449 research outputs found

    TINDAK TUTUR DIREKTIF TOKOH RAKA DALAM FILM INSYAALLAH SAH KARYA BENNI SETIAWAN

    No full text
    Humans as social beings need language as a communication tool. Communication not only conveys language through words and sentences but also behavior and speech acts. Speech acts occur with specific intentions and objectives and can exert influence on the speech partner. The purpose of the speech is an effort to achieve a desired result of the speaker to the speech partner to do something, therefore researchers are interested in doing research on the Insyaallah Sah Film. This research is entitled "Acts of Directives of Raka Figures in the Insyaallah Sah Karya Film by Benni Setiawan". The purpose of this study are (1) to describe the form of directive speech acts of Raka's character in the Insyaallah Sah creation by Benni Setiawan, (2) to describe the function of the directive speech acts of Raka's character in the Insyaallah Sah creation by Benni Setiawan. The data used in this study are in the form of the speech of Raka in the film Insyaallah Sah. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques using note note technique. Based on the results of research and discussion, researchers found (1) the form of directive speech acts of Raka in the film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan data obtained amounted to 58 utterances, consisting of 13 forms of command speech acts, 12 forms of request speech acts, 2 forms of speech acs solicitation, 27 forms of speech acts of advice, 2 forms of speech acts of criticism, and 4 forms of speech acts of prohibitin.. (2) directive speech act function of Raka character in the film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan the data obtained are 5 sending functions, 1 forcing function, 7 inviting functions,6 requesting functions, 3 invoking functions, 3 offering functions, 2 inviting functions, 4 advising functions, 2 suggesting functions, 5 suggesting functions, 15 reminding functions, 1 calling function, 1 calling function insinuating, 1 rebuke and 2 prohibit functions

    TINDAK TUTUR DIREKTIF TOKOH RAKA DALAM FILM INSYAALLAH SAH KARYA BENNI SETIAWAN

    No full text
    Kata Kunci : Tindak Tutur, Tokoh Raka, Film Insyaallah Sah. Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan bahasa sebagai alat komunikasi. Komunikasi tidak hanya menyampaikan bahasa melalui kata dan kalimat tetapi juga perilaku dan tindak tutur. Tindak tutur terjadi dengan mengandung maksud dan tujuan tertentu serta dapat memberikan pengaruh mitra tutur. Tujuan dalam tuturan tersebut adalah upaya mencapai suatu hasil yang dikehendaki penutur kepada mitra tutur untuk melakukan sesuatu, Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian pada Film Insyaallah Sah. Penelitian ini diberi judul “Tindak Tutur Direktif Tokoh Raka dalam Film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan”. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif tokoh Raka dalam Film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan, (2) mendeskripsikan fungsi tindak tutur direktif tokoh Raka dalam Film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tuturan tokoh Raka dalam Film Insyaallah Sah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peneliti menemukan (1) bentuk tindak tutur direktif tokoh Raka dalam Film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan data yang diperoleh berjumlah 58 tuturan, terdiri dari 13 bentuk tindak tutur perintah, 12 bentuk tindak tutur permintaan, 2 bentuk tindak tutur ajakan, 27 bentuk tindak tutur nasihat, 2 bentuk tindak tutur kritikan, dan 2 bentuk tindak tutur larangan. (2) fungsi tindak tutur direktif tokoh Raka dalam Film Insyaallah Sah Karya Benni Setiawan data yang diperoleh yaitu 5 fungsi menyuruh, 1 fungsi memaksa, 7 fungsi menyilahkan, 6 fungsi meminta,3 fungsi memohon, 3 fungsi menawarkan, 2 fungsi mengajak, 4 fungsi menasihati, 2 fungsi menganjurkan, 5 fungsi menyarankan, 15 fungsi mengingatkan, 1 fungsi menyerukan, 1 fungsi menyindir, 1 fungsi menegur dan 2 fungsi melarang

