1,720,988 research outputs found

    INTERNALISASI PENDIDIKAN IMAN KEPADA ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM

    Full text link
    Children are human beings who are in need to be nurtured, guided and developed. All of their potency should be developed positively in education. Educating children’s faith by using LuqmÄn al-ḤakÄ«m ways will lead them to be the most precious blessing creatures in this world and the hereafter. Keywords

    PENDIDIKAN DAN AKHLAK (TINJAUAN PEMIKIRAN IMAN AL-GHAZALI)

    Full text link
    Hubungan antara pendidikan dan akhlak mempunyai hubungan yang sangat erat karena Manusia yang paling sempurna adalah manusia yang paling bagus Akhlaknya, Iman al-Ghazali mengatakan bukanlah pengetahuan (ma'rifah) tentang baik dan jahat maupun kodrat (qudrah) untuk baik dan buruk, bukan pula pengamalan (fi'il), yang baik dan jelek, melainkan suatu keadaan jiwa yang mantap (hay'a rasikha fi-n-nafs). Menurutnya akhlak merupakan suatu kemantapan jiwa yang menghasilkan perbuatan atau pengamalan dengan mudah, tanpa harus direnungkan dan disengaja. Jika kemantapan itu sudah melekat kuat maka akan  menghasilkan amal-amal yang baik, dan melahirkian insan Kamil.Katakunci: Pendidikan, Akhlak, keluarga , Al-Ghazal

    Media Teknologi dan Implikasinya Dalam Pengembangan Pendidikan

    No full text
    Perkembangan teknologi pendidikan telah memberikan kesempatan kepada pendidik untuk meningkatkan pengetahuan dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. Hal ini juga memberikan peluang bagi tenaga pendidik untuk mengembangkan teknik pembelajaran sehingga menghasilkan kualitas pendidikan yang maksimal. Serupa halnya dengan pelajar, dengan adanya perkembangan teknologi memudahkan pelajar untuk menyerap informasi secara tepat dan efisien sehingga referensi yang dihasilkan tidak lagi bersumber pada teks buku semata

    BUDAYA AKADEMIK DALAM SISTEM PENDIDIKAN DAYAH SALAFIYAH DI ACEH

    No full text
    Abstrak: Artikel ini mengkaji budaya akademik dalam sistem pendidikan dayah Salafiyah di Aceh. Secara historis, dayah dikenal telah melahirkan banyak ulama dari berbagai disiplin ilmu, sehingga akan menarik untuk mengkaji perkembangan budaya akademik pada sistem pendidikan dayah yang melahirkannya. Artikel ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dan menemukan bahwa budaya akademik di dayah Salafiyah masih belum berkembang. Kondisi ini lebih disebabkan oleh empat faktor, yakni budaya akademik di dayah telah berkembang secara turun temurun, masih menggunakan kurikulum dan metodologi pengajaran yang masih  tradisional, serta organisasinya belum dikelola dengan manajemen yang sistematis. Keempatnya berpengaruh pada budaya akademik dalam sistem pendidikan dayah yang meliputi budaya belajar, memberi pendapat, pengembangan keilmuan, dan berorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstract: Academic Culture of Dayah Salafiyah Education System in Aceh. As a center of education, propagation, and religious development, Dayah (traditional Islamic boarding school) has produced a large number of ulama from various fields of disciplines. This article attempts to study academic culture of Dayah Salafiyah education system in Aceh. This articles utilizes qualitative approach, and found that academic culture of Dayah Salafiyah has not yet developed. It is argued that there are at least four aspects that underpins the condition, namely, academic culture, the use of traditional curriculum, methology as well as organization. In reality, however, the academic culture of Dayah has not shown an open and inclusive culture. As such, the existence of Dayah has been put under a big question mark. Although the number of Dayah has been significantly increasing in Aceh Besar, its teaching and learning quality has been declining, and its roles in government and community system have also been weakening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Kunci: budaya akademik, dayah, Salafiyah, sistem pendidikan</jats:p

