1,872 research outputs found
Comparison Of The Performance Of Decision Tree Regression And Multiple Linear Regression For Bmi Prediction In The Asthma Dataset
Penelitian ini menerapkan dua metode regresi yaitu Decision Tree dan linear berganda untuk memprediksi Body Mass Index (BMI) berdasarkan variabel-variabel lainnya pada dataset Asthma. Metode Decision Tree merupakan salah satu cara data processing dalam memprediksi masa depan dengan cara membangun klasifikasi dan regresi model dalam bentuk struktur pohon. Analisis regresi linear berganda merupakan model regresi yang melibatkan lebih dari satu variabel independen. Analisis regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui arah dan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Untuk mengukur tingkat keakuratan model peramalan, digunakan suatu ukuran keakuratan MAPE (Mean Absolute Percentage Error). Hasil MAPE menunjukkan nilai rata-rata prosentase kesalahan mutlak dari nilai sebenarnya dengan nilai peramalan. Pada penelitian ini, metode regresi linear berganda menunjukkan hasil yang lebih baik dengan nilai MAPE berturut-turut sebesar 12,737%, 12,76%, 12,89% dan 12,99% untuk proporsi data uji berturut-turut 10 %, 20 %, 30 % dan 40 % sedangkan nilai MAPE dari metode regresi Decision Tree sebesar 12,758%, 12,79%, 12,92% dan 13,13%. Apabila digunakan ukuran kebaikan yang lain seperti MAE dan RMSE akan memberikan hasil yang analog, sedangkan ukuran kebaikan R2 berkebalikan. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode lain dalam machine learning seperti Support Vector Machine (SVM), random forest, Artificial Neural Network (ANN) dan lain-lain
Objektifasi Diri Tubuh Dan Ego Diri Dalam Foto Konseptual
Merupakan karya seni rupa berupa seni fotografi, dengan judul Objektifasi Diri Tubuh Dan Ego Diri Dalam Foto Konseptual karya dari Purwastya Pratmajaya Adi Lukistyawan, S.Sn., M.Sn. dan Agus Heru Setiawan, S.Sn., M.A.
Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kabupaten Jember
National or regional food security does not necessarily guarantee food security at the household or individual level. Although Jember Regency was classified as a highly food-secure region in 2024 based on Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) data, the reality of household-level food security urgently needs to be addressed. The objective of this research was to analyze household food security conditions based on Engel's Law and Jonsson & Toole's theory. Data from Susenas 2024, analyzed using the Jonsson and Toole method, revealed that the majority of households in Jember still face food vulnerability. Specifically, only about 35.49% (427 households) fell into the food-secure category. Conversely, nearly half, 49.34% (597 households), were in the food- vulnerable category. Additionally, approximately 7.60% (92 households) experienced food scarcity, and 7.77% (94 households) were in a state of food insecurity
KAJIAN ASPEK IDEASIONAL DAN INTERPRETASI BIOGRAFIS KARYA FOTO STEPHANUS SETIAWAN
Penelitian ini mengkaji aspek ideasional dan interpretasi biografis karya foto Stephanus Setiawan. Aspek ideasional adalah bagaimana seorang fotografer menyikapi fenomena alam dengan menemukan ‘sesuatu’ dan mengungkapkannya dalam berbagai bentuk konsep, teori, dan wacana. Adapun interpretasi biografis adalah cara untuk mencari jawaban sebab-akibat mengapa fotografer menghasilkan karya dengan ciri tertentu dengan mempertimbangkan latar belakang kepribadiannya. Dengan demikian bentuk tampilan sebuah foto sesungguhnya berkaitan dengan latar belakang kehidupan pembuatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan peranan proses kehidupan Stephanus Setiawan dalam perwujudan karya-karya fotonya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penyajian deskriptif atas fakta-fakta yang ditemukan. Setelah melalui proses observasi, wawancara dan penentuan sampel, karya-karya foto Stephanus Setiawan diteliti dengan pendekatan metode biografis. Pendekatan metode biografis berguna dalam menganalisis proses perkembangan Stephanus Setiawan untuk menemukan fakta-fakta yang memengaruhi proses penciptaan karya fotonya sehingga terlihat hubungan antara proses perkembangan karir Stephanus Setiawan dengan ide karya fotonya. Kata kunci: aspek ideasional, interpretasi biografis, karya foto
Nilai Bimbingan Islam dalam Novel Ibuk Karya Iwan Setiawan
Erianto Adi Saputra: 190104020257. Nilai Bimbingan Islam Dalam Novel Ibuk
Karya Iwan Setiawan. Pembimbing: (I) Drs. Fasih, M.Si dan (II) Anwar
Fuadi, M.A. Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam, Fakultas
Dakwah dan Ilmu Komunikasi. 2022.
