Ejournal of industrial system portal (Kementerian Perindustrian)
Not a member yet
    3118 research outputs found

    Peran Ratu Kalinyamat dalam Ornamen Masjid Mantingan dan Makam Mantingan Jepara

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran Ratu Kalinyamat dalam terwujudnya ornamen yang ada di Masjid dan Makam Mantingan Jepara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan studi kepustakaan dan studi lapangan. Tahap penelitian berupa: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data; (3) analisis data; dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah Ratu Kalinyamat sebagai penguasa Jepara, dengan dibantu suaminya Sultan Hadlirin, dan Patih Sungging Badar Duwung berperan penting dalam mewujudkan ornamen yang ada di Masiid dan Makam Mantingan tersebut. Ornamen yang ada dipengaruhi oleh budaya Hindu, Islam dan China. Karakteristik ornamennya merupakan hasil stilasi dari bentuk-bentuk alam yaitu teratai, pohon hayat, kelapa, gunung, kera, burung phoenix, merak, kelelawar, kuda, dan bentuk-bentuk bidang lingkaran, segi enam, kubus, ortogonal, dengan hiasan flora. Pada masa setelahnya, ornamen tersebut telah menjadi inspirasi pengembangan seni dan desain oleh generasi-generasi berikutnya, termasuk industri ukir kayu Jepara

    Halaman Awal

    No full text

    Methylene blue adsorption by langsat peel (Lansium domesticum) waste

    Full text link
    The potential of langsat peel (LP) as an absorbent to remove methylene blue (MB) dye from the textile industry was investigated in this study. A batch method was employed to determine the optimum conditions and adsorption capacity of langsat peel with variations in pH, initial dye concentration, and particle size of the adsorbent. The analysis principle relied on measuring the absorbance of the MB dye before and after adsorption using a Spectronic 20D+ spectrophotometer at a maximum wavelength of 665 nm. The results indicated that the optimum conditions were pH 6, a concentration of 300 ppm, and a particle size of 150 µm. The adsorption process followed the Freundlich isotherm with an R2 value of 0.918 and Kf values of 4.655 mg/g. According to the Langmuir isotherm, the maximum adsorption capacity obtained was 44.843 mg/g

    Pengaruh perlakuan bleaching terhadap perubahan warna dan sifat finishing kayu pinus (Pinus sp.) terserang blue stain. (Effect of bleaching treatment to color change and finishing properties of pine wood (Pinus sp.) attacked by blue stain)

    Full text link
    Pine (Pinus sp.) wood has been popular and widely used as raw material for furniture industry due its unique characteristics compared to other wood species. However, the weakness of pine wood is its easily attacked by blue stain that caused blue, gray, or black stain on wood surface. To solve this problem, one of alternative solution is wood bleaching treatment. The aim of this research was to investigate the effect of bleaching treatment using sodium hypoclorite 25% on colour change and finishing properties of pine wood attacked by blue-stain. Bleaching treatment was carried out at several ratio of sodium hypoclorite 25% : water (v/v), at 1:1; 2:1; and 1:2 ratio. The results showed that bleaching treatment were very low on affected wood color change. The glossy test of 2:1 ratio wood bleached were higher than other ratio. Bonding quality and flexibility on bleached wood were not different at various ratio

    Analisis kimia roti lebah kelulut (Heterotrigona itama) dari kawasan lahan gambut kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan. (Chemical analysis of kelulut (Heterotrigona itama) bee bread from peat land area Tabalong Regency, South Kalimantan)

    Full text link
    Roti lebah merupakan salah satu produk lebah selain madu. Roti lebah atau dikenal juga dengan pollen lebah memiliki khasiat yang beragam bagi tubuh manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kadar senyawa metabolit sekunder berupa alkaloid, fenolik, triterpenoid, steroid, flavonoid dan tanin yang ada pada roti lebah lebah kelulut.  Analisis kimia dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan metode gravimetri pada alkaloid dan metode spektrofotometri UV-Vis pada senyawa flavonoid, steroid, tanin, triterpenoid, dan fenolik. Sampel roti lebah diambil dari kawasan lahan gambut yang ada di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan.  Hasil rata-rata pada kadar alkaloid sebesar 37,280 %, kadar flavonoid sebesar 73,750 mg/mL QE, kadar steroid sebesar 27,917 mg/mL, kadar tanin sebesar 0,324 mg/mL GAE, kadar triterpenoid sebesar 693,800 mg/mL dan kadar fenolik sebesar 46,356 mg/mL QEBee bread is one of the bee products besides honey. Bee bread or also known as bee pollen has various properties for the human body. The purpose of this study was to determine the levels of secondary metabolite compounds in the form of alkaloids, phenolics, triterpenoids, steroids, flavonoids and tannins in kelulut bee bread. Chemical analysis was carried out quantitatively using the gravimetric method for alkaloids and the UV-Vis spectrophotometric method for flavonoid, steroid, tannin, triterpenoid, dan fenolic compounds. The bee bread samples were taken from peatland areas in Tabalong Regency, South Kalimantan. The average yield on alkaloid content was 37.280%, flavonoid content was 73.750 mg/mL QE, steroid content was 27.917 mg/mL, tannin content was 0.324 mg/mL GAE, triterpenoid content was 693.800 mg/mL and phenolic content was 46.356 mg /mL Q

