1,721,436 research outputs found

    Jakarta di Bawah Kepemimpinan “Gubernur Sampah” Soemarno Sosroatmodjo (1960-1966)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pola kepemimpinan Soemarno Sosroatmodjo. Sosok bersahaja yang terpilih sebagai Gubernur Jakarta yang pertama. Nama Soemarno tidak banyak diperbincangkan oleh khalayak, tetapi peninggalannya seperti Pasar Senen, Pasar Cikini, Kawasan Cempaka Putih, Pulo Mas serta Tebet menjadi warisan yang dapat kita nikmati hingga saat ini di Ibu Kota Jakarta. Adapun, kebijakan yang menjadi ciri khas pada era Soemarno adalah kebijakan yang berkaitan dengan sampah yang nantinya saling berkaitan dengan kebijakannya dalam menangani banjir. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif analisis historis. Teori yang peneliti gunakan adalah Politik Kota. Sehingga dalam penelitiannya, peneliti juga membandingkan pola kepemimpinan pemangku kebijakan sebelum Soemarno serta didukung dengan permasalahan yang Jakarta alami. Titik berat peneliti adalah bagaimana Soemarno dengan latar belakangnya sebagai dokter tentara membuat kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan umum masyarakat Jakarta. Hal ini selaras dengan poin penting dalam politik perkotaan bahwa sebuah kota akan berkembang sesuai dengan bagaimana rancangan progam kerja pemimpinnya. Hasil penelitian ini menunjukan kebijakan Soemarno dinilai berhasil untuk membuat progam kerja yang dikhususkan untuk masyarakat Jakarta. Hal ini bisa dibuktikan dengan seimbangnya pembangunan infrastruktural monumental dan pembangunan untuk kepentingan masyarakat Jakarta pada tahun 1960-an. Penelitian ini dinilai krusial karena diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi pemangku kebijakan Jakarta dalam menangani permasalahan banjir. &nbsp

    JAKARTA DI BAWAH KEPEMIMPINAN "GUBERNUR SAMPAH" SOEMARNO SOSROATMODJO (1960-1966)

    Get PDF
    ABSTRAK KARINA SEPTIANI. Jakarta Di Bawah Kepemimpinan “Gubernur Sampah” Soemarno Sosroatmodjo (1960-1966). Skripsi. Jakarta. Progam Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta, 2022. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pola kepemimpinan Soemarno Sosroatmodjo sebagai seorang Gubernur Jakarta yang pertama dan mendapatkan julukan “Gubenur Sampah” oleh sebagian masyarakat Jakarta dikarenakan progam kerja Soemarno didominasi dengan masalah sampah serta kebersihan. Diantaranya, bersih-bersih pada minggu pagi, pendirian tim asistensi dan KOPRO banjir. Tidak hanya itu, pada masa kepemimpinannya, Soemarno juga berhasil untuk membangun infrastruktur untuk kepentingan masyarakat Jakarta seperti menginisiasi rumah minimum, pembangunan Pasar Senen, Pasar Cikini, Kawasan Perumahan Cempaka Putih dan Pulo Mas. Peneliti menggunakan metode historis dengan pendekatan deskriptif naratif pada penelitian ini. Di dalam penelitian ini, peneliti menjelaskan bagaimana pola pikir Soemarno didominasi dengan pengalaman masa lalunya sebagai dokter tentara sehingga bisa memandang permasalahan Jakarta dengan sudut pandang preventif, represif dan kuratif sehingga bisa menghasilkan kebijakan-kebijakan yang bertujuan untuk kepentingan umum masyarakat Jakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan Soemarno diapresiasi oleh masyarakat Jakarta pada masanya dan menjadi awal mula yang baik untuk pembangunan Kota Jakarta. Hal ini bisa dibuktikan dengan pujian yang banyak Soemarno dapatkan dalam banyak surat kabar dan seimbangnya pembangunan infrastruktural monumental dan pembangunan untuk kepentingan masyarakat Jakarta pada tahun 1960-an. Penelitian ini dinilai krusial karena diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi pemangku kebijakan Jakarta dalam menangani permasalahan banjir serta pembangunan Jakarta. Kata Kunci: Soemarno Sosroatmodjo, Pola Kepemimpinan, Masalah Jakarta, Pembangunan Jakarta ******************************** This study aims to examine the leadership pattern of Soemarno Sosroatmodjo as the first Governor of Jakarta and who was called "Governor of Garbage" by some people in Jakarta because Soemarno's work program is dominated by waste and clean liness problems. Among them, cleaning on Sunday mornings, establishing an assistance tim and KOPRO flooding. leadership, Soemarno also succeeded in building infrastructure for During his the Jakarta, such as initiating minimum houses, building Senen Market, Cikini Market, Cempaka Putih Housing Area and Pulo Mas. The researcher uses the historical method with a descriptive narrative approach in this study. In addition, the researcher also describes how Soemarno's mindset was dominated by his past experience as an army doctor. Soemarno looked at the problems of Jakarta from a preventive, repressive and curative point of view so that Soemarno's mindset was created which resulted in policies aimed at the public interest of the people of Jakarta. The results showed that Soemarno's policies were appreciated by the people of Jakarta in his time and became a good start for the development of the city of Jakarta. This can be proven by the praise that Soemarno received in many newspapers. Soemarno managed t o Jakarta's development. Keyword Jakarta ’s : Development people of balance monumental infrastructure development and development for the benefit of the people of Jakarta in the 1960s. This research is considered crucial because it is expected to be an inspiration for Jakar