Kata Kunci: Nilai Bimbingan Islam, Novel Ibuk
Nilai bimbingan Islam merupakan bentuk pendekatan Islam
terkait bimbingan dalam berbagai aspek. Novel menjadi salah satu
media yang mampu menyampaikan unsur dan nilainya kepada
pembaca. Hubungan novel yang mampu menyampaikan sebuah nilai
membuat hal tersebut menjadi landasan penelitian yang bertujuan
untuk memaparkan nilai bimbingan Islam pada sebuah novel. Novel
Ibuk sebagai bahan penelitian di teliti dengan conten analisis dalam
memaparkan data didalamnya, menggunakan dokumentasi dengan
buku dan sumber lainnya dalam mengumpulkan data yang relevan.
Penelitian menghasilkan temuan nilai bimbingan Islam dalam novel
Ibuk yang dapat dilihat dalam berbagai aspek seperti bentuk nilai
bimbingan Islam yang mengarah pada bentuk penyadaran, penalaran,
kisah dan keteladanan. Materi nilai bimbingan Islam mengarah pada
akidah, akhlak, dan muamalah. Fungsi nilai bimbingan Islam
mengarah kepada preventif, kuratif, perservatif, dan development.
Sehingga dapat diSimpulkan terdapat nilai bimbingan Islam dalam
berbagai aspek sejalan dengan unsur-unsur pada novel Ibuk, dan
temukan paling dominan pada aspek nilai bimbingan Islam yaitu
bentuk penyadaran, materi muamalah dan fungsi developmen
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berkarakter Berbasis Quantum Teaching Pada Pokok Bahasan Aritmatika Sosial Kelas VII SMP; Ahmad Adi Setiawan, 090210101093
Proses pengembangan yang dilakukan mengikuti 3 (tiga) tahapan
pengembangan model perancangan Thiagarajan yang terdiri dari tahap pendefinisian,
tahap perancangan, dan tahap pengembangan. Tahap pendefinisian berisi kegiatankegiatan
analisis yang bertujuan untuk mendefinisikan dan menetapkan kebutuhan
pembelajaran. Tahap ini meliputi 5 langkah pokok, yaitu 1) analisis awal-akhir; 2)
analisis siswa; 3) analisis materi; 4) analisis tugas dan 5) spesifikasi tujuan
pembelajaran. Selanjutnya adalah tahap perencanaan yang bertujuan menyiapkan
prototipe perangkat pembelajaran. Pada tahap ini terdapat empat kegiatan desain yaitu
penyusunan tes, pemilihan media, pemilihan format, dan desain awal. Tahap
selanjutnya adalah tahap pengembangan, tujuan dari tahap ini adalah menghasilkan
draft perangkat pembelajaran yang telah direvisi berdasarkan masukan dari para ahli
vii
dan data yang diperoleh dari uji coba. Kegiatan pada tahap ini adalah penilaian para
ahli dan uji coba lapangan.
Pengembangan perangkat pembelajaran dilakukan dengan memperhatikan 3
aspek kualitas, yakni aspek kevalidan, aspek kepraktisan, dan aspek keefektifan. Dari
hasil uji kevalidan, perangkat pembelajaran matematika berkarakter berbasis quantum
teaching telah mencapai kriteria kevalidan dengan koefisien validitas untuk silabus
sebesar 0,924; koefisien validitas rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sebesar
0,918; koefisien validitas buku siswa sebesar 0,916; koefisien validitas lembar kerja
siswa sebesar 0,914; koefisien validitas tes hasil belajar sebesar 0,872. Kategori
validitas untuk kelima perangkat pembelajaran tersebut adalah sangat tinggi.
