15 research outputs found

    Problematika Usia Pernikahan dalam Undang- undang Nomor 16 Tahun 2019 Perspektif Maqasid Syariah

    No full text
    ABSTRAK Subirman (32090512887) : Problematika Usia Pernikahan dalam Undang- undang Nomor 16 Tahun 2019 Perspektif Maqasid Syariah Penelitian ini membahas tentang problematika usia pernikahan dalam Undang- undang Nomor 16 Tahun 2019 perspektif maqasid syariah. Pembatasan usia perkawinan dengan tujuan untuk membatasi pernikahan usia dini yang ditetapkan oleh pemerintah menimbulkan dampak positif dan negatif yang memicu berbagai problematika. Argumentasi dalam penetapan tersebut berimplikasi pada pertimbangan dalam penetapan batasan yang berafiliasi antara usia saat perkawinan atau menetapkan kedewasaan dalam pernikahan, sehingga menimbulkan batasan pada usia perkawinan. Maka penelitian ini untuk mengetahui Tinjauan Maqashid syariah terhadap problematika usia menikah dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perkawinan. Penelitian ini bersifat penelitian pustaka dan metodologi yang digunakan dalam pendekatan deskriptif. Data-data yang terkait dengan studi ini dikumpulkan melalui penelusuran dan analisis pustaka. Data disajikan dengan teknis analisis deskriptif. Adapun hasil pembahasan kajian ini disebutkan bahwa pembatasan umur seperti yang terdapat dalam KHI dan beberapa Undang-undang adalah sebagai langkah antisipasi atau pencegahan agar implikasi negatif dapat dielaminisir dan diminimalisasi dalam rangka menjaga rusaknya eksistensi jiwa, keturunan, dan akal dalam tingkat dharuriyah dan hajjiyah. Apabila hal ini diabaikan akan berdampak buruk terhadap kedua pasangan suami isteri dan anak-anak secara fisik, psikologi dan sosiologis, sehingga menimbulkan problem sosial yang pada akhirnya akan menjadi penyakit masyarakat dan bahkan dapat mengganggu stabilitas masyarakat dan negara. Kata Kunci : Problematika, Usia, Pernikahan, Maqashid Syariah

    Alternatif Kebijakan Perencanaan Kebutuhan Obat dengan Menggunakan Metode ARIMA Box-Jenkins untuk Mengatasi Kelebihan Stok

    No full text
    Latar Belakang: Komponen utama dalam pengobatan, obat harus selalu tersedia dalam jumlah, jenis, dan kualitas baik saat diperlukan, tidak kurang dan tidak terlalu berlebihan. Dampak pengelolaan yang tidak baik: stockout, overstock, kadaluwarsa dan obat rusak. Puskesmas Palaran memiliki jumlah kunjungan mencapai 68.453 kali kunjungan per tahun,tertinggi dari jumlah kunjungan puskesmas lainnya di Kota Samarinda. Hal ini mempengaruhi kebutuhan obat yang diketahui mengalami kelebihan stok. Tujuan: Mengidentifikasi alternatif kebijakan perencanaan kebutuhan obat dengan melakukan peramalan menggunakan metode ARIMA Box-Jenkins. Metode penelitian: menggunakan jenis penelitian deskriptif. Menggunakan data pemakaian tertinggi untuk 3 jenis obat selama 1 tahun dalam kurun waktu 5 tahun (2010-2015). Hasil: Pemakaian 3 jenis obat tertinggi di Puskesmas Palaran adalah Paracetamol, Amoksisilin dan Captopril. Gambaran jumlah kebutuhan Paracetamol untuk 12 bulan yang akan datang (Februari 2015-Januari 2016) berjumlah 72.948 tablet atau rata-rata 6.079 tablet/bulan. Amoksisilin berjumlah 41.136 tablet atau rata-rata 3.428 tablet/bulan. Captopril berjumlah 41.736 tablet atau rata-rata 3.478 tablet/bulan. Evaluasi terhadap perencanaan dan pengadaan obat untuk kelompok pemakaian tertinggi dan darurat yang telah dilakukan di Puskesmas Palaran belum berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan jumlah pengadaan dan waktu pengadaan yang hanya berdasarkan perkiraan saja serta masih terjadinya beberapa item obat yang mengalami kekosongan selama beberapa bulan pada tahun 2015. Kesimpulan: Pedoman pengadaan obat di Puskesmas Palaran menggunakan data pemakaian jumlah obat tahun sebelumnya, kemudian ditambah atau dikurangi sebagai dasar perencanaan kebutuhan obat tahun berikutnya. Masih terdapat masalah pada kelebihan jumlah obat untuk jenis pemakaian tertinggi dan kekosongan pada jenis obat untuk kebutuhan darurat. Puskesmas Palaran perlu menetapkan prioritas terhadap perencanaan dan pengadaan obat sehingga lebih efektif dan efisien dengan kebutuhan agar tidak terjadi lagi kelebihan dan kekosongan persediaan obat menggunakan metode ARIMA Box-Jenkins

