13 research outputs found
Analisis Patahan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin setelah Penambahan 8% Berat Nano-Hidroksiapatit Sisik Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Direkatkan pada Email Gigi
Resin modified glass ionomer cement is a restorative material that requires
special attention especially on its mechanical properties in order to produce strong
adhesion to the tooth surface. The adhesive strength depends on the adhesive strength
that occurs on the initial substrate (adherend). The strength of the adhesive can be
marked on the type of fracture that occurs after the adhesive strength test is carried out.
Several studies have shown that the addition of hydroxyapatite can increase the
adhesive strength. Nano-hydroxyapatite synthesized from tilapia scales (Oreochromis
niloticus) is an alternative that can be used to improve the mechanical properties of
resin modified glass ionomer cement. Failure to adhere the restorative material to the
tooth surface is divided into cohesive, adhesive, and mixed. The purpose of this study
was to determine the differences and proportions of broken categories of resin modified
glass ionomer cement without the addition of nano-hydroxyapatite and with the
addition of 8% by weight nano-hydroxyapatite tilapia (Oreochromis niloticus) scales
on tooth enamel. This study used samples that had previously been tested for tensile
strength with two test groups, namely group 1 (without the addition of nanohydroxyapatite)
and group 2 (addition of 8% by weight of nano-hydroxyapatite)
(n=10). After testing the tensile adhesive strength, the samples were immersed in
distilled water to keep them moist. Then, observation of the fault was carried out using
a Stereomicroscope and Scanning Electron Microscope (SEM). The results of
observing the fracture of the restorative material on the tooth enamel surface were then analyzed using the Chi-Square (p<0.05). The results of the fracture analysis in group 1
were the mixed failure 8 samples, cohesive failure 1 sample, and adhesive failure 1
sample. In group 2, namely mixed failure 10 samples. It can be concluded that there is
no significant difference in fracture in groups 1 and 2. The best fracture occurred in
group 2 with mixed failure 10 samples. The mixed failure category can occur if the
restoration material can bond well to tooth enamel. The adhesive failure category
indicates that there is less strong bond formed between the restoration material and the
surface of tooth enamel. While cohesive failure shows that the adhesion strength in the
interfacial exceeds the cohesion strength in the substrate of the restoration material or
tooth enamel.66 HalamanSkripsi Sarjan
Pengaruh emosi positif terhadap resiliensi pada mahasiswa S1 Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim
INDONESIA
Masa perkuliahan merupakan fase krusial yang penuh tekanan akademik, sosial, dan emosional, sehingga menuntut resiliensi yang kuat dari mahasiswa. Resiliensi membantu individu beradaptasi terhadap stres, sementara emosi positif berperan sebagai faktor pendukung dalam menjaga daya lenting dan kestabilan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh emosi positif terhadap resiliensi serta mengetahui tingkat keduanya pada mahasiswa S1 Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain sequential explanatory. Populasi penelitian berjumlah 1.304 mahasiswa, dengan sampel kuantitatif sebanyak 306 mahasiswa yang dipilih secara purposive, serta lima partisipan untuk kualitatif dipilih berdasarkan tingkat resiliensi tertinggi dan terendah. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara semi-terstruktur. Analisis kuantitatif menggunakan regresi linier sederhana, sedangkan analisis kualitatif dilakukan secara tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat emosi positif berada pada kategori sedang (57,5%) dan tingkat resiliensi juga berada pada kategori sedang (63,1%). Hasil uji regresi sederhana menunjukkan bahwa emosi positif berpengaruh terhadap resiliensi dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p <0,05). Temuan kualitatif mendukung hasil tersebut, dengan menunjukkan bahwa bentuk-bentuk emosi positif seperti optimisme, harapan, dan kebahagiaan berperan penting dalam memperkuat resiliensi mahasiswa.
ENGLISH
The university years are a crucial phase full of academic, social, and emotional pressures, thus demanding strong resilience from students. Resilience helps individuals adapt to stress, while positive emotions act as a supporting factor in maintaining resilience and psychological stability. This study aims to examine the effect of positive emotions on resilience and determine the level of both in undergraduate Psychology students at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
This study used a mixed method approach with a sequential explanatory design. The study population amounted to 1,304 students, with a quantitative sample of 306 students selected purposively, and five participants for qualitative selected based on the highest and lowest levels of resilience. Data collection was conducted through questionnaires and semi-structured interviews. Quantitative analysis used simple linear regression, while qualitative analysis was done thematically.
