221 research outputs found
PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN MINAT KELAS 5 SDN 12 LANGKANAE KOTA PALOPO
ABSTRAK
Hasmawati. 2021. Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika untuk Meningkatkan Minat Siswa Kelas 5 SDN 12 Langkanae Kota Palopo (di bimbing oleh Suaedi dan Ma`rufi).
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan minat siswa kelas 5 SDN 12 Langkanae Kota Palopo sebelum dan setelah diajarkan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika.(2).Mengetahui apakah pembelajaran matematika berbasis etnomatematika dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas 5 SDN 12 Langkanae Kota Palopo. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, jenis desain penelitian ini adalah Pra- Eksperimental designs dengan model one group pretets-posttes, sedangkan strategi yang digunakan adalah pembelajaran matematika berbasis etnomatematika yaitu permainan tradisional Sulawesi Selatan baguli dan ma`dende. Adapun Instrument dari penelitian ini adalah lembar angket minat pretest dan posttest, untuk mengukur minat belajar siswa. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini pembelajaran berbasis etnomatematika. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1). Sebelum diajarkan pembelajaran berbasis etnomatematika terdapat 2 kategori yaitu tinggi dan cukup, jumah siswa yang berkategori tinggi dengan persentase 67%, siswa dengan kategori cukup persentase 33%, setelah diajarkan pembelajaran berbasis etnomatematika kategori sangat tinggi persentase 48%, siswa dengan kategori tinggi 52% tidak ada berkategori cukup. (2). Terdapat pengaruh peningkatan minat setelah diajarkan pembelajaran berbasis etnomatematika H1 : µg1 > 0.299 dengan skor gain sebesar 0,4250.
Kata Kunci: Minat, dan Etnomatematik
Parcipatory Design of Policies for Sustainable Coastal Zone Development in Subang Regency
Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan di Rumah Sakit Haji Surabaya
This study aims to describe the development of human resources competencies and factors that inhibit and support the development of human resource competence in order to improve services at Hajj Hospital Surabaya. This research uses qualitative approach. This research uses direct observation method, in-depth interview, FGD, and documentation analysis as data collection technique. The results concluded that the development of human resources competency in RS Hajj Surabaya basically been planned well enough. This is evident from the priority scale applied in the development of human resource competencies, such as which installations become the focus of human resource competency development and what competencies should be developed in each installation due to different characteristics of each other. However, if examined further, the development of human resources competencies in Hajj Hopital Surabaya can not be said evenly, because it still prioritizes employees who have civil servant status rather than honorary
INNOVATIVE LEADERSHIP AND POLICY CHANGE: Pelajaran dari Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur
Otonomi daerah telah digulirkan sejak tahun 2001. Dengan otonomi daerah tersebut, perkembangan daerah akan sangat tergantung pada masyarakat daerah tersebut yang dipimpin oleh kepala daerah –yang dipilih secara langsung--.Sebagai pemimpin di daerah, Walikota tersebut bertindak sebagai manajer publik yang mempunyai kekuasaan mengalokasikan dan mendistrubusikan resources.
Namun dalam kenyataannya sampai saat ini, banyak daerah yang kinerja pembangunannya kurang bagus sebaliknya hanya sedikit daerah yang menonjol dalam kinerja pembangunannya. Hal demikian disebabkan karena manajer publik-nya kurang inovatif, disamping factor kapabilitas individual, factor politik juga mempengaruhi –karena dia diusung oleh parpol--. Merujuk pada Lyons, innovative leadership adalah individu yang mampu dan tahu bagaimana menjemput ide-ide baru untuk mewujudkan efektivitas dalam setiap gerak organisasinya. Sebagai agen perubahan, dalam perspektifnya Eko Prasodjo, dia mampu paling tidak melakukan restrukturisasi, reengineering proses, pembenahan pada sumberdaya manusia, dan menciptakan relasi yang baru antara pemerintah dan masyarakat. Namun hanya sedikit kepala daerah yang mampu melakukannya dan berhasil mengangkat kinerja pemerintahan, salah satunya adalah Walikota Surabaya.