    Calculation of Health Service Unit Cost at Community Health Center in Samarinda, in 2012 (Palaran Case Study Community Health Center)

    No full text
    Background : Recognizing the limited ability of the government to address the problem of health financing, there should be effort to improve health care quality by calculating the unit costof health services to find out the amount of total cost required by the Community Health Center which later can be used as a source of information for the local government in rationalizing the rates of Community Health Centers in Samarinda. This study aims to analyze and calculate the unit cost of health services at Palaran Community Health Center in Samarinda. Method : This research is a descriptive survey. For the unit cost analysis, the population used was all financial transactions that occur in the Palaran Community Health Center in 2011. The samples were all financial transactions related with investment costs, operational and maintenance costs at The Cost Center, whether it is Supporting Cost Center or Production Cost Centerat the Palaran Community Health Center. Result : Research shows that the Unit Cost of the Ambulatory Health Service at the PalaranCommunity Health Center was Rp 8,338 and for Inpatient Service Unit Cost was Rp 24,708. Conclusion : This Research suggests to the local goverment to consider the Unit Cost in the Health Service Center before setting the amount of health financing subsidy

    Pendidikan Pemakai Bagi Mahasiswa Baru di Perpustakaan Perguruan Tinggi

    No full text
    Perpustakaan Perguruan Tinggi merupakan sebuah sarana penunjang yang didirikan untukmendukung kegiatan Civitas Akademik, di mana Perguruan Tinggi itu berada. Dalam bukupedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi disebutkan bahwa, Perpustakaan Perguruan Tinggimerupakan unsur penunjang Perguruan Tinggi dalam kegiatan pendidikan , penelitian danpengabdian kepada masyarakat. Untuk itu Perpustakaan perlu mengadakan, menghimpun,mengolah, menyimpan dan melayankan koleksinya yang berisi informasi yang dibutuhkan olehPenggunanya. Mengingat begitu berarti dan pentingnya perpustakaan bagi Penggunanya, makaperlu diadakan suatu kegiatan yang memperlihatkan dan menjelaskan manfaat pentingnyaPerpustakaan bagi seluruh sivitas akademikanya. Hal yang sering terjadi adalah bahwa kemampuanpemakai dalam memanfaatkan Perpustakaan merupakan dasar yang amat penting dalam mencapaikeberhasilan pendidikan. Selain itu Perpustakaan diharapkan mampu untuk mendidik pemakaiuntuk tertib dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan semua koleksinya secara maksimal.Dengan demikian Perpustakaan akan berfungsi secara optimal apabila penggunanya dapatmengetahui dengan baik dan cepat di mana dan bagaimana cara menemukan sumber informasiyang mereka butuhkan

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepesertaan Program JKN di Wilayah Kerja Puskesmas Remaja Kota Samarinda