    MESIN PEMOTONG BAHAN KRIPIK PISANG SISTEM EKSENTRIK

    No full text
    ABSTRAK   Agung  Setiawan,  Prayoga  Riski  Kurniawan.  2013.  Pemanfaatan  Teknologi  Mesin  PemotongBahan Kripik  Pisang  Sebagai  Sarana  Pengefektifan  Industri Kripik  Rumahan.  TugasAkhir,  Progam  Studi D3  Teknik Mesin  Fakultas  Teknik  Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I)  Drs. Siswanto ,M.A. (II) Drs. Yuni Sunarto    Kata Kunci : mesin pemotong bahan kripik pisang Tugas Akhir Mesin Pemotong Bahan Kripik Pisang yang memiliki panjang 800 mm,  lebar 250mm, tinggi 600 mm, daya motor 1/2 HP, kapasitas mesin 5 kg/menit. Tujuan alat ini adalah alatyang  digunakan  untuk  mengiris  atau  momotong  bahan  kripik  yang  menjadikan  hasilketebalannya  sama.  Dalam  pengoprasiannya  mesin  pemotong  bahan  kripik  tersebutmenggunakan  pisau  berbentuk  persegi  panjang  yang  menempel  pada  landasan  hoper  in,prosesnya  pisang  didorong  menggunakan  poros  engkol  dan  akan  terpotong  tipis-tipis  ketikapisang melewati pisau yang menempel pada landasan. Metode pengembangan alat ini adalah dapat diproduksi secara masal, dan dikembangkan dengankapasitas  yang  lebih  besar  dengan  daya  yang  sama. Hasil  uji  coba menunjukkan  kripik  yangterpotong baik, yaitu ketebalannya sama rata. Kesimpulan: Mesin pemotong bahan kripik pisang kapasitas 300 kg/jam dengan   daya  0,5 PKdapat  dipergunakan  oleh  industri  rumahan maupun  UKM  (Usaha  Kecil Menengah) makananringan, dengan harga  yang  relatif murah, dan ukuran  yang  tidak  terlalu besar mesin pemotongbahan kripik pisang ini bisa dimiliki oleh perseorangan atau kelompok.

    CULTURAL IDENTITY AND CULTURAL DISLOCATION IN JEAN KWOK'S GIRL IN TRANSLATION

    No full text
    Girl in Translation is a novel written by Jean Kwok in 2010. In her novel, Jean Kwok wants to show about the process of cultural identity and cultural dislocation. Kimberly Chang is the main character has the role to experience Cultural Identity and Cultural Dislocation. Kimberly Chang is immigrant who moves from Hong Kong to USA when she was young. Kimberly begins to learn English language and American culture in order to be accepted as American citizenship. She faces many difficulties and obstacles which make her losing her root culture, she changes her cultural identity and she experiences of cultural dislocation. The discussion aims to analyze the Cultural Identity and Cultural Dislocation on the main character, Kimberly Chang, by using Stuart Hall’s theory Cultural Identity. It is used to analyze the process of Kimberly as the main character in the novel changes her cultural identity and experiences of cultural dislocation. Furthermore, the deductive method is applied to analyze the general truth from the specific to the general. The library research is used to collect data and information which are relevant to the topic discussion. It concerns with facts and information related to cultural identity and cultural dislocation and Kwok’s novel is also gathered in order to support this research

