Ejournal of industrial system portal (Kementerian Perindustrian)
Not a member yet
    3118 research outputs found

    Tingkat Ketertarikan Desain Blazer Berbahan Dasar Songket untuk Busana Pesta Remaja Aceh

    Full text link
    Songket termasuk kain yang sarat makna bagi masyarakat Aceh, yang jika tidak dimodifikasi dengan lebih menarik sesuai perkembangan zaman, dikhawatirkan akan punah secara perlahan. Salah satu solusinya yaitu dengan menciptakan model fashion terbaru dikalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji adakah perbedaan tingkat ketertarikan antara tiga desain blazer berbahan dasar songket, dan seberapa tinggi tingkat ketertarikan pada desain blazer tersebut. Metode penelitian  yang digunakan adalah metode pre-experimental dengan model one-shot-case studi. Subyek penelitian adalah 150 remaja di kabupaten Bireuen Aceh umur 17 – 22 tahun dengan teknik penentuan sampel menggunakan sampling incidental. Metode pengumpulan data dengan angket dan lembar validasi oleh 3 tim ahli busana. Penemuan dalam penelitian ini yaitu dilakukannya eksperimen terhadap tiga desain blazer menggunakan bahan dasar songket dengan perbedaan dalam segi motif kainnya, warna, dan bentuk. Selanjutnya dilakukannya pengujian dengan uji analisis varians satu arah (One Way Anova) untuk melihat sejauh mana tingkat ketertarikan remaja pada karya terbaru. Berdasarkan hasil perhitungan One Way Anova terhadap data tingkat ketertarikan, diperoleh bahwa P value(sig.) 0,990 > 0,05, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan pada tingkat ketertarikan yang signifikan antara tiga desain blazer tersebut

    Penambahan agen pendispersi terhadap morfologi, sifat mekanik, dan biodegradabilitas bioplastik pati sagu dengan penguat selulosa mikro fiber tandan kosong sawit

    Full text link
    Bioplastik dikembangkan sebagai alternatif dari plastik sintetis karena dinilai lebih ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan sifat fisik bioplastik pati sagu dengan penambahan agen pendispersi (dispersing agent) dan penguat (filler reinforced) dengan memanfaatkan limbah industri pengolahan kelapa sawit yaitu Microfibrillated Cellulose (MFC) atau selulosa mikro fiber. Bioplastik dianalisa melalui uji morfologi dengan SEM, uji mekanik dengan kuat tarik, elongasi serta uji biodegradabilitas. Hasil penelitian menunjukkan agen pendispersi mampu menghaluskan permukaan bioplastik pati sagu tanpa merubah struktur ikatannya. Selain itu, nilai kuat tariknya meningkat 89,75% dari pada bioplastik pati sagu tanpa penambahan penguat MFC. Campuran optimum penambahan agen pendispersi dan MFC sebagai pengisi pada bioplastik pati sagu adalah MFC 10 %b/b dan KCl 1%b/b dengan nilai kuat tarik 4,535 MPa. Selain itu, hasil pengujian biodegradabilitas disimpulkan bahwa penambahan agen pendispersi mampu menjadikan proses degradasi bioplastik di dalam tanah lebih cepat karena sifat KCl yang hidrofilik dengan persen hilang massa sebesar ± 85,366% dengan nilai M0 sebesar 0,615 g dan Ma sebesar 0,09 g

