161 research outputs found

    SK PENGUJI - ANGGI SETIAWAN

    No full text
    SK PENGUJI - ANGGI SETIAWA

    ELEMENTS OF FANTASY IN MAGIUM, A TEXT-BASED ADVENTURE GAME

    No full text
    Anggi Setiawan, 2020. Elemen Fantasi Dalam Magium, gim petualangan berbasis teks, Skripsi: Jakarta, Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan elemen fantasi dalam Magium, gim petualangan berbasis teks. Elemen yang akan dipaparkan adalah karakteristik dari fantasi yang dipresentasikan dalam Magium, gim petualangan berbasis teks, fungsi dari fantasi di dalamnya, juga mengelompokkan dan mendeskripsikan jenis fantasinya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bersubjek pada Magium, gim petualangan berbasis teks. Data dari penelitian ini adalah semua kata, frasa, klausa, dan kalimat yang berhubungan dengan fantasi dalam novel ini. Temuan dar penelitian ini menunjukan bahwa novel ini termasuk ke dalam sastra fantasi berdasarkan aspekaspek nya. Aspek-aspek tersebut berupa (1) karakteristik, (2) fungsi, dan (3) jenis. Karakteristik fantasi yang ditemukan dalam novel adalah (1) Cerita, (2) Karakter umum, (3) Keberadaan dunia lain, (4) penggunaan sihir dan kekuatan supranatural, (5) Jelasnya pihak yang baik dan jahat, (6) Misi. Fungsi dari fantasi yang ditemukan dalam novel adalah “pelarian.” Jenis fantasi yang ditemukan dalam novel adalah (1) high fantasy, dan (2) heroic fantasy. Dari temuan diatas dapat disimpulkan dengan jelas bahwa novel ini tergolong kedalam novel fantasi. Penelitian ini juga membandingkan Magium, gim petualangan berbasis teks dengan novel interaktif lainnya, yaitu Secret of the Pyramids dari segi media yang digunakan untuk publikasi guna membandingkan perubahan apa yang terjadi dan bagaimana perubahan tersebut berdampak pada alur cerita. Magium dipublikasikan sebagai aplikasi gim, sedangkan Secret of the Pyramids dipublikasikan sebagai buku cetak. Dari perbandingan itu dapat disimpulkan bahwa, meskipun kedua novel tersebut memiliki system cerita yang bercabang, yang berarti novel tersebut dapat membagi alur cerita berdasarkan pilihan yang dibuat oleh para pembaca, Magium lebih memiliki banyak variabel untuk menentukan cabang dari alur cerita, sehingga para pembaca lebih bebas untuk memilih alur ceritanya sendiri. Sedangkan dalam interaktif novel versi cetak, para pembaca meiliki pilihan yang lebih sedikit untuk mengembangkan alur cerita, karena keterbatasan kapasitas dan variable untuk mengontrol jalannya alur cerita. Kata kunci: Elemen fantasi, novel interaktif, gim, Magium, CYO

