1,726,079 research outputs found

    Political Reformation and its Impact on Library And Information Science Education And Practice: A Case Study Of Indonesia During And Post-President-Soeharto Administration

    Full text link
    The author discusses library and information science education before and after 1998, the year President Soeharto stepped down. Before 1998, the government centralized policy making. For LIS education, the Ministry of Education through the Directorate General of Higher Education (DGHE), issued a nation-wide curriculum for sarjana or undergraduate programmes, leaving little space for LIS schools to establish additional courses. After 1998, the Directorate General of Higher Education issued minimum requirements for LIS schools with the remaining credit hours to be decided by each institution. Also before 1998, DGHE issued permission to open new LIS schools after reviewing the submitted proposals. Post 1998, any university could open undergraduate and graduate programmes in LIS without DGHE permission even though not all academic requirements are fulfilled. However, LIS schools must be supervised for two years after their programmes begin by an accrediting agency. The centralised policy also influenced course content

    STUDI TERHADAP PEMIKIRAN SULISTYO BASUKI MENGENAI ILMU PERPUSTAKAAN DI INDONESIA

    Full text link
    Sulistyo Basuki Mengenai Ilmu Perpustakaan di Indonesia. Tesis Program Studi Interdisciplinary Islamic Studies Konsentrasi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2017. Penelitian ini merupakan studi pemikiran tokoh dengan subjek penelitiannya adalah Sulistyo Basuki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran, kontribusi , dan tren pemikiran Sulistyo Basuki mengenai ilmu perpustakaan di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kajian pustaka atau library research, yaitu menggunakan bahan pustaka sebagai bahan primer berupa karyakarya Sulistyo Basuki sebagai objek kajian. Analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi atau content analysis dengan tahapan mengumpulkan sumber primer, mengklasifikasi berdasarkan pemetaan tekstual, kemudian menganalisis dengan memberi interpretasi melalui pemahaman teks untuk menemukan arah pemikiran secara keseluruhan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Pemikiran Sulistyo Basuki mengenai ilmu perpustakaan di Indonesia meliputi; ilmu perpustakaan dari sudut filosofis, konsep jaringan dan kerjasama perpustakaan, perkembangan pendidikan ilmu perpustakaan dan informasi, penggunaan nama-nama Indonesia dalam penentuan tajuk entri, kajian informetrika dan sejarah perpustakaan Indonesia. 2. Tren pemikiran Sulistyo Basuki merupakan corak pemikiran logika lateral yang dipengaruhi oleh faktor internal dan ekternal. Faktor internal tercermin dari kajian informetrika dan sejarah perpustakaan. Sedangkan faktor ekternal tercermin dari berbagai tema generalis dalam ilmu perpustakaan dan informasi di Indoensia. 3. Kontribusi Sulistyo Basuki dalam Ilmu Perpustakaan di Indoensia berupa membumikan kajian informetrika dan sejarah perpustakaan di Indonesia, perintis program studi pascasarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Indonesia, berkontribusi sebagai chief editor, pencetus istilah GMD sebagai Goretan Materi Deskripsi, mengusulkan notasi bahasa-bahasa Indonesia ke dalam DDC edisi 23. Berhubung penelitian ini merupakan penelitian yang masih bersifat komprehensif, sehingga masih banyak peluang untuk mengkaji pemikiran Sulistyo Basuki. Misalnya, dalam fokus kajian informetrika atau sejarah perpustakaan di Indonesia. Hasilnya akan menambah suatu kajian baru karena di Indonesia masih sangat sedikit peneliti yang tertarik untuk melakukan kajian studi tokoh dalam bidang ilmu perpustakaan dan informasi

    RELIGIOSITAS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL NADZAR- NADZAR JIWA KARYA BUDI SULISTYO EN-NAFI (The Main Character’s Religiosity in Sulistyo En-Nafi’s Novel “Nadzar-Nadzar Jiwa”)

    No full text
    Novel Nadzar-Nadzar Jiwa karya Budi Sulistyo En-Nafi menggambarkan religiositas tokoh utamanya.Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi secara deskriptif sikap religiositas tokoh utama yang terdapat dalam novel Nadzar-Nadzar Jiwa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode ini dipandang sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian yang telah ditentukan. Metode ini berusaha mendeskripsikan sejumlah masalah religiositas dalam novel Nadzar-Nadzar Jiwa karya Budi Sulistyo En-Nafi.Sumber data penelitian ini adalah novel Nadzar-Nadzar Jiwa karya Budi Sulistyo En-Nafi yang diterbitkan pada tahun 2009. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat diperoleh hasil penelitian, yaitu sikap religiositas tokoh utama yang digambarkan berupa hubungan tokoh utama dengan Tuhan, hubungan tokoh utama dengan sesama manusia, dan hubungan tokoh utama dengan hakikat hidup. Bertitik tolak dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa novel Nadzar-Nadzar Jiwa karya Budi Sulistyo En-Nafi berisi kisahperjuangan sosok Anas dalam mencapai harapannya untuk sukses.Abstract:Budi Sulistyo En-Nafi’s Nadzar-Nadzar Jiwa describes main character’s religiosity. This study intends to gain information regarding main character’s religiosity depicted  in the story. The study employs a descriptive method. The method is as considered suitable to the problem and the aim of the study. This method attempts to describe a number of religiosity problems in Budi Sulistyo En-Nafi’s Nadzar-Nadzar Jiwa. The data source of this study is Budi Sulistyo En-Nafi’s novel  “Nadzar- Nadzar Jiwa” published in 2009.The result of the analysis reveals that the attitudes of main character’s  religiosity  were depicted in the form of God’s relationship with the main character, the relationship of main character with fellow human beings, and the relationship of main character with the essence of life. Based on the findings, it is concluded that Budi Sulistyo En-Nafi’s Nadzar- Nadzar Jiwa contains the story of Anas’ life struggle, as the main character, in his expectation to succeed in life.</jats:p