    KAJIAN MORFOLOGI ESTETIK BUSANA URBAN DENGAN CIRI VISUAL KHAS TENUN SUMBA

    Full text link
    Tenun tradisional yang berasal dari provinsi Nusa Tenggara Timur (Indonesia), khususnya Pulau Sumba, tidak lagi hadir hanya sebagai produk ritual yang bermakna bagi masyarakat lokal Sumba saja, namun mengalami perkembangan eksistensi salah satunya ditunjukkan lewat pemanfaatan dalam produk fesyen modern. Hal tersebut dilatarbelakangi peran berbagai pihak yang mengangkat konten tradisi Sumba ke masyarakat luas hingga memicu berbagai label busana untuk mengangkat salah satu tradisi dari Sumba ke dalam produk fesyen. Kepopuleran munculnya tradisi dari Sumba dalam riset ini ditunjukkan dari pemanfaatan visual khas tenun Sumba dalam 12 label fesyen Indonesia lewat 77 tampilan busana dalam rentang waktu tahun 2016 – 2019. Objek busana tersebut dikaji dengan pendekatan morfologi estetik Thomas Munro menurut aspek-aspek estetika pada busana yakni warna, siluet, corak/ornamen, dan komposisi penempatan corak/ornamen. Hasil analisis menunjukkan bahwa corak dan warna menjadi penanda utama kehadiran visual khas tenun Sumba dalam gaya siluet busana yang cenderung longgar, corak beragam dikomposisikan dalam satu tampilan busana (geometris, figural, dan modifikasi), dan warna mengacu pada kekhasan tenun Sumba

    Chemical composition comparison of n-hexane extract and essential oil kemenyan toba (Styrax sumatrana) sap from Tobasa North Sumatera by GC-MS and in silico study its compound as antiinflammatory

    Full text link
    The sap of kemenyan toba (Styrax sumatrana) is often used as a binder for perfumes, raw materials for cosmetics and medicines, so it is widely traded. However, not many studies have reported about its chemical composition. The process of extracting chemical compounds from kemenyan toba (S. sumatrana) sap quality one was carried out by maceration method using n-hexane and water distillation. The result of maceration was 25.3% of the n-Hexane extract, while the distillation yielded 0.13% (w/w) of a pale-yellow oil. The results of the GC-MS analysis showed that only benzoic acid was present in the extracts and essential oils. n-Hexane extract consists of styrene compounds, cinnamic acid, benzyl benzoate, 1,4-diphenyl-1.4-butanedione, benzyl cinnamates, methyl styrene, and cinnamyl cinnamate. In comparison, essential oil consists of 3-methylpentan-2-one, methyl palmitate, methyl stearate, methyl trans-9.10-epoxystearate, dioctyl hexanedioic, methyl oleic, and methyl-13.16-Octadecanoic. The in-silico test results of several compounds as antiinflammatory showed that the compounds cinnamyl cinnamate had potential as an anti-inflammatory

    MARKETING STARTEGY OF COPRA IN INDRAGIRI HILIR REGENCY RIAU PROVINCE

    Full text link
    The problem facing the copra business is fluctuating copra prices in the market, resulting in small profits for entrepreneurs and farmers. Fluctuations in copra prices are an obstacle due to inefficient marketing of copra, this is due to the large number of intermediary traders who act as marketers, and farmers only as price takers. This study was conducted with a qualitative and quantitative descriptive analysis. The overall score of the IFE Matrix for Copra Marketing Strategy is 2.7742 and the EFE Matrix score is 2.5546. Based on the IE matrix, Indragiri Hilir Regency Copra is in moderate inside and outside positions, namely 2.7742 and 2.5546, which means the company is in the 'V' quadrant. Strategies derived from the SWOT analysis include: 1) IT-based market development to provide greater access to market share; 2) service improvement through a customer relationship management (CRM) system that integrates processes, people and IT; 3) improvement of vehicles and infrastructure services; 4) opening opportunities for collaboration/collaboration with research institutes, government and the private sector in the field of waste management, so that they are more productive and have salable value, 5) developing the quality of human resources, production capacity and infrastructure and reducing distribution channels; 6) development of a competitive business strategy, intensification of land functions and cooperation with partners

