10 research outputs found

    Peran Investasi pada Sektor Industri Makanan dan Implikasinya terhadap Ketahanan Nasional

    No full text
    Dalam lima tahun terakhir belum diketahui secara akurat peran investasi dalam menciptakan Nilai Tambah Bruto (NTB) dan penyerapan tenaga kerja dalam sektor industri makanan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis berapa besar peran investasi sektor industri makanan dalam menciptakan 1) NTB, 2) penyerapan tenaga kerja, 3) import content, dan 4) indeks backward linkage dan forward linkage. Data diolah dengan Tabel I-O pada 66 sektor industri dengan tahun dasar 2010. Investasi di sektor industri makanan periode 2007–2011 rata-rata sebesar Rp 12,39 triliun per tahun, terbukti dapat menciptakan NTB riil sebesar Rp 4,22 triliun juta per tahun di sektor bersangkutan, dengan elastisitas investasi terhadap NTB sebesar 1,77. Investasi tersebut berperan menciptakan penyerapan tenaga kerja sebanyak 49.158 orang per tahun, dengan elastisitas penyerapan tenaga kerja sebesar 0,98. Import content di sektor bersangkutan sebesar 5,92% dengan nilai sebesar Rp 993.934.000.000,- per tahun. Peran investasi di sektor industri makanan berkontribusi besar terhadap pendapatan nasional dan ketenagakerjaan, yang berimplikasi cukup baik pada ketahanan nasional. Namun demikian, import content yang relatif cukup besar bila tidak dicermati dapat memperlemah ketahanan nasional

    Efektifitas Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan Terhadap Pemberlakuan Surat Ijin Usaha Perdagangan Bagi Usaha Kecil (Studi di Un

    Full text link
    Dalam penulisan skripsi ini, penulis membahas permasalahan yang meliputi 2 hal, yang pertama adalah bagaimana efektifitas Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan terhadap pemberlakuan Surat Ijin Usaha Perdagangan Bagi Usaha Kecil serta yang kedua adalah mencari apa saja yang menjadi faktor penghambat dan pendukung Efektifitas Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan terhadap pemberlakuan Surat Ijin Usaha Perdagangan Bagi Usaha Kecil di Kota Malang. Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian hukum empiris berupa penggambaran Efektifitas Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian Dan Perdagangan terhadap pemberlakuan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) bagi usaha kecil yang ada di Kota Malang. Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Pendekatan Yuridis Sosiologis sehingga dapat mengetahui penerapan hukum berdasarkan perundang-undangan dengan realita yang terjadi di lapangan. Pengambilan jenis dan sumber data serta populasi dan sampel dalam penelitian ini berdasarkan dari wawancara dengan Kasubdin Bagian Perdagangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang serta wawancara terhadap sejumlah pemilik unit usaha kecil di wilayah Kota Malang. Untuk menganalisis data, digunakan metode deskriptif analisis, yaitu dengan cara menyoroti dan mengamati suatu gejala hukum dalam prakteknya digunakan dengan peraturan-peraturan yang ada. Dari hasil yang didapat, penulis merasa bahwa pemberlakuan SIUP pada usaha kecil belum terwujud maksimal. Peningkatan penerbitan SIUP dari tahun ke tahun memang menuju ke arah positif, namun jika dilihat dari jumlah perkembangan usaha kecil baik yang dilengkapi SIUP maupun tidak, perkembangan tersebut dirasa lamban mengingat banyaknya usaha-usaha yang berkembang di Kota Malang. Dalam pemberlakuan SIUP di Kota Malang, sesuai Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 8 Tahun 2010, terdapat 2 konsekuensi hukum terhadap usaha kecil yang tidak melengkapi usahanya dengan SIUP yaitu konsekuensi hukum sanksi administrasi berupa teguran, peringatan dan penutupan usaha serta konsekuensi hukum sanksi pidana berupa denda dan pidana kurungan. Untuk lebih terwujudnya efektifitas pemberlakuan SIUP secara maksimal, maka perlu adanya perbaikan secara menyeluruh baik secara kualitas sumber daya manusia maupun infrastruktur yang memadai sehingga dapat tercipta hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain antara usaha kecil dan pemerintah

    Determinants of Acute Respiratory Infection in Children Under Five in Simalingkar, Medan, North Sumatera

    Full text link
    Background: Acute Respiratory Infection (ARI) is still one of the health problems in developed and developing countries including Indonesia. ARI is the most common disease in outpatients in North Sumatra, especially in Medan. This study aims to find out about the factors that influence ARI in toddlers in Sim