The results showed that the level of positive emotions was in the moderate category (57.5%) and the level of resilience was also in the moderate category (63.1%). The simple regression test results show that positive emotions affect resilience with a significance value of 0.001 (p < 0.05). Qualitative findings support these results, by showing that forms of positive emotions such as optimism, hope, and happiness play an important role in strengthening student resilience.
ARABIC
تعد سنوات الدراسة الجامعية مرحلة حاسمة مليئة بالضغوط الأكاديمية والاجتماعية والعاطفية، مما يتطلب مرونة قوية من الطلاب. تساعد المرونة الأفراد على التكيف مع الضغوط، بينما تعمل المشاعر الإيجابية كعامل داعم في الحفاظ على المرونة والاستقرار النفسي. تهدف هذه الدراسة إلى دراسة تأثير العواطف الإيجابية على المرونة وتحديد مستوى كلاهما لدى طلاب علم النفس الجامعيين في جامعة مولانا مالك إبراهيم مالانج.
استخدمت هذه الدراسة منهجًا مختلطًا مع تصميم تفسيري متسلسل. بلغ عدد مجتمع الدراسة 1,304 طلاب، حيث تم اختيار عينة كمية من 306 طلاب بشكل مقصود، وخمسة مشاركين للنوعية تم اختيارهم على أساس أعلى وأدنى مستويات المرونة. تم جمع البيانات من خلال استبيانات ومقابلات شبه منظمة. واستخدم التحليل الكمي الانحدار الخطي البسيط، بينما تم إجراء التحليل الكيفي بشكل موضوعي.
أظهرت النتائج أن مستوى المشاعر الإيجابية كان في الفئة المعتدلة (57.5%) وكان مستوى المرونة أيضًا في الفئة المعتدلة (63.1%). أظهرت نتائج اختبار الانحدار البسيط أن المشاعر الإيجابية تؤثر على المرونة بقيمة دلالة 0.001 (p < 0.05). تدعم النتائج النوعية هذه النتائج، وتظهر أن أشكال المشاعر الإيجابية مثل التفاؤل والأمل والسعادة تلعب دورًا مهمًا في تعزيز مرونة الطلبة
Analisis Lama Waktu Tunggu Mendapatkan Pekerjaan Lulusan Departemen Statistika Bisnis Its Menggunakan Regresi Cox Proportional Hazard
Perguruan tinggi memiliki peran untuk mencetak lulusan yang berkualitas dan memiliki kemampuan dalam berkompetisi di dunia pekerjaan. Salah satu indikator tentang kualitas lulusan adalah bagaimana lulusan ini mampu bersaing di dunia kerja dengan waktu tunggu sarjana yang singkat. Waktu tunggu sarjana adalah interval waktu seorang mahasiswa mulai dari dinyatakan lulus dari Perguruan Tinggi sampai mendapatkan pekerjaan pertama (Hartinah, 2016). Perbedaan lama survival lulusan inilah yang akan menjadi pokok penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap lama waktu tunggu lulusan departemen Statistika Bisnis ITS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Survival dengan model Regresi Cox Proportional Hazard. Model Regresi Cox Proportional Hazard cocok digunakan dalam penelitian yang variabel responnya berupa waktu (hari, bulan, tahun) tunggu lulusan departemen Statistika Bisnis ITS tahun angkatan 2017 dan 2018, dimana waktu survival adalah suatu rentang waktu seorang mahasiswa dikatakan lulus hingga mendapatkan pekerjaan pertamanya. Data yang diambil adalah data primer dari responden kuesioner yang telah disebarkan. Hasil dari penelitian adalah jumlah lulusan Departemen Statistika Bisnis angkatan 2017 dan 2018 sebesar 47 lulusan masuk dalam kategori sedangan sebanyak 19 orang masuk dalam kategori tersensor yaitu lulusan yang belum mendapatkan pekerjaan dan beberapa melanjutkan studi. Berdasarka model Regresi Cox Proportional Hazard terbaik diperoleh variabel yang memiliki pengaruh terhadap lama waktu tunggu lulusan mendapatkan pekerjaan yaitu nilai IPK, memiliki pengalaman keikutsertaan organisasi, memeiliki pengalaman bekerja, memiliki prestasi akademik dan mendapatkan informasi mendapat lowongan pekerjaan dari lainnya.