Keberhasilan Walikota Surabaya sebagai pemimpin yang inovatif, disamping karena kemampuan individu yang bersangkutan juga dipengaruhi dukungan publik yang kuat serta berani berargumentasi dengan DPRD. Tingkat innovasi yang paling strategis adalah mampu dan mau mengubah policy menjadi lebih baik yang diekspresikan dengan mewujudkan system yang lebih competitive dan memihak pada publik. Dalam perspektifnya Schein, bisa melalui mekanis primer dan sekunder, atau melakukan process reengineering ala Champy dan bahkan Armajani mengingatkan untuk membangun system yang baik agar terhindar dari lima mitos pembaharuan pemerintahan. Sebenarnya, mampu dan mau mengubah policy saja tidak cukup bila dilakukan secara parsial namun harus sistemik. Pemerintah Kota Surabaya mampu mensinergikan hal tersebut.
Kata Kunci: innovative leadership, policy change, public manage
(Peer Review) Pengembangan LKPD berbasis Teks Argumentatif melalui Inovasi Pembelajaran menggunakan Platform Gather Town di Masa Pandemi
Penggunaan LKPD berbasis teks argumentatif menggunakan platform gather town diyakini dapat membantu peserta didik dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKPD berbasis teks argumentatif model Toulmin. Selain itu penggunaan gather town diyakini dapat memotivasi peserta didik dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan atau research and development (R&D). Tahapan pengembangan dalam penelitian ini dimulai dari desain pengembangan. Tahapan kedua dalam pengembangan ini adalah uji validitas ahli. Kemudian tahapan terakhir adalah uji coba produk. Pada penelitian ini pengembangan terdapat dua tahapan. Pertama, pada tahap hasil pendefinisian terdapat tiga aspek yang sudah dilakukan, yaitu identifikasi masalah, hasil identifikasi tujuan LKPD, hasil identifikasi karakter siswa, dan hasil identifikasi penyelesaian masalah. Kedua, pada tahap hasil perancangan menghasilkan pengembangan dari LKPD berbasis teks argumen dan petunjuk penggunaan platform gather town. Kemudian pada tahap uji coba LKPD berbasis teks argumentasi menggunakan platform gather town peneliti melakukan beberapa tahapan uji coba diantaranya (a) tahap validasi ahli terdiri dari validasi ahli pembelajaran bahasa dan validasi ahli teknologi pendidikan, (b) tahap kepraktisan terdiri dari penilaian kepraktisan guru dan siswa, dan (c) tahap terakhir yaitu penilaian terhadap penerapan LKPD berbasis teks argumentasi kepada sisw
Peran Pendidikan dalam Membangun Karakter Bangsa
Sebagai pembuka dari gagasan ini, saya mengajak kita semua untuk senantiasa menghaturkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan yang Mahakuasa atas karunia yang diberikan kepada kita semua. Kesyukuran karena berkumpul di ruangan ini membicarakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai khalifah di muka bumi ini. Tugas yang amat mulia, yakni mendidik generasi bangsa untuk hidup dan berilmu pengetahuan dalam menjalani kehidupan agar berkelanjutan bagi generasi berikutnya hingga akhir zaman.
