40 research outputs found
Peran Kiai Haji Mahfudz Siddiq dalam BNO (Berita Nahdlatoel Oelama) 1930-1944
Skripsi ini berjudul :Peran Kiai Haji Mahfudz Siddiq dalam BNO (Berita Nahdlatoel Oelama) 1930-1944. Memilki tiga fokus penelitian, yaitu Bagaimana biografi Kiai Haji Mahfudz Siddiq. Bagaimana sejarah perkembangan Berita Nahdlatoel Oelama. Bagaimana peran Kiai Haji Mahfudz dalam Nahdlatul Ulama dan dalam Berita Nahdlatoel Oelama.Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang menggunakan pendekatan historis. Pendekatan tersebut digunakan peneliti untuk menghasilkan bentuk dan proses dari peristiwa sejarah menjelaskan tentang Peran Kiai Haji Mahfudz Siddiq dalam Berita Nahdlatoel Oelama. Penelitian ini juga mengguanakan teori peranan yang dikenalkan oleh Peter Burke yaitu peranan seorang yang menduduki posisi tertentu didalam struktur masyarakat, berarti seseorang itu mempunyai kedudukan dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Heuristik, Kritik, Interpretasi (penafsiran) dan Historiografis. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Kiai Mahfudz Siddiq adalah Kiai yang lahir di Jember pada Kamis 27 Rabiul Awal 1325 H atau 10 Mei 1907. Kiai Mahfudz adalah putra dari Kiai Muhammad Siddiq dan Nyai Hj. Maryam yang merupakan keturunan dari keluarga Bani Siddiq Jember. (2)Kesadaran menggunakan surat kabar sebagai media informasi dan propaganda juga dirasakan oleh Nahdlatul Ulama (NU). Semenjak berdiri pada tanggal 31 Januari 1926, setidaknya ada tiga media surat kabar yang diterbitkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) yaitu, Swara Nahdlatoel Oelama, Oetoesan Nahdlatoel Oelama, dan Berita Nahdlatoel Oelama. (3) Majalah Berita Nahdlatoel Oelama merupakan transformasi dari Swara Nahdlatol Oelama yang dilakukan oleh Kiai Mahfudz Siddiq. Pada Muktamar ke-9 Nahdlatul Ulama di Banyuwangi
More talk than walk: Indonesia as a foreign policy actor
Indonesia is unlikely to become a significantly influential international actor in the medium term, despite its size, strategic location and economic potential.
Key findings:
Indonesia’s influence in international affairs is growing, but it will not become a major power in the short to medium term.
Facing public pressure to exert influence globally, Indonesia will pursue a far-reaching foreign policy agenda, but without the resources to flex its muscles in support of its ideas.
Countries can engage now on regional and global issues that are important to Indonesia and that help it be seen as a global player, thereby building trust and relationships that are a long term investment in Indonesia’s future potential
Perjuangan Pendidikan KH. Mahfudz Shiddiq Untuk Kemajuan dan Kemerdekaan Bangsa Indonesia
Artikel ini membahasa tentang perjuangan KH. Mahfud Siddiq dalam mengembangkan kompetensi NU baik di bidang pendidikan, keorganisasian dan pendidikan kader NU. Masalah penelitian ini adalab bagaimana Perjuangan pendidikan KH. Mahfudz shiddiq untuk kemajuan dan kemerdekaan bangsa indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian kesejarahan dan biografi KH. Ahmad Siddiq dari berbagai buku referensi ataupun jurnal, majalah, dan juga digali dari pihak Pengurus NU dan pihak keluarga beliau. Hasil penelitian ini bahwa beliau merupakan kader pesantren yang memiliki kecerdasan yang tinggi dan pengabdian di NU menjadi ketua Tanfidiyah PBNU yang hidupnya diwakafkan untuk NU. Beliau mengajarkan kepada para santrinya dan masyarakat pentingnya menguasai bahasa sehingga beliau banyak menguasai bahasa dunia seperti bahasa Arab, Inggris, Belanda, Mandarin dan lain-lain. Beliau mengajarkan kedisiplinan