===================================================================================================================================
Universities have a role to produce graduates who are qualified and have the ability to compete in the world of work. One indicator of the quality of graduates is how these graduates are able to compete in the world of work with short undergraduate waiting times. Undergraduate waiting time is the time interval for a student starting from being declared a graduate of a university until getting his first job (Hartinah, 2016). It is this difference in the length of survival of graduates that will become the subject of research which aims to find out what factors influence the waiting time for graduates of the ITS Business Statistics department. The method used in this study is Survival Analysis with the Cox Proportional Hazard Regression model. The Cox Proportional Hazard Regression Model is suitable for use in research where the response variable is time (days, months, years) waiting for graduates of the ITS Business Statistics department in 2017 and 2018, where survival time is the span of time a student is said to have graduated to get his first job. The data taken is primary data from questionnaire respondents who have distributed it. The results of the research are that the number of graduates from the Department of Business Statistics class of 2017 and 2018 of 47 graduates fall into the moderate category, while as many as 19 people fall into the censored category, namely graduates who have not found work and some are continuing their studies. Based on the Cox Proportional Hazard Regression model, the best variables are obtained that have an influence on the length of time graduates wait to get a job, namely GPA, having experience in participating in organizations, having work experience, having academic achievements and getting information about getting job vacancies from others
Evaluasi In Vitro Silase Sinambung Sorgum Varietas Samurai 2 yang Mengandung Probiotic BIOS K2 dalam Cairan Rumen Kerbau
Evaluasi In Vitro Silase Sinambung Sorgum Varietas Samurai 2 yang Mengandung Probiotik BIOS K2 dalam Cairan Rumen Kerbau. Kebutuhan pakan hijauan ternak ruminansia dapat ditingkatkan kualitasnya dengan pembuatan silase. Salah satu teknik silase yang dikembangkan adalah silase sinambung, yaitu suatu teknologi modifikasi pembuatan silase dengan waktu fermentasi yang lebih singkat akibat pemberian bibit silase pada saat awal pembuatannya. Peningkatan kualitas silase dapat dilakukan dengan menambah suplemen berupa probiotik seperti BIOS K2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pakan silase sinambung hijauan sorghum varietas Samurai 2 yang mengandung probiotik BIOS K2. Evaluasi pakan dilakukan dengan metode in vitro Hohenheim gas test menggunakan inokulum cairan rumen dari kerbau berfistula yang diinkubasi selama 24 jam pada suhu 390C. Perlakuan terdiri dari pakan A (silase sorgum 21 hari), B (silase sinambung sorghum 3 hari), dan C (silase sinambung sorgum 7 hari). Parameter yang diuji adalah konsentrasi amonia, volatile fatty acids (VFA), sintesis protein mikroba (bakteri dan protozoa), degradasi bahan organik (%DBO), konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Data hasil perlakuan dianalisis dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Hasil pengujian menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan perlakuan pakan terhadap konsentrasi amonia, konsentrasi VFA, sintesis protein mikroba dan %DBO, sedangkan untuk konsentrasi gas CO2 dan CH4 tidak ada pengaruh. Perlakuan pakan C menghasilkan konsentrasi amonia, VFA dan sintesis protein bakteri berturut-turut sebesar 0,44 mg/ml; 0,89 mg/ml; dan 5,18 mg/ml/jam, lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A dan B. %DBO tertinggi terjadi pada perlakuan A sebesar 47,30%, sedangkan B dan C sebesar 25,18 dan 37,15%. Sintesis protein mikroba protozoa tertinggi terjadi pada perlakuan A dan B sebesar 2,62 mg/ml/jam, sedangkan perlakuan C sebesar 2,55 mg/ml/jam. Disimpulkan dari percobaan ini bahwa pakan silase sinambung sorgum varitetas Samurai 2 dengan lama inkubasi selama 7 hari (C) memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan silase sorgum yang diinkubasi 21 hari (A)