    GARAP BEDHAYA SAPTONGKARA KARYA I NYOMAN CAHYA BERSAMA SULISTYO HARYANTI

    Full text link
    Penelitian berjudul “ Garap Bedhaya Saptongkara karya bersama I Nyoman Chaya dan Sulistyo Haryanti” ini membahas salah satu bentuk tari kelompok yang menceritakan ungkapan ke dalam bentuk tarian yang mengambil simbol Sapta Ongkara berupa energi yang ada dalam manusia serta alam semesta. Karya tari ini disusun oleh I Nyoman Chaya dan Sulistyo Haryanti pada tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan data kualitatif. Pendeskripsian garap gerak dalam tari Bedhaya Saptongkara menggunakan konsep dari Rahayu Supanggah mengenai garap gerak tari yang memiliki beberapa tahapan dalam menyusun tari Bedhaya Saptongkara. Sedangkan dalam menguraikan bentuk tari bedhaya ini menggunakan teori Y. Sumandiyo Hadi untuk menguraikan elemen-elemennya. Hasil Yang diperoleh dalam penelitian ini berupa deskripsi garap gerak tari Bedhaya Saptongkara yang disusun oleh I Nyoman Chaya dan Sulistyo Haryanti serta bentuk sajian yang terdiri atas gerak tari, tema tari, jenis tari, mode penyajian, jumlah penari dan jenis kelamin, ruang tari, musik tari, tata rias dan busana, properti, dan tata cahaya

    Pendidikan sex/ Sulistyo

    No full text
    155 hal.; ill.; 23 cm

    BENTUK SAJIAN TARI RARA NGANGSU KARYA TEJO SULISTYO

    Full text link
    Tari Rara Ngangsu merupakan tari yang diciptakan oleh Tejo Sulistyo pada tahun 2013. Tari ini diinspirasi oleh fenomena yang ada di Kabupaten Klaten, yang merupakan daerah sentra kerajinan terutama di Kecamatan Bayat. Banyaknya umbul yang ada di Kabupaten Klaten juga salah satu inspirasi untuk menciptakan tari ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif, dengan mengacu pada konsep 4P pemikiran Rhodes dikutip oleh Utami Munandar untuk menganalisis dengan melihat elemen pribadi, pendorong, proses, dan produk. Selain itu, bentuk sajian tari Rara Ngangsu dianalisis menggunakan konsep pemikiran Sri Rochana Widyastutieningrum dengan melihat elemen: tema tari, penari, gerak tari, musik tari, tata rias, tata busana, properti, pola lantai, dan tempat pertunjukan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa faktor internal dan eksternal mempengaruhi Tejo Sulistyo dalam menciptakan karya tari Rara Ngangsu. Penyusunan tari Rara Ngangsu dipengaruhi oleh pengalaman Tejo Sulistyo dalam berkesenian. Proses penyusunan melalui tahapan eksplorasi, improvisasi, dan komposisi telah digunakan dalam menghasilkan karya tari Rara Ngangsu

    Himpunan perundang undangan yang berkaitan dengan kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa

    Full text link
    Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang keberadaanya secara yuridis formal tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, tetapi masih terjadi penafsiran yang berbeda baik dari aparat pemerintah, masyarakat maupun penghayat kepercayaan itu sendiri. Di dalam perlakuan hukum misalnya adanya diskriminasi hak-hak sipil bagi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Semestinya hal ini tidak harus terjadi, sebab masyarakat penghayat juga merupakan bagian dari masyarakat Indonesia maka mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat yang lain, berhak memperoleh hak-hak yang layak sebagai masyarakat Indonesia sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku

    Religiositas tokoh utama dalam novel nadzar- nadzar jiwa karya budi sulistyo en-nafi (the main character?s religiosity in sulistyo en-nafi?s novel ?nadzar-nadzar jiwa?)

    No full text
    Novel Nadzar-Nadzar Jiwa karya Budi Sulistyo En-Nafi menggambarkan religiositas tokoh utamanya.Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi secara deskriptif sikap religiositas tokoh utama yang terdapat dalam novel Nadzar-Nadzar Jiwa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode ini dipandang sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian yang telah ditentukan. Metode ini berusaha mendeskripsikan sejumlah masalah religiositas dalam novel Nadzar-Nadzar Jiwa karya Budi Sulistyo En-Nafi.Sumber data penelitian ini adalah novel Nadzar-Nadzar Jiwa karya Budi Sulistyo En-Nafi yang diterbitkan pada tahun 2009. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat diperoleh hasil penelitian, yaitu sikap religiositas tokoh utama yang digambarkan berupa hubungan tokoh utama dengan Tuhan, hubungan tokoh utama dengan sesama manusia, dan hubungan tokoh utama dengan hakikat hidup. Bertitik tolak dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa novel Nadzar-Nadzar Jiwa karya Budi Sulistyo En-Nafi berisi kisahperjuangan sosok Anas dalam mencapai harapannya untuk sukses
    corecore