1,721,035 research outputs found

    Local wisdom dalam kitab karya KH. Muhammad Sholeh (studi terhadap kitab risalat khulq al-Kiram wa shifa’ al-‘ajsam)

    Get PDF
    Studi karya para Ulama Nusantara di Indonesia menunjukkan dinamika yang signifikan. Penemuan unsur lokalitas (kearifan lokal) di masing- masing karya Ulama Nusantara menunjukkan bahwa aspek kepulauan Nusantara mempengaruhi karya intelektualnya. Tesis ini berjudul “Local Wisdom dalam Kitab Karya KH. Muhammad Sholeh (Studi Terhadap Kitab Risa>lat Khulq al-Kira>m Wa Shifa>’ al-Ajsa>m)”. Adapun fokus penelitian tesis ini adalah (1) Bagaimana biografi KH. Muhammad Sholeh? (2) Bagaimana isi kitab karya KH. Muhammad Sholeh Risa>lat Khulq al-Kira>m Wa Shifa>’ al-‘Ajsa>m? (3) Bagaimana local wisdom dalam kitab karya KH. Muhammad Sholeh Risa>lat Khulq al-Kira>m Wa Shifa>’ al-‘Ajsa>m? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat historis deskriptif analisis. penulis menggunakan tekhnik pengumpulan data melalui dokumentasi, observasi dan interview atau wawancara. Selanjutnya Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah content analysis yakni sebagai sebuah penelitian kepustakaan yang bersifat kualitatif dengan upaya menganalisa isi pesan yang terkandung dalam sumber-sumber tertulis secara objektif dan ilmiah, untuk menemukan makna dan arti dari pesan tersebut. Hasil penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) KH. Muhammad Sholeh lahir pada tanggal 20 pebruari 1902 M. Beliau dikenal sebagai seorang yang alim, tawadhu’ dan bersahaja serta terampil dan piawai dalam menulis kitab-kitab keagamaan. Beliau wafat pada tanggal 26 Juni 1992 M. (2) Kitab Risa>lat Khulq Al-Kira>m Wa Shifa>’ Al-‘Ajsa>m selesai ditulis pada tanggal 10 Dhulqo’dah 1406 Hijriah (1985 M). Dalam kitab ini KH. Muhammad Sholeh menjelaskan tentang sebagian dari beberapa budi pekerti luhur yang pada masa-masa ini tidak banyak diketahui dan diamalkan oleh masyarakat umum. Selain membahas tentang beberapa budi pekerti yang luhur seperti tersebut diatas, dalam kitab ini juga menjelaskan tentang tata cara suwuk (ruqyah shar’iyah) karena mulai tergerus oleh zaman, serta dalil hukum yang membolehkan dan mengharamkan melakukannya. (3) Kitab Risa>lat Khulq Al-Kira>m Wa Shifa>’ Al-‘Ajsa>m yang ditulis oleh KH. Muhammad Sholeh merupakan salah satu bentuk kearifan lokal atau local wisdom yang nyata dari penulisnya. Kearifan tersebut misalnya terlihat dari tampilan bahasa dan komunikasinya, di samping muatan gagasan yang tertuang dalam kitab tersebut. Pilihan KH. Muhammad Sholeh untuk menulis dengan menggunakan bahasa Jawa dan aksara Arab pegon bertujuan agar dapat dipahami masyarakat Jawa dan dapat dicerna oleh kalangan awam. Upaya memudahkan adalah visi literasi KH. Muhammad Sholeh. Selain itu didalam kitab ini juga membahas tentang local wisdom masyarakat setempat berupa suwuk. Hal itu memberi pengajaran pada masyarakat lokal dan para santrinya agar tetap menghormati, menjaga dan melestarikan tradisi baik yang sudah ada dan berkembang di masyarakat

    Mengelola pendidikan agama (Islam) pluralis, moderat dan rahmatan lil'alamin

    No full text
    Albert Schweitzer , dalam Reverence for Life: an Anthology of Selected Writing, pernah mengajukan pertanyaan retoris, is religion a force in the spiritual life of our age? Di satu sisi, masih berduyun-duyun orang memeluk agama, rumah ibadah terus bertambah, dan banyak orang sholeh yang rindu beragama. Namun, di sisi lain, agama makin kehilangan perannya, bahkan agama dalam sejarahnya selalu memiliki "wajah kekerasan"