    No full text
    ABSTRACTBackground: National health insurance program aims to provide health protection in health care benefits to fill basic health needs. In 2015 the number of membership of a JKN in Samarinda city is 398.135 or 40,25% of the total population of the city, membership are divided into subsidized member (PBI) of 89.876 and non subsidized member (Non PBI) of 308.259 people. It shows that 59.74% of the population is not yet not covered by health insurance.Aim: The purpose of this research to asses the factors related to the participation of the JKN program in working area Remaja Health Center Samarinda.Method: This study used analytic survey method with cross sectional approach. Population of the study was head of household in the district of Temindung Permai, Bandara, and Gunung Lingai with a sample of 371 respondents using purposive sampling. Data were analyzed descriptively with a frequency table using coefficient kontingency test and coefficientn corelated Phi.Result: This study showed 47% of respondents are not participants JKN and 53% of respondents are JKN participants, 75% of respondents with good knowledge of JKN, 93% of respondents with positive attitudes towards JKN, 78% of respondents trust the JKN service, and 70% of respondents have the support of family. The results of the bivariate analysis showed there was correlation between knowledge (p value 0.006), respondents attitude (p value 0.031), family support (p value 0,000) and there was no relationship of trust (p value 0.226) with membership of JKN program.Conclusion: There is a need to increasing public knowledge about the program JKN and improving the quality of health services.Keywords: Health Insurance, Membership, KnowledgeABSTRAKLatar belakang: Program JKN bertujuan memberikan perlindungan kesehatan dalam bentuk manfaat pemeliharaan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. Jumlah kepesertaan JKN tahun 2015 di Kota Samarinda saat ini sebanyak 398.135 atau 40,25% dari jumlah penduduk Kota Samarinda tahun2015, terdiri dari peserta Penerima Bantuan Iuran sebanyak 89.876 jiwa dan peserta Non Penerima Bantuan Iuran sebanyak308.259 jiwa. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 59,74% penduduk Kota Samarinda belum terlindungi oleh Jaminan Kesehatan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepesertaan program JKN di wilayah kerja Puskesmas Remaja Kota Samarinda.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga yang tinggal di Kelurahan Temindung Permai, Kelurahan Bandara, dan Kelurahan Gunung Lingai dengan sampel sebanyak 371 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif dengan tabel frekuensi dengan menggunakan uji Koefi sien Kontingensi dan Koefi sien Korelasi Phi.Hasil: Dalam penelitian ini diperoleh 47% responden bukan peserta JKN dan 53% responden peserta JKN, 75% responden berpengetahuan baik, 93% responden bersikap positif, 78% responden percaya terhadap pelayanan JKN, dan 70% responden mendapatkan dukungan dari keluarga terdekat. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan (p value 0,006), sikap responden (p value 0,031), dukungan keluarga (p value 0,000) dan tidak ada hubungan kepercayaan (p value 0,226) dengan kepesertaan program JKN. Kesimpulan: Dalam hal ini, perlunya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai program JKN dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.Kata Kunci: Jaminan Kesehatan, Kepesertaan, Pengetahua

    Pendidikan Gizi Anak Sekolah Dasar Pada Daerah Hutan Hujan Tropis Kalimantan Timur

