SDA) untuk
menghitung total fungi. Alat yang digunakan adalah ember dan plastik, blender,
mesin pengering, Pelleter, peralatan analisis bakteri dan fungi (tabung reaksi,
cawan petri, pipet ukur, bunsen, spinball, inkubator)
Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4
perlakuan dan 5 ulangan. Penambahan bentonit saat pengolahan dibedakan pada
aras perlakuan yaitu (T0 = 0%), (T1 = 2%), (T2 = 4%) dan (T3 = 6%). Parameter
yang diamati adalah total bakteri dan total fungi pada Pellet hasil olahan limbah
penetasan.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa penambahan bentonit dalam
pengolahan limbah penetasan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) menurunkan
total bakteri (T0, T1, T2 dan T3 berturut-turut adalah 7,0 x 107 ; 4,9 x 107 ; 2,9 x
107 ; dan 1,5 x 107 cfu/g) dan total fungi (T0, T1,T2 dan T3, berturut-turut adalah
6,4 x 106 ; 4,3 x 106 ; 2,1 x 106 dan 8,9 x 104 cfu/g). Kesimpulan yang diperoleh
adalah penambahan adsorben bentonit pada pengolahan limbah penetasan sampai
dengan taraf 6% dapat menekan total bakteri maupun fungi sehingga dapat
meningkatan tingkat keamanan produk Pellet limbah penetasan sebagai bahan
pakan alternatif
PENGARUH PEMBERIAN JUS KUBIS FERMENTASI TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, BOBOT TIMUS DAN LIMFA AYAM KAMPUNG SUPER
GALIH CAESAR NASRULLOH. 23010112140224. 2018. Pengaruh Pemberian
Jus Kubis Fermentasi terhadap Bobot Badan, Bobot Timus dan Limfa Ayam
Kampung Super (Pembimbing: BAMBANG SULISTIYANTO dan SRI
SUMARSIH).
Penelitian untuk mengkaji pengaruh jus kubis fermentasi sebagai bahan
berprobiotik terhadap pertambahan bobot badan, bobot timus dan bobot limfa ayam
kampung super telah dilakukan di laboratorium Teknologi Pakan, Fakultas
Peternakan dan Pertanian UNDIP. Penelitian menggunakan 100 ekor ayam
kampung super berumur satu hari unsexed, dipelihara selama 15 hari dalam 20
kandang baterai, pemberian jus kubis fermentasi dilakukan dengan cara forced
feeding.
Penelitian dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4
perlakuan yaitu frekuensi pemberian jus kubis fermentasi T0 (tidak dilakukan
pemberian); T1 (pemberian hari ke-3, sebanyak 3 ml per ekor); T2 (pemberian hari
ke-3, sebanyak 3 ml per ekor dan ke-5, sebanyak 4 ml per ekor) dan T3 (pemberian
hari ke-3, sebanyak 3 ml per ekor, ke-5, sebanyak 4 ml per ekor dan ke-10,
sebanyak 5 ml per ekor) dengan 5 ulangan. Parameter yang diamati yaitu
pertambahan bobot badan, bobot timus dan limfa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus kubis fermentasi pada
frekuensi pemberian yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05)
meningkatkan bobot limfa dan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap
pertambahan bobot badan dan bobot timus. Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa pemberian jus kubis fermentasi pada T1 dan T2 dapat
meningkatkan bobot limfa ayam kampung super. Pemberian jus kubis fermentasi
tidak mempengaruhi pertambahan bobot badan dan bobot timus ayam kampung
super.
Perlu kajian lanjutan dalam bentuk peningkatan jumlah pemberian jus kubis
fermentasi pada ayam kampung super, guna membuktikan kemampuan
memperbaiki pertambahan bobot badan dan bobot timus
The influence of metal on the performance of 2,4,5-triphenylimidazole as an inhibitor of dengue virus replication
Dengue is a contagious disease caused by dengue virus and transmitted to humans by the bite of infected Aedes aegypti mosquito. Imidazole and its derivatives are proven have ability impairing dengue virus. One of potential imodazole’s derivatives is 2,4,5-triphenylimidazole (TPI). The presence of metal to the 2,4,5-triphenylimidazole (TPI) structure through a complex compound formation highly contributes to their ability as an inhibtor dengue virus replication. Iron, cobalt and zinc were used as an ion center in the complex compound. Complex Zn-TPI and Fe-TPI showed low cytotoxic effect at all the evaluated concentrations (viability > 50%). Complex Co-TPI showed reduction of DENV-3 growth, at the lowest concentration (6.25 µg/ml) exhibited the antiviral activity (DENV-3 reduction 43%). For Fe-TPI and ZnTPI, the reduction values of DENV-3 were 56% and 54.9% respectively
Organizasional Culture as Main Determinan of Elementary School Supervisor Performance in Bengkulu Province
The objective of this research is to describe the affect of the organizasional culture on the elementary school supervisor in Bengkulu Province. The research was conducted by usingsurvey. The population are the elementary school supervisors. The sampel was collected proportional randomly from 100 elementary supervisors. Data were analized by using path analysis technique after all variabels put into correlation matrix. The result of research show there are positive direct effect of organizational culture on elementary school supervisors in Bengkulu Province
PENINGKATAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DALAM MENYUSUN RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH DI KABUPATEN BENGKULU UTARA
Tujuan umum pengabdian ini untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun rencana pengembangan sekolah Kabupaten utara. .Sedangkan tujuan secara khusus: 1) meningkatkan pengetahuan kepala sekolah tentang rencana kerja sekolah, 2) meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam melakukan evaluasi diri sekolah, 3) meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun rencana pengembangan sekolah. Khalayak sasaran kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, komite sekolah, pengawas, Metode melalui worshop. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa melalui Workshop dapat meningkatkan emampuan Kepala Sekolah dalam menyusun Rencana Pengembangan Sekolah yang sesuai dengan kriteria baik. Aspek yang dinilai antara lain : Kelengkapan elemen RPS, (2) Kejelasan tujuan RPS, (3) Kelengkapan/kesesuaian program dengan tujuan RPS, (4) Kemanfaatan program, (5) Strategi, (6) Kelayakan anggaran biaya, (7) Optimalisasi Sumber daya Sekolah, (8) Sustainbilitas
- …