    Basel tabanlı kredi riski, modellemeleri ve bir uygulama

    No full text
    Basel II tabanlı kredi riski yaklaşımlarının 2006 sonu itibariyle uygulamaya geçmesi planlanmaktadır. Kredi riski açısından bakıldığında Türk bankacılık sektörünün yoğun olarak standart yaklaşımı kullanması beklenmektedir. Ancak büyük ölçekli bankaların daha fazla sermaye kullanmasını gerektirecek olan standart yaklaşımın çoğunlukla orta ve küçük ölçekli bankaların tercihi olacağı tahmin edilmektedir. Sektörün ilk beş büyük bankasının içsel derecelendirmeye dayalı kredi riski yaklaşımlarını tercih etmesi beklenmelidir. Bu gruptaki bankaların hem altyapı gereksinimlerini karşılayacak know-how'ı hem de yaklaşımları gerçekleştirmekte gerekli olabilecek altyapı yatırımlarının karşılanması için finansal gücünün yeterli seviyede bulunduğu tahmin edilmektedir. İçsel derecelendirmeye dayalı kredi riski yaklaşımları pazar riski hesaplamalarından farklı olarak konunun karakteri itibariyle bankadan bankaya büyük farklılıklar gösterebilecektir. Basel Komitesi'nin hazırlamış olduğu formülasyonlara ve bu formülasyonlardan her bir temerrüt olasılığı için farklı bir risk ağırlığına ulaşmak mümkün olsa da, bunlara ek olarak kurumların kendi kredi riski modellerini de oluşturmaları beklenmelidir. Çalışmada risk kavramı, türleri, geleneksel ve modern risk ölçme ve değerlendirme yöntemleri, Basel Komitesi'nin kredi riskine ilişkin prensipleri, kredi riskinin kaynakları ve bileşenleri, kredi riskiyle ilgili modeller, beklenen ve beklenmeyen kayıp ve kredi türevleri konuları incelenmiştir. Ayrıca çalışmanın sonunda sektördeki bütün modellere ek olarak hayali bir bono portföyü için kredi riski ölçer yaklaşım geliştirilmiştir. Bankaların öncelikle içsel derecelendirme sistemlerini oluşturmaları, daha sonra bu sistemlerin validasyonunu yapmaları ve kural koyucuları tarafından derecelendirme sistemlerine onay almaları gerekmektedir. Bankalar sektörde uygulanan kredi riski modellerinden kendi yapılarına uyanı uygulamakta serbesttirler. Ancak kurumların da insanlar gibi birbirine benzemeyen canlı organizmalar olduğu düşünülürse, bir kurumun kendisi için ürettiği risk ölçüm sisteminin başka bir kurum bünyesinde direkt olarak kullanılması risk ölçümü gibi hassas bir konuda pek uygun görünmemektedir. Bu nedenle bankaların kendi iç yapılarına uygun risk ölçer modellerini oluşturmalarının en hassas ölçüm yöntemi olması beklenmelidir. Basel II based credit risk approaches expected to be running at the beginning of 2006. Most of the banks in the Turkish banking system will prefer the standardized approach in calculating their credit risks. However, standardized approach will mostly be preferred by small to medium-sized banks which requires -most of the time- use of more capital by the large-sized banks. The largest five banks of the sector are expected to use the internal ratings based approaches in their credit risk calculations. The internal ratings based approaches of credit risk -unlike market risk calculations- show variations from bank to bank due to the character of the subject. Although it is possible to reach risk weights for each of the probabilities of default by using the formulations provided by the Basel Committee, the banks should also create their own approaches for each of their portfolios. In this study, risk theory, risk types, traditional and modern risk valuation methods, the principles of the Basel Committee on credit risk, the sources of credit risk, the credit risk models used in the market, expected and unexpected loss and credit derivatives were analysed. At the end of the study, the credit risk of an imaginary bond portfolio of a bank was calculated by an approach developed by the author of the thesis. As a first step, banks should develop and validate their internal rating systems and get the approval for these rating systems from the regulators. Banks are free to use one of the credit risk models suitable for their asset structure. However, since financial institutions are living organisms like human beings, it seems to be inappropriate to use a credit risk model developed for the use of some other structure. Consequently, built-in credit risk models validated by the regulators would be one of the most risk sensitive approaches for financial institutions

    Rancang Bangun Pengaturan Katup Aliran Debit Air (Water Flow Control) Pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Berbasis Fuzzy Logic Control

