1,017 research outputs found
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN PEMILIHAN KEPALA DESA (PILKADES) DI DESA SUKAMULYA KECAMATAN RUMPIN KABUPATEN BOGOR TAHUN 2019
Pemilihan Kepala Desa merupakan perwujudan demokrasi desa dalam rangka menentukan kepemimpinan desa yang berkualitas. Pemilihan kepala desa tidak terlepas dari partisipasi masyarakat desa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (PILKADES) Di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Purposive sampling. Informan dipilih secara purposive sebanyak 15 orang. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Teknik analisis Interaktif Kualitatif. Hasil penelitian diketahui penyampaian visi, misi, dan program kerja calon kepala desa Sejak masa sebelum kampanye, masa kampanye, sampai masa tenang. Umpan balik dilakukan dengan cara mengulas balik secara tertulis, komunikasi verbal, media, baliho, atau datang ke kantor panitia Pilkades. Pembahasan berbagai persoalan pada pelaksanaan Pilkades melalui Forum Warga, secara musyawarah, dan bantuan mediasi. Bentuk penerimaan saran kritik masyarakat dengan menunjuk petugas untuk menampung saran dan kritik, menyediakan kotak saran, melalui media yang disediakan panitia. Masyarakat sangat aktif dalam berpartisipasi, seperti datang saat pelaksanaan kampanye, menyampaikan aspirasi, saran, dan masukan bagi calon kepala desa, ikut pemilihan kepala desa sesuai jadwal, Masyarakat memilih sesuai dengan hati nuraninya, tanpa adanya paksaan dan tekanan. Kontrol masyarakat terhadap pelaksanaan Pilkades, adalah masyarakat bekerjasama dalam mengawasi berjalannya Pilkades. Faktor pendukung Pemilihan Kepala Desa, antara lain adanya tenaga yang mendukung, sarana cukup tersedia. Beberapa faktor penghambat, antara lain dana yang tersedia, tidak adanya panitia pengawas, adanya pelaksanaan kampanye hitam. Saran dalam penelitian adalah untuk mengatur anggaran lebih efektif dan efisien, dibentuk panitia pengawas yang berasal dari masyarakat, koordinasi dengan tokoh masyarakat, aparat desa, sehingga dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat umum untuk berpartisipasi secara aktif pada Pilkades.Kata Kunci : Partisipasi, Masyarakat, Pemilihan Kepala Desa
Evaluasi : kemitraan keluarga dengan satuan pendidikan non formal
Panduan evaluasi kemitraan keluarga dengan satuan pendidikan non formal ini disusun sebagai pedoman bagi pelakana program pendidikan keluarga dalam menyelenggarakan kemitraan. Isi panduan ini mencakup tajuan, sasaran, ruang lingkup, waktu, instrumen, tatacara, analisis hasil serta tindak lanjut
Persepsi Ulama Tentang Tayangan Mistis “(Masih) Dunia Lain” di Stasiun Televisi Trans7
Sofyan, A., Nurati, D. E., & Siswanta. (2016). Persepsi Ulama Tentang Tayangan Mistis “(Masih) Dunia Lain” di Stasiun Televisi Trans7. Transformasi, 1(30), 68-73
APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BEASISWA PPA DAN BBM STUDI KASUS PADA UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SOFYAN, MUHAMMAD AGUS. 2013. SCHOLARSHIP DECISION
SUPPORT SYSTEM. Studies Diploma Program Information Engineering
Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Sebelas Maret
Surakarta.
The scholarship application is a decision support system used to manage data
registries scholarship. This system helps in giving advice so that decisions will be
taken in determining the PPA and BBM scholarship recipient becomes objective.
Applications was built using PHP and MySQL. MySQL was used for
managing databases. Analysis and design of systems used included Contex
Diagram (CD), Data Flow Diagrams (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD)
and Conceptual Data Model (CDM). In this project, scoring method was used to
find the data recommendations. The basic concept for the scoring method was to
find the weighted sum of each alternative scores on all criteria. This method
required the decision maker to determine the weight for each criterion. The final
score for an alternative was obtained by summing over the multiplication of
criteria score and weight of each criterion.
