1,720,991 research outputs found
Pendidikan islam pada masyarakat terpencil : studi kasus madrasah ibtidaiyah masyarakat huda kampung cicakal girang desa kanekes Kab.lebak-banten
Kesimpulan besar dari tesis ini adalah bahwa pendidikan (Islam) yang diselenggarakan oleh masyarakat Kampung Cicakal Girang yang merupakan bagian dari wilayah adat Desa Kanekes (Baduy) melalui Madrasah Ibtidaiyah Masyarikul Huda berhasil melakukan perubahan-perubahan sosial dan keberagamaan masyarakatnya. Tesis ini mendukung pendapat Djohar M.S., dalam Pendidikan Strategik: Alternatif untuk Pendidikan Masa Depan (2003), yang menyatakan bahwa pendidikan, termasuk pendidikan agama, disyaratkan mempunyai makna transformatif. Hasil pendidikannya harus tampak dalam perilaku kehidupan sehari-hari, dalam keluarga, dalam dunia kerja, dalam menghadapi kehidupan bersama, dalam menghadapi dan menyelesaikan tugas, dan dalam segala hal kehidupan mereka. Pendidikan yang tidak mempunyai nilai transformatif, maka dapat dikatakan pemborosan. Tesis ini menolak pendapat Darmaningtyas dalam Pendidikan yang Memiskinkan (2002) yang berpendapat bahwa pendidikan lebih sebagai proses penyengsaraan masyarakat, karena begitu banyaknya harta masyarakat diinvestasikan untuk pendidikan, tapi setelah lulus tidak mendapatkan apa-apa, seperti yang mereka harapkan sebelumnya. Bahkan yang terjadi kemudian, orang yang berpendidikan itu malah kehilangan sesuatu yang mereka miliki sebelumnya, yaitu berupa semangat hidup sebagai petani, nelayan, buruh tani atau pengembala ternak. Mereka juga tercerabut dari lingkungan sekitarnya, baik lingkungan fisik geografis, ekonomi, sosial, dan budaya. Tesis ini berhasil menemukan bahwa pendidikan (Islam) telah berhasil membawa perubahan dan perkembangan (transformasi) sosial masyarakatnya. Tesis ini juga berhasil mengungkap bahwa pendidikan mampu mengubah serta meningktkan perilaku dan sikap keberagamaan masyarakatnya, baik peningkatan pemahaman maupun penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah masyarakat Kampung Cicakal Girang. Sedangkan data sekunder bersumber dari buku-buku, jurnal ilmiah, majalah, surat kabar, website, dokumen penelitian dan dengan hasil wawancara baik langsung maupun melalui sambungan telepon dan sms dengan nara sumber terkait. Data tersebut kemudian dianalisis secara kritis, logis dan sistematis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif
Tinajuan Masalah Infestasi Haemonchus contortus (Rudolphi, 1803) Pada Domba di Indonesia
Ternak domba di Indonesia memegang peranan penting dalam mencukupi ketersediaan protein hewani. Di Indonesia banyaknya terak domba lebih kurang 4,3 juta ekor. Pemeliharaannya umunya ditangani oleh petani peternak secraa tradisional. Salah satu masalah yang sering mengganggu perkembangan peternakan domba adalaha adnya gangguanb infestasi cacing Haemonchus contortus (Nematoda : Trichostrongylidae), yang hidup dalam absorsum sebagai penghisap darah
Internalisasi nilai-nilai Moderasi Beragama pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam : Penelitian di Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia
Kehidupan beragama di Indonesia belakangan ini sering diwarnai konflik sosial berlatar agama, memperuncing sentimen keagamaan dan mengancam kerukunan serta keutuhan bangsa. Sikap ekstrem dalam beragama, baik yang terlalu ketat maupun terlalu longgar, menjadi pemicu utama. Universitas Pendidikan Indonesia berupaya mengatasi hal ini melalui mata kuliah Pendidikan Agama Islam yang menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama.
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis 1) Konsep moderasi beragama, 2) Proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama, 3) Evaluasi hasil internalisasi nilai-nilai moderasi beragama, 4) Implikasi internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam mata kuliah PAI, 5) Menciptakan desain model internalisasi nilai-nilai moderasi beragama di perguruan tinggi.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh di lapangan melalui wawancara, mendalam, terstruktur dan dari sumber-sumber kepustakaan. Data hasil studi pustaka dan studi lapangan ditampilkan sebagai temuan penelitian. Data yang telah ditampilkan kemudian di abstraksikan yang bertujuan untuk menampilkan fakta. Tahap selanjutnya, data tersebut diinterpretasi untuk menghasilkan informasi atau pengetahuan. Pada tahap interpretasi digunakan metode, atau analisis.
