1,721,383 research outputs found
Metode syarah hadis dalam kitab mastika hadis karya Sheikh Abdullah Basmeih
Penelitian ini dilakukan karena pada saat ini, banyak kitab hadis yang telah ditemukan. Di Malaysia, banyak kitab hadis yang diajarkan di sejumlah masjid dan pesantren. Beberapa di antara kitab hadis tersebut banyak yang sudah dikaji dan ada yang belum dikaji. Kitab Mastika Hadis karya Sheikh Abdullah Basmeih termasuk di antara kitab yang tidak banyak yang dikaji. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah geonologi keilmuan Sheikh Abdullah Basmeih, kemudian karakteristik kitab Mastika Hadis dan metode Sheikh Abdullah Basmeih dalam mensyarah kitab Mastika Hadis. Dalam menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research). Yaitu penelitian terhadap buku-buku yang memuatkan inforamasi terkait penelitian ini, di samping mengutip dan meneliti buku-buku yang ditulis oleh Sheikh Abdullah Basmeih. Penelitian ini juga menggunakan metode deskriptif yaitu menggambarkan metode syarah yang digunakan Sheikh Abdullah Basmeih berkaitan dengan kitab Mastika Hadis yang kemudian dikuatkan dengan teori syarah hadis. Hasil dari penelitian ini, ditemukan bahwa Sheikh Abdullah Basmeih memulakan pendidikannya pada usia tujuh tahun di Mekah sebelum ayahnya membawanya berhijrah ke Tanah Melayu. Sebelum bergelar seorang penulis, Sheikh Abdullah Basmeih melakukan berbagai pekerjaan bagi menyara kehidupan keluarganya. Selanjutnya hasil analisis terhadap karakteristik kitab Mastika Hadis. Sheikh Abdullah Basmeih mengumpulkan hadis-hadis yang berkaitan persoalan aqidah dan juga ibadah. Hadis-hadis di dalam kitab Mastika Hadis dicantumkan mengikut bab tertentu dan dikuti dengan syarah hadisnya. Sheikh Abdullah Basmeih menerapkan metode Ijma>li dalam mensyarah hadis pada kitab Mastika Hadis. Hadis-hadis disyarahkan dengan bahasa yang ringkas dan mudah diapahami oleh kebanyakan masyarakat di Malaysia. Sheikh Abdullah Basmeih mencantumkan ayat Alquran, hadis, pendapat ulama dan lainnya ketika mensyarahkan hadis. Kitab Mastika Hadis telah memberikan banyak manfaatkepada masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya masjid-masjid di Malaysia yang menggunakan kitab Mastika Hadis sebagai bahan ajar. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menambah wawasan ilmu dan menjadi referensi bagi pembaca. Sekaligus, diharap agar penelitian ini dapat menjadi literatur yang bisa dipertanggungjawabkan sebagai sumber kajian mahasiswa. Akhirnya, kritik dan saran dari semua pihak sangatlah dibutuhkan bagi memperbaiki segala kekurangan dalam penelitian ini
Karakteristik tafsir pimpinan Ar-Rahman kepada pengertian Al-Quran karya Sheikh Abdullah Basmeih
Tafsir Pimpinan Ar-Rahman kepada Pengertian Al-Qur’an karya Sheikh Abdullah Basmeih terdiri dari 30 juz yang telah diterjemahkan dan dijelaskan ke dalam bahasa Melayu. Kitab tafsir ini telah diterima dengan baik oleh masyarakat umum. Kitab Tafsir Pimpinan Ar-Rahman merupakan antara terjemahan dan tafsir yang jelas dan ringkas. Di sisi lain, ada beberapa orang yang percaya bahwa kitab ini tidak lebih dari sekedar buku terjemahan. Maka, bertolak dari hal tersebut, penulis akan meneliti lebih lanjut dalam judul “Karakteristik Tafsir Pimpinan Ar-Rahman Kepada Pengertian Al-Qur’an Karya Sheikh Abdullah Basmeih.”
