Ejournal of industrial system portal (Kementerian Perindustrian)
Not a member yet
    3118 research outputs found

    SENSORY CHARACTERISTICS AND CHEMICAL PROPERTIES OF COFFEE LEAF TEA (Coffea sp) AS A FUNCTIONAL BEVERAGES

    Full text link
    : Coffee leaves can be processed into functional beverages because they have a fairly high tannin content and a taste that is no less delicious than coffee beans so that they can be used as a substitute for tea leaves in the processing of coffee leaf tea. Red ginger can be added to coffee leaf tea because it is beneficial for health as an antioxidant and can increase endurance.  This study aims to: (1) Examine the effect of the concentration of coffee leaf comparison with red ginger on coffee leaf tea processing and (2) Examine the sensory characteristics of coffee leaf tea with the addition of red ginger. The research treatment was coffee leaves with concentrations (100%, 70%, 60%, 50%) and red ginger powder with concentrations (0%, 30%, 40%, 50%). Data analysis using a Complete Randomized Design (RAL), with four treatment levels and three repeats. The results of study obtained the best treatment with a ratio of coffee leaves 50%: red ginger 50% in terms of aroma 3.87 (likes), color 3.31 (likes), flavors without sugar 3.08 (likes), flavors of sugar addition 3.93 (likes), water content 3.46%, and ash content 5.26 %, The water content, ash content and color of coffee leaf tea with the addition of red ginger produced in this study meet SNI 03-3836-2012

    Validasi Metode Analisis Patulin pada Buah Pisang menggunakan Reversed-Phase HPLC-MWD

    No full text
    ABSTRAK: Senyawa kimia patulin merupakan mikotoksin yang banyak mengontaminasi buah-buahan dan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Data kontaminasi patulin pada buah apel telah banyak dilaporkan, sedangkan pada buah tropis, khususnya pisang, masih sulit ditemukan. Tujuan penelitian ini adalah memvalidasi metode analisis patulin agar diperoleh metode yang siap digunakan untuk analisis patulin pada pisang. Penelitian ini menggunakan HPLC-MWD pada panjang gelombang 276 nm dengan fase diam C18 dan fase gerak asetonitril: H2O (10:90 v/v), laju alir 0,8 mL/menit. Linieritas instrumen dan metode diperoleh dengan nilai R2 secara berurutan yaitu0,9939 dan 0,9960. Limit deteksi instrumen (LDI) dan limit deteksi metode (LDM), masing-masing adalah 10,42 dan 42,80 ng/g. Rata-rata % recovery yang diperoleh sebesar 91,99% dengan rata-rata repeatabilitas 5,84%. Pada sampel empat buah pisang yang diambil dari empat tempat penjualan di kota Bogor dan dianalisis dengan metode ini menunjukkan tidak terdeteksi patulin (<LDM) pada semua sampel. Penggunaan volume pelarut setengah kali volume metode standar terbukti dapat digunakan untuk analisis patulin dengan matriks sampel pisang

    Pengaruh Pelapisan Kitosan Kulit Udang Terhadap Umur Simpan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Asap

    Full text link
    ABSTRAK: Ikan asap merupakan hasil olahan perikanan yang banyak digemari oleh masyarakat, namun umur simpan ikan asap cukup singkat. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengawetan. Salah satu bahan alami yang dapat dijadikan bahan pengawet adalah kitosan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pelapisan kitosan terhadap umur simpan ikan asap. Ikan yang digunakan adalah ikan tongkol (Euthynnus affinis). Ikan asap dilapisi dengan minyak kelapa (kontrol+), asam asetat 0,5% (kontrol++), dan larutan kitosan (0,5; 1; 1,5; dan 2%). Ikan asap diamati organoleptiknya yang meliputi kenampakan, bau, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai organoleptik ikan asap yang dilapisi kitosan 2% masih memenuhi syarat minimal yang ditetapkan oleh BSN untuk ikan asap yaitu 7. Pada penyimpanan hari ke 4, nilai organoleptik kenampakan, tekstur, dan bau ikan asap 7, sedangkan nilai organoleptik rasa 6—7. Penggunaan kitosan dapat memperpanjang umur simpan ikan asap hingga empat hari dengan konsentrasi terbaik 2%

    Back Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 13 No. 1 Juni Tahun 2023

    No full text
    Back Matter Jurnal Litbang Industri Vol. 13 No. 1 Juni Tahun 202

    Di Balik Keindahan Batik Gentongan Madura

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan di Desa Paseseh, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui pengalaman hidup sebagai perajin batik gentongan Madura. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan partisipan penelitian menggunakan purposive sampling dan snow ball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakan metode hermeunitika. Penelitian ini menemukan: (1) Batik gentongan memiliki keunikan pada segi motif dan cara membuatnya. Proses pewarnaan batik gentongan menggunakan pewarna alami dan media gentong; (2) Ada ritual khusus dan aroma mistis saat membatik; (3) Proses pembuatan batik gentongan yang cukup rumit tidak diimbangi dengan penghasilan yang memadai dari para perajin batik, terutama di masa pandemi Covid-19 ini; (4) Kurang adanya upaya dalam melestarikan batik gentongan dan regenerasi perajin batik gentongan. padahal perajin batik gentongan tinggal 3 orang

    Abstrak Jurnal Litbang Industri Vol. 13 No. 2 Desember Tahun 2023

    No full text
    Abstrak Jurnal Litbang Industri Vol. 13 No. 2 Desember Tahun 202

    PENGGUNAAN SINAR UV-C BERDAYA RENDAH (25 Watt) PADA PROSES TREATMENT KAIN KAPAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL PENCELUPAN ZAT WARNA REAKTIF