    No full text
    Pada umumnya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) menggunakan kontrol frekuensi dengan bantuan Electronic Load Controller (ELC). ELC merupakan pengatur beban elektronik dengan dummy load. Hal ini bertujuan untuk membuat penggunaan beban sebanding dengan daya pembangkitan generator untuk menjaga kecepatan putaran rotor supaya tetap stabil pada nilai 1500 rpm dan frekuensi stabil pada nilai 50 Hz. Namun, penggunaan ELC memiliki kekurangan yakni terdapat daya dan volume air yang terbuang pada sistem dummy loads. Dari kekurangan tersebut maka diperlukan metode kontrol yang mampu membuat penggunaan daya menjadi lebih efisien serta mampu menyetabilkan nilai frekuensi dan tegangan. Pada penelitian ini akan dirancang sistem PLTMH simulink dengan kontrol yang dapat mengatur katup keluaran debit air untuk putaran turbin dan generator yang disesuaikan dengan daya beban pemakaian. Prinsip kerja dari kontrol katuptersebut yakni untuk mengatur besarnya keluaran air yang digunakan untuk menambah atau mengurangi kecepatan turbin dan generator saat terjadi perubahan beban. Hal ini bertujuan untuk membuat generator akan menghasilkan daya yang sesuai dengan beban pemakaian sehingga akan mempertahan nilai frekuensi dan tegangan. Pada penelitian ini, akan diketahui respon kontrol dalam menyetabilkan nilai frekuensi dan nilai tegangan serta untuk mengetahui apakah kecepatan rotor dan frekuensi akan kembali stabil saat terjadi kenaikan beban atau penurunan nilai beban pemakaian. Beban penelitian yang diteliti yaitu bernilai 3,96 kW, 7,92 kW, 5,676 kW, 11,286 kW, 7,26 kW dan 13,2 kW. Hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa kontrol PID dan kontrol Fuzzy mampu menyetabilkan nilai frekuensi dan tegangan. Namun terdapat perbedaan pada respon waktu untuk mencapai nilai stabil. Pada kontrol PID memerlukan waktu sekitar 100 sekon untuk mencapai frekuensi 50 Hz saat terjadi perubahan nilai beban. Artinya, kecepatan rotor akan kembali stabil sekitar 1500 rpm saat mencapai waktu 100 sekon sedangkan kontrol fuzzy mampu menyetabilkan frekuensi 50 Hz atau mampu kembali mencapai kecepatan rotor 1500 rpm hanya dalam waktu sekitar 20 sekon. Adapun tegangan yang dihasilkan kontrol PID masih memiliki nilai drop untuk stabil pada 220 volt sedangkan tegangan pada kontrol fuzzy mampu tetap stabil sebesar 220 volt

    PENGARUH NON PERFORMING LOAN (NPL) DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) TERHADAP PROFITABILITAS PADA BANK UMUM DI INDONESIA TAHUN 2012

    No full text
    DWI RISKI JULIANTI. The Influence of Non Performing Loan (NPL) and Capital Adequacy Ratio (CAR) to Profitability on Commercial Banks in Indonesia in 2012. Script, Department Economics and Administration, Faculty of Economics, State University of Jakarta. 2014. This study aims at finding out if The Influence of Non Performing Loan (NPL) and Capital Adequacy Ratio (CAR) to Profitability on Commercial Banks in Indonesia in 2012. The hypothesis of this study is: "There is Influence of Non Performing Loan (NPL) and Capital Adequacy Ratio (CAR) to Profitability on Commercial Banks in Indonesia in 2012. The method used is the author of the survey method with a quantitative approach. This study population is the entire commercial banks listed on Bank Indonesia in 2012 his sampling technique is random sampling as many as 33 samples. Hypothesis states that either simultaneous or partially independent variables affect the dependent variable of the study. Based on the findings of the regression coefficient test simultaneous, the value of (6.806 > 3.316) with a sig. of 0.004, it can be conclude that simultaneous NPL and CAR effect on profitability. While the findings of the partial regression coeffiecient test, NPL -2.685 > ttabel (2.042) and sig. 0.012 can be conclude that the NPL significance effect on profitability, for CAR (2.375>2.042) and Sig. 0024 it can be concluded that the CAR significant effect on profitability. Hypothesis states that either simultaneously or partially independent variables affect the dependent variable of the study

