1,725,078 research outputs found

    AN ANALYSIS OF SHERLY ANNAVITA ILLOCUTIONARY ACT VIDEO IN YOUTUBE CHANNEL

    Full text link
    This research is an analysis of Sherly Annavita illocutionary speech acts on a video on her YouTube channel. The purpose of this study is to describe the types and functions of illocutionary speech acts expressed by Sherly Annavita on her YouTube channel. The author uses a qualitative descriptive method in this study. This research also describes the illocutionary speech acts that are the most widely used and the least used. The author collects the necessary data sources by observing a video of Sherly Annavita on her YouTube channel, then the author notes the important information that is obtained and puts it in written form. After the author makes observations and obtains the data, then the writer classifies the data based on the type of illocutionary speech act.  In the results of this study the authors analyzed all types of illocutionary speech acts and in this study showed that there was five illocutionary speech acts used in Sherly Annavita video in her video, namely representative, directive, commissive, expressive, and declarative.  From the research results, it can be concluded that Sherly Annavita uses 27 utterances with a representative percentage of 59.25%, directive 14.81%, commissive 14.81%, commissive 3.7%, and declarative 7.4%. The result of the percentage shows that the representative is the type of illocution that is most widely used, in other words, Sherly Annavita makes many statements so that someone is motivated to make changes. Keywords:  YouTube; Pragmatic; Speech Act; Illocutionar

    Suatu tinjauan yuridis terhadap penerapan Pasal 4 peraturan daerah Kota Tangerang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran / oleh Sherly

    No full text
    abstrak (A). NAMA : SHERLY (B). NIM : 205000025 (C). Judul : ?SUATU TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PASAL 4 PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 8 TAHUN 2005 TENTANG PELARANGAN PELACURAN? (D). Halaman : vii + 72 halaman + 2007 (E). Kata Kunci : Pelarangan Pelacuran (F). Isi : Dengan berkembangnya pelacuran di kota-kota besar di Indonesia, maka Pemerintah Kota Tangerang mengeluarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran dengan persetujuan bersama Dewan Perwakilan Daerah Kota Tangerang dan Walikota Tangerang yang ditetapkan di Tangerang pada tanggal 23 November 2005. Penulis menganalisa bagaimana penerapan Pasal 4 Perda Kota Tangerang Nomor 8 Tahun 2005 dalam praktek pelaksanaan di lapangan dan permasalahan hukum apa yang timbul akibat penerapan Pasal 4 Perda Kota Tangerang Nomor 8 Tahun 2005. Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian Normatif dan penelitian Empiris. Data penelitian memperlihatkan bahwa Perda Kota Tangerang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran dalam hal penerapannya tidak berjalan dengan baik dikarenakan kata "anggapan" yang terdapat dalam Pasal 4 ayat (1) sehingga memberikan arti yang abstrak, dan akibatnya sikap para petugas razia(Satpol Pamong Praja/Trantib) yang sewenang-wenang dalam menggunakan kewenangannya dalam suatu operasi razia. (G). Daftar Acuan : 16 (1986-2006) (H). Dosen Pembimbing : Cut Memi, S.H.,M.H. (I). Penulis : Sherl