Berdasarkan hasil uji kepraktisan perangkat pembelajaran matematika,
diperoleh bahwa dari hasil pengamatan kemampuan guru dalam mengelola
pembelajaran persentase pada pertemuan pertama sebesar 90,74% dan pertemuan
kedua sebesar 94,44%. Hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa persentase
kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dari pertemuan pertama hingga
pertemuan kedua termasuk dalam kategori baik. Dengan demikian perangkat
pembelajaran matematika berkarakter berbasis quantum teaching telah memenuhi
kriteria kepraktisan.
Berdasarkan hasil uji keefektifan perangkat pembelajaran matematika yang
didapat dari pengamatan aktivitas siswa. Dari hasil pengamatan aktivitas siswa
diperoleh persentase keaktifan siswa pada pertemuan pertama yaitu sebesar 88,42 %
dan pertemuan kedua yaitu sebesar 90,74 %. Hasil analisis data tersebut menunjukkan
bahwa persentase keaktifan siswa pada pertemuan pertama dan kedua termasuk
dalam kategori baik. Dengan demikian perangkat pembelajaran matematika
berkarakter berbasis quantum teaching telah memenuhi kriteria keefektifan.
Sedangkan untuk menguji ketercapaian perilaku berkarakter dan keterampilan siswa
yang diinginkan dalam pembelajaran matematika berkarakter maka dilakukan
pengamatan perilaku berkarakter dan keterampilan siswa. Dari hasil pengamatan
perilaku berkarakter dan keterampilan sosial siswa, maka diperoleh persentase pada
viii
pertemuan pertama sebesar 92,43% dan pertemuan kedua sebesar 85,35%. Hasil
analisis data tersebut menunjukkan bahwa persentase perilaku berkarakter dan
keterampilan sosial siswa pada pertemuan pertama dan kedua termasuk dalam
kategori baik. Dengan demikian perangkat pembelajaran matematika berkarakter
berbasis quantum teaching telah memenuhi kriteria dapat meningkatkan perilaku
berkarakter dan keterampilan sosial siswa.
Setelah uji coba perangkat pembelajaran matematika dilakukan, diberikan
angket respon siswa kepada objek uji coba untuk mengetahui bagaimana respon siswa
terhadap pembelajaran matematika berkarakter berbasis quantum teaching.
Berdasarkan hasil analisis data angket respon siswa, diperoleh rata-rata persentase
respon siswa yang memberi respon positif terhadap semua aspek pembelajaran
matematika yaitu sebesar 98,21%. Dengan demikian pembelajaran matematika
berkarakter berbasis quantum teaching sangat perlu untuk diaplikasikan dalam
pembelajaran pembelajaran di kelas. Selain itu pada pertemuan ketiga juga
dilaksanakan tes hasil belajar dengan alokasi waktu selama 2x40 menit. Soal tes hasil
belajar berupa enam soal uraian dengan bobot soal yaitu no.1,4,5, dan 6 masingmasing
adalah 15 poin sedangkan untuk no.2 dan 3 masing-masing adalah 20 poin.
Berdasarkan analisis data nilai tes hasil belajar yang diperoleh siswa, diperoleh
bahwa jumlah siswa yang mencapai nilai ≥ 60 sebanyak 37 siswa dari total 42 siswa,
hal itu berarti bahwa persentase siswa yang mencapai nilai ≥ 60 adalah sebesar
88,095%. Dengan demikian pembelajaran matematika berkarakter berbasis quantum
teaching telah memenuhi kriteria keefektifan.
Berdasarkan hasil analisis data di atas, maka dihasilkan sebuah perangkat
pembelajaran matematika berkarakter berbasis quantum teaching pada pokok bahasan
aritmatika sosial yang memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan.