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN HIPERTERMI PADA PASIEN ANAK DENGAN KEJANG DEMAM

    No full text
    ABSTRAKAsuhan Keperawatan Gangguan Hipertermi Pada Pasien Anak Dengan Kejang Demam Anggi Febrianti (2021) Program Studi DIII Keperawatan Pekalongan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang Yuniske Penyami, S. Kep., Ns., M. Kep, Mardi Hartono, S.Kep,Ns,M.Kes, Tri Anonim, SST, M.KesKata Kunci : Keperawatan Anak, Post Kejang Demam, Penatalaksanaan Demam Post Kejang Demam merupakan kondisi seseorang setelah mengalami kejang tetapi masih dalam suhu yang tinggi, jika tidak segera ditangani dengan benar akan menimbulkan terjadinya kejang berulang/masalah yang lebih serius bahkan bisa menyebabkan kematian. KTI ini bertujuan agar penulis mampu melaksanakan Asuhan Keperawatan gangguan hipertermi pada pasien anak dengan kejang demam. Metode, penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus, Peneliti menggunakan dua anak dengan kejang demam yang dirawat di RSUD Bendan Pekalongan. Pengambilan data dilakukan selama 3 hari. Hasil, pengkajian dilakukan secara Aloanamnesa pada 2 anak penderita kejang demam dengan Hipertermi. Intervensi masalah tersebut menggunakan pentalaksaan kejang demam yang dibutuhkan pasien dan implementasi dilakukan selama 3 hari dengan tujuan yang dibuat, lalu dilakukan evaluasi dengan hasil masalah teratasi. Kesimpulan, anak kejang demam dengan fokus studi hipertermi dapat diberikan asuhan keperawatan dengan penatalaksanaan demam pada anak. ABSTRACT Nursing care of hyperthermic disorders in pediatric patients with febrile seizures Anggi Febrianti (2021)DIII Nursing Study Program in PekalonganHealth Polytechnic Semarang Ministry of HealthYuniske Penyami, S. Kep., Ns., M. Kep, Mardi Hartono, S.Kep, Ns, M.Kes, Tri Anonim, SST, M.KesKeywords: Child Nursing, Post Fever Seizure, Fever Management Post Seizures Fever is a condition of a person after having a seizure but still in a high temperature, if not treated immediately will cause repeated seizures / more serious problems can even cause death. This KTI aims to enable the author to carry out nursing care for hyperthermic disorders in pediatric patients with febrile seizures. Methods, descriptive research in the form of case studies, researchers used two children with febrile seizures who were treated at the Bendan Pekalongan Hospital. Data collection was carried out for 3 days. The results, the study was carried out using an anamnesa on 2 children with febrile seizures with hyperthermia. The problem intervention uses the management of febrile seizures that the patient needs and the implementation is carried out for 3 days with the objectives made, then an evaluation is carried out with the results of the problem being resolved. In conclusion, children with febrile seizures with a focus on hyperthermia studies can be given nursing care with fever management in children

    OPTIMALISASI PEMUATAN BATU BARA DI KAPAL MV. ENERGY PROSPERITY MENGGUNAKAN FLOATING CRANE

    No full text
    ABSTRAKSI Anggi Yunanta, 2019, NIT : 52155645 N, “ Optimalisasi Pemuatan Batu Bara Di Kapal MV. Energy Prosperity Menggunakan Floating Crane ”, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Pembimbing I: Capt. Dwi Antoro, MM, M.Mar, Pembimbing II: Sri Murdiwati, S.Sos, M.Si Untuk mencapai pelaksanaan memuat batu bara yang optimal dengan menggunakan floating crane. Maka dalam penulisan skripsi ini, penulis menjabarkan teori tentang pelaksanaan persiapan dan penataan muatan batu bara. Muatan batu bara mempunyai karakter khusus dalam pemuatannya, sehingga dalam memuat batu bara harus memperhatikan bahaya yang dimiliki oleh muatan ketika kegiatan memuat dilaksanakan oleh floating crane. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode deskriptif kualitatif, sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan kepustakaan yang berhubungan dengan penanganan muatan terutama pada saat bongkar muat. Dari hasil penelitian yang dilakukan Penulis selama praktek di kapal MV. Energy Prosperity mengenai pelaksanaan memuat batu bara dengan menggunakan floating crane ditemukan kendala-kendala dalam persiapan dan pelaksanaan memuat batu bara di kapal MV. Energy Prosperity, yaitu dalam persiapan terdapat kendala seperti terbatasnya bahan untuk perawatan palka di atas kapal, sehingga palka sering tidak bisa terbuka dan tertutup. Kendala selama pemuatan adalah operator crane yang kurang terampil, tidak tersedianya loader vehicle, komunikasi yang kurang baik antara kapal dan operator crane. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa kurangnya persiapan pada saat sebelum melaksanakan pemuatan dan kurangnya pengawasan dari personil di kapal pada saat pelaksanaan memuat mengakibatkan pelaksanaan memuat batu bara tidak optimal, saran Penulis adalah agar perusahaan dapat lebih memperhatikan terhadap permintaan kapal, agar dapat meningkatkan perawatan di kapal dalam persiapan memuat, kemudian setiap crew lebih meningkatkan pengawasan terhadap kerja floating crane pada saat proses pemuatan berlangsung. ABSTRACTION Anggi Yunanta , 2019 , NIT : 52155645 N Optimization of Coal Loading In MV. Energy Prosperity by Floating Crane , Merchant Marine polytecnic Semarang. Preceptors I: Capt . Dwi Antoro, MM, M.Mar, Preceptors II: Sri Murdiwati, S.Sos, M.Si To achieve the implementation of the coal load with optimal by floating crane. Then in writing this thessis the author describes a theory about the preparation and implementation load of the coal. Coal cargo has special characters inside are loaded ,so the load should pay attention to the dangers of coal owned when the loading carried out by a floating crane. The method used by the author is descriptive qualitative method , while the data collection methods used were interviews , observation and literature relating to cargo handling especially during loading and unloading . The results of research conducted during practice at the author MV . Energy Prosperity coal load on the implementation by using a floating crane found obstacles in the preparation and implementation of the coal load in the MV . Energy Prosperity , is there are constraints such as the limited preparation of materials for maintenance hatch on the boat , hatch cover not able to open and closed. Constraints during loading is less skilled crane operator , loader vehicle unavailability , poor communication between the ship and the crane operator . In this case it can be concluded that the lack of preparation at the time before carrying out loading and lack of supervision of the personnel on board at the time of loading resulted in the implementation of the load coal can not be optimal , author advice is for the company to pay more attention to the request of the ship , in order to improve care on board in preparation to load , then each crew further improve the supervision of floating crane work during the loading procces take place