dan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan lewat pendidikan pesantren atau pendidikan sekolah atau madrasahArtikel ini membahasa tentang perjuangan KH. Mahfud Siddiq dalam mengembangkan kompetensi NU baik di bidang pendidikan, keorganisasian dan pendidikan kader NU. Masalah penelitian ini adalab bagaimana Perjuangan pendidikan KH. Mahfudz shiddiq untuk kemajuan dan kemerdekaan bangsa indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian kesejarahan dan biografi KH. Ahmad Siddiq dari berbagai buku referensi ataupun jurnal, majalah, dan juga digali dari pihak Pengurus NU dan pihak keluarga beliau. Hasil penelitian ini bahwa beliau merupakan kader pesantren yang memiliki kecerdasan yang tinggi dan pengabdian di NU menjadi ketua Tanfidiyah PBNU yang hidupnya diwakafkan untuk NU. Beliau mengajarkan kepada para santrinya dan masyarakat pentingnya menguasai bahasa sehingga beliau banyak menguasai bahasa dunia seperti bahasa Arab, Inggris, Belanda, Mandarin dan lain-lain. Beliau mengajarkan kedisiplinan dan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan lewat pendidikan pesantren atau pendidikan sekolah atau madrasa
KONDISI KEMANDIRIAN ANAK PEREMPUAN SETELAH MENIKAH PADA KELUARGA MATRILOKAL (Studi Kasus di Dusun Petukangan Desa Pesisir Kecamatan Besuki Situbondo)
Di dalam sebuah keluarga, seorang anak akan mendapatkan perlindungan, afeksi, pengasuhan dan pendidikan. Seorang anak akan terus mengalami perkembangan sesuai dengan bertambahnya usia yaitu dewasa dan menikah, maka di samping memenuhi segala kebutuhannya, memberikan perlindungan dan afeksi, orang tua juga harus dapat membentuk atau melatih kemandirian anaknya. Kemandirian merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh seorang individu terutama saat dia telah mencapai kedewasaan.Hal ini juga berlaku bagi anak perempuan yang sudah menikah pada keluarga matrilokal (setelah anak perempuan menikah, anak tersebut dan suaminya akan tinggal bersama keluarga pihak perempuan). Pada keluarga matrilokal, ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu anak dapat mandiri atau anak akan tetap bergantung kepada orang tua (tidak mandiri). Hal ini dikarenakan sedikit banyaknya akan ada campur tangan orang tua dalam permasalahan rumah tangga anaknya. Dari fenomena keluarga matrilokal tersebut membuat penulis tertarik untuk mengkaji tentang Kondisi Kemandirian Anak Perempuan setelah Menikah pada Keluarga Matilokal “(Studi Kasus di Dusun Petukangan Desa Pesisir Besuki Situbondo)”.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus untuk mengetahui, mendeskripsikan serta menganalisis secara mendalam tentang kondisi kemandirian anak perempuan setelah menikah pada keluarga matrilokal di Dusun Petukangan Desa Pesisir Besuki Situbondo. Penentuan teknik informan menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data di awali pengumpulan data mentah, transkip data, pembuatan koding, kategorisasi data, penyimpulan sementara, triangulasi, dan penyimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak perempuan pada beberapa keluarga matrilokal belum mandiri secara emosi, ekonomi, intelektual, namun sudah mandiri secara sosial. Peran orang tua sebagai pendidik pada keluarga matrilokal salah satunya sebagai pendidik, didikan orang tua yang terlihat pada keluarga matrilokal yaitu upaya orang tua dalam menegur dan menasihati dengan cara yang baik atau kasar (membentak) agar anak mereka bisa lebih mengontrol emosi. Di sisi lain, orang tua tidak pernah memberi teguran atau nasihat kepada anak mereka sebagai upaya agar anak mereka lebih mandiri secara ekonomi dan tidak tergantung kepada orang tua. Namun cara yang demikian tidak cukup berhasil untuk membentuk kemandirian anak perempuan tersebut