    I’JAZ AL-QUR’AN DALAM PERPSEKTIF NASR HAMID ABU ZAID

    No full text
    ABSTRAK Al-Quran adalah pedoman hidup bagi seluruh umat Islam, selama umat islam berpegang kepada Al-quran maka mereka akan selamat hidup di dunia dan akhirat, semua ketentuan untuk menjalani hidup sudah tertera dalam Al-quran ataupun hadits. Dalam „Ulum al-Qur‟ân, kajian pembuktian keotentikan Al-Qur‟an disebut sebagai mukjizat Al-qur‟an atau i‟jaz al-Qur‟ân. Di zaman modern saat ini ada seorang tokoh yang merupakan pemikir Mesir yang sangat kontroversial karena karya-karyanya yang telah mengundang perdebatan di dunia Islam sejak tahun 1970-an maka kita coba cari tau apa saja pandangan beliau terkait i‟jaz al-Qur‟an. Fokus masalah dari penelitian ini adalah apa perpsektif Nasr Hamid Abu Zaid tentang pembagian i‟jaz? apa Implikasi I‟jaz al-Qur‟an pada jiwa umat manusia? Metode ini menggunakan Model penelitian epistemologi dengan jenis Library research, yang nantinya akan memberi tahu I‟jaz al-Quran Perspektif Nasr Hamid Abu Zaid melalui karya asli tokoh maupun dari pembahasan orang lain yang yang membahas tentang penelitian ini Penelitian ini bercorak library murni, dalam arti semua sumber datanya berasal dari bahan-bahan yang tertulis yang berkaitan dengan topik pembahasan dibahas data primer dari Skripsi Ini adalah buku I‟jaz al-qur‟an Nasr Hamid Abu Zaid dan data sekunder skripsi ini berupa buku-buku yang mempunyai keterkaitan dengan judul penelitian ini sperti Buku-buku tafsir yang mengkaji I‟jaz al-Qur‟an juga Jurnal-jurnal Ilmiah, ensiklopedi,artikel-artikel yang mempunyai hubungan dengan penelitian ini. I‟jaz al-Qur‟an perspektif Nasr Hamid Abu Zaid ada 3, yaitu : 1. I‟jaz d luar teks Ini muncul berkenaan dengan ketidakmampuan diluar watak khas alQur`an sebagai teks bahasa, tetapi berasal dari ketidakmampuan bangsa Arab yang hidup semasa dengan turunnya teks untuk membuat yang sepadan dengannya (teks) sebagaimana yang ditantang oleh teks sendiri. 2. I‟jaz di dalam teks Ini muncul dari karakteristik khas al-Qur`an itu sendiri, pertama: terletak pada perbedaannya dengan teks-teks lain dalam genre atau tipe-nya sebab ia tidak termasuk dalam kategori puisi, prosa, sajak, khotbah, surat menyurat, ataupun sajak; Kedua, terletak pada pola susunan dan penyusunannya dimana kita tidak menemukan perbedaan taraf susunan dan penyusunannya meskipun panjang dan bervariasi temanya. 3. I‟jaz di dalam bahasa teks Ini muncul dari gagasan Abdul Qahir al-Jurjâni sebagai konsep susunan dan penataan sebagai interpretasi terhadap I'jâz. Implikasi I‟jaz pada jiwa umat manusia, zaman dahulu sebagaimana contoh dari kisah-kisah para sahabat nabi sebelum masuk Islam dan pada zaman modern saat ini sudah di buktikan juga melalui percobaan alat-alat canggih bahwa al-qur‟an dapat menenangkan jiwa umat manusia baik yang paham artinya ataupun yang tidak melalui pendengaran menggunakan nada ataupun tidak menggunakan bahasa. Kata Kunci: I’jaz al-Qur’an, Nasr Hamid Abu Zaid