    Iklim Komunikasi Organisasi Di Bagian Master Control Room Pt. Riau Media Televisi Pekanbaru

    No full text
    Organizational Communication Climate in the Master Control Room Section PT. Riau Media Television Pekanbaru Anggi Alfando 179110164 The title of this research is the organizational communication climate in the master control room of PT. Riau Media Televisi Pekanbaru. The results of presurvey interviews with temporary researchers in the Master Control Room of PT. Riau Media Televisi Pekanbaru that the author sees a communication gap between superiors and subordinates at MCR where superiors reduce employees due to the pandemic carried out by MCR which has an impact on a lack of Human Resources (HR) in the MCR section which can consequently affect implementation. The location of this research is at PT. Riau Media Televisi Pekanbaru. The purpose of this study was to determine the organizational communication climate in the master control room of PT. Riau Pekanbaru television media. The research subjects were Ms. Ifur as the head of the RTV section, Mr. Yudi as the Manager of the MCR section, Jo as the senior master control room (MCR), Riski as the junior master control room (MCR), and Usman as the crew, staff or employees outside the MCR. Data collection techniques in this study were interviews, observation and documentation. Organizational Communication Climate Master Control Room Section PT. Riau Media Televisi Pekanbaru is measured using indicators of Support (supportiveness), Decision Making, Trust, Openness, and High Performance Goals that have not run optimally such as lack of trust and openness from superiors to subordinates and lack of support given in completing a given job

    PERLAWANAN PEREMPUAN TERHADAP PENINDASAN DALAM FILM MARLINA SI PEMBUNUH DALAM EMPAT BABAK DAN SERIAL NETFLIX 13 REASONS WHY SEASON 3; KAJIAN SASTRA BANDINGAN

    No full text
    Mayriska, Nadya Anggi. 2020. "Comparison of Women's Resistance To Oppression in Marlina the Killer in Four Acts Movie and 13 Reasons Why Seasons 3 Netflix Series: A Comparative Literature Study". Thesis. (S1) Faculty of Humanities Diponegoro University of Semarang. The object of research that author use is the Marlina the Killer in Four Acts Movie and 13 Reasons Why Season 3 Netflix series. The purpose of this study is to describe (1) elements of the structure of narratology in Marlina The Killer in Four Acts movie (2) elements of the stucture of narratology 13 Reasons Why Season 3 Netflix series (3) comparison of women's resistance in Marlina The Killer in Four Acts movie and 13 Reasons Why Season 3 Netflix series. The research method that used is a comparative method with a structural approach. Based on the research that has been done, it can be concluded that the structure of Marlina The Killer in Four Acts movie and 13 Reasons Why Season 3 Netflix series includes: (1) story and plot, (2) time sequence, (3) space, (4) characters and characterization, (5) objectives, (6) problems and conflicts, and (7) narrative structure patterns. There are similarities in women’s resistence, it is that two object are equally resistant because there is physical, psychological, and sexual violence experienced previously. The difference between these two objects is the support of the people around and the availability of facilities in women's resistance activities carried out. Keywords: comparison, feminism, movi