Konsep Dakwah Nir-Radikalisme Perspektif Syaikh Ali Mahfudz: Konsep Dakwah Nir-Radikalisme Perspektif Syaikh Ali Mahfudz
Abtract: This paper aims to explore the concept of non-radicalism da’wah initiated by Ali Mahfudz. Although Ali Mahfudz did not explicitly say in his magnum opus, that the concept of da’wah refers to the method of non-radicalism da’wah, the author sees many indications that support the concept. In conducting research, the authors use qualitative-library research with content analysis methods. In analyzing the data, the writer uses the indicator of non-radicalism da’wah formulated by Yusuf al-Qaradawi. The results obtained in this paper are (1) the concept of non-radicalism da’wah embodied through three major conceptions, namely mauidzah (tadzkir and qissah), isryad, and khitabah in which there are explanatory explanations about the importance of gentleness, wisdom, grace, be patient, and always follow the way of the Prophet\u27s da’wah in the Koran which includes wisdom, mauidzah hasanah, and debate in the best way, (2) a preacher must balance between the use of revelation and reason, (3) in matters that are khilafiyah, Ali Mahfudz just explained it, without forcing the reader to be fanatical about one understanding, such as the law for someone who does not get da\u27wah based on the Muktazilah, Asy\u27ariyah, and al-Maturidiyah understandings, (4) permitting the use of israiliyyat as da’wah material, the use of takwil in interpreting the verse mutasyabihat, and the suggestion to refer the theologians (mutakallimin) in da’wah, (5) dynamism in his da’wah was allegedly caused by the transformation of religious experience from the Syafi\u27i school to the Hanafi school of thought.
Keywords: Da’wah; Ali Mahfudz; Non-Radicalism ; Mu’idzah; Irsyad; Khitabah.
Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk mengeskplore konsep dakwah nir-radikalisme yang digagas oleh Ali Mahfudz. Meskipun secara eksplisit Ali Mahfudz tidak mengatakan di dalam magnum opusnya, bahwa konsep dakwahnya merujuk pada metode dakwah nir-radikalisme, penulis melihat banyak sekali indikasi yang mendukung konsep tersebut. Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif pustaka dengan metode analisis konten. Dalam menganalisa data, penulis menggunakan indikator dakwah nir-radikalisme yang dirumuskan oleh Yusuf al-Qardhawi. Adapun hasil yang didapatkan dalam tulisan ini adalah (1). Konsep dakwah nir-radikalisme terejawantahkan melalui tiga konsepsi besar, yakni mauidzah (tadzkir dan qissah), isryad, dan khitabah yang di dalamnya terdapat repitisi penjelasan tentang pentingnya lemah lembut, bijaksana, lapang dada, sabar, dan selalu mengikuti cara dakwah rasul di dalam Alquran yang meliputi hikmah, mauidzah hasanah, dan perdebatan dengan cara yang paling baik, (2). Seorang pendakwah harus menyeimbangkan antara penggunaan wahyu dan akal, (3). Dalam hal yang bersifat khilafiyah, Ali Mahfudz hanya sekedar memaparkan saja, tanpa memaksa pembaca untuk fanatik terhadap satu paham, seperti hukum bagi seseorang yang tidak mendapatkan dakwah yang didasarkan pada paham Muktazilah, Asy’ariyah, dan al-Maturidiyah, (4). Diperbolehkannya penggunaan israiliyyat sebagai materi dakwah, penggunaan takwil dalam memaknai ayat mutasyabihat, dan anjuran untuk merujuk para pakar teologi (mutakallimin) dalam berdakwah, (5). Kedinamisan beliau dalam berdakwah disinyalir disebabkan transformasi pengalaman keagamaan dari madzhab Syafi’i menuju madzhab Hanafi.
Kata kunci: Dakwah Ali Mahfudz; nir-radikalisme; mu’idzah; irsyad; khitabah.