    K.H. RADEN MUHAMMAD SHOLEH MUSTAFA SEBAGAI PELETAK DASAR PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN QOMARUDDIN SAMPURNAN BUNGAH GRESIK 1948-1982 M

    Get PDF
    a. K.H.R.M. Sholeh Mustafa lahir di tengah-tengah keluarga yang disiplin tinggi, hal ini menjadikannya sebagai sosok berkepribadian mantap, dalam kehidupan masyarakat serta dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang memang mendukung kemajuan keilmuan agamanya. b. Perjuangan K.H.R.M. Sholeh Mustafa di Pondok Pesantren Qomaruddin adalah suatu perjuangan yang sangat melelahkan terutama dalam pengembangan sistem pendidikan, karena sebelumnya pendidikan di Pondok Pesantren Qomaruddin masih menerapkan sistem wetonan dan sorogan. Namun akhimya ia dapat menerapkan sistem pendidikan klasikal di Pondok Pesantren Qomaruddin yang sesuai dengan tututan masyarakat dan perkembangan zaman, sehingga ia dikenal sebagai peletak dasar sistem pendidikan klasikal yang diselenggarakan dalam bentuk Madrasah atau Sekolah Pembaharuan pendidikan yang dilakukan oleh K.H.R.M. Sholeh Mustafa dimulai dari tine-kat dasar sampai tirn!kat menernmh ke atas temyata "--' - .._, t-• - banyak dipengaruhi oleh sistem pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Tebuireng Jomb&ng. Hal ini dimaklumi hi.rena K.H.R.M. Sholeh Mustafa lama menimba ilmu disana, bahkan pernah ditugaskan untuk merintis penqidikan di Kediri dan pemah juga mengajar di Desa Ngelom selarna satu bulan. PengaJaman ini yang mempengaruhi ide tersebut disamping juga pengaruh pendidikan yang diperolehnya selama ia belajar di Makkah

    TEOLOGI INKLUSIF NON-DIKOTOMIS MUHAMMAD ABDUH (PERSPEKTIF POSTKOLONIALISME)

    Get PDF
    This research is based on the fact that the reading results show that Muhammad Abduh's kalam discourse still leaves a problem bias between the ideas of the kalam written and the conclusions put forward by the readers. In his kalam reasoning, Muhammad Abduh wants an open kalam model and avoids one-sided truth claims as is still the case. Abduh also tries to open critical spaces, so that the idea does not arise to sanctify certain views and dichotomy other views. According to him, this step is necessary to take considering that the science of kalam, which should be a science to unite people, has turned into the culprit of their division. To realize this noble desire, he invites Muslims to utilize their intellectual potential. However, it was concluded by his readers that Muhammad Abduh meant that he wanted to revive the rational Mu'tazilah version of the kalam. On the other hand, the idea of kalam is used as a tool to dichotomy and judge views that are external to its readers. This research is included in the character research model whose basis for obtaining data is through literature study, namely by utilizing written sources as the main reference. Written sources are divided into two important parts, primary sources and secondary sources. Primary sources were obtained from Muhammad Abduh's books which include the risa>lah al-tauhi>d, tafsi>r al-mana>r, isla>m wa al-madaniyah, and Islam wa al-nas{ra>niyah. Secondary sources were obtained through the results of previous research which included books, theses and dissertations which were related to the study topic with this research. The data was then analyzed using a postcolonial analysis knife and using an objective hermeneutic approach. Postcolonialism and objective hermeneutics are used to read and interpret the three main formulations in this research: what are the main ideas and reasoning of Muhammad Abduh's words? How are Muhammad Abduh's kalam ideas discussed by his readers? And how is Muhammad Abduh's kalam reasoning understood from a postcolonial perspective? From a postcolonial perspective, this research produces three final conclusions: first, the four main ideas of Muhammad Abduh's thought which include: kalam, tafsir, renewal and Sufism using the base paradigm of Sufism as its basis. Second, the results of the reading carried out by Harun Nasution, Muhammad Imarah and Malcolm H. Kerr are a dichotomous and biased reading model with a colonialistic perspective. Third, Muhammad Abduh's kalam reasoning position is not in a position to institutionalize the views of a particular kalam school as assumed by his readers and nor is he in a position of dichotomy between rational views and traditional views, but is non-dichotomous and inclusive

