88 research outputs found
The ecology of decomposition on rabbit carcasses in various habitats and its implications in forensic entomology in Malaysia / Siti Aisyah Silahuddin
The stages of decomposition and the faunal succession on rabbit carcasses in three different habitats, namely jungle, rural and highland areas were studied. Three New Zealand White rabbit ( Oryctolagus cuniculus) carcasses weighing approximately 2 kg were sampled daily until the decomposition process completed. Representative specimens of adult flies, larvae, pupa and mites were collected from the carcasses and processed in the laboratory. There were differences in decomposition rate and faunal succession between the carcasses. The fastest rate of decomposition was recorded in rural area and the slowest rate of decomposition was recorded from highland area. The carcasses exhibited the same pattern of colonization by flies, however, the dominant species of larvae and adult flies on each carcass were different. The primary species of flies recorded in jungle were Chrysomya megacephala, Achoetandrus rufifacies, Chrysomya chani, Chrysomya villenuevi, Chrysomya nigripes, Chrysomya pinguis, Hemipyrellia ligurriens, Hemipyrellia tagaliana, Hypopyiopsis fumipennis, Hypopygiopsis violacea and Ophyra spinigera represented by both adults and larvae, meanwhile Musca domestica, Atherigona sp., Lioproctia pattoni, Lioproctia saprianovae and Seniorwhitea princeps were represented by adults only. The biodiversity of flies in the rural area were Ch. megacephala, Ac. rufifacies, H ligurriens, Fannia canicularis, Ophyra chalcogaster and 0. spinigera represented by both adults and larvae, meanwhile Musca domestica, Atherigona sp., Boettcherisca peregrina, Parasarcophaga taenionota, Parasarcophaga scopariiformis and S. princeps were represented by adults only. Meanwhile the species of flies collected in the highland area were Lucilia porphyrina, Ch., Ac. rufifacies, Ch villenuevi, Ch pinguis, H ligurriens, Ospinigera, 0 chalcogaster, Fa canicularis and Boettcherisca highlandica were represented by both adults and larvae, meanwhile Ch nigripes, Chrysomya thanomthini, M domestica, Atherigona sp., Parasarcophaga a/biceps, P taenionota, Sepsidae, Phoridae and Millichidae were represented by adults only. Faunal succession followed the sequence of dominant flies i.e. Calliphoridae, Sarcophagidae, Muscidae, Sepsidae and lastly Stratiomyidae (for jungle), or Sepsidae for rural and highland studies. We also recovered Mesostigmata, Prostigmata, Astigmata and Oribatida mites throughout decomposition which could be used for future implementation in forensic investigations. The data obtained from this study provides more accurate indicators to local forensic scientists in solving criminal cases especially on determination of time and primary location of death
INTERNALISASI PENDIDIKAN IMAN KEPADA ANAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Children are human beings who are in need to be nurtured, guided and developed. All of their potency should be developed positively in education. Educating children’s faith by using LuqmÄn al-ḤakÄ«m ways will lead them to be the most precious blessing creatures in this world and the hereafter.
Keywords
PENDIDIKAN DAN AKHLAK (TINJAUAN PEMIKIRAN IMAN AL-GHAZALI)
Hubungan antara pendidikan dan akhlak mempunyai hubungan yang sangat erat karena Manusia yang paling sempurna adalah manusia yang paling bagus Akhlaknya, Iman al-Ghazali mengatakan bukanlah pengetahuan (ma'rifah) tentang baik dan jahat maupun kodrat (qudrah) untuk baik dan buruk, bukan pula pengamalan (fi'il), yang baik dan jelek, melainkan suatu keadaan jiwa yang mantap (hay'a rasikha fi-n-nafs). Menurutnya akhlak merupakan suatu kemantapan jiwa yang menghasilkan perbuatan atau pengamalan dengan mudah, tanpa harus direnungkan dan disengaja. Jika kemantapan itu sudah melekat kuat maka akan menghasilkan amal-amal yang baik, dan melahirkian insan Kamil.Katakunci: Pendidikan, Akhlak, keluarga , Al-Ghazal