 
Pemikiran Fikih Sosial KH Sahal Mahfudz dan Implementasinya dalam Pemberdayaan Masyarakat
Social fiqh is the idea of KH Sahal Mahfudz in responding to the gap between the fiqh concepts contained in the text and social conditions. KH Sahal Mahfudz is a large and growing cleric and cleric in Kajen, Pati, Central Java trying to carry out a community empowerment movement to realize the concept of fiqh that touches social values. Social fiqh initiated by KH Sahal Mahfudz tries to develop qouly fiqh and manhajy fiqh so that existing fiqh is in line with ethical values, as well as fiqh aimed at the public benefit (ummah). This paper tries to explore the ideas of KH Sahal Mahfudz regarding social fiqh through literature study. Furthermore, the author conducted a content-analysis of the biography and a number of writings of KH Sahal Mahfudz related to the idea of social fiqh.
[Fikih sosial merupakan gagasan dari KH Sahal Mahfudz dalam menjawab terdapatnya jurang pemisah antara konsep fikih yang terdapat dalam teks dengan kondisi sosial kemasyarakatan. KH Sahal Mahfudz merupakan ulama dan kiai yang besar dan berkembang di Kajen, Pati, Jawa Tengah mencoba melakukan gerakan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan konsep fikih yang menyentuh nilai-nilai sosial. Fikih sosial yang digagas oleh KH Sahal Mahfudz mencoba mengembangkan fikih qouly dan fikih manhajy sehingga fikih yang ada sejalan dengan nilai-nilai etika, serta fikih yang bertujuan kepada kemaslahatan publik (umat). Tulisan ini mencoba menggali gagasan KH Sahal Mahfudz mengenai fikih sosial melalui studi kepustakaan. Selanjutnya penulis melakukan content-analysis terhadap biografi serta sejumlah tulisan-tulisan KH Sahal Mahfudz yang berkaitan dengan gagasan fikih sosial.
PERANAN KH AHMAD SIDDIQ DALAM ORGANISASI NAHDLATUL ULAMA TAHUN 1979-1991
K.H Achmad Shiddiq tokoh lokal dari Kabupaten Jember yang kemudian
mempunyai pengaruh di level Nasional. K.H Achmad Shiddiq adalah mantan rais am
syuriah Nahdlatul Ulama tahun 1984-1991 dan merupakan ulama pembaharu
pemikiran di kalangan Jami’iyyah Nahdlatul Ulama dengan gagasannya yang terkenal
tentang kembalinya NU ke Khittah (garis-garis perjuangan) tahun 1926 sewaktu
organisasi itu didirikan, pendapatnya yang tajam mengenai hubungan Islam dan
Pancasila dan pembaharuan hubungan antara NU dan Muhammadiyah.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apa latar belakang
perjuangan K.H. Achmad Shiddiq dalam organisasi NU? ; (2) Bagaimanakah bentuk
perjuangan K.H. Achmad Shiddiq dalam organisasi NU?; (3) Apa dampak
perjuangan K.H. Achmad Shiddiq dalam NU terhadap kehidupan berbangsa dan
bernegara?. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Ingin mengkaji latar belakang
perjuangan K.H. Achmad Shiddiq dalam organisasi NU; (2) Ingin mengkaji bentuk
perjuangan K.H. Achmad Shiddiq dalam organisasi NU dan (3) Ingin mengkaji
dampak perjuangan K.H. Achmad Shiddiq dalam NU terhadap kehidupan berbangsa
dan bernegara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah
yaitu (1) heuristik; (2) kritik; (3) Interpretasi dan (4) historiografi. Analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Sosiologi Politik.
Hasil penelitian menunjukkan latar belakang sosio kultural K.H. Achmad
Shiddiq dalam organisasi NU yaitu faktor keluarga dan lingkungan pesantren secara
langsung maupun tidak langsung mempengaruhi watak maupun pemikirannya. Dari
lingkungan keluarga perjuangan K.H Achmad Shiddiq banyak dipengaruhi oleh
kakak kandungnya K.H. Mahfudz Siddiq selain karena hubungann emosional mereka
sangat kuat jabatan K.H. Mahfudz Siddiq sebagai ketua Tanfidziyah PBNU (19371942)
secara langsung membuat K.H. Achmad Shiddiq dapat belajar banyak tentang
NU. Dari lingkungan pesantren K.H Hasyim Asyari dan K.H. Wahid Hasyim
merupakan orang yang banyak berpengaruh dalam perjuangan K.H. Achmad Shiddiq.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Bentuk perjuangan K.H.