    Pengujian Konsistensi Pengukuran Kinerja Reksa Dana Campuran Dengan Menggunakan Methode Sharpe, Treynor dan Jensen

    No full text
    The purpose of this research is to evaluate mix mutual fund which was listing in Bursa Efek Jakarta (Jakarta Stock Exchange) during period of January 2006 until December 2009 and also to see consistancy of relationship between measurement method for mutual fund�s performance which are Sharpe, Treynor and Jensen. This research involved 42 samples which had fulfilled criteria. The criteria is the samples must be listed in Jakarta Stock Exchange during the research period. To rank mix mutual fund�s performances, this research used Sharpe, Treynor dan Jensen methods. To solve the problem, this research used non parametrik correlation- Kendall�s Tau_b. The result showed that the best performance mix mutual fund consistantly during January 2006 until December 2009 are Danamas Fleksi and Fortis Equitra.. the worst performance mix mutual fund consistantly during January 2006 until December 2009 is Schroder Dana Terpadu. The result also showed that there is cconsistancy between three variables, Sharpe, Treynor and Jensen

    Model Relasional Ciptaan dan Upaya Berteologi Ekologi di Desa Tabang Kabupaten Kepulauan Talaud

    Full text link
    ABSTRACT The plastic waste crisis "haunts" the Talaud Islands Regency, including Tabang Village. Plastic waste not only affects the scenery but also diminishes the quality of fishermen's catches. The community's awareness of the inherent value of nature is believed to shape their attitudes towards the environment. Therefore, an appropriate perspective on creation is needed. This research aims to examine the impact of plastic waste in Tabang Village and identify the theological roots of these attitudes. The research employs a qualitative method designed to describe both natural and human-engineered phenomena, with an emphasis on the characteristics, quality, and relationships among existing activities. Considering the importance of nature in the lives of the Talaud community, the author proposes an understanding of ecotheology with a relational model on creation in an effort to develop an ecological theology in Tabang Village. This approach aims to foster a proper perspective and cultivate relevant attitudes towards God's creation among the community.   ABSTRAK Krisis sampah plastik “menghantui” Kabupaten Kepulauan Talaud termasuk di Desa Tabang. Sampah plastik bukan hanya memengaruhi pemandangan, tetapi juga menurunkan kualitas hasil tangkapan nelayan. Kesadaran masyarakat terhadap nilai (value) yang dimiliki alam ditengarai ikut memproduksi sikap masyarakat terhadap alam. Untuk itu diperlukan cara pandang yang tepat terhadap alam ciptaan. Penelitian diarahkan untuk melihat dampak sampah plastik di desa Tabang dan menemukan akar persoalan sikap tersebut secara teologis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena baik alami maupun rekayasa manusia dengan penekanan pada karakteristik, kualitas dan hubungan di antara kegiatan yang ada. Mengingat pentingnya alam dalam kehidupan masyarakat Talaud, penulis mengusulkan pemahaman ekoteologi dengan model relasional ciptaan dalam upaya berteologi ekologi di Desa Tabang supaya masyarakat memiliki cara pandang yang tepat dan dapat mengembangkan sikap yang relevan berhadapan dengan alam ciptaan Tuhan

    Implementing Ecotheology Through The Concept Of Hospitality In The Context Of Covid 19

    Full text link
    This paper analyzes hospitality-based ecotheology in the framework of soil theology in a Covid-19 pandemic situation.The goal is for Christians to realize through biblical texts that humans are the image of God (Imago Dei) which contains the responsibility to embody God's character in the process of hospitality to nature.This research uses descriptive method and argumentative comparison using literature study.In the end, the author proves that with hospitality Christians can treat nature as a friend by building a triangular relationship between humans and God, humans and fellow humans and humans and nature as a form of love, and is supported by the success of ecotheology so far. the Covid-19 pandemic. This action starts from oneself, the church, and society with a responsible attitude, protecting, caring for and living in harmony with nature

    Trauma as a Theological Locus: Re-reading Muslim–Christian Relations in Indonesia through Trauma Theology

    Full text link
    This article examines post-conflict Muslim-Christian relations in Indonesia, using communal trauma as the primary unit of analysis. The aim of this study was to show how trauma functions as a relational reality that forms patterns of segregation, latent prejudice, and possible interfaith encounters. This study employs a qualitative approach through narrative inquiry, analyzing the documentary film Beta Mau Jumpa as a narrative-theological text, supported by a literature review on interreligious conflict and trauma theology. The results show that post-conflict trauma does not stop as an individual experience but operates as a collective memory that shapes Muslim-Christian relations in an ongoing manner. The novelty of this research lies in the positioning of trauma as a locus theologicus in the study of interreligious relations. This article contributes to the development of contextual theology and religious education by offering a more sensitive theological framework to the experience of wounds and post-conflict reconciliation