Dengan demikian, perangkat pembelajaran tersebut sudah dapat dijadikan sebagai
pedoman oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika pada pokok
aritmatika sosial
Peran Kecerdasan Spiritual Dalam Masalah Hasil Belajar Santri Di Pesantren Internasional Sains Dan Teknologi (Insat) Muhammadiyah Banyuwangi
Setiawan, Adi. 2022. Peran Kecerdasan Spiritual Dalam Masalah Hasil Belajar
Santri Di Pesantren Internasional Sains Dan Teknologi (Insat)
Muhammadiyah Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jember, Dosen
Pembimbing I: Dr. Bahar Agus Setiawan, S.Th.I., MM.Pd Dosen
Pembimbing II: Dr. Dhian Wahana Putra, M.Pd.I
Kata Kunci: Kecerdasan Spiritual, Hasil Belajar Siswa
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Berdasarkan pengertian
tersebut maka dapat disimpulkan akan pentingnya tujuan pendidikan yaitu
mengembangkan kekuatan spiritual keagamaan. Pendidikan memerlukan
kecerdasan disetiap kegiatanya. Kecerdasan berperan penting dalam hasil belajar
yang dicapai oleh peserta didik. hal hal yang memperngaruhi hasil belajar siswa
adalah kecerdasan intelektual dan spiritual. Rendahnya tingkat kecerdasan spiritual
remaja berpengaruh terhadap kurangnya kemampuan untuk menganalisa setiap
permasalahan, mengontrol sikap dan tingkah laku serta membedakan tindakan yang
benar atau salah. Hal ini juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Sehingga
memunculkan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peran Kecerdasan Spiritual
terhadap Hasil Belajar Santri di Pesantren Internasional Sains dan Teknologi
(INSAT) Muhammadiyah Banyuwangi.
Penelitian kualintatif ini dilakukan di Pesantren INSAT Muhammdiyah
Banyuwangi. Menggunkan jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian
deskriptif kualitatif, dikarenakan adanya data dan fakta yang dijelaskan pada
penelitian ini berupa deskripsi dari pihak informan dan fenomena yang diamati
peneliti secara mendetail mengenai peran kecerdasan spiritual dalam masalah hasil
belajar siswa.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kecerdasan spiritual memiliki peran
dalam hasil belajar siswa. Siswa pesantren INSAT Muhammdiyah Banyuwangi
termasuk kedalam kategori nilai raport rata rata tinggi sebesar (53,8%) dan sedang
(46,2%). Observasi hasil belajar siswa berkaitan langsung dengan kecerdasan
spiritual siswa dimana hasil kecerdasan spiritual siswa tergolong tinggi.
Siswa yang memiliki kecerdasan spiritual adalah siswa yang mampu
menyelesaikan permasalahanya dengan berpedoman nilai nilai spiritual yang
diyakini. kecerdasan spiritual berperan dalam masalah hasil belajar siswa pesantren
INSAT Muhammadiyah Banyuwangi. Berdasarkan temuan peneliti terkait aspek
kecerdasan spiritual yang dimiliki siswa. Siswa Pesantren INSAT Muhammadiyah
Banyuwangi: memiliki tujuan hidup yang baik, memiliki prinsip hidup, selalu
merasakan kehadiran Allah, cenderung kepada kebaikan, berjiwa besar dan
memiliki empati
INFERENSI PARAMETER SIMPANGAN BAKU POPULASI NORMAL DENGAN METODE BAYESIAN OBYEKTIF
Inferensi statistik terdiri dari estimasi (estimasi titik dan estimasi interval) dan pengujian hipotesis. Dalam makalah ini dijelaskan bagaimana melakukan inferensi parameter simpangan baku populasi normal dengan metode bayesian obyektif. Dalam metode ini, digunakan prior Jefry sebagai prior referensi dan berdasarkan data diperoleh posterior, selanjutnya dipilih titik yang dapat digunakan sebagai estimasi titik dan interval sebagai estimasi interval dengan sifat tertentu. Hipotesis nol akan ditolak jika statistik intrinsiknya cenderung bernilai besar, secara praktis biasanya digunakan batas 5. Studi simulasi digunakan untuk menjelaskan sifat-sifatnya.
Kata kunci : estimasi titik, estimasi interval, uji hipotesis, metode bayesian obyekti
PENGARUH FRAKSI BERAT ARANG TULANG KAMBING DAN ARANG SEKAM PADI PADA SIFAT MEKANIS PACK CARBURIZING BAJA KARBON RENDAH UNTUK RODA GIGI
DONI ADI SETIAWAN.2021 “PENGARUH FRAKSI BERAT ARANG TULANG KAMBING DAN ARANG SEKAM PADI PADA SIFAT MEKANIS PACK CARBURIZING BAJA KARBON RENDAH UNTUK RODA GIGI” Teknik Mesin Universitas Pancasakti Tegal.