Achmad Shiddiq dalam organisasi NU terdiri dari perjuangan K.H. Achmad Shiddiq
dalam mengembalikan NU ke Khittah 1926 didasarkan terlau fokusnya NU pada
kegiatan politik dari pada tujuan semua sebagai organisasi sosial keagamaan.
perjuangan K.H, Achmad Shiddiq dalam menjadikan Pancasila sebagai ideologi NU,
KH. Ahmad Siddiq menyimpulkan sikap NU Republik Indonesia adalah bentuk
upaya final. Penerimaan NU atas Pancasila adalah suatu sikap positif dalam rangka
perjuangan bangsa dan Negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.
Perjuangan K.H. Achmad Shiddiq dalam rekonsiliasi hubungan NU dan
Muhammadiya merupakan kelanjutan dari sikapnya merumuskan sikap
kemasyarakatan yang dihayati.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak dari perjuangan K.H. Achmad
Shiddiq dalam NU terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara terasa besar.
Penerimaan NU pada pancasila sebagai asas organisasi dan kembali ke khittah
membuat NU dapat berbuat lebih dalam rangka pengabdiaannya pada bangsa dan
Negara. ide ukhuwah serta pengembangannya menciptakan kebersamaan dan
kedamaian baik di dalam NU maupun di luar NU.
Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan khasanah ilmu pengetahuan baru
terutama yang berkaitan dengan peranan K.H. Achmad Shiddiq khusus nya dalam
organisasi NU serta dapat menambah referensi sejarah ketokohan sehingga dapat
dijadikan sebuah pemahaman baru mengenai peranan tokoh-tokoh yang berjasa
dalam NU
تطوير مواد علم المعاني في ضوء الكلام المحلي: بالتطبيق على طلبة قسم تعليم اللغة العربية بجامعة والي سونجو الإسلامية الحكومية سمارانج
مستخلص البحث
يهدف هذا البحث إلى كشف مواصفة المواد المطورة، وقياس صلاحيتها، وقياس أثر استخدامها.
ومنهج هذا البحث هو البحث والتطوير بنمط تطوير بورج وغال، ثم تكييفه وتعديله من قِبَل الباحث. وقام الباحث تصديق المادة التعليمية المطورة إلى الخبراء وحلل البيانات المحصولة باستخدام حجم ليكرت، والتجربة المحددة، و التجربة الميدانية. وأما البيانات من نتيجة التجربة المحددة والميدانية فحللها الباحث برمز اختبار "ت".
والنتائج الموضوعية لهذا البحث هي: 1) إن مواصفة المواد المطورة تَتِمُّ كتابتها باللغة الإندونيسية ومرتّبة في ثمانية فصول، ويحتوى كل فصل على خريطة الفكرة، والكفاية المستهدفة، والمقدمة، وشرح المادة، والخلاصة، والمصادر، إلى أن تصل المادةُ خصائصها. 2) نتيجة التحكيم من خبير التصميم هي 88،75 % (جيد جدا). ونتيجة التحكيم من الخبير في مادة البلاغة هي 84،16 % (جيد جدا). والنتيجة من الخبير في تعليم المناهج وطرق تديس اللغة العربية هي 86،6 % (جيد جدا). 3) و تدل نتيجة الاختبار القبلي للطلبة وهي 48% (ضعيف)، ونتيجة الإختبار البعدي وهي 71 % (جيد جدا) على ارتفاع كبير بين الاختبارين بالفرق 2،092،84 ومعناها أن هذه المادة التعليمية فعالة للطلبة. وتدل النتيجة لاستبانة الطلبة في التجربة الميدانية على 10،81 % (جيد جدا)، والنتيجة لاستبانة المدرس حصلت على 88%. وهذه النتائج تدل على فعالية المادة التعليمية وإيجابيتها عند الطلبة.