This application is web-based so that can be used by browser and local server .
The additional facility is a useful facility for admins for managing operator which
can manage data registries scholarship on scholarship decision support system.
Results of final score ranking obtained was submitted to the board meeting as a
recommendation to be taken into a decision in determining the PPA and BBM
scholarship recipients.
SOFYAN, MUHAMMAD AGUS. 2013. SISTEM PENDUKUNG
KEPUTUSAN BEASISWA. Program Studi Diploma III Teknik Informatika
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret
Surakarta.
Aplikasi pendukung keputusan beasiswa ini merupakan sistem yang digunakan
untuk mengelola data pendaftar beasiswa. Sistem ini membantu dalam
memberikan rekomendasi sehingga keputusan yang akan diambil dalam
penentuan penerima beasiswa PPA dan BBM bersifat obyektif.
Aplikasi dibangun menggunakan PHP dan MySQL, dimana MySQL digunakan
untuk mengelola database. Analisis dan perancangan sistem yang digunakan
meliputi Contex Diagram (CD), Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship
Diagram (ERD) dan Conceptual Data Model (CDM). Untuk mengetahui data
rekomendasi, dilakukan dengan perhitungan metode scoring. Konsep dasar
metode skoring ini adalah mencari penjumlahan terbobot dari skor kriteria pada
setiap alternatif pada semua kriteria. Metode ini mengharuskan pembuat
keputusan menentukan bobot bagi setiap kriteria. Skor akhir untuk sebuah
alternatif diperoleh dengan menjumlahkan seluruh hasil perkalian antara skor
kriteria dan bobot tiap kriteria.
Aplikasi ini berbasis web sehingga dapat digunakan menggunakan fasilitas
browser dan local server. Adapun fasilitas tambahan adalah fasilitas untuk admin
yang berguna mengelola operator yang dapat mengelola data pendaftar beasiswa
pada system pendukung keputusan beasiswa. Hasil perangkingan skor akhir yang
didapat kemudian diajukan ke rapat pimpinan sebagai rekomendasi untuk
mengambil keputusan dalam menentukan mahasiswa penerima beasiswa PPA dan
BBM
ANALISIS KOMPONEN MAKNA KATA YANG BERMAKNA DASAR MEMUKUL DALAM BAHASA MADURA DIALEK PAMEKASAN
Bahasa Madura (BM) merupakan bahasa daerah yang digunakan sebagai
sarana komunikasi sehari-hari oleh masyarakat etnik Madura, baik yang bertempat
tinggal di Pulau Madura dan pulau-pulau kecil sekitarnya maupun di perantauan,
misalnya Bondowoso, Situbondo, Jember, Probolinggo dan lain-lain. Perilaku
komunikatif yang dilakukan oleh masyarakat etnik Madura untuk saling memahami
pola makna tuturan yang disampaikan, atau yang ditulis, pada perilaku komunikatif
sehari-hari. BM secara pemetaan dialek terdiri atas: 1) dialek Sumenep, 2) dialek
Pamekasan, 3) dialek Bangkalan, dan 4) dialek Kangean. Dalam penelitian ini
dikhususkan pada BM dialek Pamekasan. Secara teoritis, BM dialek Pamekasan
berbeda dengan dialek-dialek BM lainnya. Dialek Pamekasan digunakan di
Kabupaten Pamekasan dan di beberapa wilayah Kabupaten Sumenep yang berbatasan
dengan Kabupaten Pamekasan. Letak perbedaan dengan dialek lainnya, dialek
Pamekasan dalam pengucapannya sesuai dengan jumlah suku katanya dan cendrung
mengucapkan vokal pada suku pertama, kalau dialek Sumenep mempunyai
kecenderungan yaitu memperpanjang ucapan pada suku kata terakhir. Dialek
Bangkalan cenderung melesapkan vocal. Dialek Kangean ritme pengucapannya sangat cepat, namun secara fonologis berbeda dengan yang lain. Contoh kata jȃrèya diucapkan dengan [jȃrɛyȃ] dalam dialek Sumenep, [jrɛyȃ] dalam dialek Pamekasan, dan [jiyȃ] dalam dialek Bangkalan (Sofyan, 2008a:10).