    Strategi Pemberdayaan UMKM Melalui Inovasi Kemasan Produk

    Full text link
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian nasional, menjadi pilar utama di banyak negara termasuk Indonesia. UMKM berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lapangan kerja, dan kesejahteraan ekonomi. Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan UMKM menyumbang sekitar 60,5% dari PDB dan menyerap lebih dari 96,9% angkatan kerja di Indonesia. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi inklusif dan lestari, penguatan sektor UMKM sangat diperlukan. Di era globalisasi dan digitalisasi, persaingan yang ketat menuntut inovasi sebagai kunci kelangsungan UMKM. Inovasi dibutuhkan dalam produk, layanan, proses bisnis, distribusi, dan promosi. Hal ini memungkinkan UMKM tetap kompetitif, menjangkau pasar lebih luas, dan memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam dan berubah. Inovasi produk, termasuk kemasan, berperan penting dalam kesuksesan UMKM. Kemasan tidak hanya melindungi produk, tetapi juga menjadi strategi pemasaran yang efektif. Perubahan kemasan dapat meningkatkan nilai produk, menarik minat pembeli, dan membedakan produk dari pesaing. Kemasan inovatif juga mencerminkan identitas merek dan kualitas serta ramah lingkungan. Dengan inovasi kemasan produk, UMKM dapat meningkatkan daya tahan bisnis dan bersaing di pasar

    Factors associated with uric acid levels in elderly: A cross-sectional study

    No full text
    Sustained elevated blood uric acid levels can lead to gout, a chronic inflammatory disease characterized by the deposition of uric acid crystals in the joints. Factors contributing to hyperuricemia include insufficient knowledge of risk factors and management, consumption of high-purine diets, and inadequate uric acid monitoring. Overweight and obesity are also frequently associated with increased uric acid production and reduced renal excretion. The aging process contributes to declining renal function, essential for uric acid elimination. This observational analytic cross-sectional study investigated the relationships between knowledge, nutritional status, and physical activity with blood uric acid levels in 30 elderly individuals at Hamparan Perak Health Center from March 5-19, 2025. Data were collected via questionnaires and analyzed using Chi-Square or Fisher Exact tests. The majority of respondents were female (73.3%) and aged 60-69 years (63.3%). Most had poor knowledge (56.7%) and high uric acid levels (63.3%). A significant relationship was found between knowledge (p=0.002) and nutritional status (p=0.000) with blood uric acid levels. However, no significant relationship was observed between physical activity levels and uric acid levels (p=0.125)

    Sistem Ketertelusuran Pada Industri Pangan Dan Produk Hasil Pertanian

    Full text link
    Ketertelusuran adalah kemampuan dari suatu sistem untuk menelusuri produk dan riwayatnya melalui seluruh atau bagian dari rantai produksi, mulai dari saat pemanenan terhadap ketertelusuran pada produk pangan dan hasil pertanian dalam 10 tahun terakhir ini cenderung meningkat secara signifikan seiring dengan meningkatnya kasus yang berhubungan dengan keamanan pangan dan penyakit langka (seperti penyakit kuku dan mulut, penyakit sapi gila, kontaminasi mikrobiologi pada produk segar, senyawa dioksin pada produk peternakan) serta meningkatnya perhatian dampak pangan hasil rekayasa genetika (GMO) pada rantai pangan manusia dan lingkungan. Implemnebtasi sistem ketertelusuran mempunyai aspek-aspek penying yang berhubungan dengan keamanan pangan, mutu dan labeling produk pangan. Cepatnya perkembangan pada teknologi informasi telah menyebabkan kemungkinan untuk menerapkan sistem ketertelusuran dalam industri pangan. Bagi produsen pangan skala kecil, pengembangan sistem secara kelompok dan sertifikasinya memudahkan dalam mengatasi kendala yang dihadapi pada penerapan sistem ketertelusuran, dengan penguatan kapasitas dalam pemilihan jenis teknologi tepat guna untuk ketertelusuran. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai konsep dan definisi ketertelusuran, keuntungan sistem ketertelusuran bagi industri pangan, pemerintah dan konsumen, implementasi sistem ketertelusuran pada produk pangan dan produk hasil pertanian, serta kendala dan peluang penerapan sistem ketertelusuran
    corecore