والنتيجة الأساسية لهذا البحث هي: أن مواد علم المعاني التى من خلال اقترانها بالأمثلة من اللغة المحلية يمكن أن تحسن قدرةَ الطلبة على فهم علم المعاني
ABSTRACT
This research aims to develop teaching materials on al-Ma'ȃniy using local speech in the form of textbooks which is applied to students of PBA UIN Walisongo Semarang. The destination is revealed how the product development of teaching materials, gauging the validity level, and measure the level of influence of its used.
This study uses research and development by model of Borg and Gall, then adapt and modify with the writter. And some techniques which are used in this study are: observations, questionnaires, interviews and tests. While in data analysis, the researcher uses two analysis techniques that are acquired by the result of experts’ review and product experiment. The result of experts’ review is analyzed using descriptive qualitative and statistic descriptive. While the result of experiment is elaborated using ‘t’ test.
The substantive findings of this study are: (1) The product compiled in Indonesian into eight chapters, each chapter consists of sub-chapter; concept map, learning competencies, introductions, explanations, summaries, exercises and bibliography, so it has own characteristics. 2) The validity of this product had score: a) teaching material design reached to 88,75% (very good), b) teaching material reached to 84,16% (very good), c) teaching method of Arabic language aspect reached to 86,6% (very good). 3) The pre-test result 48% (weak) and the post-test result 71% (excellent) show that there are significant improvement between the contrary 2,092,84. These results show that this teaching material is effective and positive for students. While the students questionnaire obtained 81,10 % (excellent) and for lecturers obtained 81,10% (very good).
The formal finding of this study is, that the teaching materials on al-Ma'ȃniy sciences through pairing with its some examples of local language can improve students' ability to understand the science of al-Ma'ȃniy effectively.
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan bahan ajar ilmu al-Ma'ȃniy dengan kalam lokal dalam bentuk buku ajar yang kemudian diterapkan pada mahasiswa jurusan PBA UIN Walisongo Semarang. Tujuan tersebut, mengungkap bagaimana produk pengembangan bahan ajar ini, mengukur tingkat validitasnya, dan mengukur tingkat pengaruh penggunaanya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model pengembangan dari Borg dan Gall yang diadaptasi dan dimodifikasi oleh peneliti. Dan cara memperoleh data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: observasi, kuesioner, wawancara, dan tes. Sedangkan analisis data menggunakan dua teknik analisis yang diperoleh dari hasil review para ahli dan uji coba produk. Hasil review para ahli dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif dan statistik deskriptif. Sedangkan hasil uji coba dianalisis dengan menggunakan uji "t".
Temuan substantif penelitian ini adalah bahwa: (1) Produk bahan ajar ini disusun dalam bahasa Indonesia ke dalam delapan bab, setiap babnya terdiri dari sub-bab; peta konsep, kompetensi pembelajaran, pendahuluan, penjelasan, ringkasan, latihan, dan daftar pustaka, sehingga memiliki karakteristik tersendiri. (2) Validitas bahan ajar ini diukur melalui empat aspek: a) desain bahan ajar mencapai 88,75 % (sangat baik), b) materi ajar mencapai 84,16 % (sangat baik), c) aspek metodologi dan pembelajaan bahasa Arab mencapai 86,6 % (sangat baik). (3) Hasil pre-test mahasiswa 48% (lemah), dan hasil post-test 71% (sangat baik) menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan antara perbedaan pre-test dan post-test yakni 2,092,84. Sedangkan hasil angket mahasiswa setelah uji lapangan mencapai 81,10% (sangat baik), dan hasil angket dosen mencapai 88% (sangat baik). Hasil tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar ini sangat efektif dan positif bagi mahasiswa.