    CORAK PEMIKIRAN KALAM KITAB ‘ATHIYAH RAHMAN (Sebuah Telaah Atas Pemikiran Syekh Muhammad Azhary bin Abdullah al-Palembani)

    Get PDF
    Kontribusi agama Islam yang terpenting adalah sistem keimanan yang menegaskan bahwa Tuhan adalah asal usul dan tujuan hidup manusia, temasuk peradaban dan ilmu pengetahuannya. Sedangkan ilmu yang membahas tentang konsep ketuhanan dalam pemikiran Islam adalah ilmu kalam. Kajian pemikiran kalam memusatkan pada upaya mendefinisikan posisi manusia dalam kaitannya dengan Tuhan sebagai pencipta. Oleh sebab itu, pemikiran kalam akan membicarakan manusia, dalam kaitan dengan kebebasan dan keterikatannya, sumber pengetahuannya serta persepsinya tentang iman, dan membicarakan Tuhan, dalam kaitan dengan kekuasaan dan kehendak mutlak-Nya, keadilan serta perbuatan dan sifat-sifat-Nya. Salah satu ulama Palembang yang hidup di penghujung akhir abad ke 18 Syekh Muhammad Azhary bin Abdullah bin Ahmad (1811-1874 M). Beliau termasuk ulama produktif yang menghasilkan banyak karya fenomenal. Salah satu karyanya adalah kitab ‘Athiyah al-Rahman yang selesai ditulis pada tahun 1259/1843 M dan kemudian dicetak untuk pertama kali pada tahun 1304/1887 M di percetakan Al-Mayriyah Al-Kinah, Makkah. Kitab ‘Athiyah al-Rahman adalah kitab yang berisi tentang penjelasan konsep iman dalam islam. Bahkan kitab tafsirnya ‘Athiyah al-Rahman yang berbahasa Melayu Palembang cukup akrab dengan kebanyakan masyarakat Sumsel sampai saat ini. Oleh karenanya, penelitian ini ingin mengetahui, pertama, bagaimana pemikiran dan gagasan kalam Syeikh Muhammad Azhari bin Abdullah Al-Palimbani dalam Kitab ‘Athiyah Al-Rahman. Kedua, Bagaimana corak pemikiran kalam Syeikh Muhammad Azhari bin Abdullah Al-Palimbani. Penelitian ini dapat disimpulkan, pertama, Syekh Muhammad Azhary bin Abdullah bin Ahmad adalah sosok ulama yang memberantas kebodohan umat dengan cara mengajarkan ilmu-ilmu keislaman terutama mengungkap isi kandungan al-Qur’an dan Hadits. Kedua, kitab ‘Athiyah al-Rahman mengajarkan bahwa seseorang dapat meyakini eksistensi Allah melalui hasil ciptaan-Nya. Meskipun Dzat Allah itu ghaib, tidak dapat disaksikan pancaindera, akan tetapi eksistensi Allah dapat dirasakan dalam hati seseoran. Ketiga, kesadaran iman kepada para Rasul Allah itulah yang menjadikan seorang muslim menjadi muslim yang kaffah (sempurna). Keempat, Kitab-Kitab yang diturunkan Allah, termasuk Al-Qur’an berfungsi sebagai sebagai kitab petunjuk (hudan) yang dapat menuntun umat manusia ke jalan yang benar. Selain itu, ia juga berfungsi sebagai pemberi penjelasan (tibyân) terhadap segala sesuatu dan pembeda (furqân) antara kebenaran dan kebatilan. Karena itu, upaya menghadirkan pesan-pesan al-Qur’an merupakan proses yang tidak pernah berakhir selama manusia hadir di muka bumi. Berdasarkan uraian di atas, tesis ini sangat baik untuk dibaca oleh kalangan generasi penerus maupun generasi sekarang yang ingin mengetahui sejauhmana kiprah Syekh Muhammad Azhary bin Abdullah bin Ahmad sebagai seorang ulama Sumatera Selatan yang berjuang melalui pemikirannya untuk mendakwahkan ajaran Islam