    Personal Branding Sherly Annavita Rahmi di media sosial YouTube

    Full text link
    Personal branding menjadi fenomena yang menarik saat ini seiring dengan semakin banyaknya millennial influencer yang muncul di media sosial, khususnya Youtube. Banyak orang menggunakan media sosial untuk mencari hiburan, memberikan manfaat untuk orang lain, dan media sosial juga dijadikan sebagai tempat untuk membangun personal brand. Personal branding di era digital kini sudah menjadi hal yang lumrah, dengan perkembangan teknologi yang digunakan untuk membangun brand pada seseorang, termasuk melalui media sosial Youtube. Banyak orang menggunakan Youtube untuk membangun personal brand mereka, terutama anak muda. Salah satunya adalah Sherly Annavita Rahmi, yang menggunakan Youtubenya untuk membangun personal branding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk 1) Consictency (Konsistensi), 2) Specialization (Spesialisasi), 3) Relevant (Relevan), 4) Distinctiveness (Perbedaan) personal branding Sherly Annavita Rahmi melalui media sosial Youtube. Penelitian ini didasarkan pada pemilihan model yang relevan dengan apa yang akan dibahas. Penelitian ini mengacu pada model authentic personal branding dari Hubert K. Rampersad. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan paradigma konstruktivisme. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan teknik analisis data kualitatif serta teknik pengumpulan data melalui observasi partisipan pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk personal branding Sherly Annavita Rahmi melalui media sosial Youtube melalui empat kriteria utama yaitu: 1) Consistency: konten yang Sherly dan tim buat selalu sama dengan karakternya dan jangka waktu unggah konten selalu konsisten. 2) Specialization: Sherly memiliki spesialisasi sebagai millennial influencer, akademisi, dan entrepreneur. 3) Relevant: khalayak menilai pesan yang disampaikan Sherly relevan dengan keadaan saat ini. 4) Distinctiveness: berbeda dengan millennial influencer lai, Sherly tidak ingin dianggap sebagai seorang yang feminis, Sherly berdiri di atas kakinya sendiri, dan memiliki gaya bicara dan gaya bahasa tersendiri

    Personal Branding Sherly Annavita Rahmi di Media Sosial YouTube

    Full text link
    This study aims to find out how to form 1) Consictency (Consistency), 2) Specialization (Specialization), 3) Relevant (Relevant), 4) Distinctiveness (Differences) personal branding Sherly Annavita Rahmi through social media YouTube. The study is based on the selection of models that are relevant to what will be discussed. This study refers to the authentic personal branding model of Hubert K. Rampersad. The results showed that Sherly Annavita Rahmi\u27s personal branding form through YouTube social media through four main criteria, namely: 1) Consistency: the content that Sherly and the team create is always the same as her character and the content upload period is always consistent. 2) Specialization: Sherly specializes as a millennial influencer, academic, and entrepreneur. 3) Relevant: the audience considers the message Sherly conveys to be relevant to the current state of affairs. 4) Distinctiveness: unlike millennial influencers, Sherly doesn\u27t want to be considered a feminist, Sherly stands on her own feet, and has her own style of speech and language style

    Sherly Mudak's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    NARASI IBU KOTA NEGARA DI KALIMANTAN TIMUR PADA AKUN INSTAGRAM SHERLY ANNAVITA

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini yaitu urgensi mengenai pemindahan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur pada akun instagram Sherly Annavita yang menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Mendeskripsikan bagaimana hasil narasi dari postingan video instagram Sherly Annavita dalam keputusan Presiden Joko Widodo mengenai pemindahan Ibu Kota Negara. Adapun metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan deskriptif,dan jenis penelitian analisis naratif. Pada postingan video Sherly Annavita, peneliti menggunakan teori naratif dan teori Vladimir Propp. Hasil temuan yang diperoleh dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat aspek-aspek analisis naratif, meliputi: (1) Cerita dan Plot Narasi Postingan Sherly Annavita berupa gambaran umum. (2)Tahapan-tahapan Struktur Narasi postingan Sherly Annavita. (3) Adapun tujuh Fungsi Narasi dalam Struktur Narasi. Serta terdapat juga karakter dalam narasi Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur pada postingan Instagram Sherly Annavita ialah meliputi Penyanggah (Sherly Annavita), Pengirim (Tim dari Program TV ILC), Pendukung (Presiden Joko Widodo), dan Penolong (Masyarakat Daerah). Perolehan oposisi biner dalam penelitian ini terdapat pihak penyanggah atau baik dan pihak pendukung atau buruk. Pemaparan hasil di atas menunjukkan bahwa yang tertuju pada pihak penyanggah atau baik ialah pemilik akun instagram Sherly Annavita, sedangkan pihak pendukung atau buruk tertuju pada Presiden Joko Widodo

    Tanggung Jawab Pelaku Usaha Terhadap Iklan Yang Tidak Benar Atau Menyesatkan Atas Barang Atau Jasa Yang Ditawarkan Kepada Konsumen (Studi Tentang Putusan MA Nomor 336 K/Pdt.Sus/2012) / oleh Sherly Hardiman