Sedangkan temuan formal penelitian ini, bahwa bahan ajar ilmu al-Ma'ȃniy yang contoh-contohnya disandingkan dengan bahasa lokal efektif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami ilmu al-Ma'ȃni
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Arab Melalui Metode Picture And Picture Bagi Kelas VIII MTs Negeri 2 Jepara
Pada pelaksanaan pembelajaran Bahasa Arab dengan materi pokok Al-Hiwayah di kelas VIII I semester 1 di MTs Negeri 2 Jepara tahun 2022/ 2023 hasil belajar sangat rendah. Hal ini ditunjukkan dari 30 siswa hanya 20 orang siswa yang mencapai nilai di atas 70 sehingga prosentase ketuntasan belajar hanya 66,6% . Oleh karena itu penulis bermaksud memperbaikinya melalui Penelitian Tindakan Kelas.Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut : “Apakah terdapat peningkatkan hasil belajar bahasa arab tentang Al-Hiwayah melalui penerapan metode pembelajaran Picture and Picture pada siswa kelas VIII I MTs Negeri 2 Jepara Tahun Pelajaran 2022/2023?” Pada siklus pertama merubah metode ceramah menjadi metode diskusi yang berakibat pada peningkatan tes hasil belajar pada siklus I ini yaitu dari 30 siswa yang mendapat nilai tuntas 23 siswa sehingga prosentase ketuntasan naik menjadi 77 %, hal ini menunjukkan peningkatan jumlah siswa yang tuntas mengerjakan tes hasil belajar. Mereka telah mampu menyelesaikan sendiri soal tentang materi pokok Al-Hiwayah. Pada siklus kedua jumlah siswa yang mengerjakan tes hasil belajar, mengalami peningkatan yang cukup signifikan setelah guru menggunakan model pembelajaran Picture And Picture. Pada siklus ini terjadi peningkatan dalam jumlah siswa yang mendapatkan nilai tuntas yaitu 26 siswa dengan nilai ketuntasan 87 %, dengan nilai rata-rata kelas 84,67. Begitu juga pada ketiga kedua jumlah siswa yang mengerjakan tes hasil belajar, mengalami peningkatan yang sangat signifikan setelah guru menggunakan metode pembelajaran Picture And Picture dan diskusi. Pada siklus ini terjadi peningkatan dalam jumlah siswa yang mendapatkan nilai tuntas yaitu 30 siswa dengan nilai ketuntasan 100 %, dengan nilai rata-rata kelas 93,67. Aktivitas dalam menerima pelajaran juga mengalami peningkatan, siswa yang cenderung menutup diri sudah berani bertanya tanpa rasa takut. Hal ini merupakan hasil tindakan guru yang selalu memberi pujian dan bimbingan secara individual. Disamping itu strategi dalam pembelajaran baik berupa metode, pendekatan yang bervariasi, sehingga minat siswa selalu tertarik dengan materi yang diajarkan. Dari hasil perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan beberapa hal antara lain : 1) Kemampuan siswa dalam materi pokok Al-Hiwayah dapat ditingkatkan dengan menggunakan metode pembelajaran Picture And Picture. 2) Dalam pembelajaran senantiasa memberi motivasi, agar siswa giat berlatih mengerjakan soal-soal latihan dan tes/ulangan serta dikembangkan pada masalah sehari-hari dan yang menguji keterampilan/proses berpikir siswa. Adapun saran yang penulis sampaikan penerapan metode pembelajaran Picture And Picture membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif
Humor dalam Video Animasi Green Burger pada Channel Youtube Egyptoon
Humor is an important asset possessed by humans. By having a good sense of humor, a person will be able to see, acknowledge, and accept reality as it is. In fact, humor can defuse difficult situations and reduce a person's stress levels. There are various ways that can be employed to cultivate humor, and one of them is through speech. This research aims to illustrate how humor situations are created in the animated video 'Green Burger' on the Egyptoon YouTube channel by violating the principles of cooperation in the speech found in the video, using Grice's cooperative principle theory through Juan Manser's theory of humor. The data source is the animated video 'Green Burger' on the Egyptoon YouTube channel, using a qualitative descriptive method. The results of the research indicate the presence of humor built through the violation of cooperative principles