    SULTAN MUHAMMAD TSAFIUDDIN II DAN USAHANYA DALAM PENGEMBANGAN ISLAM DI SAMBAS( 1866-1922 M)

    Get PDF
    Sultan Muhammad Tsafiuddin II (Raden Afifuddin) adalah Sultan Sambas yang ke-13 yang banyak berjasa terhadap negeri Sambas dalam membangun tatanan kehidupan moralitas, pendidikan dan juga penyebaran Islam. Sejak kecil ia tertarik untuk belajar agama, baik kepada ke dua orang tuanya, yaitu Raden Ishak (Sultan Abubakar Tadjuddin II) dan permaisurinya Ratu Sabar bin Pangeran Haji Paku Negara Itam, mauptm kepada H. Muhammad Sholeh, selaku guru agamanya. Dalam menjalankan roda pemerintahan di wilayah kekuasaannya, ia Mengangkat para ulama sebagai kadi dan mufti di lingkungan istana dengan gelar Maha Raja Imam. Kadi dan mufti tersebut bertugas sebagai pembantu sultan, baik yang berhubungan dengan masalah hukum, dakwah, maupun pendidikan Islam. Di samping itu Juga, untuk kemajuan administasi pemerintahan, kelangsungan hidup, serta perkembangan masyarakat muslim di wilayah kekuasaanya, Sultan Muhammad Tsafiuddin II mendirikan sebuah Madrasah yang diberi nama Madrasah Sulthaniah. Dari lembaga tersebut, ia dapat mendidik para pegawamya untuk lebih bertanggungjawab dan professional dalam bekerja. Begitu juga dengan masyarakatnya dapat menimba berbagai ilmu pengetahuan di madrasah tersebut

    Kajian Aspek Psikologi Tokoh Utama Dalam Novel Layla-majnun Karya Sholeh Gisymar

    Get PDF
    This article describes: (1) Layla-Majnun novel structure Sholeh Gisyamar work, (2) the main character in the novel psychological Layla-Majnun works Sholeh Gisyamar of aspects of id, ego, superego. This data was collected by way of reading the novel Layla-Majnun Gisymar Sholeh work, marking the language related to the research problem. The findings of the research, a novel structure-Majnun Layla Gisymar Sholeh work consisting of plot, setting, characterization, theme and the message, style, and point of view. While the discussion of the psychological aspects of the figure consists of the id, ego, and superego. Based on the results of this study concluded that, aspects of the main character's personality is more likely to attach great importance to the principle of the id ego gratification. Aspects of the ego is not balanced with the character superego aspect, then in the event of self-awareness on the figure, the ego back into play so that the resulting chaos and abnormal action. So the role of the superego in Layla-Majnun novel works Sholeh Gisymar only slightly