    القيم الاجتماعية فى الرواية رونجينج دوكوه فاروك لأحد طهارى

    No full text
    مستخلص البحث كان الأدب فى الحقيقة هو صورة حياة الإنسان من الواقعة الاجتماعية التى تحتوى على العلاقة بين الناس وربهم، وبينهم مع الآخرين وبينهم مع بيئتهم. ولذلك كان هناك كثير من الحياة المأخوذة من عمل الأدب، منها قيم اجتماعية فى النوفيل رونجينج دوكوه فاروك. كانت المسائل الملقة فى هذا البحث هي القيم الاجتماعية الموجودة فى النوفيل رونجينج دوكوه فاروك لأحمد طهاري. مناسبا بذا السؤال، فأراد الباحث أن يكشف قيما اجتماعية فى النوفيل رونجينج دوكوه فاروك لأحمد طهارى. إن هذا البحث دراسة أدبية، وكان موضوعه هو القيم الاجتماعية الموجودة فى النوفيل رونجينج دوكوه فاروك لأحمد طهاري. وأما الذي يكون تحليلا فى هذا البحث هو التفاعل بين الأشخاص وسلوكهم والمكان والأحداث الموجودة فى النوفيل رونجينج دوكوه فاروك . وأما طريقة جمع البيانات المستخدمة هي القرأة والكتابة بدقة. ونتائج البحث تدل على أن النوفيل رونجينج دوكوه فاروك لأحمد طهاري شاملة بالقيم الاجتماعية، منها: القيم الدينية والأخلاقية والتربوية والجمالية والعادية والحقية والاجتماعية- الإقتصادية. فالقيم الدينية تتمثل فى إبمان الأشخاص كإقامة الصلاة واستيفاء الشروط فى بناء الأسرة بعمل الزواج الشرعي واجتناب المعاصى مثل الزنى. فالقيم الأخلاقية فى هذه الرواية تتمثل فى الانفعالات وسلوك الأشخاص كالطف مع الغير والفضلة على إعطاء الآخر وإكرام الكبار. وأما القيم التربوية تتصور فى الصدق وشدة العمل والمسؤولية والرحم، وهذه الإنفعالات خصائص من حاصل التعلم يعنى تغير السلوك من الجهل إلى العالم. والقيم الجمالية تتمثل فى أسلوب اللغة المستخدم، وهذا الأسلوب يبدو صريحا حينما كان المؤلف يصور خلفية القرية وما يتعلق به. والقيم العادية فى هذه الرواية تتمثل كثيرا فى عادات المجتمع فى حياتهم كإعتقادهم على قوة مانترا وما بالخرافات الأخرى وكون المشاركة بيهم. والقيم الحقية تتصور فى المحاورة بين الأشخاص اعتراف راسوس على دنبه وهذه القيم تدل أيضا أن الحق زهق الباطل. وأما القيم الاج الاقتصادية فى هذه الرواية تتمثل فى خدمة المجتمع على كبارهم وفضلائهم وأيضا عن مراتب الحياة وضعفهم وفقرهم

    Penerapan E-Learning dalam Inovasi Pendidikan

    No full text
    Perkembangan teknologi dan informasi yang cepat telah mempengaruhi dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan, Oleh karena itu, lembaga pendidikan harus mampu mengantisipasi perkembangan tersebut dengan terus menerus mengupayakan suatu program yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.maka dalam penerapan perlu melakukan inovasi pendidikan, salah satu inovasi pendidikan dengan menerapkan e-learning, Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. Harapan atas sistem E-learning di masa mendatang adalah penggunaan E-learning menjadi semakin efektif seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan metode pembelajaran yang digunakan. Pengembangan sistem E-learning juga diharapkan tidak hanya memperhitungkan masalah finansial dan profitabilitas, tetapi juga memperhatikan sisi psikologis pelajar dan mampu mengakomodasi berbagai kepribadian dan cara belajar masing-masing peserta. Kata kunci: Penerapan, E-Learning dan Inovasi Pendidika

    INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS E-LEARNING

    No full text
    The Arabic teaching-learning proccess at the Madrasah Aliyah in Aceh Besar has not been running optimally. Generally, the learning process is still conventional based. Therefore, a solute efforts is needed for a teacher to design and create learning medias based ICT. Namely: computer-based media, websites, online library, e Learning and android that can facilitate the spread of knowledge. This research are to investigate how the utilization of ICT can be used optimally in learning and how the ability of teachers in using ICT facilities as a learning media innovation. The research used is a research development with mixed method methodology, and the sample of the research is Madrasah Aliyah teachers in Aceh Besar District. The results showed: generally, the teachers have already known and understood the use of media in learning. Nevertheless, Teachers rarely most of them do not use e learning. The teachers have not done the innovation of learning media of ICT based. The researcher recommends. The Medias e learning can be used optimally in learning Arabic at Madrasah Aliyah Aceh Besar District