    Full text link
    Paparan sinar UV-C pada kain kapas banyak diteliti karena dapat memberikan peningkatan ketuaan warna pada proses pencelupan. Penelitian yang berkaitan dengan pemberian iradiasi UV-C pada kain kapas sebelum proses pencelupan pada umumnya menggunakan lampu UV-C dengan daya listrik yang besar yaitu sekitar 200 Watt. Selain harganya yang cukup mahal, penggunaan lampu berdaya 200 Watt tentunya membutuhkan biaya listrik yang besar. Berdasarkan hal tersebut, pada penelitian ini dilakukan eksperimen menggunakan lampu UV-C berdaya lebih rendah yaitu 25 Watt dengan harga yang jauh lebih murah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh iradiasi sinar UV-C dengan daya 25 Watt terhadap hasil pencelupan kain kapas dengan zat warna reaktif. Penelitian dilakukan dengan menyinari sampel kain kapas di bawah sinar UV-C selama 20, 40, dan 60 menit, lalu kain dicelup menggunakan zat warna reaktif. Dalam proses pencelupan ada yang menggunakan NaCl 40 g/l dan tanpa NaCl untuk melihat pengaruh penambahan NaCl pada karakteristik warna hasil pencelupan. Sampel percobaan dievaluasi ketuaan warna (K/S), ketahanan luntur warna terhadap pencucian, kekuatan tarik, dan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kain kapas yang terlebih dahulu disinari UV-C lalu dicelup menggunakan zat warna reaktif memberikan warna yang lebih tua dibandingkan dengan kain kapas tanpa paparan sinar UV terlebih dahulu. Selain itu, hasil pencelupan dengan penambahan NaCl menghasilkan warna yang lebih tua dibandingkan dengan sampel tanpa NaCl. Hal ini menunjukkan bahwa elektrolit tetap diperlukan dalam proses pencelupan dengan teknik treatment paparan UV-C untuk menambah daya serap zat warna ke dalam serat. Berdasarkan hasil evaluasi, kain yang dipapar UV-C 25 Watt selama 60 menit dan pencelupan dengan penambahan NaCl 40 g/l memberikan nilai K/S sebesar 2,36 dan kekuatan tarik sebesar 24,04 kgf (arah lusi) dan 20,26 kgf (arah pakan). Ketahanan luntur warna terhadap pencucian sangat baik dengan nilai 4-5 (skala penodaan) dan 5 (skala perubahan warna). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa paparan sinar UV-C dengan daya 25 Watt pada kain kapas dapat meningkatkan ketuaan warna kain kapas yang dicelup dengan menggunakan zat warna reaktif

    Batik Digital dalam Inovasi Desain Animateutik (Animasi Batik Tulis) Bergaya Maduraan

    Full text link
    Ragam hias batik merupakan identitas warisan budaya tak benda di Indonesia yang menjadi kebanggan masing-masing sentra. Sebagian besar penerapan ragam hias dalam praktik desain pada media digital hanya meminjamnya sebagai konten atau elemen visual semata, karya tersebut tidak memenuhi kaidah sebagai karya batik tradisi. Batik Madura (maduraan) memiliki karakter khas yang dikenal dengan penggambaran hewan, tanaman akar-akaran, juga gori (isen-isen) yang menarik untuk dieksplorasi menembus batas dunia kriya tekstil tradisional beralih menjadi karya animasi digital. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi visual ragam hias batik maduraan sebagai aset visual karya Animateutik (animasi batik tulis); mendefinisikan dan merumuskan model “Batik Digital Indonesia”; dan menerapkan model tersebut melalui inovasi desain Animateutik. Penelitian dilakukan menggunakan metodologi kualitatif dengan kajian pustaka untuk merumuskan definisi dan model batik digital Indonesia, serta pendekatan perancangan desain (design action) untuk mewujudkan Animateutik bergaya maduraan. Penelitian menghasilkan rumusan definisi dan model “Batik Digital Indonesia” dan karya inovasi desain berupa Animateutik (animasi batik tulis) bergaya maduraan yang berperan strategis memperluas inovasi, sinergi interdisiplin, dan memberikan alternatif peluang pengembangan antara ranah kriya batik tulis tradisional dengan media digital

    KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN EKSTRAK DAUN GAMBIR (Uncaria gambir Roxb) OLEH PETANI LOKAL DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA, SUMATERA BARAT

    Full text link
    The development of agricultural commodity processing innovations continues to be pursued to encourage agriculture down streamin. Gambier is a plant that has the potential to be processed into a health drink because it contains high polyphenols. It is hoped that this simple processing technique can be applied by the local community as an alternative for a prospective health drink business. This study aims to (1) find out the technical processing of the Gambier into Gambier herbal tea; (2) analyze the financial feasibility of the business. The analytical method used is descriptive qualitative and quantitative with four financial feasibility indicators, namely Net Present Value (NPV), Benefit Cost (B/C) Ratio, Internal Rate of Return (IRR) and Payback Period (PP). The results showed that Gambier plant processing into Gambier leaf herbal tea had a yield of 25 percent and a positive NPV value of 1,479,239. The B/C value is greater than one, which is 1.013. The IRR value above the prevailing interest rate is 7.47 percent and PP is lower than the investment age, which is 17.1 percent. Overall this business is financially viable. Strengthening these businesses needs to be done as an alternative micro-small industry that can improve the local economy

    Halaman Depan

    No full text

    1,996

    full texts

    3,118

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal of industrial system portal (Kementerian Perindustrian)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