Efektivitas Pelatihan Literasi Keuangan Dalam Meningkatkan Pengelolaan Keuangan Pada Siswa SDN Ketawanggede Malang
Literasi merupakan kegiatan dan kemampuan seseorang dalam menulis, membaca, maupun mengolah informasi. Literasi ini adalah hal yang sangat penting bagi semua kalangan, terutama literasi keuangan. Literasi keuangan mencakup pemahaman tentang bagaimana uang berfungsi dan kemampuan seseorang untuk mengelola keuangan. Pendidikan literasi keuangan penting dilakukan sejak dini membantu anak-anak memahami cara uang bekerja, nilai uang, dan pentingnya mengelola keuangan dengan benar agar dapat membantu mereka menghindari masalah keuangan di masa depan. Dengan begitu, pelatihan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa efektif pelatihan literasi keuangan dalam meningkatkan pengelolaan keuangan pada siswa kelas 2 SDN Ketawanggede. Kegiatan ini dilakukan selama satu hari dengan waktu 1 jam pelajaran dan hanya mengambil satu kelas yakni kelas 2B dengan jumlah siswa sebanyak 19 siswa. Hasil pelatihan didapatkan dengan menggunakan metode penelitian eksperimen kuasi (quasi-eksperimental design) dengan analisis data menggunakan uji normalitas terlebih dahulu sebelum melakukan uji hipotesis. Berdasarkan hasil data yang diperoleh, pada Asymp. Sig, tertulis nilai 0,046. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil literasi sebelum dan sesudah diberi perlakuan
Evaluasi In Vitro Silase Sinambung Sorgum Varietas Samurai 2 yang Mengandung Probiotic BIOS K2 dalam Cairan Rumen Kerbau
Evaluasi In Vitro Silase Sinambung Sorgum Varietas Samurai 2 yang Mengandung Probiotik BIOS K2 dalam Cairan Rumen Kerbau. Kebutuhan pakan hijauan ternak ruminansia dapat ditingkatkan kualitasnya dengan pembuatan silase. Salah satu teknik silase yang dikembangkan adalah silase sinambung, yaitu suatu teknologi modifikasi pembuatan silase dengan waktu fermentasi yang lebih singkat akibat pemberian bibit silase pada saat awal pembuatannya. Peningkatan kualitas silase dapat dilakukan dengan menambah suplemen berupa probiotik seperti BIOS K2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pakan silase sinambung hijauan sorghum varietas Samurai 2 yang mengandung probiotik BIOS K2. Evaluasi pakan dilakukan dengan metode in vitro Hohenheim gas test menggunakan inokulum cairan rumen dari kerbau berfistula yang diinkubasi selama 24 jam pada suhu 390C. Perlakuan terdiri dari pakan A (silase sorgum 21 hari), B (silase sinambung sorghum 3 hari), dan C (silase sinambung sorgum 7 hari). Parameter yang diuji adalah konsentrasi amonia, volatile fatty acids (VFA), sintesis protein mikroba (bakteri dan protozoa), degradasi bahan organik (%DBO), konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Data hasil perlakuan dianalisis dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Hasil pengujian menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan perlakuan pakan terhadap konsentrasi amonia, konsentrasi VFA, sintesis protein mikroba dan %DBO, sedangkan untuk konsentrasi gas CO2 dan CH4 tidak ada pengaruh. Perlakuan pakan C menghasilkan konsentrasi amonia, VFA dan sintesis protein bakteri berturut-turut sebesar 0,44 mg/ml; 0,89 mg/ml; dan 5,18 mg/ml/jam, lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A dan B. %DBO tertinggi terjadi pada perlakuan A sebesar 47,30%, sedangkan B dan C sebesar 25,18 dan 37,15%. Sintesis protein mikroba protozoa tertinggi terjadi pada perlakuan A dan B sebesar 2,62 mg/ml/jam, sedangkan perlakuan C sebesar 2,55 mg/ml/jam. Disimpulkan dari percobaan ini bahwa pakan silase sinambung sorgum varitetas Samurai 2 dengan lama inkubasi selama 7 hari (C) memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan silase sorgum yang diinkubasi 21 hari (A)
Evaluasi In Vitro Silase Sinambung Sorgum Varietas Samurai 2 yang Mengandung Probiotic BIOS K2 dalam Cairan Rumen Kerbau