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna yang ingin disampaikan oleh Sheikh Abdullah Basmeih dalam kitabnya. Mengetahui bagaimana sumber, metode dan corak penafsiran Sheikh Abdullah Basmeih, di samping kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam kitab tafsir tersebut.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teori penelitian pustaka (library research), yaitu penelitian yang berusaha memperoleh data dari perpustakaan, seperti buku, terbitan berkala, manuskrip, jurnal, cerita, makalah, dan lain-lain. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan interpretasi isi. Tahapan penelitian yang ditempuh berawal dari mengumpulkan data atau buku, kemudian penulis mulai mencari tahu tentang Sheikh Abdullah Basmeih selanjutkan menjelaskan karakteristik sumber, metode dan corak penafsirannya.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa sumber rujukan yang digunakan seperti Tafsir Al-Qur’anul Karim oleh Asy-Syaikh Mahmud Syutut, Tafsir Al-Jawaahir oleh Al-‘Allaamah Tantaawi Jauhari, dan lain-lain. Metode penafsiran Sheikh Abdullah Basmeih dalam kitabnya adalah metode ijmali. Corak penafsirannya lebih cenderung kepada tafsir bi al-matsur. Kelebihan dari kitab ini adalah kitab penafsiran 30 juz menggunakan bahasa Melayu atau bahasanya yang mudah dimengerti serta sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat di Malaysia. Kekurangannya adalah dalam penafsiran yang lebih rinci pembaca harus merujuk ke buku-buku lain, terutama yang berbahasa Arab.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah sumber penafsiran yang digunakan oleh Sheikh Abdullah Basmeih dalam menghasilkan karya rata-rata bersumber dari Al-Qur’an dan hadits sendiri dan didukung oleh hasil-hasil karya ulama’ lain sebagai penguat ketika menghasilkan tafsir ini. Terdapat 19 buah kitab tafsir dan 8 buah kitab hadits dijadikan sebagai rujukan. Metode penafsiran Sheikh Abdullah Basmeih dalam kitabnya adalah metode ijmali. Karena beliau menafsirkan secara singkat ayat-ayat yang dianggap perlu, tetapi cukup untuk memahami penafsiran ayat-ayat tersebut. Akan tetapi tidak semua ayat yang ditafsirkan beliau dijelaskan dengan ringkas, terdapat beberapa ayat tertentu yang ditafsirkan dengan luas, tetapi tidak mengarah pada penafsiran yang bersifat analitis (tahlili). Sementara corak penafsirannya lebih cenderung kepada tafsir bi al-matsur karena lebih kepada menafsirkan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, hadits atau dengan kata-kata sahabat dan tabi’in. Kelebihan dari kitab ini adalah Sheikh Abdullah Basmeih telah menggunakan kitab-kitab tafsir kuno sebagai sumber rujukan dalam karya tafsirnya dengan pemilihan pendapat-pendapat ilmiah. Kitabnya diterima dan disahkan oleh mufti Negeri Kelantan, Dato’ Haji Muhammad Noor, yang tidak terkesan dengan ilmunya. Kekurangannya adalah banyak aspek penafsiran yang tidak disoroti Sheikh Abdullah Basmeih dalam kitabnya termasuk aspek mufradat, nahu, i’rab dan sebagainya. Adapun corak penafsiran yang ditonjolkan Sheikh Abdullah Basmeih dalam penafsirannya tidak rinci
Manhaj tafsir pimpinan al Rahman kepada pengertian al Qur'an karya Sheikh Abdullah Basmeih
Skripsi ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk menjawab permasalahan yang dirumuskan yaitu: Sumber-sumber yang digunakan oleh Sheikh Abdullah Basmeih dalam menafsirkan Tafsir Pimpinan al-Rahman Kepada Pengertian al-Qur’an, kemudian Metode yang digunakan oleh beliau dalam menafsirkan dan yang terakhir adalah Validitas Penafsiran yang digunakan oleh Sheikh Abdullah Basmeih dalam menghasilkan karyanya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (Library Research). Yaitu melakukan penyelidikan terhadap buku-buku informasi lainnya yang berhubungan dengan masalah penelitian ini, disamping mengutip dan mengkaji dari kitab yang dikarang oleh Sheikh Abdullah Basmeih. Dengan menggunakan metode deskriptif yaitu dengan mengambarkan hasil penelitian yang disdasarkan atas perbandingan dari berbagai sumber yang ada dan yang berbicara tentang tema yang sama. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa sumber penafsiran yang digunakan oleh Sheikh Abdullah Basmeih dalam menghasilkan karya rata-rata bersumber dari Al-Qur’an dan hadits sendiri dan didukung oleh hasil-hasil karya ulama’ lain sebagai penguat ketika menghasilkan tafsir ini. Kemudian metode yang digunakan dalam menghasilkan tafsir ini ialah metode ijmali, yaitu dengan menafsirkan sebagian ayat dan memberi penjelasan secara ringkas tetapi padat dengan isi. Akan tetapi tidak semua ayat yang ditafsirkan beliau dijelaskan dengan ringkas, terdapat beberapa ayat tertentu yang ditafsirkan dengan luas, tetapi tidak mengarah pada penafsiran yang bersifat analitis tahlily. Kemudian validitas penafsiran Sheikh Abdullah Basmeih ini antara salah satu yang menggunakan teori kebenaran korespondi. Oleh karena itu, penafsiran Sheikh Abdullah Basmeih banyak menghubungkan dengan fakta-fakta yang telah disebut sendiri didalam al-Qur’an itu sendiri mahupun hadits. Begitu pula sebaliknya jika dilihat dalam ranah ilmu pengetahuan Islam yang antaranya adalah ilmu pengetahuan Bayani, Irfani dan Burhani. Dan berdasarkan teori ilmu pengetahuan Islam pula Sheikh Abdullah Basmeih menggunakan ilmu pengetahuan bayani dalam konteks penafsirannya. Oleh karena itu juga penafsiran yang ditawarkan oleh beliau lebih terarah kepada nash secara otoritas mahupun langsung atau tidak langsung. Dengan adanya penelitian ini diharap dapat menjadi referensi yang bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan bagi pembentukan suatu produk ilmu. Sekaligus diharap menjadi literatur yang bisa dipertanggung jawabkan sebagai sumber kajian mahasiswa. Akhirnya kritik dan saran yang membangun sangatlah dibutuhkan dari semua pihak supaya segala kekurangan dan kekhilafan dapat dikoreksi dan dibenahi