III ABSTRACT The Al-Quran is a guide to life for all Muslims, as long as Muslims adhere to the Al-Quran, they will survive in this world and the afterlife, all the provisions for living life are stated in the Al-Quran or Hadith. In 'Ulum al-Qur'ân, the study of proving the authenticity of the Al-Qur'an is referred to as Al-Qur'an miracles or i'jaz al-Qur'ân. In modern times, there is a figure who is an Egyptian thinker who is very controversial because his works have invited debate in the Islamic world since the 1970s, so let's try to find out what his views are regarding the i'jaz of the al-Qur‟an. The focus of the problem of this research is what is Nasr Hamid Abu Zaid's perspective regarding the distribution of i'jaz? What are the implications of I'jaz al Qur'an on the human soul? This method uses an epistemological research model with the type of library research, which will later inform the I'jaz al-Quran of Nasr Hamid Abu Zaid's perspective through the original works of figures and from discussions of other people who discuss this research. This research has a pure library style, in the sense of all data sources come from written materials related to the topic of discussion discussed. Primary data from this thesis is the book I'jaz al-Qur'an Nasr Hamid Abu Zaid and secondary data for this thesis is in the form of books that are related to the research title. This is like tafsir books that study the I'jaz of the Qur'an as well as scientific journals, encyclopedias, articles that are related to this research. There are 3 I'jaz of the Qur'an from Nasr Hamid Abu Zaid's perspective, namely: 1. I'jaz outside the text. This arises in connection with the inability beyond the typical character of the Qur'an as a language text, but originates from the inability of the Arab people who lived during this time. by descending the text to create an equivalent to it (the text) as challenged by the text itself. 2. I'jaz in the text This arises from the unique characteristics of the Qur'an itself, first: it lies in its difference from other texts in its genre or type because it does not fall into the categories of poetry, prose, poetry, sermons , correspondence, or poetry; Second, it lies in the pattern of arrangement and arrangement where we do not find differences in the level of arrangement and arrangement even though the themes are long and varied. 3. I'jaz in the language of the text This emerged from Abdul Qahir al-Jurjâni's idea as a concept of structure and arrangement as an interpretation of I'jâz. The implications of I'jaz on the human soul, in ancient times as an example from the stories of the companions of the Prophet before converting to Islam and in modern times have also been proven through experiments with sophisticated tools that the Qur'an can soothe the souls of mankind. whether those who understand the meaning or not through hearing use tones or do not use language. Keywords: I'jaz al-Qur'an, Nasr Hamid Abu Zai

