1,722,062 research outputs found
Senen creative space: perancangan pasar Senen Blok 6
Pasar Senen merupakan di Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Pasar Senen Blok 6 merupakan salah satu bagian dari Pasar Senen, berada dekat dengan Terminal Bus Senen. Namun, Pasar Senen Blok 6 mangkrak dikarenakan tertundanya rencana revitalisasi oleh Anies Baswedan pada tahun 2021 akibat pandemi Covid-19. Perencanaan revitalisasi tersebut memberikan solusi untuk para pedagang menempati TPS (Tempat Penampungan Sementara), namun juga mengakibatkan pendapatan mereka selama 5 tahun terakhir semakin menurun karena tidak adanya lahan parkir untuk para pembeli. Kondisi bangunan TPS Pasar Senen Blok 6 juga kurang terawat, mulai dari tangga yang tidak aman untuk digunakan hingga jalur untuk pengunjung yang terlalu sempit akibat terbatasnya lahan. Pasar Senen Blok 6 menjadi target utama dalam proyek ini. Seiring berjalannya waktu perubahan pada Pasar Senen Blok 6 terjadi secara signifikan dalam kondisi fisik, dan fungsionalitas. Tujuan dari proyek ini adalah menghidupkan kembali Pasar Senen Blok 6 yang sempat gagal direvitalisasi menjadi creative space dengan program utamanya berupa workshop dan kantor sewa untuk membantu para pedagang lama memiliki tempat yang layak untuk berjualan dan para pengunjung dapat mengeluarkan kreativitasnya
Senen creative space: perancangan pasar Senen Blok 6
Pasar Senen merupakan di Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Pasar Senen Blok 6 merupakan salah satu bagian dari Pasar Senen, berada dekat dengan Terminal Bus Senen. Namun, Pasar Senen Blok 6 mangkrak dikarenakan tertundanya rencana revitalisasi oleh Anies Baswedan pada tahun 2021 akibat pandemi Covid-19. Perencanaan revitalisasi tersebut memberikan solusi untuk para pedagang menempati TPS (Tempat Penampungan Sementara), namun juga mengakibatkan pendapatan mereka selama 5 tahun terakhir semakin menurun karena tidak adanya lahan parkir untuk para pembeli. Kondisi bangunan TPS Pasar Senen Blok 6 juga kurang terawat, mulai dari tangga yang tidak aman untuk digunakan hingga jalur untuk pengunjung yang terlalu sempit akibat terbatasnya lahan. Pasar Senen Blok 6 menjadi target utama dalam proyek ini. Seiring berjalannya waktu perubahan pada Pasar Senen Blok 6 terjadi secara signifikan dalam kondisi fisik, dan fungsionalitas. Tujuan dari proyek ini adalah menghidupkan kembali Pasar Senen Blok 6 yang sempat gagal direvitalisasi menjadi creative space dengan program utamanya berupa workshop dan kantor sewa untuk membantu para pedagang lama memiliki tempat yang layak untuk berjualan dan para pengunjung dapat mengeluarkan kreativitasnya
Relaciones laborales en la industria Alimentación: el caso de Bimbo
En “Relaciones laborales y estrategias empresarias: el caso Bimbo”, Cecilia Senén González y Lucía Bachoer desarrollan los aspectos más destacados de las relaciones laborales y los recursos humanos en la empresa multinacional de procedencia mexicana. Las autoras discuten sobre la persistencia, o no, de un tipo de configuración en dos períodos: uno de crecimiento y otro de crisis, teniendo como eje de abordaje el que conecta las políticas empresarias y las relaciones laborales.El texto ofrece una descripción detallada de la historia y expansión empresaria desde su llegada a Argentina y del impacto de la crisis económica y social iniciada con el gobierno de Mauricio Macri a fines de 2015, el cual afectó al sector alimentario en general y a Bimbo en particular, causando el cierre de algunas unidades de negocio. Las autoras se preguntan qué cambios y continuidades se están produciendo en la configuración de las relaciones laborales en el período 2016- 2019 respecto de los años 2008-2015. Encuentran que es en el nivel macro de la estructura, o sea, en el cambio de contexto económico social caracterizado por retrocesos de las políticas laborales, donde se opera el cambio más influyente. Al disminuir la acción reguladora del Estado y aumentar el desempleo y la precariedad laboral que afectaron al sector alimentario, incluyendo a Bimbo, hubo un efecto en las decisiones empresarias: mayor flexibilidad para contratar o despedir trabajadores, lo que incrementó el conflicto laboral en las plantas en contraste con el período anterior. Cuando el marco político-institucional era favorable, la conflictividad laboral en Bimbo solía tener bajos niveles, no sólo porque los trabajadores están afiliados sindicalmente, sino porque son firmas que buscan que las disputas se solucionen al interior de las empresas (Haidar y Miguel, 2018). Así, Senén y Bachoer sostienen que estos acontecimientos dan lugar a una incipiente configuración de carácter recesivo para los trabajadores, quienes no han podido contrarrestar las tendencias precarizantes durante el período.Fil: Senen Gonzalez, Cecilia Irene. Universidad de Buenos Aires. Facultad de Ciencias Sociales. Instituto de Investigaciones "Gino Germani"; Argentina. Consejo Nacional de Investigaciones Científicas y Técnicas; ArgentinaFil: Bachoer, Lucía. Universidad de Buenos Aires. Facultad de Ciencias Sociales. Instituto de Investigaciones "Gino Germani"; Argentin