Evaluasi In Vitro Silase Sinambung Sorgum Varietas Samurai 2 yang Mengandung Probiotik BIOS K2 dalam Cairan Rumen Kerbau. Kebutuhan pakan hijauan ternak ruminansia dapat ditingkatkan kualitasnya dengan pembuatan silase. Salah satu teknik silase yang dikembangkan adalah silase sinambung, yaitu suatu teknologi modifikasi pembuatan silase dengan waktu fermentasi yang lebih singkat akibat pemberian bibit silase pada saat awal pembuatannya. Peningkatan kualitas silase dapat dilakukan dengan menambah suplemen berupa probiotik seperti BIOS K2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pakan silase sinambung hijauan sorghum varietas Samurai 2 yang mengandung probiotik BIOS K2. Evaluasi pakan dilakukan dengan metode in vitro Hohenheim gas test menggunakan inokulum cairan rumen dari kerbau berfistula yang diinkubasi selama 24 jam pada suhu 390C. Perlakuan terdiri dari pakan A (silase sorgum 21 hari), B (silase sinambung sorghum 3 hari), dan C (silase sinambung sorgum 7 hari). Parameter yang diuji adalah konsentrasi amonia, volatile fatty acids (VFA), sintesis protein mikroba (bakteri dan protozoa), degradasi bahan organik (%DBO), konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Data hasil perlakuan dianalisis dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Hasil pengujian menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan perlakuan pakan terhadap konsentrasi amonia, konsentrasi VFA, sintesis protein mikroba dan %DBO, sedangkan untuk konsentrasi gas CO2 dan CH4 tidak ada pengaruh. Perlakuan pakan C menghasilkan konsentrasi amonia, VFA dan sintesis protein bakteri berturut-turut sebesar 0,44 mg/ml; 0,89 mg/ml; dan 5,18 mg/ml/jam, lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A dan B. %DBO tertinggi terjadi pada perlakuan A sebesar 47,30%, sedangkan B dan C sebesar 25,18 dan 37,15%. Sintesis protein mikroba protozoa tertinggi terjadi pada perlakuan A dan B sebesar 2,62 mg/ml/jam, sedangkan perlakuan C sebesar 2,55 mg/ml/jam. Disimpulkan dari percobaan ini bahwa pakan silase sinambung sorgum varitetas Samurai 2 dengan lama inkubasi selama 7 hari (C) memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan silase sorgum yang diinkubasi 21 hari (A)
Sistem Informasi Pembelian Penjualan Dilengkapi Decission Support System Untuk Penentuan Supplier
PT. Electrical MBS address at the Rukan City Garden Maisonete A 1/5 East Cengkareng, West Jakarta is a PT engaged in the sale of electrical equipment that is being developed in the field of buying and selling daily necessities. The author conducted research based on the company's business processes. Managed business process is ordering, purchasing and sales. Research conducted covering all business processes that originally done manually later on Automated via a web-based application system. The author also help the company to see the reports generated by the existing business processes. Moreover, the author also assist the company in determining the supplier for each item that is using the Decision Support System with Analytical Hierarchy Process method. Aplication made is expected to help the company to run its business and simplify the control of the company in general
‘Komik Indonesia itu Maju’: Tantangan Komikus Underground Indonesia
This paper illustrates the significance of underground comics in Indonesia in the absence of a national comics industry. Underground comics means that its selling is independent of common marketing channels, and the comics usually have non-conventional graphics and narrative style. The author focuses on the life and works of Athonk, an Indonesian independent comics' artist, bypasses conventional modes of marketing and strengthens the global network of independent comics' artists and fans through internet. Fed up with the absurdity of Indonesian cultural and political life, Athonk is consistently creating stories of contestation between the powerful and powerless with cynicism through his amusing characters and language. The author places Athonk in the context of Indonesia art history, and debate between 'high art' and 'low art' that dominates discussion of art in Indonesia. The situation discredits comics as a 'low art' form which makes it still very far from establishing its position. Ironically, public welcome his art and this motivates him to keep working. This article hopefully will give broader picture about Indonesian comics as a potential art form and expression in the future