    PENINGKATAN KUALITAS SERAT ULAP DOYO MELALUI METODE BIODEGUMMING

    Full text link
    Bahan baku yang digunakan untuk tekstil dan produk tekstil diantaranya adalah serat alam. Salah satu kekurangan dari serat alam yaitu memiliki kandungan gum yang tinggi, sehingga perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas penghilangan gum/delignifikasi serat doyo melalui proses biodegumming. Proses delignifikasi pada penelitian ini terjadi karena biodegradasi akibat aktivitas mikroorganisme yang diisolasi dari tanaman doyo pada media cair singkong. Setelah proses degumming, dilakukan karakterisasi serat doyo melalui analisis kandungan lignin dan selulosa, FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy), SEM (Scanning Electron Microscope), dan identifikasi mikroorganisme. Hasil persentase delignifikasi menggunakan proses biodegumming yang optimal diperoleh pada masa inkubasi hari ke-4 yaitu sebesar 45,63% dan peningkatan kandungan selulosa sebesar 27,23%. Penurunan lignin dan peningkatan selulosa dibuktikan dengan adanya hasil uji FTIR yang menyatakan adanya pergeseran dan penurunan puncak daerah lignin sekitar 2346 – 1053 cm-1, serta adanya gugus OH yang menyatakan bertambahnya puncak selulosa. Morfologi SEM memperlihatkan adanya kerusakan permukaan serat doyo akibat adanya biodegradasi dari proses biodegumming. Dari proses biodegumming serat doyo, diperoleh jenis mikroorganisme, diantaranya Mucor sp, Rhyzopus sp., Aspergillus niger, dan Actinomycetes. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi proses delignifikasi dan mikroorganisme dengan efektif melalui biodegumming menggunakan mikroorganisme yang diisolasi dari serat doyo pada media cair singkong

    Pengaruh penambahan bubuk Azolla microphylla terhadap karakteristik cookies dari MOCAF (Modified Cassava Flour)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk Azolla microphylla terhadap karakteristik cookies dari MOCAF (Modified Cassava Flour). Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan yaitu  penambahan bubuk Azolla microphylla 0%, 8%, 10%, 12%, dan 14% dengan 3 kali  ulangan. Data yang diperoleh  dianalisis secara statistika dengan ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji DNMRT (Duncan’s New Multiple Range Test) pada taraf nyata 5%. Analisis dilakukan terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, kadar serat kasar, aktivitas antioksidan, uji kekerasan, uji warna, uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan optimum pada penambahan bubuk Azolla microphylla sebanyak 12% dengan karakteristik yaitu kekerasan (83,85 N/cm2), ºHue (178,70), kadar air (3,42%), kadar abu (1,49)%, kadar lemak (23,19%), kadar protein (7,34%), kadar karbohidrat (64,14%), kadar serat kasar (6,87%), aktivitas antioksidan (46,89%), dan uji oranoleptik meliputi warna 3,75 (suka), aroma 3,15 (biasa), rasa 3,55 (suka), tekstur 3,35 (biasa)

    STUDI TENTANG POTENSI SERAT NANO PVA/AGNO3 SEBAGAI MATERIAL ANTI BAKTERI MELALUI PROSES ELEKTROSPINNING UNTUK APLIKASI MEDIS