    Unsur Pembentuk Musik Reyog Kendang Di Desa Gendingan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Rachmanto, Muhammad Sholeh Dwi. 2018. Unsur Pembentuk Musik Reyog Kendang Di Desa Gendingan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Endang Wara Suprihatin D. P, M.Pd (II) R. A. Zandra M. Pd, M. Sn   Kata Kunci: Unsur Pembentuk Musik, Reyog Kendang.   Reyog kendang merupakan salah satu kesenian rakyat berasal dari Kabupaten Tulungagung yang menggambarkan arak-arakan prajurit Kedirimengiringi rombongan Dewi Kilisuci.Subjek penelitian adalah unsur pembentuk musik kesenianReyog kendang dengan alasan memiliki keunikan dimana para penari sekaligus sebagai pemusik yang membawa dan memainkan alat musik kendang dhodhok.Keunikan lain terdapat pada skala nada, melodi, ritme, tempo dan dinamika yang terdapat pada alat musikReyog kendang tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan unsurpembentuk musik Reyog kendang, yang berhubungan dengan skala nada, melodi, ritme, tempo dan dinamika. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian disanggar seni Siswoyo, Desa Gendingan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Sanggar seni Siswoyo merupakan salah satu sanggar yang mengelola dan mengembangkan kesenian Reyog kendang.Narasumber dalam penelitian ini adalah Siswoyo, Lilik, Yuyun, Ryan dan Andre. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data di mulai dari tahap reduksi data, kemudian penyajian data dan mengambil kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data digunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa unsur pembentuk musik Reyog kendang terdiri dari skala nada, melodi, ritme, tempo dan dinamika. Skala nadayang dimainkan slompret terdapat nada 6 (nem), 1(ji), 2(ro), 3(lu), 5(mo), 6(nem), sedangkan pada gong dan kenongterdapat nada 2 (ro)dan 6 (nem),melodipada alat musik slompret dibagi menjadi dua bagian melodi pembuka dan melodi penutup, ritme kendang dhodhokdibagi menjadi pola awalan, pola inti dan pola akhiran, sedangkanslompretterdapat pola awalan dan pola akhiran, sementara tempo yang digunakan padaReyog kendang yaitu tempo 147beat perdetik, bagian dinamika terdapat pada alat musik kendang dhodhokdan slompret yang menggunakan pukulan kuat dan kelantangan suara yang keras. Kesimpulan yang didapatkan melalui penelitian ini adalah skala nada yang dimainkan pada alat musik slompret, gong, dan kenongadalah laras pelog pathet nem. Melodi dimainkan pada alat musik slompret. Ritme Reyog kendang dimainkan pada alat musik kendang dhodhokdan slompret. TempoReyog kendang merupakan tempo yang sangat cepat(vivace). Dinamika keras dan kuat terdapat pada kendangdhodhokdan slompret. Saran bagi peneliti lain untuk membuat video pembelajaran musik Reyog kendang dan buku teks musik kesenianReyog kendang

    ANALISA IMPLEMENTASI RANCANGAN SMART SCHOOL PADA GURU DAN SISWA SMP IT ANAK SHOLEH MANDIRI BANJARMASIN

    Get PDF
    Analisa Implementasi Rancangan Smart School menggunakan Bardi Smart Breaker pada Guru dan Siswa SMP IT Anak Sholeh Mandiri Banjarmasin bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi pintar dalam lingkungan sekolah. Pelatihan ini difokuskan pada penggunaan Bardi Smart Breaker, sebuah perangkat yang memungkinkan pengelolaan energi listrik secara efisien dan aman melalui sistem otomatis. Melalui pelatihan ini, siswa dan guru diharapkan dapat memahami prinsip kerja, instalasi, serta manfaat dari penerapan teknologi ini dalam mendukung konsep Smart School. Metode pelatihan meliputi sesi teori, demonstrasi, dan praktik langsung untuk memastikan peserta mampu mengaplikasikan   pengetahuan   yang  diperoleh.  Hasil   yang   diharapkan  dari pelatihan ini adalah terciptanya lingkungan sekolah yang lebih efisien, aman, dan ramah  lingkungan,  serta  meningkatkan  kesadaran  akan  pentingnya  teknologi dalam pendidikan.  Pelatihan  ini  juga  diharapkan  dapat  menjadi  langkah  awal dalam mengembangkan SMP IT Anak Sholeh Mandiri Banjarmasin sebagai sekolah berbasis teknologi yang siap menghadapi tantangan di era digital