Hasil penelitian ditemukan bahwa 1) Konsep moderasi beragama yang dikembangkan di UPI secara umum mengikuti konsep yang telah dikembangkan oleh para ahli dan juga regulasi, hanya saja secara khusus UPI mengimplementasikan konsep peace education sebagai upaya internalisasi nilai-nilai moderasi beragama; 2) Internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dilakukan melalui pembelajaran mata kuliah PAI dan SPAI, penelitian mahasiswa, kegiatan tutorial PAI dan SPAI, diskusi ilmiah, dan projek sosial; 3) Evaluasi internalisasi nilai-nilai moderai beragama pada mata kuliah PAI dilakukan melalui evaluasi formatif maupun sumatif. Evaluasi formatif dilakukan untuk mengevaluasi keseluruhan proses pembelajaran sedangkan evaluasi sumatif dilakukan untuk mengukur pemahaman dan penerimaan mahasiswa terhadap nilai-nilai moderasi beragama; 4) Implikasi dari internalisasi nilai-nilai moderasi beragama pada mata kuliah PAI adalah terbentuknya sikap moderat pada mahasiswaserta terciptanya lingkungan kampus yang inklusif serta harmonis; 5) Model internalisasi nilai-nilai moderasi beragama di Perguruan Tinggi Umum dilakukan melalui strategi insersi, yaitu penyisipan materi moderasi beragama pada setiap materi pembelajaran PAI
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Educational Philosophy of Habib Umar bin Hafidz: Exploring Moral Education Concepts
This study aims to analyze and describe the concept of moral education Habib Umar bin Hafidz, a scholar from Hadramaut Yemen. The research used a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques  with interviews, observations and documentation studies. The results of the study can be concluded that moral education in the  perspective of  Habib Umar bin Hafidz consists of several stages  starting from the stages  before marriage, during  pregnancy, stages during childbirth ,  Children\u27s stages and school stages. The process  of moral education  in the  perspective of Habib Umar bin Hafidz is divided into four parts, namely: First; Gharsu \u27adzamat al din fi qulubi al muta\u27allimin (the enstillation of religious greatness into the learners). Second; Ishal al ma\u27lumat ila adzhanihim wa tafqihihim fi al din (transfer pknowledge and information into students  and print them to become people who understand religion). Third; Shibghuhum bi al akhlaq al islamiyyah al karimah (adorn them with praiseworthy morals). Fourth; Ta\u27liq qulubihim bi al da\u27wah ila Allah wa hamli hammi al  din wa al risalah al muhammadiyyah.  The concept of moral education from the perspective of Habib Umar bin Hafidz is very relevant to be applied as an effort to educate the character of students in Indonesia
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN FIQIH DI KELAS VII MTS HUSAINIYAH BANDUNG
Penelitian ini mengangkat latar belakang yang membahas kompetensi pedagogik guru dalam penerapan strategi pembelajaran fiqih di Madrasah Tsanawiyah Husainiyah Bandung. Dengan tujuan utama untuk menggali bagaimana rencana, penetapan, penerapan strategi pembelajaran faktor penghambat dan pendukung dalam penerapan strategi pembelajaran serta teknik pembelajaran yang ideal untuk mata pelajaran fiqih di Madrasah Tsanawiyah Husainiyah Bandung. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian di dapati: Pertama, tahapan perencanaan, guru sudah menyajikan detail strategi pembelajaran secara spesifik yang tertuang dalam RPP, tahap penerapan guru menerapkan strategi pembelajaran inkuiri, ekspositori, mandiri dan kontekstual. Kedua, faktor pendukung utama penerapan strategi pembelajaran adalah pemahaman tenaga pendidik yang sudah mengenyam pendidikan tinggi dengan gelar sarjana, dukungan dari pimpinan dan keterlibatan dalam kelompok kerja guru. Ketiga, faktor penghambat tidak ada evaluasi penyusunan RPP dan keterlibatan bidang kurikulum. Keempat, secara praktek menerapkan strategi pembelajaran muhadharah, guru fiqih belum menuangkan rencananya kedalam RPP
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
