1,720,963 research outputs found
PERJUANGAN TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL-NOVEL KARYA SILVARANI DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA: KAJIAN FEMINISME LIBERAL
Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan Perjuangan Tokoh Perempuan yang terdapat dalam Novel-novel Karya Silvarani, (2) Mendeskripsikan Kesetaraan Gender yang terdapat dalam Novel-novel Karya Silvarani, (3) Mendeskripsikan relevansi yang terdapat dalam Novel-novel Karya Silvarani dengan Pembelajaran Sastra di SMA. Metode dalam penelitian ini dilakukan dengan cara teknik baca dan teknik catat dengan membaca teliti dan kritis. Subjek dalam penelitian ini adalah novel-novel karya Silvarani. Objek dalam penelitian ini adalah perjuangan tokoh perempuan dan kesetaraan gender dengan Kajian Feminisme Liberal. Hasil penelitian dalam novel-novel karya Silvarani dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Bentuk perjuangan tokoh perempuan sebagai salah satu wujud pengorbanan, prestasi atlet panahan wanita dari Indonesia yang berjuang di tingkat Internasional, (2) Bentuk kesetaraan gender yang dibuktikan bahwa perempuan Indonesia juga dapat berjuang sebagai atlet wanita di tingkat Internasional, (3) Novel-novel Karya Silvarani sesuai sebagai alternatif pembelajaran sastra di SMA melalui tiga unsur yaitu unsur bahasa, psikologi, dan sosial-budaya
SISTEM KODE DALAM REPRESENTASI NASIONALISME PADA NOVEL 3 SRIKANDI KARYA NADIA SILVARANI SUATU TINJAUAN (SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
ABSTRAK
Mahfud. 2019. “Sistem Kode dalam Representasi Nasionalisme pada Novel 3
Srikandi karya Nadia Silvarani (Kajian Semiotika Roland Barthes)”. Skripsi.
Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Sastra,
Universitas Negeri Makassar, (dibimbing oleh Prof. Dr. Anshari, M.Hum dan
Dr. Juanda, M.Hum ).
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan (1) representasi
rasionalisme pada novel 3 Srikandi karya Nadia Silvarani; (2) sistem kode pada
representasi nasionalisme dalam novel 3 Srikandi karya Nadia Silvarani
berdasarkan teori semiotika Roland Barthes.
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian
ini adalah novel 3 Srikandi Karya Nadia Silvarani yang diterbitkan oleh PT
Gramedia Pustaka Utama, di Jakarta tahun 2016, yang menjadi data dalam
penelitian ini adalah pernyataan atau kalimat yang ada dalam teks novel 3 Srikandi
Karya Nadia Silvarani yang mendeskripsikan representasi nasionalisme dan sistem
kode yang terdapat dalam representasi nasionalisme. Instrumen pengumpulan data
adalah peneliti sendiri dengan gagasan serta pengetahuan tentang kajian penelitian
dengan teknik kepustakaan, yaitu peneliti mengidentifikasi, memahami, dan
mengklasifikasikan representasi nasionalisme terlebih dahulu, kemudian
mengidentifikasi dan mengklasifikasi sistem kode berdasarkan teori semiotika
Roland Barthes.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dalam novel 3 Srikandi karya
Nadia Silvarani menggambarkan sikap nasionalisme, (2) sistem kode semiotika
Roland Barthes, yang terdiri dari: kode proaretik, kode semik, kode gnonik, kode
simbolik, tidak semuanya terdapat dalam representasi nasionalisme pada novel 3
Srikandi karya Nadia Silvarani. Novel 3 Srikandi karya Nadia Silvarani ini
mengungkapkan bahwa terdapat begitu banyak kode-kode selain kode hermeneutik,
yaitu sistem yang memungkinkan entitas-entitas tertentu sebagai tanda-tanda atau
sebagai sesuatu yang bermakna. Dengan menggunakan sistem kode Roland Barthes
maka beberapa sistem tersebut pada akhirnya mampu memberikan sumbangsih
dalam mengungkap makna lebih dalam dari representasi nasionalisme dalam novel
tersebut
Kata Kunci : Semiotika Roland Barthes, Sistem Kode, Nasionalisme
ANALISIS NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL “TERBANG†KARYA SILVARANI
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Terbang karya Silvarani menurut pendekatan sosiologi sastra. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang merupakan penelitian dengan menyajikan temuannya dalam bentuk deskripsi kalimat yang rinci, lengkap dan mendalam mengenai proses mengapa dan bagaimana sesuatu terjadi. Data penelitian ini yaitu data primer yang berwujud kutipan isi novel yang mengandung nilai pendidikan karakter, serta data sekunder yang berupa kajian/teori yang menjelaskan penggambaran karakter tokoh. Sumber data berupa novel Terbang karya Silvarani. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan, ditemukan 33 nilai pendidikan karakter dalam novel Terbang karya Silvarani yang terdiri atas delapan belas nilai pendidikan karakter, antara lain adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Nilai pendidikan karakter yang ditemukan tersebut tersirat maupun tersurat dalam penggambaran karakter tokoh Onggy Hianata Chunnardi, A Lie Ongko Wijaya, Ong Tjui Moi, Solihin, dan Kepala Sekolah SD Negeri Utama 1 Tarakan, baik melalui teknik ekspositori/langsung maupun teknik dramatik. Dari delapan belas nilai pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Kemendiknas, Puskur-Balitbang, telah berhasil ditemukan delapan belas nilai pendidikan karakter dalam novel Terbang karya Silavarani. Terdapat empat nilai pendidikan karakter dominan yaitu nilai pendidikan karakter kerja keras yang terdiri dari tiga kutipan, nilai pendidikan karakter mandiri yang terdiri dari empat kutipan, nilai pendidikan karakter bersahabat/komunikatif yang terdiri dari tiga kutipan dan nilai pendidikan karakter peduli sosial yang terdiri dari tiga kutipan