Data fenomena kata yang bermakna dasar memukul BM Dialek Pamekasan
diperoleh di Desa Sana Tengah Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Penelitian
ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan
pada penelitian ini merupakan kata-kata yang bermakna dasar memukul dalam Bahasa Madura Dialek Pamekasan (BMDP). Penyediaan data yang dilakukan dalam
penelitian ini meliputi; (1) Data dan Sumber Data, (2) Metode dan Teknik Penyediaan
Data, (3) Metode dan Teknik Analisis Data, dan (4) Teknik Penyajian Hasil Analisis
Data.
Data merupakan bahan fakta yang diolah dalam suatu penelitian. Sudaryanto
(1998: 10) menyatakan bahwa data pada hakekatnya adalah objek sasaran penelitian
beserta konteksnya. Sumber data pada penelitian ini merupakan makna kata yang
bermakna dasar memukul dalam bahasa Madura Dialek Pamekasan,yang diteliti di
Desa Sana Tengah Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Metode dan Teknik
penyediaan data menggunakan metode simak dan metode cakap dengan teknik cakap
semuka dilanjutkan dengan teknik rekam dan catat. Metode analisis data
menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik penyajian hasil analisis data
menggunakan metode formal dan informal, karena terapat uraian kebahasaan dan
simbol plus (+) dan minus (-).
Hasil analisis, kata yang bermakna dasar memukul BMDP memiliki
perbedaan klasifikasi kata memukul yang berbeda. Pertama, klasifikasi kata memukul
berdasarkan anggota tubuh yang digunakan. Klasifikasi ini dijabarkan lagi dengan
berbagai macam anggota tubuh yang digunakan di antaranya dengan: a) tangan, b)
kaki, dan c) kepala. Kedua, klasifikasi kata memukul berdasarkan alat yang
digunakan di antaranya: a) bambu atau kayu, b) benda tajam, dan c) batu. Di antara
beberapa ciri klasifikasi tersebut oleh peneliti dideskripsikan bentuk makna setiap
kata kemudian dideskripsikan kembali ke dalam bentuk kalimat. Setelah
mengklasifikasi analisis tahapan ke dua adalah dengan menghadirkan komponen
makna memukul dengan memberikan deret pembeda makna pada beberapa jenis kata
yang dikelompokkan
ANALISIS KOMPONEN MAKNA KATA YANG BERMAKNA DASAR MEMUKUL DALAM BAHASA MADURA DIALEK PAMEKASAN
Bahasa Madura (BM) merupakan bahasa daerah yang digunakan sebagai
sarana komunikasi sehari-hari oleh masyarakat etnik Madura, baik yang bertempat
tinggal di Pulau Madura dan pulau-pulau kecil sekitarnya maupun di perantauan,
misalnya Bondowoso, Situbondo, Jember, Probolinggo dan lain-lain. Perilaku
komunikatif yang dilakukan oleh masyarakat etnik Madura untuk saling memahami
pola makna tuturan yang disampaikan, atau yang ditulis, pada perilaku komunikatif
sehari-hari. BM secara pemetaan dialek terdiri atas: 1) dialek Sumenep, 2) dialek
Pamekasan, 3) dialek Bangkalan, dan 4) dialek Kangean. Dalam penelitian ini
dikhususkan pada BM dialek Pamekasan. Secara teoritis, BM dialek Pamekasan
berbeda dengan dialek-dialek BM lainnya. Dialek Pamekasan digunakan di
Kabupaten Pamekasan dan di beberapa wilayah Kabupaten Sumenep yang berbatasan
dengan Kabupaten Pamekasan. Letak perbedaan dengan dialek lainnya, dialek
Pamekasan dalam pengucapannya sesuai dengan jumlah suku katanya dan cendrung
mengucapkan vokal pada suku pertama, kalau dialek Sumenep mempunyai
kecenderungan yaitu memperpanjang ucapan pada suku kata terakhir. Dialek
Bangkalan cenderung melesapkan vocal. Dialek Kangean ritme pengucapannya
sangat cepat, namun secara fonologis berbeda dengan yang lain. Contoh kata jȃrèya
diucapkan dengan [jȃrɛyȃ] dalam dialek Sumenep, [jrɛyȃ] dalam dialek Pamekasan,
dan [jiyȃ] dalam dialek Bangkalan (Sofyan, 2008a:10).