Pasar Senen : Reorganisasi Pasar Tahun 1966 - 1993
Pasar Senen is one of the oldest markets in Jakarta and still keeping their existences more than 250 centuries, starting from Dutch era, Japanese Occupation era, until the Independence of Indonesia. The main problem in this article is a study on the development of Pasar Senen from 1966 until 1993. The method used is the historical method. There are heuristic, critics, interpretation, and historiography. The result of this thesis indicated that: Firstly, Pasar Senen’s still growing because their supported by a modern management and infranstructure. Secondly, Pasar Senen has two organizing managemens, whicht are PT Pembangunan Jaya and PD Pasar Jaya. Thirdly, There managements have changed Pasar Senen from traditional market became modern market. The last result is the evidence that Pasar Senen is to meet the needs of society as consumers, and maintain the existence with keep progresin the capital city Jakarta. Keywords : Trade, Market, Traditional, Polic
Ruang kreatif: sebagai wahana kreatif di Senen
Kawasan Senen yang dahulu dikenal sebagai pusat perekonomian di Jakarta yang sekarang di tinggalkan, banyaknya fungsi bangunan yang tidak terawat, kurang mengikutti zaman dan ditambah dengan kurangnya kebutuhan tempat (Place) untuk masyarakat di Senen mengenai kebutuhan tempat untuk menghilangkan rasa stress. Rasa stress yang muncul yang berasal dari kepadatan ruang dan kesibukkan dari masyarakatnya. Seiring dengan perkembangan zaman kawasan Senen akan menjadi tempat yang padat akan hunian, pertokoan, maupun pusat dari trasportasi. Dengan adanya fasilitas yang ada di kawasan Senen yang sudah cukup lengkap, maka dari itu kawasan Senen menjadi tempat yang cocok untuk diangkat kembali citranya seperti dulu. Dari permasalahan yang muncul inilah dibutuhkannya ruang terbuka yang dapat menjadi pusat rekreasi. Kurangnya tempat hiburan yang ada di kawasan Senen menjadi strategi yang tepat untuk menambah program dengan fungsi sebagai hiburan. Dengan penerapan konsep terbuka dan mengundang (open and inviting) bertujuan agar mengundang masyarakat yang ada di kawasan Senen agar memiliki tempat hiburan baru yang berfungsi sebagai tempat untuk menuangkan ide kreatif yang ada. Menggunakan metode kualitatif dan metode figure of reasoning agar dapat mengetahui kebutuhan program ruang apa yang cocok untuk merespon masalah yang ada
Senen hub: menghubungkan ruang dan menghubungkan kehidupan
Grand Theater Senen merupakan salah satu gedung bioskop tunggal pertama di Jakarta yang sangat populer pada era 80-an. Kemunduran Grand Theater Senen disebabkan oleh kalah saing karena kemunculan bioskop modern, juga terjadinya degredasi pada Kawasan Senen yang disebabkan oleh krisis moneter. Walaupun pemerintah sudah berupaya melakukan revitalisasi Kawasan Senen beberapa kali, namun hanya ada beberapa titik yang ramai. Akibat dari degredasi tersebut, GTS disalahgunakan sebagai tempat pemutaran film biru, penjualan narkoba, dan prostitusi. Saat ini, bangunan tersebut terbengkalai. Lokasi bangunan ada di Simpang Lima atau Kawasan Segitiga Senen, salah satu persimpangan yang memiliki mobilitas tinggi di Jakarta Pusat. Dalam konteks ini, penelitian bertujuan untuk memahami peran kerusakan lingkungan dan degradasi kawasan dalam kondisi bangunan, dengan mengusulkan Adaptive Reuse sebagai solusi utama. Rencana ini mencakup pengembangan jembatan penyeberangan orang (JPO), hotel kapsul untuk komuter, kantor sewa, dan area komersial, yang tidak hanya meningkatkan konektivitas namun juga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan berkelanjutan, sehingga GTS dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama di Kawasan Senen yang dinamis, sambil meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperbaiki kondisi lingkungan yang terabaikan, menjadikan GTS sebagai sebuah hub fungsional yang dapat memudahkan aksesibilitas baik dari luar maupun dalam ruangan, penyediaan akomodasi yang aman dan nyaman
Senen hub: menghubungkan ruang dan menghubungkan kehidupan