    Arah Dan Tujuan Kebijakan Digitalisasi Pendidikan Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

    Full text link
    Digitalisasi pendidikan menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di tingkat sekolah dasar. Perkembangan teknologi mendorong perubahan dalam sistem pembelajaran, dengan kebijakan digitalisasi yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas, efektivitas, dan efisiensi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah dan tujuan kebijakan digitalisasi pendidikan serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran di Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan yang menelaah berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi meningkatkan akses siswa terhadap sumber belajar, mempermudah administrasi sekolah, dan memungkinkan interaksi yang lebih baik antara guru dan siswa. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kesenjangan akses teknologi, dan kesiapan tenaga pendidik masih menjadi kendala utama dalam implementasi kebijakan ini. Jadi secara keseluruhan digitalisasi pendidikan berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi perlu didukung oleh kebijakan yang memastikan kesiapan infrastruktur, pelatihan guru, serta akses teknologi yang merata agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal

    EVALUASI PROGRAM SISTEM PENDIDIKAN TERPADU DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN ACEH BESAR (Evaluating the Program of Integrated Education System of the Department of Education and Culture, Aceh Besar District)

    Full text link
    This study aims to determine the achievements of the Integrated Education Program implemented by the Department of Education in Aceh Besar. The implementation of this program is motivated by various conditions that occur in Aceh Besar, such as there are still many cases related to community morals, both at the level of children and adults, so that shaping the character of the community through schools is crucial. Among the efforts made by the Department of Education in Aceh Besar is to implement Integrated Education at schools. The results of the research found that the implementation of the Integrated Education Program had taken place in accordance with the stages and standards that had been set. Furthermore, it is hoped that an integrated education system process will be carried out in each target school and there will be an increase in the quality of education to create the students with Islamic characteristics. This program is expected to be a model that can be adopted by other local governments, in order to achieve national education goals, both local and national levels

    BUDAYA AKADEMIK DALAM SISTEM PENDIDIKAN DAYAH SALAFIYAH DI ACEH

    Full text link
    Abstrak: Artikel ini mengkaji budaya akademik dalam sistem pendidikan dayah Salafiyah di Aceh. Secara historis, dayah dikenal telah melahirkan banyak ulama dari berbagai disiplin ilmu, sehingga akan menarik untuk mengkaji perkembangan budaya akademik pada sistem pendidikan dayah yang melahirkannya. Artikel ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dan menemukan bahwa budaya akademik di dayah Salafiyah masih belum berkembang. Kondisi ini lebih disebabkan oleh empat faktor, yakni budaya akademik di dayah telah berkembang secara turun temurun, masih menggunakan kurikulum dan metodologi pengajaran yang masih  tradisional, serta organisasinya belum dikelola dengan manajemen yang sistematis. Keempatnya berpengaruh pada budaya akademik dalam sistem pendidikan dayah yang meliputi budaya belajar, memberi pendapat, pengembangan keilmuan, dan berorganisasi.Abstract: Academic Culture of Dayah Salafiyah Education System in Aceh. As a center of education, propagation, and religious development, Dayah (traditional Islamic boarding school) has produced a large number of ulama from various fields of disciplines. This article attempts to study academic culture of Dayah Salafiyah education system in Aceh. This articles utilizes qualitative approach, and found that academic culture of Dayah Salafiyah has not yet developed. It is argued that there are at least four aspects that underpins the condition, namely, academic culture, the use of traditional curriculum, methology as well as organization. In reality, however, the academic culture of Dayah has not shown an open and inclusive culture. As such, the existence of Dayah has been put under a big question mark. Although the number of Dayah has been significantly increasing in Aceh Besar, its teaching and learning quality has been declining, and its roles in government and community system have also been weakening.Kata Kunci: budaya akademik, dayah, Salafiyah, sistem pendidika
    corecore