    SEKOLAH RAMAH ANAK DI SD JETIS II YOGYAKARYA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Gambaran sekolah ramah anak di SD Jetis 2 Yogyakarta, 2) faktor pendukung dan penghambat terciptanya sekolah ramah anak di SD Jetis 2 Yogyakarta. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini kepala sekolah, guru kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gambaran sekolah ramah anak di SD Jetis 2 Yogyakarta adalah a) perlakuan sekolah tidak mengandung unsur diskriminasi dan kekerasan. b) kesempatan yang sama terhadap anak berkebutuhan khusus dan pendampingan terhadap anak apabila terlibat masalah hukum diselesaikan dengan kekeluargaan. Pemberian layanan kepada anak juga disesuaikan dengan kebutuhan. c) standar sarana dan prasarana sekolah secara umum sudah bersih dan lengkap. Hanya saja secara fisik lingkungan sekolah belum ramah untuk penyandang disabilitas. 2) faktor pendukung berupa sumber daya guru yang menyadari lingkungan sekolah, berkomitmen untuk membangun sekolah dan juga komunikasi yang baik antar anggota sekolah. Sementara faktor penghambat berupa daya dukung fisik terutama luas sekolah yang sempit, anggaran sekolah yang kecil dan kurangnya dukungan orang tua yang bahkan memberi dampak buruk terhadap anak

    PENGORGANISASIAN KURIKULUM ECOPESANTREN DI WILAYAH RENTAH PERUBAHAN IKLIM SPMAA LAMONGAN JAWA TIMUR

    No full text
    Manajemen Pengorganisasian kurikulum ecopesantren merupakan upaya mengorganisasikan kurikulum dengan menggunakan dua pendekatan, yakni secara struktural dalam konteks manajemen melalui proses penetapan dan pembagian tugas-tugas yang terspesialisasi dan secara fungsional dalam konteks akademik melalui struktur program kurikulum yang diintegrasikan pada lingkup pendidikan formal di madrasah dan non formal di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan manajemen pengorganisasian kurikulum ecopesantren. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan studi kasus (case study). Sumber data diperoleh berasal dari wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kurikulum, teori manajemen kurikulum, teori model pengembangan kurikulum, teori pengorganisasian kurikulum, teori rentan perubahan iklim dan teori ecopesantren. Lokasi pada penelitian ini dilakukan di Yayasan Pondok Pesantren SPMAA Lamongan, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen pengorganisasian kurikulum ecopesantren secara struktural dalam konteks manajemen menggunakan model The Administrative (line-Staff). Hal ini dikarenakan inisiatif dan gagasan berasal dari para administrator pendidikan dan menggunakan prosedur kerja secara administratif sesuai dengan alur hirarki jabatan. Sedangkan manajemen pengorganisasian kurikulum ecopesantren secara fungsional dalam konteks akademik melalui struktur program kurikulum dilihat secara horizontal menggunakan kurikulum terintegrasi (Integrated Curriculum). Sedangkan secara vertikal pada pendidikan formal menggunakan sistem kelas atau jenjang kelas. Hal ini berbeda dengan sistem yang digunakan di pesantren menggunakan sistem Satuan Kredit Semester (SKS). Prinsip dasar pengorganisasian kurikulum ecopesantren terdiri dari prinsip produktivitas, demokratisasi, kooperatif, efektivitas, dan pengarahan visi, misi dan tujuan. Sedangkan acuan dalam pengorganisasian kurikulum ecopesantren adalah Bapak Guru M.A. Muchtar, saran dan pendapat dari berbagai kolega, dan studi referensi. Management Organizing the eco-Islamic boarding school curriculum is an effort to organize the curriculum using two approaches, namely structurally in the context of management through the process of determining and dividing specialized tasks and functionally in the academic context through the structure of the curriculum program which is integrated into the scope of formal education in madrasas and non-formal at the boarding school. This study aims to analyze and describe the management of the eco-Islamic boarding school curriculum. This study uses a type of qualitative research with a phenomenological approach and case study (case study). Sources of data obtained from interviews, observation, and documentation studies. The theory used in this research is curriculum theory, curriculum management theory, curriculum development model theory, curriculum organizing theory, climate change vulnerability theory and eco-Islamic boarding school theory. The location of this research was carried out at the SPMAA Islamic Boarding School Foundation, Lamongan, East Java. The results of the study show that structurally the management of the eco-Islamic boarding school curriculum in the context of management uses The Administrative (line-Staff) model. This is because the initiatives and ideas come from educational administrators and use work procedures administratively in accordance with the position hierarchy. Meanwhile, the management of organizing the eco-Islamic boarding school curriculum functionally in an academic context through the structure of the curriculum program is seen horizontally using an integrated curriculum (Integrated Curriculum). Meanwhile, vertically, formal education uses a class system or grade level. This is different from the system used in Islamic boarding schools using the Semester Credit Unit (SKS) system. The basic principles of organizing the eco-Islamic boarding school curriculum consist of the principles of productivity, democratization, cooperation, effectiveness, and direction of vision, mission and goals. While the reference in organizing the eco-Islamic boarding school curriculum is Mr. M.A. Muchtar, suggestions and opinions from various colleagues, and reference studies