    UJI ORGANOLEPTIK KOPI INSTAN KHAS BANTEN DENGAN PENAMBAHAN VARIAN DAN KONSENTRASI GULA

    Full text link
    Kopi Banten merupakan produk olahan kopi bubuk yang dibuat secara tradisional dari biji kopi robusta dan dikemas dalam kemasan pouch. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan pada produk ini yaitu kopi instan dengan penambahan gula. Tujuan penelitian ini un tuk mengkaji secara organoleptik Kopi instan khas Banten dengan penambahan varian dan konsentrasi gula. Uji organoleptik melibatkan 30 orang panelis agak terlatih dengan empat formulasi yaitu formulasi A (gula pasir (10 gram)), formulasi B (gula p asir (15 gram)), formulasi C (gula aren (10 gram)) dan formulasi D (gula aren (15 gram)) untuk 100 ml air. Parameter yang diukur berupa warna, aroma, rasa, tekstur, aftertaste dan penerimaan keseluruhan dengan rentang skala 1 5 (tidak suka sangat suka se kali). Berdasarkan uji ANOVA yang diolah menggunakan software IBM SPSS Statistics versi 22 bahwa penambahan varian gula pada kopi instan khas Banten tidak berpengaruh nyata ( α=5%) terhadap atribut warna, aroma dan rasa dan berpengaruh nyata terhadap tekstu r, aftertaste dan penampakan keseluruhan. Hasil uji hedonic untuk semua atribut memiliki rentang 3,07±0,83 3,63±0,93. Formulasi B (gula pasir dan bubuk kopi sebanyak 15 gram) merupakan formulasi terbaik yang disukai panelis dengan perolehan nilai warna 3 ,37±0,89, aroma 3,07±0,83, rasa 3,57±0,93, tekstur 3,33±0,92, aftertaste 3,10±0,96 dan secara keseluruhan 3,63±0,93

    Asam sitrat sebagai pemodifikasi biosorben kulit pisang kepok (Musa balbisiana Colla) untuk meningkatan daya serap ion logam Cd2+

    No full text
    Limbah menjadi hal yang sangat penting, karena jika tidak diolah dengan baik maka akan berdampak buruk bagi perairan dan lingkungan. Logam kadmium (Cd) merupakan logam berat yang berasal dari industri tambang dan industri permesinan yang dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan metode biosorpsi yaitu penyerapan logam dengan menggunakan bahan alam (non living cell). Biosorben yang digunakan adalah Kulit Pisang Kepok dan dimodifikasi dengan Asam Sitrat untuk meningkatkan kapasitas daya serap terhadap ion logam Cd2+. Kondisi optimum serapan yang didapatkan dari kulit pisang kepok yaitu pH 6, konsentrasi 250 mg/L, waktu kontak 75 menit, dan kecepatan pengadukan 100 rpm dengan kapasitas adosrpsi 13,025 mg/g, dan untuk optimum serapan dari kulit pisang kepok yang dimodifikasi dengan asam sitrat yaitu pH 6, konsentrasi 400 mg/L, waktu kontak 60 menit, dan kecepatan pengadukan 200 rpm dengan kapasitas adsorpsi 37,756 mg/g. Intrumen yang digunakan untuk melihat pengaruh yang terjadi yaitu Fourier Transform Infra-Red (FTIR), dan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX)

    Pemanfaatan Berkelanjutan dari Berbagai Limbah Berbasis Ekonomi Sirkular di Industri Kelapa Sawit (Sustainable utilization of various waste based on circular economy in the palm oil industry)

    Full text link
    A large amount of waste is generated during palm oil production. However, due to inefficient handling and utilization, this waste became a problem. Utilizing this waste into more useful product is a way that can be taken. The purpose of this article is to determine sustainable use of various palm oil waste in a circular economy and life cycle assessment (LCA) with a systematic literature review method. It was found that palm oil industry waste included empty fruit bunch (EFB), palm oil mill effluent (POME), palm kernel shell (PKS), palm mesocarp fiber (PMF) and other biomass waste such as ash, fronds, stems and fresh fruit bunches. This waste was processed for other products by pyrolysis, biorefinery, gasification, and hydrothermal. The results of the LCA analysis showed that the advantage of processing palm oil waste generated from the industry could be utilized for other products that were more useful and marketable. But on the other hand, this waste treatment process also produced carbon dioxide gas, water pollution, air pollution and potential toxicity to humans