    Pendidikan karakter perspektif Imam Al Ghazali dan Soemarno Soedarsono

    Get PDF
    Pendidikan karakater merupakan sebuah proses yang tiada henti (never ending) dalam pelaksanaanya di sebuah negara demokrasi seperti Indonesia. Melihat nilai-nilai yang ada dan sudah dirancang oleh Pemerintah akan tetapi belum ada dampak yang konkrit yang bisa diangkat menjadi faktor suksesnya program pendidikan karakter, merupakan alasan bagi peniliti untuk mencari tahu lebih dalam tentang pendidikan karakter. Krisis karakter yang terjadi saat ini sudah waktunya untuk menggugah para pemegang kekuasaan dan para pendidik untuk mengambil akselerasi terobosan dan cara menanggulangi krisis ini. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan pemahaman atau persepsi tentang pendidikan karakter dua tokoh yang berbeda zaman, yaitu Imam al-Ghazali yang hidup pada zaman akhir Dinasti Abbasiyah yang dikenal sebagai masa kejayaan Islam, dan Soemarno Soedarsono yang merupakan salah satu penggagas munculnya pendidikan karakter di Indonesia pada tahun 2010. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, di mana teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan metode dokumentasi yang dibagi menjadi data primer dan data sekunder. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis isi dan interpretasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan karakter perspektif Imam al-Ghazali dan Soemarno Soedarsono mempunyai persamaan dan perbedaan. Persamaanya ada pada dasar pendidikan karakter yaitu keduanya menempatkan keyakinan dan ketuhanan yang bersumber pada al-Quran dan al-Hadith. Sedangkan perbedaannya pada tujuan dan tahap pendidikan karkater; Imam al-Ghazali memandang bahwa tujuan pendidikan karkater adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan ada 2 tahapan pendidikan karakter yaitu ta’d{ib dan riyad{oh atau jalan sufi. Sedangkan tujuan dan tahapan pendidikan karakter menurut Soemarno Soedarsono adalah membentuk kesadaran pribadi dan sosial yang mempunyai 4 tahapan yaitu; 1) Ketahanan Pribadi, 2) Ketahanan Keluarga, 3) Ketahanan Lingkungan, 4) Ketahanan Nasional

    Mutu Pelayanan IGD RSU BLUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor Tahun 2015