Conceptions of functions among first degree and diploma students / Siti Aishah Sheikh Abdullah
The concept of functions is one of the most important topics in mathematics
learning. However many studies have indicated various difficulties students
exhibited in learning the concept of functions. Tall & Vinner used the term
concept images to describe how students think about concepts. A person S
concept image can differ greatly from the formal mathematical definitions of
the concept. This study explores an aspect of understanding the concept of
functions related to this theme. One hundred and ninety university students
from two different universities and with a different academic background
participated in the study. The first group of students were diploma students in
their second semester of engineering programme. The second group were first
year students enroll in science based degree in another higher institutions.
Data were gathered from questionnaires which asked students to identify
functions in graphic and algebraic forms. They were also requested to give
reasons for their choices. A large number of students indicated a strong
tendency to observe function only as a formula between x and y. Their
justification for rejecting or accepting representations of functions showed a
rather rigid and limited understanding of the concept. Many were unable to
give clear reasoning explaining their choices according to the formal definition
from their previous learning
Applications of leverenz theorem in univalent functions / Siti Aishah Sheikh Abdullah
Leverenz theorem is stated and equivalent finite form is then obtained. Examples are then illustrated to show
some of the applications of the theorem. It was found that the results obtained are analogous to the some of the
well-known inequalities for class P and class B
Hakikat Kehidupan Dunia Menurut Sheikh Abdullah Basmeih dalam Tafsir Pimpinan Ar-Rahman
Kehidupan dunia adalah perjuangan untuk meraih kesejahteraan lahir dan batin, dunia dan akhirat. Kecenderungan fitrah manusia adalah cinta kekayaan, dan juga menjelaskan kondisi kehidupan duniawi yang tidak patut dijadikan tujuan utama. Manusia yang pada hakikatnya merupakan makhluk sosial lama- kelamaan berubah menjadi makluk yang serba egois yakni mementingkan diri
sendiri. Pengaruh dunia yang semakin maju dan berkembang serta kecintaan kepada dunia begitu kuat menepati hati manusia masa kini sehingga membuahkan kerasukan luar biasa untuk menikmati kehidupan dunia serta berlomba mencari
kekayaan pribadi tanpa mempedulikan kepentingan orang lain. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penafsiranSheikh Abdullah Basmeih terhadap ayat-ayat Al-Qur’an mengenai kehidupan dunia dan sikap terbaik yang perlu diambil manusia dalam menghadapi dunia serta memahami pesan yang disampaikan Al-Qur’an tentang pembahasan tersebut. Bentuk penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (LibraryResearch), yaitu pengumpulan data dan informasi dengan buku-buku dan materi
pustaka lainnya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yaitu mengumpulkan dan mengelola data-data keperpustakaan secara bertahap dan makna disimpulkan bersifat deskriptif. Sementara itu pembahasannya sendiri
menggunakan pendekatan maudhu’i tokoh yaitu dengan menentukan tokoh yang ingin dikaji yaitu Sheikh Abdullah Basmeih dan Karya beliau Tafsir Pimpinan Ar- Rahman Kepada Pengertian Al-Qur’an. Setelah melakukan penelitian tentang hakikat kehidupan dunia menurut
Sheikh Abdullah Basmeih dapat disimpulkan dan diklarifikasikan sebagai berikut:
kehidupan yang main-main dan penuh dengan senda gurau; kehidupan dunia penuh dengan beragam perhiasan yang menyilaukan mata; kehidupan dunia penuh dengan tipu daya; dan kehidupan dunia penuh dengan ‘ardh (materi duniawi) yang menggiurkan. Dunia juga diciptakan bukan main-main tanpa hikmah. Oleh karena itu kita diingatkan bahwa kesenangan dunia ini dapat memperdayakan kita menuju, jalan kesesatan. Oleh itu, kita harus memiliki sikap yang benar dalam menjalani kehidupan dunia yang penuh dengan tentangan dan godaan ini. Maka dari itu, penulis juga menyinggung mengenai bagaimana manusia menyikapi
dunia yaitu dengan cara menggapai anugerah dengan cara baik dan halal;
memanfaatkan anugerah dari Allah swt untuk kebaikan; dan mensyukuri nikmat
yang telah diterima dari Allah swt
Sumbangan Sheikh Abdullah Basmeih dalam bidang tafsir : kajian khusus terhadap Kitab Tafsir Pimpinan Al Rahman / Wan Ramizah binti Hassan.