Data fenomena kata yang bermakna dasar memukul BM Dialek Pamekasan
diperoleh di Desa Sana Tengah Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Penelitian
ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan
pada penelitian ini merupakan kata-kata yang bermakna dasar memukul dalam
ix
Bahasa Madura Dialek Pamekasan (BMDP). Penyediaan data yang dilakukan dalam
penelitian ini meliputi; (1) Data dan Sumber Data, (2) Metode dan Teknik Penyediaan
Data, (3) Metode dan Teknik Analisis Data, dan (4) Teknik Penyajian Hasil Analisis
Data.
Data merupakan bahan fakta yang diolah dalam suatu penelitian. Sudaryanto
(1998: 10) menyatakan bahwa data pada hakekatnya adalah objek sasaran penelitian
beserta konteksnya. Sumber data pada penelitian ini merupakan makna kata yang
bermakna dasar memukul dalam bahasa Madura Dialek Pamekasan,yang diteliti di
Desa Sana Tengah Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Metode dan Teknik
penyediaan data menggunakan metode simak dan metode cakap dengan teknik cakap
semuka dilanjutkan dengan teknik rekam dan catat. Metode analisis data
menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik penyajian hasil analisis data
menggunakan metode formal dan informal, karena terapat uraian kebahasaan dan
simbol plus (+) dan minus (-).
Hasil analisis, kata yang bermakna dasar memukul BMDP memiliki
perbedaan klasifikasi kata memukul yang berbeda. Pertama, klasifikasi kata memukul
berdasarkan anggota tubuh yang digunakan. Klasifikasi ini dijabarkan lagi dengan
berbagai macam anggota tubuh yang digunakan di antaranya dengan: a) tangan, b)
kaki, dan c) kepala. Kedua, klasifikasi kata memukul berdasarkan alat yang
digunakan di antaranya: a) bambu atau kayu, b) benda tajam, dan c) batu. Di antara
beberapa ciri klasifikasi tersebut oleh peneliti dideskripsikan bentuk makna setiap
kata kemudian dideskripsikan kembali ke dalam bentuk kalimat. Setelah
mengklasifikasi analisis tahapan ke dua adalah dengan menghadirkan komponen
makna memukul dengan memberikan deret pembeda makna pada beberapa jenis kata
yang dikelompokkan
Personal Branding Agus Harimurti Yudhoyono Melalui Media Sosial Youtube @AgusYudhoyono
Indonesia will hold presidential and parliamentary elections in 2024 at both national and regional levels. Agus Harimurti Yudhoyono is one of the presidential candidates in the 2024-2029 elections. In political years where this, as done by Agus Harimurti Yodhoyono, will have a significant influence on the support of the Indonesian people, personal branding is an important component in the success of the plan. The development of information technology and the use of social media as a tool for developing personal branding is currently impossible to resist. Agus Harimurti Yudhoyono uses YouTube, a social media platform, to develop personal branding to attract the interest of the younger generation. The purpose of this research is to find out more about Agus Harimurti Yudhoyono's personal branding strategy on YouTube. By using foundations such as personal branding, agenda setting, framing and dramaturgy. The author uses qualitative research techniques. Framing analysis will be replaced by research that focuses on issues related to Agus Harimurti Yudhoyono's personal branding. Based on the findings of this study, personal branding, framing, and dramaturgy produce personal branding developed by Agus Harimurti Yudhoyono's management through YouTube social media which has formed a realistic personal branding. As a result, Agus Harimurti Yudhoyono's personal branding has become realistic
TA : Pembuatan Film Bergenre Drama Berunsur Komedi Farce dengan Plot Linear Circular Yang Berjudul "Agus"
The film is a live picture, also often called a movie. Film, collectively, often called cinema. Cinema itself is derived from the word cinematic or motion. So the sense of motion is painting with light. The author makes a comedy movie using Circular Linear plot as the plot. The method used was the story begins from conception, data collection techniques of filming and editing videos.