Pack carburizing merupakan proses perlakuan panas dimana proses pemanasan dan pendinginan logam dalam keadaan padat untuk mengubah sifat-sifat fisis dan mekanis logam. Dalam proses carburizing kita dapat menambah unsur karbon pada permukaan baja karbon rendah dengan cara memanaskan pada temperatur suhu 900°C - 950°C. Unsur karbon itu kita bisa peroleh dari limbah tulang kambing dan sekam padi, kandungan karbon dari keduanya yang cukup banyak sehingga dapat memungkinkan dijadikan sebagai bahan baku pembuatan arang aktif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai kekerasan, kekuatan tarik, dan keausan proses pack carburizing baja karbon rendah.
Metode pada penelitian ini menggunakan eksperimen campuran berat arang tulang kambing dan arang sekam padi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menguji tiga variasi campuran arang yaitu 50% : 50%, 60% : 40%, 25% : 75% dengan suhu 900˚C dan media quenching air yang di ambil pada masing-masing data.
Nilai pengujian kekerasan tertinggi pada variasi campuran arang sekam padi 75% dan arang tulang kambing 25% memiliki nilai kekerasan sebesar 756 VHN, pengujian kekuatan tarik tertinggiterdapat pada campuran arang sekam padi 60% dan arang tulang kambing 40% memiliki kekuatan tarik yang paling besar yaitu 1338 Mpa, serta pengujian keausan tertinggi terdapat pada variasi campuran arang sekam padi 75% dan arang tulang kambing 25% yaitu 0,00035 mm³ /kg.
Kata Kunci : Baja ST 37, pack carburizing, arang tulang kambing, kekerasan, kekuatan tarik, keausan
ANALISIS PENERAPAN YURISPRUDENSI SEBAGAI DASAR HUKUM DALAM MEMUTUS PERKARA DILUAR DAKWAAN YANG DIAJUKAN JAKSA PENUNTUT UMUM (Studi Perkara di Pengadilan Negeri Boyolali)
AGUS SETIAWAN ADI NUGROHO. E1104092. ANALISIS
PENERAPAN YURISPRUDENSI SEBAGAI DASAR HUKUM DALAM
MEMUTUS PERKARA DILUAR DAKWAAN YANG DIAJUKAN JAKSA
PENUNTUT UMUM (Studi Perkara di Pengadilan Negeri Boyolali). Fakultas
Hukum UNS.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menjawab permasalahan
mengenai penerapan yurisprudensi sebagai dasar hukum dalam menjatuhkan
putusan diluar dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum. Putusan tersebut
dikeluarkan, dikarenakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum kurang sempurna dan
sebagai wujud pengembangan hukum progresif dimana Hakim bukan hanya
sebagai corong undang-undang tetapi merupakan corong keadilan yang mampu
memberikan putusan yang berkualitas dengan menemukan sumber hukum yang
tepat.
Bahwa putusan hakim tidak harus berpedoman pada undang-undang
sebagai prosedur mutlak sebab bila putusan hakim hanya berlandaskan prosedur,
maka roh dan cita-cita dari Hukum Pidana(Hukum Materiil) maupun Hukum
Acara Pidana (Hukum Formil) yang tertuang dalam asas-asas hukum tersebut
tidak akan bisa diwujudkan. Hal ini bukan berarti prosedur hukum yang ada
dalam undang-undang tidak perlu dilaksanakan tetapi harus diterapkan secara
cerdas dan bijaksana, serta diharapkan semua pihak agar lebih kritis dalam
menyikapi perkembangan hukum demi kesejahteraan bersama.
Untuk meneliti permasalahan ini penulis berusaha menganalisis
Yurisprudensi Mahkamah Agung NO. 675 K/Pid/1987, tanggal 21-03-1989 dan
putusan Pengadilan Negeri Boyolali Nomor : 02 / Pid. B /2007/PN.Bi dikaitkan
Hukum Acara Pidana ,dengan menggunakan kajian dari segi filosofis dan yuridi
- …