    Full text link
    PVA atau Polyvinil Alcohol adalah polymer yang larut dalam air serta memiliki kekuatan dan modulus yang tinggi. PVA merupakan polymer yang sangat menarik sehingga banyak peneliti-peneliti yang menggunakan PVA untuk pembuatan serat-serat nano melalui proses elektrospinning. Pada tulisan ini, PVA yang dilarutkan dalam air, selanjutnya dibuat menjadi serat-serat nano dengan menggunakan teknik elektrospinning. Parameter proses saat pembuatan serat seperti konsentrasi larutan, jarak antara ujung jarum dengan kolektor, kecepatan penyuapan larutan, dan tegangan listrik divariasikan sehingga diperoleh informasi diameter tertentu dari serat sehingga cocok untuk diaplikasikan untuk produk-produk tertentu seperti halnya filtrasi. Diameter dari serat-serat nano yang dibuat dengan berbagai macam variasi parameter tersebut selanjutnya diinvestigasi dengan menggunakan Scanning Electron Microscope. Hasil menunjukkan, dengan menambah tegangan listrik dari 30 Kv sampai 38 Kv, diameter serat menurun saat parameter yang lain dijaga secara konstan. Akan tetapi, ditemukan bahwa diameter serat-serat nano terlihat meningkat saat konsentrasi larutan ditingkatkan dari 5% sampai ke 15%. Fenomena menurunnya diameter serat-serat nano terlihat juga saat kecepatan penyuapan larutan ditingkatkan dari 0,4 ml/jam sampai ke 1,2 ml/jam. Merujuk pada perubahan jarak antara ujung jarum dengan kolektor, terlihat bahwa diameter serat-serat nano menurun ketika jarak diubah dari 5 cm ke 10 cm, akan tetapi pada saat jarak jarum dan kolektor ditingkatkan menjadi 15 cm, diameter serat-serat nano terlihat meningkat. Selanjutnya, kami perluas penelitian ini dengan menambahkan anti bakteri AgNO3 pada larutan PVA untuk mengetahui efek dari konsentrasi AgNO3 dalam larutan terhadap diameter serat-serat nano serta dampaknya terhadap aktivitas bakteri. Hasil menunjukkan bahwa konestrasi AgNO3 pada larutan menunjukkan diameter yang lebih besar, dan kemampuan yang lebih tinggi dalam meredam aktivitas bakteri. Penemuan ini akan sangat bermanfaat untuk pembuatan material yang dapat dipalikasikan untuk bidang medis seperti material pembalut luka

    Chemical and organoleptic properties of ketapang leaf herbal tea (Terminalia catappa) with variations of the addition of mint leaf powder (Mentha piperita L.)

    Full text link
    Herbal teas come from other than tea plant (Camelia sinensis). Among the plants that can be used to make tea are ketapang leaves. Efforts are needed to combine with other leaves to make the product more acceptable to consumers. The study aimed to determine the chemical and organoleptic properties of ketapang herbal leaf tea varied by adding mint leaf powder. The stages of the research included making ketapang leaf powder, mixing the ingredients according to the treatment, and testing the tea powder. Tests consist of testing chemical properties (moisture content, ash content, total phenolic, and antioxidant activity) and organoleptic properties (color, taste, and aroma). A completely randomized design (CRD) unidirectional pattern was used in this experiment. The treatment variable was the addition of mint leaf powder with a concentration of 0%, 1%, 2%, 3%, 4%. Analysis of Variance (ANOVA) with a significance level of 0.05 was used to analyze the data obtained. Further tests with the Duncan Multi Range Test (DMRT) were carried out if significant differences were found. The results showed that the water content of ketapang leaf herbal tea powder combined with mint leaf powder was not significantly affected by variations in the added mint leaf powder. However, the ash content had a significant effect. Adding mint leaf powder also significantly affected the antioxidant activity, total phenolics, and organoleptic properties (color, taste, and aroma) of steeping ketapang leaf herbal tea. The total phenolic content and antioxidant activity decreased with the addition of mint leaf powder. The higher the concentration of mint leaf powder added to the ketapang leaf powder, the lower the antioxidant activity. However, adding mint leaf powder up to 4% could increase panelist acceptance of the taste and aroma of ketapang herbal leaf tea

    IMPACT OF ADDING NKL AND FERMIPAN YEAST: MICROBIAL POPULATION AND DISCOLORATION OF COCOA BEAN “ASALAN” CHIPS DURING FERMENTATION

    Full text link
    The study aims to determine the effect of adding microbes to the fermentation process of "Asalan" cocoa beans on their quality. Three treatments were applied: the first treatment (A0) served as the control without any microbe addition; the second treatment (A1) involved the addition of NKL and fermipan yeasts at the beginning of fermentation; and the third treatment (A2) included the addition of 1% fermipan yeast initially, followed by 1% NKL yeast after 24 hours. Seed discoloration was evaluated using the Cut Test, while microbial populations were analyzed using the Pour Plate Method. The results showed that at 24, 48, and 72 hours of fermentation, treatment A2 had the highest populations of S. cerevisiae (12.55 x 10-7 cfu/g), L. lactis (12.53 x 10-7 cfu/g), and A. aceti (12.13 x 10-7 cfu/g) among the three treatments. The highest percentage of cocoa bean chips (97.01%) was also observed in treatment A2. Based on the findings, it can be concluded that treatment A2 enhances the population growth and induces a brown color change in cocoa bean

    1,996

    full texts

    3,118

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal of industrial system portal (Kementerian Perindustrian)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