1,720,960 research outputs found
PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI BULU ANGSA YANG MASIH HIDUP DI DESA PASURUHAN LOR KECAMATAN JATI KABUPATEN KUDUS
Hukum Islam menjelaskan secara terperinci tentang jual-beli yang merupakan kebutuhan dharuri dalam kehidupan manusia, artinya manusia tidak dapat hidup tanpa kegiatan jual-beli, maka Islam menetapkan kebolehannya, sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur’an dan al-Hadist. Di masa yang modern sekarang ini, banyak macam jenis jual beli yang dilakukan oleh masyarakat, guna memenuhi kebutuhan ekonomi. Masyarakat Pasuruhan Lor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Masyarakat Pasuruhan Lor biasa menjual bulu angsa dalam keadaan angsa yang masih hidup dengan model tebasan, dimana hal itu dilakukan hanya sebagai pekerjaan sampingan. Berdasarkan hal tersebut, masalah yang dikaji dalam penelitian ini yaitu : a) Bagaimana praktek jual beli bulu angsa yang masih hidup yang dilakukan masyarakat Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus? b) Bagaimana pendapat ulama’/tokoh masyarakat Pasuruhan Lor mengenai jual beli bulu angsa yang masih hidup di Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus? c) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap jual beli bulu angsa yang masih hidup di Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus?
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang mempunyai karakteristik bahwa datanya dinyatakan dalam keadaan sewajarnya atau sebagaimana adanya (natural setting), dengan tidak mengubah bentuk simbol atau angka dan bersifat deskriptif yang didasarkan pada pertanyaan bagaimana. Dan teknik pengolahan datanya adalah dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini adalah bahwa a) Praktek jual beli bulu angsa yang dilakukan oleh masyarakat Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus adalah mereka menjual bulu angsa tersebut dalam keadaan hidup dimana bulu tersebut masih menempel dari badannya, kemudian akadnya adalah dengan cara tebasan dan harga disepakati sebelum bulu tersebut diambil. b) Dalam jual beli bulu angsa yang masih hidup di Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, para ulama’ setempat berpendapat bahwa jual beli tersebut tidak sah karena jumlah barang yang akan di jual belikan tidak jelas jumlahnya maka para ulama’ menyarankan jual beli tersebut diperbolehkan asalkan akad jual beli tersebut dilakukan ketika bulu tersebut sudah diambil dan diketahui jumlahnya. Dan c) Dalam jual beli bulu angsa yang masih hidup di Desa Pasuruhan Lor Kecamatan Jati Kabupaten Kudus meskipun saling rela akan tetapi bentuk dan kualitas bulu tidak diketahui karena hanya pembeli yang tahu sedang penjual sama sekali tidak tahu antara bulu yang bagus dan tidak. Dan jual beli tersebut adalah gharar karena mereka menjual bulu angsa yang masih menempel pada badannya
PENGARUH KINERJA KEUANGAN, SKALA USAHA DAN MAKRO EKONOMI TERHADAP PROFITABILITAS PERBANKAN DI THAILAND
The purpose of this research was to determine the effects of financial performance (LDR, NPL, PR), Scale, and Macro-Economics (Economic’s Growth, Interest Rate, Inflation) as independent variables toward profitability at a Thailand’s banking with the time period of 2006-2013. This research use multiple regression analysis.
The results of this research using the F test showed that LDR, NPL, PR, Economic’s Growth, Interest rate, Inflation, and Scale are simultaneous significantly affect profitability. The t test showed that (1) LDR, PR, Interest Rate have positive and no significantly on profitability (2)have negative and no significantly on the NPL, Economic’s Growth, Inflation of a profitability (3) Scale was positive significantly influence on profitability.
Keywords : Loan to Deposit Ratio, Non Performing Loan, Primary Ratio, Economic’s Growth, Interest Rate, Inflation, Scale, Profitabilit
Implementasi Supervisi Akademik Pengawas Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam Di SDN 4 Tamansari Kecamatan Gedongtataan
Supervisi akademik yang dilaksanakan oleh Pengawas Pendidikan Agama Islam
harus dilakukan dengan perencanaan, pelaksanaan dan tindaklanjut yang tepat dan berkesinambungan
dalam rangka mengendalikan kualitas pendidikan agama Islam. Supervisi ini sangat penting dilakukan
agar tercapai kinerja guru yang baik khususnya dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SDN 4
Tamansari kecamatan Gedongtataan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana langkah-langkah perencanaan supervisi,
pelaksanaan supervisi dan bagaimana tindak lanjut supervisi akademik Pengawas Pendidikan Agama
Islam dalam meningkatkan kinerja Guru Pendidikan Agama Islam pada SDN 4 Tamansari kecamatan
Gedongtataan?
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan dan
tidak lanjut supervisi akademik yang dilakukan Pengawas Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan
kinerja guru pendidikan agama Islam pada SDN 4 Tamansari kecamatan Gedongtataan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer bersumber dari Pengawas
PAI pada TK/SD kecamatan Gedongtataan, dan dua orang Guru PAI pada SDN 4Tamansari, sedangkan data
sekunder bersumber dari dokumen profil SDN 4 Tamansari. Teknik pengumpulan data menggunakan (1)
observasi atau pengamatan (2) wawancara, dan (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tiga
tahap, yaitu reduksi data, display data dan verifikasi.
Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah bahwa supervisi akademik Pengawas Pendidikan
Agama Islam mulai dari tahap perencanaan telah dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan.
Pada tahap ini pengawas PAI menyusun program kerja semester dan rencana kepengawasan akademik,
menentukan nama-nama guru PAI yang akan diobservasi, waktu pelaksanaan observasi, menyusun
kisi-kisi observasi dan menentukan apakah observasi kelas diketahui sebelumnya atau tidak. Pada
tahap pelaksanaan supervisi, kehadiran pengawas PAI tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran
di kelas, akan tetapi tampak bahwa pengawas PAI masih berperan sebagai observer, seyogyanya dalam
pelaksanaan observasi kelas Pengawas PAI menempatkan diri bukan sebagai penilai, melainkan
pemerhati dan menganalisis dalam kerangka perbaikan pengajaran yang dapat dipertanggungjawabkan
secara ilmiah. Pada tahap tindak lanjut hasil supervisi pengawas PAI membahas bersama dengan guru
PAI mengklarifikasi kekurangan-kekurangan guru dalam mengajar, dan memberi penguatan untuk
perbaikan di masa mendatang.
Guru Pendidikan Agama Islam pada SDN 4 Tamansari memiliki kinerja yang baik, hal ini diketahui dari
proses penyusunan rencana pembelajaran yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam standar
kinerja guru. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran guru mampu menguasai kelas, menguasai materi
dengan baik, mampu menerapkan dan memvariasikan metode pembelajaran, menggunakan media
pembelajaran, memberikan tugas-tugas, serta mengelola kelas. Selain itu guru mampu melakukan
evaluasi pembelajara
Peran Kiai Ismail Ibrahim dalam Islamisasi Desa Kedungmaling Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto (1945-1983)
Skripsi ini berjudul Peran Kiai Ismail Ibrahim Dalam Islamisasi Desa Kedungmaling Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto (1945-1983). Fokus penelitian ini terdiri dari tiga permasalahan meliputi: 1. Bagaimana Riwayat Hidup Kiai Ismail Ibrahim?, 2. Bagaimana proses Islamisasi desa Kedungmaling Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto pada tahun 1945-1983?., 3. Apa saja kontribusi dan tantangan Kiai Ismail Ibrahim dalam Islamisasi desa Kedungmaling Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto tahun 1945-1983?. Penulisan skripsi ini disusun dengan menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, dan Historiografi. Pendekatan yang digunakan Historis dan Sosiologis yang menggunakan teori peranan. Teori peranan menurut Soerjono Soekanto ialah suatu tindakan yang banyak menunjukkan pada fungsi, penyesuaian diri dan sebagai suatu proses, yakni seseorang yang menduduki suatu posisi atau tempat dalam masyarakat serta menjalankan suatu peranan. Hasil penelitian ini menyimpulkan: 1. Kiai Ismail Ibrahim merupakan tokoh pendatang asal dari Desa Plosorjo Kediri yang diberi amanah untuk mangku masjid serta menyiarkan agama Islam di desa Kedungmaling pada sekitar tahun 1945, 2. Proses Islamisasi oleh Kiai Ismail di desa Kedungmaling dikelompokkan dalam tiga periode Islamisasi yakni periode pertama (1945-1960), periode kedua (1960-1970), dan periode ketiga (1970-1983), 3. Kontribusi Kiai Ismail dalam Islamisasi melalui pengembangan Masjid Baitul Mansyur, mendirikan Pondok Pesantren, dan melahirkan tradisi upacara Haul Jam’ul Jawami’, serta tantangan Kiai Ismail Ibrahim dalam Islamisasi yang berperan memadamkan aliran Darul Hadits yang tidak sesuai dengan sosial keagamaan masyarakat
PROSES PERALIHAN HAK ATAS TANAH PERTANIAN YANG DIPEROLEH BERDASARKAN AKTA RISALAH LELANG DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KENDAL
Pemilikan tanah absente yang diperoleh berdasarkan Akta Risalah lelang
merupakan masalah dalam bidang pertanian terutama di Negara Indonesia, diatur
dalam PP No. 224 Tahun 1961 Pasal 3 dan PP No. 41 Tahun 1964 pasal tambahan
yaitu Pasal 3a sampai dengan Pasal 3e, bahwa ; Ayat (1) Pemilik tanah pertanian
yang bertempat tinggal di luar kecamatan letak tempat tanahnya, dalam jangka
waktu 6 bulan wajib mengalihkan hak atas tanahnya kepada orang lain di kecamatan
tempat letak tanah itu atau pindah ke kecamatan letak tanah tersebut.
Tujuan penelitian yaitu mengkaji Akibat Hukum dan Proses Peralihan Hak
atas Tanah Absente yang berasal dari Lelang Eksekusi di Kantor Pertanahan
Kabupaten Kendal.
Metode penelitian hukum yang digunakan adalah Socio-Legal Research
dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan merupakan
data primer dan sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara
dan dianalisa dengan pendekatan kualitatif.
Hasil penelitian di lapangan, bahwa di Kantor Pertanahan Kabupaten
Kendal belum menjalankan peraturan terhadap larangan tanah absente tersebut
secara tegas, sehingga masih banyak pemilikan tanah-tanah absente di Kabupaten
Kendal.
Saran penulis dalam penelitian ini agar Kantor Pertanahan Kabupaten Kendal
berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)
mengenai aturan larangan tanah absente tersebut
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