Media Teknologi dan Implikasinya Dalam Pengembangan Pendidikan
Perkembangan teknologi pendidikan telah memberikan kesempatan kepada pendidik untuk meningkatkan pengetahuan dan mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. Hal ini juga memberikan peluang bagi tenaga pendidik untuk mengembangkan teknik pembelajaran sehingga menghasilkan kualitas pendidikan yang maksimal. Serupa halnya dengan pelajar, dengan adanya perkembangan teknologi memudahkan pelajar untuk menyerap informasi secara tepat dan efisien sehingga referensi yang dihasilkan tidak lagi bersumber pada teks buku semata
BUDAYA AKADEMIK DALAM SISTEM PENDIDIKAN DAYAH SALAFIYAH DI ACEH
Abstrak: Artikel ini mengkaji budaya akademik dalam sistem pendidikan dayah Salafiyah di Aceh. Secara historis, dayah dikenal telah melahirkan banyak ulama dari berbagai disiplin ilmu, sehingga akan menarik untuk mengkaji perkembangan budaya akademik pada sistem pendidikan dayah yang melahirkannya. Artikel ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dan menemukan bahwa budaya akademik di dayah Salafiyah masih belum berkembang. Kondisi ini lebih disebabkan oleh empat faktor, yakni budaya akademik di dayah telah berkembang secara turun temurun, masih menggunakan kurikulum dan metodologi pengajaran yang masih tradisional, serta organisasinya belum dikelola dengan manajemen yang sistematis. Keempatnya berpengaruh pada budaya akademik dalam sistem pendidikan dayah yang meliputi budaya belajar, memberi pendapat, pengembangan keilmuan, dan berorganisasi.<br /><br />Abstract: Academic Culture of Dayah Salafiyah Education System in Aceh. As a center of education, propagation, and religious development, Dayah (traditional Islamic boarding school) has produced a large number of ulama from various fields of disciplines. This article attempts to study academic culture of Dayah Salafiyah education system in Aceh. This articles utilizes qualitative approach, and found that academic culture of Dayah Salafiyah has not yet developed. It is argued that there are at least four aspects that underpins the condition, namely, academic culture, the use of traditional curriculum, methology as well as organization. In reality, however, the academic culture of Dayah has not shown an open and inclusive culture. As such, the existence of Dayah has been put under a big question mark. Although the number of Dayah has been significantly increasing in Aceh Besar, its teaching and learning quality has been declining, and its roles in government and community system have also been weakening.<br /><br />Kata Kunci: budaya akademik, dayah, Salafiyah, sistem pendidikan</jats:p
القيم الاجتماعية فى الرواية رونجينج دوكوه فاروك لأحد طهارى
مستخلص البحث
كان الأدب فى الحقيقة هو صورة حياة الإنسان من الواقعة الاجتماعية التى تحتوى على العلاقة بين الناس وربهم، وبينهم مع الآخرين وبينهم مع بيئتهم. ولذلك كان هناك كثير من الحياة المأخوذة من عمل الأدب، منها قيم اجتماعية فى النوفيل رونجينج دوكوه فاروك.
كانت المسائل الملقة فى هذا البحث هي القيم الاجتماعية الموجودة فى النوفيل رونجينج دوكوه فاروك لأحمد طهاري. مناسبا بذا السؤال، فأراد الباحث أن يكشف قيما اجتماعية فى النوفيل رونجينج دوكوه فاروك لأحمد طهارى.
إن هذا البحث دراسة أدبية، وكان موضوعه هو القيم الاجتماعية الموجودة فى النوفيل رونجينج دوكوه فاروك لأحمد طهاري. وأما الذي يكون تحليلا فى هذا البحث هو التفاعل بين الأشخاص وسلوكهم والمكان والأحداث الموجودة فى النوفيل رونجينج دوكوه فاروك . وأما طريقة جمع البيانات المستخدمة هي القرأة والكتابة بدقة.