Suatu bangsa akan maju apabila generasi yang mengganti lebih baik daripada generasi yang diganti. Tugas generasi sekarang adalah mempersiapkan generasi mendatang yang lebih mampu, lebih baik, dan lebih berkualitas. Merekalah yang nantinya menerima ‘tongkat estafet’ untuk memimpin bangsa. Mereka yang nantinya harus bersaing dan bermitra dengan rekan-rekannya dari bangsa lain. Misi ini adalah misi generasi kita sekarang. Jalan alternatif mempersiapkan generasi mendatang yang lebih baik adalah melalui pendidikan. Secara filosofis, pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (pasal 1, ayat 1). Tujuan mulia pendidikan ini diharapkan mencerdaskan kehidupan bangs
Peran Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Teknologi Informasi
Pengembangan teknologi dilakukan melalui proses inovasi. Pros inovasi mencakup dua tahap. Pertama, tahap discovery, yaitu tab penemuan ide atau teknologi bam. Kedua, tahap invention, yaitu tab pengembangan penemuan bam itu sehingga dapat digunakan 01 masyarakat luas. Teknologi dalam bidang pendidikan unt meningkatkan kemampuan daya serap peserta didik terhadap mat pembelajaran. Penerapan teknologi diperlukan guna menduku percepatan pembangunan wilayah. Teknologi ini perlu senantis dikembangkan dengan kemampuan sumberdaya manusia agar daj diterapkan dalam konteks pengembangan wilayah. Pengembang teknologi dilakukan secara simultan dengan pengembangan SDM d kebutuhan pembangunan wilayah
Strategi Pengelolaan Pendidikan Tinggi Berbasis Lokal Berdaya Saing Global
Pengembangan kelembagaan pendidikan tinggi diarahkan pada kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah dan pengusaha. Perguruan tinggi diberikan otonomi dalam menyusun konsepsi pengembangan sumberdaya manusia guna mensejahterakan masyarakat. Pemerintah memberikan dukungan fasilitas dan pembiayaan dalam bentuk investasi langsung maupun tidak langsung. Pengusaha diharapkan memberikan pengbargaan yang tinggi kepada inovasi dan kreasi perguruan tinggi dalam bentuk pengbargaan kepada sumberdaya manusia yang dihasilkan dalam proses pendidikan. Pengembangan sistem diarahkan pada keterpaduan dan keterkatian antar komponen pendukung. Dorongan terbadap komponen kunci akan mengakselerasi kinerja sistem dan mempercepat pencapaian tujuan pendidikan. Sisterriini harus komprehensif dan terpadu dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi. Sistem perancangan kurikulum disesuaikan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Sistem evaluasi menuju pada evaluasi kinerja peserta didik, bukan hanya evaluasi hasil belajar berupa kemampuan kogniti
PENGARUH KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif ex post facto dengan sampel sebanyak 60 orang siswa kelas X SMKN 4 Luwu yang diambil secara random sampling. Variabel penelitian terdiri dari kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional sebagai variabel bebas dan kemampuan berpikir kreatif sebagai variabel terikat. Instrumen penelitian terdiri dari tes untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan berpikir kreatif serta angket kecerdasan emosional. Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara parsial dan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan pemecahan masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif sebesar 26,8%. Terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan berpikir kreatif sebesar 10,1%. Terdapat pengaruh secara bersama-sama kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional terhadap kemampuan berpikir kreatif sebesar 28,9%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki siswa dalam memecahkan masalah maka semakin tinggi kemampuan berpikir kreatif siswa
Analisis Situasi Pariwisata Kawasan Puncak
Kawasan wisata puncak memiliki daya tarik wisata yang sangat tinggi. Jumlah pengunjung setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan. Faktor yang men-dukung daya tarik wisata adalah keindahan alam, sarana dan prasarana, biaya, kondisi lingkungan, lokasi yang strategis dan dukungan sistem transportasi. Kenyamanan perjalanan dipengaruhi oleh volume lalu lintas yang merupakan kombinasi dari dua buah faktor dasar utama yaitu, peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan variasi jarak perjalanan selain beberapa faktor lainnya. Kawasan wisata Puncak, merupakan lokasi yang sering terjadi kemacetan, terutama pada hari Jum’at, Sabtu, Minggu dan hari-hari libur. Tulisan ini menganalisis kebijakan penanganan yang sudah dilaksanakan, kemudian didiskusikan bersama para stakeholders melalui Focus Group Discussion kemudian dilakukan pengkajian dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process untuk mendapatkan keputusan dari serangkaian alternatif kebijakan. Dari hasil pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa untuk penanganan di kawasan pariwisata Puncak, prioritas alternatif kebijakan yang harus dilakukan adalah peningkatan kapasitas jalan, tujuan yang diprioritaskan adalah peningkatan kenyamanan perjalanan, aktor yang diprioritaskan adalah pemerintah, dan faktor yang diprioritaskan adalah jaringan jalan. Hasil perumusan kebijakan adalah bahwa pemerintah harus berperan aktif mengatasi kemacetan. Pelayanan lalu lintas harus dapat memberikan rasa kenyamanan bagi para pengguna jalan, wisatawan maupun masyarakat yang menetap di kawasan wisata Puncak
- …