    Jejak Syiar Islam Muhammad Shalih As-Samarani dalam Melawan Kolonialisme

    Get PDF
    Semarang is one of the cities included in the Dutch East Indies colonial list. The city is used as a trade center in the Java region. This is because the location of the city is very strategic with the Java sea coast. The arrival of the colonialists in Semarang put Islam under various pressures. Teaching and learning activities that have become routine community limited. Many boarding schools which incidentally serve as a forum for the formation of the character of Muslims in the future transferred to the suburbs. The colonials did their best to build modernitie which were then expected to develop rapidly. Departing from there, seeing the reality that exists, the scholars in the archipelago, especially in Semarang began to create a movement on the pretext that the existence of Islam itself remains. One of the scholars who had a great influence was Muhammad Shalih as-Samarani, a famous scholar and famous as his Imam Ghozali in the land of Java. Besides that, he is also well-known as a teacher of figures in the archipelago who are well known both in the national and international arena. Therefore, the author is interested in studying the traces of Islamic symbols carried out by him in the 19th century AD In this contexts, the author uses descriptive qualitative research methods, with library data as the main source of this research. The author in analys, using the historical study. One of them through oral history, is one source of information carried out by historians or other social historian scientists. The results of this study, the concept of preaching created by Muhammad Sholeh as-Samarani has a unique strategy and is a differentiator with the previous scholars. The strategy is in the form of written works using Javanese pegon script with a total of 14 works. This discourse caused by the first, as a form of resistance against the colonial. Second, in that century, many lay people did not know Arabic. Third, the style of thought that he has is able to see the social conditions of society in that century. As a public who was amazed, loved, and loved the teachings that he did, they formed the Kyai Sholeh Land Lover Commission (KOPISODA). Besides that, they made the Haul event a warning sign that he died.Abstrak- Semarang merupakan salah satu kota yang masuk dalam daftar penjajahan kolonial Hindia-Belanda. Kota yang dijadikan sebagai pusat perdagangan di wilayah Jawa. Hal ini dikarenakan letak kota tersebut sangat strategis dengan pesisir laut Jawa. Datangnya kaum kolonial di Semarang membuat Islam mendapat berbagai tekanan. kegiatan belajar mengajar yang sudah menjadi rutinitas masyarakat dibatasi. Banyak pesantren yang notabene dijadikan sebagai wadah pembentukan karakter kaum Islam dimasa mendatang dialihkan ke pinggiran kota. Kaum kolonial berupaya sekuat mungkin untuk membangun modernitas-modernitas yang kemudian diharapkan mampu berkembang pesat. berangkat dari situ, melihat realitas yang ada, para ulama di Nusantara, khususnya di Semarang mulai menciptakan suatu gerakan dengan dalih agar eksistensi Islam itu sendiri tetap ada. Salah satu ulama yang memiliki pengaruh besar ialah Muhammad Shalih as-Samarani, ulama termasyhur dan terkenal sebagai Imam Ghozalinya di tanah Jawa. disamping itu, beliau juga terkenal sebagai gurunya para tokoh ulama di Nusantara yang terkenal baik di kancah Nasional maupun internasional. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengkaji jejak-jejak syiar Islam yang dilakukan oleh beliau di abad ke-19 M. Dalam konteks ini, Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan data pustaka sebagai sumber utama penelitian ini. Penulis dalam menganalisis menggunakan pendekatan studi sejarah untuk objek kajian tersebut. salah satunya melalui sejarah lisan, merupakan salah satu sumber informasi yang dilakukan oleh sejarawan atau para ilmuwan sejarawan sosial lain. Hasil penelitian ini adalah, konsep dakwah yang diciptakan oleh Muhammad Sholeh as-Samarani memiliki strategi yang unik dan menjadi pembeda dengan para ulama terdahulu. Strategi tersebut berupa karya tulis yang menggunakan bahasa aksara pegon Jawa dengan jumlah karya sebanyak 14 buah. Dalam diskursus ini disebabkan oleh pertama, merupakan sebagai bentuk perlawanan terhadap kaum kolonial. Kedua, pada abad itu, banyak masyarakat awam yang belum mengenal bahasa Arab. Ketiga, corak pemikiran yang beliau miliki mampu melihat kondisi sosial masyarakat pada abad itu. Sebagai mayarakat yang kagum, gemar, dan cinta terhadap ajaran-ajaran yang beliau lakukan, mereka membentuk Komuntas Pecinta Kyai Sholeh Darat (KOPISODA). Disamping itu, mereka membuat acara Haul sebagai tanda peringatan beliau wafat. Keywords: Syiar, Muhammad Shalih, Pego
    corecore