ونتائج البحث تدل على أن النوفيل رونجينج دوكوه فاروك لأحمد طهاري شاملة بالقيم الاجتماعية، منها: القيم الدينية والأخلاقية والتربوية والجمالية والعادية والحقية والاجتماعية- الإقتصادية. فالقيم الدينية تتمثل فى إبمان الأشخاص كإقامة الصلاة واستيفاء الشروط فى بناء الأسرة بعمل الزواج الشرعي واجتناب المعاصى مثل الزنى. فالقيم الأخلاقية فى هذه الرواية تتمثل فى الانفعالات وسلوك الأشخاص كالطف مع الغير والفضلة على إعطاء الآخر وإكرام الكبار. وأما القيم التربوية تتصور فى الصدق وشدة العمل والمسؤولية والرحم، وهذه الإنفعالات خصائص من حاصل التعلم يعنى تغير السلوك من الجهل إلى العالم. والقيم الجمالية تتمثل فى أسلوب اللغة المستخدم، وهذا الأسلوب يبدو صريحا حينما كان المؤلف يصور خلفية القرية وما يتعلق به. والقيم
العادية فى هذه الرواية تتمثل كثيرا فى عادات المجتمع فى حياتهم كإعتقادهم على قوة مانترا وما بالخرافات الأخرى وكون المشاركة بيهم. والقيم الحقية تتصور فى المحاورة بين الأشخاص اعتراف راسوس على دنبه وهذه القيم تدل أيضا أن الحق زهق الباطل. وأما القيم الاج الاقتصادية فى هذه الرواية تتمثل فى خدمة المجتمع على كبارهم وفضلائهم وأيضا عن مراتب الحياة وضعفهم وفقرهم
Penerapan E-Learning dalam Inovasi Pendidikan
Perkembangan teknologi dan informasi yang cepat telah mempengaruhi dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan, Oleh karena itu, lembaga pendidikan harus mampu mengantisipasi perkembangan tersebut dengan terus menerus mengupayakan suatu program yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.maka dalam penerapan perlu melakukan inovasi pendidikan, salah satu inovasi pendidikan dengan menerapkan e-learning, Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. Harapan atas sistem E-learning di masa mendatang adalah penggunaan E-learning menjadi semakin efektif seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan metode pembelajaran yang digunakan. Pengembangan sistem E-learning juga diharapkan tidak hanya memperhitungkan masalah finansial dan profitabilitas, tetapi juga memperhatikan sisi psikologis pelajar dan mampu mengakomodasi berbagai kepribadian dan cara belajar masing-masing peserta.
Kata kunci: Penerapan, E-Learning dan Inovasi Pendidika
Perbedaan Tingkat Religiusitas Mahasiswa di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Perguruan Tinggi Umum Negeri di Provinsi Aceh Tahun 2016
Religiusitas memiliki dimensi-dimensi intrinsik dan ekstrinsik, sehingga dapat menjelaskan berbagai kecenderungan religiusitas yang dimiliki seseorang. penelitian ini menggunakan lima indikator untuk menilai tingkat religiusitas mahasiswa di STAIN Malikussaleh dan Universitas Malikussaleh Lhokseumawe. Penelitian ini berkesimpulan bahwa mahasiswa yang belajar di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri memiliki tingkat religiusitas yang tinggi dibandingkan mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi Umum Negeri pada aspek pengetahuan agama atau intelektual dari lima aspek, yaitu aspek keyakinan, asepek praktik agama, aspek pengalaman, aspek pengetahuan agama, dan aspek konsekuensi
INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS E-LEARNING
The Arabic teaching-learning proccess at the Madrasah Aliyah in Aceh Besar has not been running optimally. Generally, the learning process is still conventional based. Therefore, a solute efforts is needed for a teacher to design and create learning medias based ICT. Namely: computer-based media, websites, online library, e Learning and android that can facilitate the spread of knowledge. This research are to investigate how the utilization of ICT can be used optimally in learning and how the ability of teachers in using ICT facilities as a learning media innovation. The research used is a research development with mixed method methodology, and the sample of the research is Madrasah Aliyah teachers in Aceh Besar District. The results showed: generally, the teachers have already known and understood the use of media in learning. Nevertheless, Teachers rarely most of them do not use e learning. The teachers have not done the innovation of learning media of ICT based. The researcher recommends. The Medias e learning can be used optimally in learning Arabic at Madrasah Aliyah Aceh Besar District
Arah Dan Tujuan Kebijakan Digitalisasi Pendidikan Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Digitalisasi pendidikan menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di tingkat sekolah dasar. Perkembangan teknologi mendorong perubahan dalam sistem pembelajaran, dengan kebijakan digitalisasi yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas, efektivitas, dan efisiensi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah dan tujuan kebijakan digitalisasi pendidikan serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran di Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan yang menelaah berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi meningkatkan akses siswa terhadap sumber belajar, mempermudah administrasi sekolah, dan memungkinkan interaksi yang lebih baik antara guru dan siswa. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kesenjangan akses teknologi, dan kesiapan tenaga pendidik masih menjadi kendala utama dalam implementasi kebijakan ini. Jadi secara keseluruhan digitalisasi pendidikan berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi perlu didukung oleh kebijakan yang memastikan kesiapan infrastruktur, pelatihan guru, serta akses teknologi yang merata agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal
- …