Sheikh Abdullah al-Qumairi Al-Yamani’s role in the Islamization of Kedah and his connection to the Transindianica Maritime Network Tradition
The advent of Islam to Southeast Asia led to the emergence of Malaysia as a Muslim nation, as we know it today. In the Malaysian context, while Kelantan is considered as the most Islamic state having an Islamic party (PAS) as the ruling government for a relatively long time and strong attachment to Islam among its population, Kedah, a northern state in the Malay Peninsula was the first to receive Islam, in the 10th century CE. The actual process of Islamization of Kedah however, occurred only two centuries later following the conversion of the Kedah ruler, Maharaja Derbar Raja Phra Ong Mahawangsa to Islam in the hands of Sheikh Abdullah Al-Qumairi Al-Yamani. Previously a Hindu kingdom, Kedah consequently became an Islamic Kingdom under the rule of the Sultan, with Sheikh Abdullah Al-Qumairi as the Advisor. Applying content analysis and library research methods, this study seeks to highlight the role of Sheikh Abdullah Al-Qumairi in the Islamization of Kedah and his connection with
the trans-Indianica maritime networks tradition i.e., trade and the role of Kedah as the stopping point for traders coming from the Middle East. Additionally, there will be a discussion on the socio-cultural, political and economic changes in Kedah as a result of the Islamization process. While the whole Islamization process of Kedah may be less impactful than the effects of the Islamization of the Malacca Sultanate in the 15th century, the former can arguably be said to have provided the foundation for the later susceptibility to Islam among the people of the Malay Peninsula
Educational Thought of Shaykh Abdullah Fahim: A Review in the Study of Hadis
This article examines Sheikh Abdullah Fahim's thoughts in hadith study education in Malaysia. In the late 19th and early 20th centuries, hadith studies were considered foreign among Malays because they were associated with the youth movement. Returning Sheikh Abdullah Fahim from Mecca in 1916, he introduced formal hadith studies in the madrassa where he taught. Uniquely, Sheikh Abdullah Fahim has a background in traditional method education with authoritative teachers in Mecca which is often associated with the educational methodology of the old movement. Thus, this raises the question of what educational characteristics Sheikh Abdullah Fahim highlighted in the field of hadith that rarely gets the attention of elders in the field. There are three goals to be achieved in this study, discussing the influence that underlies the thoughts of Sheikh Abdullah Fahim in the field of hadith, knowing the approach used by Sheikh Abdullah Fahim in studying the science of hadith and Sheikh Abdullah Fahim's contribution in the field of hadith. This research uses qualitative methods and library approaches to gather information. The results of the study found that Sheikh Abdullah Fahim did a great job in introducing the Nizami curriculum in madrassa studies and succeeded in producing a competent next generation to connect the knowledge of hadith teaching to the community
Inheritance, Sheikh Abdullah Hadid (May Allah Have Mercy on Him) and his Role in Building Society
The Islamic Ummah introduces many scholars to various kinds and types of knowledge, especially in Islamic jurisprudence. Reviving the memory of those scolars who served the city of Fallujah, and facilitating the dissemination of the teachings of Islamic law in general and Islamic jurisprudence in particular, this article focuses on one of the prominent figures of this city, Sheikh Abdullah Hadid. This article discusses his life and his impact on students of the Alsifiyah school, where he taught the Holy Quran before joining Alasfia. He was the first agent of the Court of Fallujah in matters of inheritance, and he developed great renown among people in Anbar and nearby provinces. This research is grounded on a series of interviews with his former students together with a range of other sources and references. In addition, I draw on my personal experiences of his teaching (when he taught me the method of Altzbir and spelling of the Holy Quran), and the years I accompanied him before his illness and death. The introduction focuses on the importance of the topic and the reasons for choosing it. The first segment considers his name, lineage, birth, and death. The second segment explores his method of teaching the the Holy Quran and inheritance. The third segment focuses on his religious and reformist role in society. The conclusion summarises my findings with regards to his impact on the construction of communities.
Keywords: Sheikh, community building, scientist, Abdullah Hadid, my assumption
- …