    PENGARUH DEBIT AIR PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA (Abelmoschus esculentus L.) PADA SISTEM IRIGASI TETES

    No full text
    Penelitian ini telah dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Andalas pada bulan Juni sampai Oktober 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit air penyiraman yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman okra pada sistem irigasi tetes. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan debit air penyiraman 10 tetes/menit (0,70 ml/menit), 15 tetes/menit (1,05 ml/menit), 20 tetes/menit (1,40 ml/menit) dan 25 tetes/menit (1,75 ml/menit) yang diulang sebanyak 4 kali dengan volume penyiraman setiap perlakuan sama, yaitu 348 ml/tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F pada taraf 5%, jika F hitung lebih besar dari F tabel maka dilanjutkan dengan uji lanjutan Ducan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf nyata 5%. Diperoleh hasil penelitian bahwa debit air penyiraman tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, luas daun, jumlah bunga, dan panjang buah, perlakuan hanya berpengaruh terhadap umur bunga pertama mekar, umur panen pertama, berat segar akar, diameter buah, jumlah buah, dan total bobot buah pertanaman. Debit air penyiraman 10 tetes/menit memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Kata kunci: debit air, irigasi, tetes, okr

    Pengaruh Ekspektasi Pendapatan, Motivasi, Pendidikan Kewirausahaan, Norma Subjektif Terhadap Minat untuk Berwirausaha (Studi Kasus Mahasiswa Akuntansi 2017 UNISMA)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekspektasi pendapatan, motivasi, pendidikan kewirausahaan, dan norma subjektif terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa akuntansi Unisma angkatan 2017. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ekspektasi pendapatan, motivasi, pendidikan kewirausahaan, norma subjektif, sedangkan variabel terikatnya adalah minat berwirausaha. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, karena data yang digunakan berupa angka dan angka. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dengan metode pengumpulan data berupa kuesioner langsung dan acak. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi UNISMA angkatan 2017. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling dengan kriteria mahasiswa akuntansi UNISMA angkatan 2017. Berdasarkan metode ini jumlah wajib pajak yang digunakan adalah 70 responden. Pengujian hipotesis menggunakan analisis statistik deskriptif, pengujian instrumen, uji normalitas, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, dan pengujian hipotesis menggunakan SPSS Versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel ekspektasi pendapatan berpengaruh terhadap minat berwirausaha (0,009 0,05), dan variabel norma subjektif berpengaruh terhadap minat berwirausaha (0,001 < 0,05) Kata kunci: Harapan Penghasilan, Motivasi, Pendidikan Kewirausahaan, Norma Subyektif
    corecore