    No full text
    Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2007) bahwa sebanyak 93,5% anak usia 10 tahun ke atas tidak mengkonsumsi buah dan sayur. Anak sekolah dasar merupakan kelompok yang rawan terhadap masalah gizi kurang. Rendahnya status gizi anak sekolah akan berdampak negatif pada peningkatan kualitas SDM.Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pengaruh dari pendidikan kesehatan melalui media modul dengan metode demonstrasi terhadap pengetahuan dan keterampilan gizi anak sekolah. Pelaksanaan penelitian dengan cara Pre Test, Intervensi, dan Post test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SDN 026 Kecamatan Muara Kaman Sebanyak 173 siswa. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu siswa-siswi kelas IV dan V SDN 026 sebanyak 43 siswa dengan rincian kelas IV 30 siswa dan kelas V sebanyak 30 siswa.Hasil penelitian ini menunjukkan Karakteristik responden pada penelitian ini rata-rata berusia 11 tahun (37%), dan status gizi kurus sekali 32,6 %, kebiasaan sarapan pagi 67.4%, dan besaran uang saku terbanyak pada kisaran Rp. 1.000 - 5.000 sebesar 65.1%. Rerata peningkatan pengetahuan pada responden dengan nilai mean sebesar -,977 yang artinya terjadi kecenderungan kenaikan pengetahuan sesudah perlakuan dengan rata-rata kenaikannya adalah 0.977. Adapun nilai p value sebesar 0.000 yang artinya ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Rerata peningkatan keterampilan responden dengan nilai mean sebesar -.233 bernilai negatif, yang artinya terjadi kecenderungan kenaikan keterampilan sesudah perlakuan dengan kenaikan rata-rata sebesar 0.233. Adapun nilai p value sebesar 0.001 yang artinya ada perbedaan keterampilan antara sebelum dan sesudah perlakuan.Disarankan pentingnya pendidikan gizi pada anak sekolah dengan menggunakan berbagai metode demonstrasi dengan media seperti penggunaan modul tentang gizi agar menarik siswa untuk mempelajarinya. Pendidikan kesehatan pada usia anak sekolah dengan menanamkan pengertian dan pemahaman tentang makanan sehat dan bergizi agar mereka bisa terhindar dari penyakit akibat kekurangan atau kelebihan gizi Kata Kunci : Pendidikan Gizi, Status Gizi, Anak Sekolah Dasar

    Kemampuan Siswa Menggunakan Huruf Kapital dan akronim dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX SMPN 9 Marusu

    No full text
    Penelitian ini menelaah kemampuan siswa menggunakan huruf kapital dan akronim. Masalah utama penelitian, yaitu: (1) bagaimanakah kemampuan siswa menggunakan huruf kapital dan akronim, dan (2) kendala apakah yang dihadapi guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia tentang penggunaan huruf kapital dan akronim pada kelas IX SMP Negeri 9 Marusu. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui: (1) kemampuan siswa menggunakan huruf kapital dan akronim, dan (2) kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia tentang penggunaan huruf kapital dan akronim pada kelas IX SMP Negeri 9 Marusu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan populasi sekaligus sampel adalah siswa kelas IX SMP Negeri 9 Marusu sebanyak 28 orang, dan 1 guru kelas IX. Pengumpulan data dengan teknik tes dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantatitif persentase

    Kalimat Efektif sebagai Pendukung Ide dan Pengungkapan Konsep dalam Karya Tulis Ilmiah

    No full text
    Kalimat efektif ditandai pula dengan penggunaan kata secara hemat. Penghematan penggunaan kata itu dilakukan, antara lain, dengan cara (1) tidak mengulang subjek yang sama (2) menghindari pemakaian bentuk ganda, dan (3) menggunakan kata secara hemat. Kalimat efektif mempersyaratkan adanya kesejajaran bentuk dan kesejajaran makna. Kesejajaran bentuk berhubungan dengan struktur klausa, sedangkan kesejajaran makna berkaitan dengan kejelasan informasi yang diungkapkan. Penyusunan kalimat perlu mem-perhatikan variasi kalimat karena variasi itu memberikan efek yang ber-beda. Pemfokusan dengan mengedepankan unsur yang dianggap penting dapat dianggap sebagai variasi urutan unsur kalimat. Namun, variasi kalimat bukan hanya itu. variasi lain yang mempertimbangkan nilai komunikasi dapat berupa penyusunan kalimat berimbang, kalimat melepas, dan kalimat berklimaks

    Hubungan Antara Kemampuan Mengarang dengan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Pangsid Kabupaten Sidrap

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan mengarang dengan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pangsid. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: membandingkan hasil analisis data dengan koefisien korelasi teoritis atas dasar signifikan 5% untuk tiap kelas, terbukti bahwa tidak ada korelasi antara kemampuan mengarang dengan prestasi belajar bahasa Indonesia siswa mengarang siswa tidak mempunyai hubungan dengan peningkatan prestasi belajar siswa kelas XII SMA Negeri 1 Pangsid
    corecore