Before authors begin filming this, the authors conducted several research methods, such as literature, namely by looking for books related to the movie-making process. Moreover, the authors also conducted an analysis of some of the films made in reference to the character creation as well as analyzing the properties commonly used in a comedy movie.
Film "AGUS" tells about the life of a young person who wanted to try his fortune village in the city. Are then faced with a dilemma, in which he must decide wisely over what happened.
The process of making this film started pre-production process that begins with the design work of ideas and concepts. Writers develop it into a movie by using the techniques of filmmaking in general.
This film uses a video editing software on finalizing, it will also facilitate the task of the writer in perfecting. Finally, the hope of the author of the final report will be the best, so it can be a role model for others, both technical and moral message contained in the film, and through this work, the author is able to provide different entertainment that could shift the interest of the film market film eroticism to quality films
TA : Pembuatan Film Bergenre Drama Berunsur Komedi Farce dengan Plot Linear Circular Yang Berjudul "Agus"
The film is a live picture, also often called a movie. Film, collectively, often called cinema. Cinema itself is derived from the word cinematic or motion. So the sense of motion is painting with light. The author makes a comedy movie using Circular Linear plot as the plot. The method used was the story begins from conception, data collection techniques of filming and editing videos.
Before authors begin filming this, the authors conducted several research methods, such as literature, namely by looking for books related to the movie-making process. Moreover, the authors also conducted an analysis of some of the films made in reference to the character creation as well as analyzing the properties commonly used in a comedy movie.
Film "AGUS" tells about the life of a young person who wanted to try his fortune village in the city. Are then faced with a dilemma, in which he must decide wisely over what happened.
The process of making this film started pre-production process that begins with the design work of ideas and concepts. Writers develop it into a movie by using the techniques of filmmaking in general.
This film uses a video editing software on finalizing, it will also facilitate the task of the writer in perfecting. Finally, the hope of the author of the final report will be the best, so it can be a role model for others, both technical and moral message contained in the film, and through this work, the author is able to provide different entertainment that could shift the interest of the film market film eroticism to quality films
ANALISIS KOMPONEN MAKNA KATA YANG BERMAKNA DASAR MEMUKUL DALAM BAHASA MADURA DIALEK PAMEKASAN THE ANALISYS OF COMPONENTS OF WORD WITH BASIC MEANING “HIT” IN MADURASE USING PAMEKASAN DIALECT
Artikel ini membahas kata yang bermakna dasar ‘memukul’ dalam Bahasa Madura Dialek Pamekasan
(BMDPM). Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Kata ‘memukul’ dianalisis
menggunakan teori semantik dengan sub teori analisis komponen makna, yang menghadirkan deret
pembeda makna pada setiap kata yang diuraikan dengan analisis komponen makna, sehingga dapat
mengetahui letak perbedaan dari setiap kata ‘memukul’ tersebut. Berdasarkan klasifikasi kata yang
bermakna dasar memukul dalam Bahasa Madura Dialek Pamekasan yaitu: pertama,
mengklasifikasikan kata yang menggunakan anggota tubuh di antaranya dengan: tangan (norkop),
kaki (narjhȃ), dan kepala (nyothuk): klasifikasi yang ke dua, merupakan memukul berdasarkan alat
yang digunakan atau dipakai yaitu dengan: bambu atau kayu (mentong), benda tajam (meddhȃng), dan
batu (ngancan). Setelah memetakan dan mendeskripsikan deret kata yang bermakna dasar memukul
tersebut, maka dapat dipahami bentuk-bentuk perbedaan makna pada setiap kata yang bermakna dasar
‘memukul
- …