    Identifikasi Kemurnian Minyak Nilam Yang Dicampur Minyak Kelapa Dengan Menggunakan Sensor Gas Micro Electro Mechanical Systems (MEMS) Dan Metode Principal Component Analysis (PCA)

    No full text
    Indonesia merupakan produsen utama minyak nilam dunia dengan kontribusi sekitar 90% pasokan global. Nilai ekonominya yang tinggi membuat komoditas ini rentan terhadap adulterasi, terutama pencampuran dengan minyak kelapa yang secara fisik serupa dan tidak beraroma kuat. Praktik tersebut berpotensi merugikan pelaku usaha, konsumen, dan reputasi ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi minyak nilam murni dan yang teradulterasi menggunakan sistem sensor Micro-Electro-Mechanical Systems (MEMS) serta mengevaluasi respons dan akurasi klasifikasinya sebagai alternatif yang lebih objektif dibandingkan penilaian organoleptik pada skala UMKM. Rancangan penelitian bersifat eksperimental. Sampel meliputi minyak nilam murni, minyak kelapa murni, minyak nilam adulterasi, serta campuran nilam– kelapa pada konsentrasi 1–20% (1, 5, 10, 15, 20%). Dua kondisi diuji—tanpa pemanasan dan dengan pemanasan menggunakan Corning PC-4200—dengan parameter atsiri measurement (Ag) dan sensitivitas (S = Ro/Rg). Data dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA) (Minitab) untuk reduksi dimensi dan pemisahan kelas, serta metode Center of Gravity (CoG) dan Euclidean Distance (ED) guna mengkuantifikasi jarak antarkelompok dan menghitung akurasi klasifikasi. Pengujian disusun dalam empat skenario: (A) pembedaan nilam murni vs kelapa murni; (B) nilam murni vs nilam adulterasi; (C) nilam murni vs nilam tercampur kelapa; dan (D) nilam murni vs campuran nilam–kelapa pada variasi konsentrasi. Pemodelan dilakukan pada data kedua kondisi perlakuan untuk menilai konsistensi respons sensor terhadap keberadaan dan tingkat campuran, sehingga dapat menggambarkan batas kemampuan pemisahan kelas oleh sistem pada rentang konsentrasi yang diuji. Hasil loading plot PCA menunjukkan sensor M6814, M4541, C811, dan M5524 paling responsif, sedangkan M9541 kurang responsif. Akurasi klasifikasi yang diperoleh melalui score plot PCA, CoG, dan ED mencapai 98,1% (A), 85,6% (B), 85,6% (C), dan 66,7% (D). Temuan ini menegaskan potensi sistem sensor MEMS multi-elemen sebagai pendekatan deteksi adulterasi yang lebih objektif, cepat, dan terstandar untuk pengendalian mutu minyak nilam khususnya pada skala UMKM. Ke depan, optimasi kombinasi sensor, penajaman strategi praperlakuan termal, serta perluasan variasi konsentrasi dan jumlah sampel berpeluang meningkatkan sensitivitas dan akurasi sistem

    Studi Alternatif Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Limbah Domestik Kelurahan Kiduldalem Kota Malang Dengan Sistem Anaerobik Filter

    No full text
    Limbah adalah salah satu permasalahan yang cukup sulit untuk diatasi karena terus ada mengikuti perkembangan kehidupan manusia. Manusia menghasilkan limbah dari berbagai macam kegiatan yang mereka lakukan. Hal tersebut dapat mengakibatkan penurunan kualitas karena pembuangan air limbah yang tidak terkelola dengan baik. Air limbah dari kegiatan domestik yang terdiri dari atas greywater dan blackwater banyak dialirkan atau dibuang ke saluran atau sungai atau sekitar rumah. Air limbah yang dihasilkan perlu dikelola secara baik berdasarkan karakteristiknya agar dapat menurunkan kualitas bahan pencemar yang terkandung di dalamnya agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu solusi efisien untuk masalah ini adalah pembuatan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) komunal bagi penggunanya. Dalam rangka bertujuan untuk mengatasi masalah air limbah rumah tangga seperti blackwater dan graywater terutama pada Kelurahan Kiduldalem Kelurahan Klojen Kota Malang pembangunan unit pengolahan air limbah perlu dilakukan dan juga untuk meminimalisir kandungan air limbah yang dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Untuk melakukan penelitian ini terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data - data, seperti data primer berupa dokumentasi lokasi penelitian, data sekunder berupa jumlah penduduk Kelurahan Kiduldalem, tempat pembuangan air limbah penduduk Kelurahan Kiduldalem Kota Malang, hasil uji lab air limbah. Dengan hasil tersebut kemudian dapat direncanakan Studi Alternatif Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Limbah Domestik Kelurahan Kiduldalem Kota Malang Dengan Sistem Metode Anaerobik Filter. Dari efisiensi yang telah direncanakan pada setiap bak pengolahan, maka didapatkan perkiraan kualitas effluent yang memenuhi baku mutu air limbah. Sehingga dapat menentukan desain yang kemudian dapat menghasilkan Perhitungan pembangunan IPAL Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa dengan menggunakan sistem anaerobic filter rata-rata debit air limbah sebesar 429.078 3/hari medapatkan hasil BOD = 2,71 mg/L, COD = 15,37 mg/L, TSS = 1,4 mg/L, Minyak dan Lemak = 0,075 mg/L. Dengan hasil tersebut membuktikan bahwa dengan sistem anaerobic filter memenuhi standart baku mutu Kata Kunci : Anaerobic Filter, graywater, blackwater , IPAL
    corecore