    Diversifikasi Desain Batik Ciwaringin Cirebon melalui Adobsi Trend

    Full text link
    Ragam hias batik merupakan identitas warisan budaya tak benda di Indonesia yang menjadi kebanggan masing-masing sentra. Sebagian besar penerapan ragam hias dalam praktik desain pada media digital hanya meminjamnya sebagai konten atau elemen visual semata, karya tersebut tidak memenuhi kaidah sebagai karya batik tradisi. Batik Madura (maduraan) memiliki karakter khas yang dikenal dengan penggambaran hewan, tanaman akar-akaran, juga gori (isen-isen) yang menarik untuk dieksplorasi menembus batas dunia kriya tekstil tradisional beralih menjadi karya animasi digital. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi visual ragam hias batik maduraan sebagai aset visual karya Animateutik (animasi batik tulis); mendefinisikan dan merumuskan model “Batik Digital Indonesia”; dan menerapkan model tersebut melalui inovasi desain Animateutik. Penelitian dilakukan menggunakan metodologi kualitatif dengan kajian pustaka untuk merumuskan definisi dan model batik digital Indonesia, serta pendekatan perancangan desain (design action) untuk mewujudkan Animateutik bergaya maduraan. Penelitian menghasilkan rumusan definisi dan model “Batik Digital Indonesia” dan karya inovasi desain berupa Animateutik (animasi batik tulis) bergaya maduraan yang berperan strategis memperluas inovasi, sinergi interdisiplin, dan memberikan alternatif peluang pengembangan antara ranah kriya batik tulis tradisional dengan media digital

    Kajian Motif Batik dengan Aspek Nilai Estetika pada Batik Kuno Kota Probolinggo

    Full text link
    Indonesia dikenal dengan identitas keragaman budaya. Salah satu bentuk budaya Indonesia yang tampak dan terkenal adalah batik. Bahkan di setiap wilayah memiliki karakteristik motif batik. Motif batik mulai dari kontemporer dan motif batik kuno. Termasuk di Kota Probolinggo, terdapat batik dengan motif kontemporer dan motif batik kuno. Motif batik kuno khas Kota Probolinggo awalnya tidak dikenal, akan tetapi sejak temuan di museum Belanda dan keberhasilan identifikasi serta dilakukan duplikasi sebanyak 28 motif batik. Riset ini bertujuan melakukan analisis aspek-aspek estetika terhadap motif-motif batik kuno khas Kota Probolinggo. Riset ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan model eksploratif. Sumber data primer adalah “Batik Kuno Kota Probolinggo”. Sumber pendukung penelitian berasal dari jurnal ilmiah, buku, dan kajian pustaka lainnya. Analisis mendalamditerapkan pada 8 motif batik kuno Kota Probolinggo dari 28 total keseluruhan motif batik yang berhasil diduplikasi. Hasil analisis menunjukkan estetika dalam motif batik kuno khas Kota Probolinggo sebanyak 8 motif batik yang sudah dipilih, meliputi Batik Kembang Sembujo, Batik Sinjang Girang, Batik Kapal Layar, Batik Nus-nusan, Batik Merah Ngigel, Batik Merak Menclok, Batik Macan-macanan, dan Batik Intipyan. Setiap desain motif pada 8 Batik Lawasan Kota Probolinggo tersebut mempunyai unsur-unsir visual yang khas sesuai dengan karakteristik masyarakat dan lingkungannya. Pada setiap jenis batik kuno Kota Probolinggo, desain motif terdapat Kesatuan (Unity), Kerumitan (Complexity), dan Kesungguhan (Internsity)

    1,996

    full texts

    3,118

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal of industrial system portal (Kementerian Perindustrian)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