Grand Theater Senen merupakan salah satu gedung bioskop tunggal pertama di Jakarta yang sangat populer pada era 80-an. Kemunduran Grand Theater Senen disebabkan oleh kalah saing karena kemunculan bioskop modern, juga terjadinya degredasi pada Kawasan Senen yang disebabkan oleh krisis moneter. Walaupun pemerintah sudah berupaya melakukan revitalisasi Kawasan Senen beberapa kali, namun hanya ada beberapa titik yang ramai. Akibat dari degredasi tersebut, GTS disalahgunakan sebagai tempat pemutaran film biru, penjualan narkoba, dan prostitusi. Saat ini, bangunan tersebut terbengkalai. Lokasi bangunan ada di Simpang Lima atau Kawasan Segitiga Senen, salah satu persimpangan yang memiliki mobilitas tinggi di Jakarta Pusat. Dalam konteks ini, penelitian bertujuan untuk memahami peran kerusakan lingkungan dan degradasi kawasan dalam kondisi bangunan, dengan mengusulkan Adaptive Reuse sebagai solusi utama. Rencana ini mencakup pengembangan jembatan penyeberangan orang (JPO), hotel kapsul untuk komuter, kantor sewa, dan area komersial, yang tidak hanya meningkatkan konektivitas namun juga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan berkelanjutan, sehingga GTS dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama di Kawasan Senen yang dinamis, sambil meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperbaiki kondisi lingkungan yang terabaikan, menjadikan GTS sebagai sebuah hub fungsional yang dapat memudahkan aksesibilitas baik dari luar maupun dalam ruangan, penyediaan akomodasi yang aman dan nyaman
Ruang kreatif: sebagai wahana kreatif di Senen
Kawasan Senen yang dahulu dikenal sebagai pusat perekonomian di Jakarta yang sekarang di tinggalkan, banyaknya fungsi bangunan yang tidak terawat, kurang mengikutti zaman dan ditambah dengan kurangnya kebutuhan tempat (Place) untuk masyarakat di Senen mengenai kebutuhan tempat untuk menghilangkan rasa stress. Rasa stress yang muncul yang berasal dari kepadatan ruang dan kesibukkan dari masyarakatnya. Seiring dengan perkembangan zaman kawasan Senen akan menjadi tempat yang padat akan hunian, pertokoan, maupun pusat dari trasportasi. Dengan adanya fasilitas yang ada di kawasan Senen yang sudah cukup lengkap, maka dari itu kawasan Senen menjadi tempat yang cocok untuk diangkat kembali citranya seperti dulu. Dari permasalahan yang muncul inilah dibutuhkannya ruang terbuka yang dapat menjadi pusat rekreasi. Kurangnya tempat hiburan yang ada di kawasan Senen menjadi strategi yang tepat untuk menambah program dengan fungsi sebagai hiburan. Dengan penerapan konsep terbuka dan mengundang (open and inviting) bertujuan agar mengundang masyarakat yang ada di kawasan Senen agar memiliki tempat hiburan baru yang berfungsi sebagai tempat untuk menuangkan ide kreatif yang ada. Menggunakan metode kualitatif dan metode figure of reasoning agar dapat mengetahui kebutuhan program ruang apa yang cocok untuk merespon masalah yang ada
POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN BERBASIS TOD PADA KAWASAN STASIUN PASAR SENEN
TOD merupakan perencanan kawasan berkelanjutan yang mengintegrasikan antara kebutuhan transportasi dengan efisiensi lahan perkotaan. Kawasan Senen merupakan salah satu kawasan strategis di Jakarta karena merupakan pusat kegiatan sekunder dan juga Pusat Pelayanan Kota. Melalui RDTR DKI Jakarta 2022 dan Perpres No 60 tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jabodetabekpunjur, Stasiun Pasar Senen ditetapkan sebagai TOD Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur potensi eksisting Kawasan Stasiun Pasar Senen sebagai kawasan TOD kota. Pengukuran dilakukan dengan menghitung TOD Indeks yang berasal dari indikator–indikator utama dalam perancangan kawasan TOD. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kawasan Stasiun Pasar Senen belum optimal sebagai TOD Kota. Nilai TOD indeks Kawasan Stasiun Pasar Senen adalah 0.63 yang tergolong cukup tinggi melebihi 0.5 namun masih jauh dari nilai optimal TOD. Kondisi saat ini masih jauh dari prinsip-prinsip TOD, khususnya pada kepadatan kawasan serta infrastruktur pejalan kaki. Pengembangan TOD Kawasan Stasiun Pasar Senen perlu memaksimalkan fungsi lahan campuran dan penyediaan infrastruktur pejalan kaki
Tradisi penyajian gamelan Senen di Kabupaten Jepara
Tradisi penyajian gamelan Senen selalu dibunyikan pada hari Raya Idul Fitri dalam rangka slametan yang merupakan hasil kreativitas budaya masyarakat. Tradisi ini memilki nilai ritual karena adanya unsur-unsur nilai simbolis yang bermanfaat. bentuk fisik gamelan ini memilki tiga nada yaitu nada lima, enem, dan nada barong dengan gending yang terbatas. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji apa itu gamelan Senen dan untuk menginformasikan bahwa di Kabupaten Jepara masih ada musik tradisi
- …