Konflik Sosial dalam Novel 3 Srikandikarya Silvarani(kajian Konflik Ralf Dahrendorf)
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya konflik dalam meraih medali perak atas kemenangan atlet panahanputri Indonesia di Olimpiade Seoul 1988 dalam novel 3 Srikandi karya Silvarani. Kajian konflik RalfDahrendorf merupakan teori yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan: (1) konflik dan konsensus, (2) praktik kekuasaan dan wewenang, dan (3) kelompokyang terlibat konflik dalam novel 3 Srikandi karya Silvarani. Penelitian ini menggunakan pendekatansosiologis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan data teks tertulisberupa kalimat, penggalan paragraf, dan kutipan dialog yang terdapat pada sumber data novel 3 Srikandikarya Silvarani. Teknik pengumpulan data yang digunakan metode pengumpulan data “studi pustaka”.Data yang sudah diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif analisis sehingga hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskripsi. Hasil dari penelitian dalam novel 3 Srikandi karya Silvarani meliputi(1) konflik dan konsensus, konflik yang ada berupa konflik dengan diri sendiri, orang lain, danpemerintah. (2) praktik kekuasaan dan wewenang, praktik kekuasaan yang ada berupa kekuasaan orangtua dan pelatih. Sedangkan, praktik wewenang yang ada berupa wewenang supervisor, Pak Udi (PengurusPerpani), Pembantu Dekan, Ketua KONI, pemerintah, dan presiden. (3) kelompok yang terlibat konflikyaitu kelompok semu yang ada berupa para demonstran, para wartawan, dan para reporter. Sedangkan,kelompok kepentingan yang ada berupa KONI dan Perpani.
Kata Kunci: konflik, 3 srikandi, konflik sosial Ralf Dahrendor
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
TRANSFORMSI NOVEL DAN FILM 3 SRIKANDI KARYA SILVARANI DAN IMAN BROTOSENO
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses transformasi alur, tokoh, dan latar baik, dalam kategorisasi aspek penciutan, penambahan, maupun perubahan bervariasi dalam proses transformasi novel ke bentuk film 3 Srikandi karya Silvarani dan Iman Brotoseno. Metode penelitian yang digunakan adalah komparatif. Sumber data penelitian ini adalah novel 3 Srikandi karya Silvarani dan film 3 Srikandi karya sutradara Iman Brotoseno. Fokus penelitian berupa proses transformasi alur, tokoh, dan latar. Data diperoleh dengan teknik membaca, teknik menonton, menyimak, Kepustakaan, dan teknik korpus data. Validitas data diperoleh dengan menggunakan validitas semantis dan validitas referensial, reliabilitas data diperoleh dengan menggunakan reliabilitas intrarater dan reliabilitas interrater. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan langkah langkah : 1) memilih teks sebagai objek utama peneliti. 2) membaca berulang novel untuk memahami dan mengidentifikasi permasalahan. 3) menentukan teori. 4)memusatkan permasalahan. 5) mengklarifikasi masalah dengan membuat tabel korpus. 6) mereduksi data. 7) interpretasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses transformasi yang terjadi pada unsur alur, tokoh, dan latar, yaitu adanya penciutan, penambaham, dan perubahan bervariasi. Penciutan alur, tokoh, dan latar terjadi karena media yang digunakan dalam pembuatan novel dan film berbeda. Secara keseluruhan penciutan yang dilakukan dalam visualisasinya ke bentuk film masih wajar dilakukan karena penghilangan cerita, tokoh, dan latar diambil pada bagian yang tidak begitu penting untuk divisualisasikan. Penambahan alur, tokoh, dan latar dalam film secara keseluruhan masih relevan dangan cerita yang ada dalam novel. Kemunculan tersebut untuk menambah esensi film sehingga penonton akan terbawa masuk dalam alur cerita. Adapun untuk perubahan bervariasi alur, tokoh, dan latar yang dilakukan dalam visualisasinya ke bentuk film secara keseluruhan tidak jauh melenceng dari penggambaran yang ada pada novel
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PESAN DAKWAH DALAM FILM TAUSIYAH CINTA KARYA NADIA SILVARANI
Film merupakan media informasi yang paling mudah dicerna oleh semua
kalangan audiens. Film memiliki gambar adegan yang memiliki macam – macam
makna dan pesan. Film Tausiyah Cinta adalah film yang bercerita tentang
persahabatan dalam perbedaan ilmu dan bagaimana cara menyikapi segala ujian dari
Allah. Film ini juga bisa menjadi media dakwah, untuk tetap beristiqomah.
Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah : apa saja dakwah
yang terkandung dalam film Tausiyah Cinta karya Nadia Silvarani. Penelitian ini
menggunakan metode deskriftif kualitatif. Dalam memperoleh data temuan,
dilakukan observasi yaitu menonton dan mengamati setiap adegan dan dialog lalu
kemudian dilakukan pencatatan serta analisis. Selain itu dilakukan dokumentasi
dengan menyimpan film serta dokumen tertulis yang terkait dengan film tersebut.
Hasil dalam penelitian ini mengacu kepada bagaimana pesan dakwah yang
digambarkan dalam film Tausiyah Cinta meliputi bidang pesan Aqidah, pesan
Syariah, dan pesan Akhlak dan melalui dialog ataupun karakter dalam film seperti
bagaimana menyikapi sebuah cobaan, dimana nanti terlihat adanya akhlaqul
mahmudah dan akhlaqul madzmumah dari setiap adegan yang ada di film tersebut
- …