    No full text
    abstrak (A)Nama : Sherly Hardiman (NIM: 205110014). (B) Judul Skripsi: Tanggung Jawab Pelaku Usaha Terhadap Iklan Yang Tidak Benar Atau Menyesatkan Atas Barang Atau Jasa Yang Ditawarkan Kepada Konsumen (Studi Tentang Putusan MA Nomor 336 K/Pdt.Sus/2012). (C) Halaman: vii+94+lampiran; 2015.(D)Kata Kunci: Tanggung jawab, Perlindungan konsumen (E)Isi: Perkembangan zaman menuntut masyarakat modern untuk beraktivitas dengan menggunakan alat komunikasi untuk menunjang aktivitasnya tersebut. Salah satu alat komunikasi tersebut adalah menggunakan layanan Blackberry Internet Service. Untuk menyampaikan informasi mengenai suatu barang atau jasa pelaku usaha menggunakan iklan agar lebih efektif maksud iklan tersebut kepada konsumen. Pada kenyataannya, iklan yang disampaikan pelaku usaha seringkali melebih-lebihkan dan cenderung menyesatkan karena mengandung janji yang tidak pasti serta menutupi syarat-syarat dan ketentuan yang ada dalam suatu barang atau jasa tertentu. Permasalahan yang diajukan penulis adalah bagaimana tanggung jawab pelaku usaha terhadap iklan yang tidak benar atau menyesatkan terhadap konsumen pengguna jasa Telkomsel. Penulis meneliti permasalahan ini dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif. Pertanggungjawaban pelaku usaha terhadap konsumen dari aspek iklan diatur dalam UUPK. Namun pada kenyataannya pelaku usaha yang tidak bertanggungjawab atas iklan yang diterbitkan tersebut masih tidak dikenakan sanksi yang sepadan sehingga para pelaku usaha yang tidak bertanggungjawab dalam menerbitkan iklan barang atau jasa yang diperdagangkan. Dalam kasus ini, peran pemerintah sangat diperlukan, dimana seharusnya dapat diterapkan sanksi-sanksi yang telah ada dalam UUPK dan juga bisa dengan menambah peraturan yang lebih khusus dan spesifik mengenai peraturan periklanan yang mempunyai sanksi jera bagi pelaku usaha yang tidak bertanggungjawab. (F) Acuan : 63 (1978-2013).(G) Pembimbing : Dr. A.M. Tri Anggraini, S.H., M.H. (H)Penulis: Sherly Hardiman

    Personal Branding Sherly Salanda Sebagai Womenpreneur Di Media Sosial Instagram Dalam Mempromosikan Brand Sister.ly

    Full text link
    Media sosial saat ini berperan penting dalam mendukung kegiatan promosi dan komunikasi, termasuk dalam ranah bisnis fashion muslimah. Instagram menjadi salah satu platform yang banyak dimanfaatkan untuk membangun personal branding karena mampu menjangkau audiens yang luas dan beragam. Sherly Salanda sebagai seorang womenpreneur sekaligus pendiri brand Sister.ly berhasil menggunakan Instagram sebagai media utama untuk menampilkan citra dirinya dan mempromosikan brand yang di bangunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya Sherly Salanda dalam membangun personal branding sebagai womenpreneur, serta mendeskripsikan peran personal branding Sherly Salanda sebagai womenpreneur dalam mempromosikan brand Sister.ly. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif untuk mengobservasi data dari unggahan konten Instagram @sherlysalandaa, serta informasi yang diperoleh melalui wawancara bersama beberapa informan terkait dan dokumentasi. Peneliti menyoroti personal branding Sherly Salanda dengan mengacu pada teori personal branding melalui tujuh elemen diantaranya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sherly Salanda konsisten menampilkan dirinya sebagai model utama brand Sister.ly melalui konten yang berfokus pada keseharian, gaya hidup, serta interaksi dengan audiens. Dengan menerapkan personal branding, Sherly Salanda mampu memperkuat identitas Sister.ly, meningkatkan kredibilitas brand, serta memperluas jangkauan pasar. Personal branding yang dibangun Sherly tidak hanya sekadar strategi pemasaran, tetapi juga menjadi sarana untuk membuktikan peran perempuan sebagai womenpreneur yang mandiri, kreatif, dan inspiratif dalam dunia bisnis fashion muslimah

    Sherly Purwati's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Sherly Purwati's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity
    corecore