    Get PDF
    Mutu Pelayanan adalah kondisi dimana hasil dari produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan, standar yang berlaku dan tercapainya tujuan. Mutu adalah faktor keputusan mendasar dari pelanggan. Mutu adalah penentuan pelanggan, bukan ketetapan insinyur,pasar atau ketetapan manajemen. Tujuan penelitian ini adalab menganalisis mutu pelayanan melalui penilaian pelanggan di IGD RSU BLUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo tanjung Selor tahun 2015. Dibarapkan dengan analisis mutu pelayanan dari penilaian pelanggan dapat diketahui tingkat mutu pelayanan di IGD RSU BLVD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik dan menrut waktunya merupakan penelitian "Cross Sectional". Popu1asi penelitian ini adalah pasien atau keluarga pasien di IGD RSU BLVD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dan besar sampel yang di ambil adalah sebanyak 87 orang/ pasien. Pengisian data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan perbitungan ska1a rating. Hasil pene1itian menunjukan masib perlu adanya perbaikan dari beberapa indikator karena nilai skor mean pada kategori interval "cukup dan baik" yakni mean< 3,25. Untuk dimensi tangible didapatkan basil indikator masing-masing kebersiban dengan skor 3,04,penerangan 3, 12 dan kebisingan 3,13. Dimensi Responsiveness dengan skor indikator masing-masing sebesar Waktu tanggap 2,93 dan Waktu tunggu 2,88. Dan pada dimensi Assurance masing-masing ; kemanan sebesar 3,16, kenyamanan 3,01 dan ketenangan sebesar 3,02

    Relationship of Nursing Service Quality with the Satisfaction Level of Participant Hypertension Patients BPJS at RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

    Get PDF
    The quality of nursing services is one of the factors in the quality of health services which is one of the determining factors for the picture of health services in the community. Satisfaction is a feeling that comes as a result of the service action he receives, after the patient compares it with what he expects. To find out the relationship between the quality of nursing services and the level of satisfaction of patients with hypertension, BPJS participants at RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. This study uses an analytical survey research method with a cross sectional where each research subject is only observed once and measurements are made on the status of the character or variable of the subject on examination. The sample used was 30 people in the inpatient room at Dr. Hospital. H. Soemarno Sosroatmodjo. Sampling with total sampling technique. Data were analyzed using the Chi-square test. The quality of nursing services is mostly good as many as 16 people (53.3%), most of the respondents are satisfied as many as 18 people (60%), Chi-square test results obtained p value = 0.002. With a p value &lt; (α = 0.05), it can be concluded that the hypothesis is accepted, which means that there is a relationship between the quality of nursing services and the level of satisfaction of hypertensive patients who are BPJS participants at RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. The conclusion, that there is a relationship between the qualities of nursing services with the level of satisfaction of patients with hypertension BPJS participants at RSUD Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGARUH MENONTON FILM “IR. SOEMARNO” TERHADAP SIKAP SHIDDIQ ANGGOTA KARANG TARUNA DESA MARGODADI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh menonton film “Ir. Soemarno” terhadap sikap Shiddiq anggota Karang Taruna Desa Margodadi (KAMMA). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen one group pretestposttest control design menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan menggunakan Teori Jarum Hipodermik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif statistik inferensial dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 63 orang, nonprobability sampling jenis purposive sampling. Dimana pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan dengan pertimbangan tertentu jadi diambil 22 sampel.Uji validitas menggunakan rumus Product Moment, dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha dengan menggunakan bantuan komputer software SPSS 15 for windows. Hasil uji hipotesis menunjukkan ada perbedaan antara hasil pretest dan posttest dengan nilai –t hitung lebih kecil dari –t tabel (-17,291 < -2,07961) dengan nilai sig. (2 –tailed) = 0,000. Terdapat juga kenaikan dari selisih nilai mean pretest dan posttest sebesar 20,14 dari rata-rata awal sebesar 43,00 kemudian mengalami kenaikan menjadi 63,14. Artinya, terdapat pengaruh menonton film “Ir. Soemarno” terhadap sikap shiddiq pada anggota Karang Taruna Desa Margodadi

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore