Jurnal Pengembangan Kota
Not a member yet
    208 research outputs found

    PERAN MODAL SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI KAWASAN KUMUH MOJO

    Full text link
    Program tata ulang fisik di kawasan kumuh secara masif telah dilakukan oleh Pemerintah, tetapi belum banyak menyertakan program kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Padahal peningkatan ekonomi masyarakat ini penting untuk dapat menjamin keberhasilan tata ulang fisik. Sementara itu, tanpa inisiatif kegiatan tersebut, masyarakat melakukan pemberdayaan secara mandiri dengan prinsip mempertahankan pendapatan. Hal ini penting untuk diidentifikasi, dan akan menjadikan masukan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan penerapan program selanjutnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya terkait pendapatan masyarakat dalam kerangka kolaborasi triple helix di kawasan kumuh Mojo di kota Surakarta. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi dokumen dan wawancara terhadap pemangku kepentingan dan masyarakat setempat. Sebagai hasilnya, dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat secara mandiri, pengaruh modal sosial khususnya peran beberapa intermediator independen yang dikelola oleh masyarakat, sangat dominan mempengaruhi kebertahanan dalam tingkat pendapatan masyarakat

    PENGENDALIAN TRANSFORMASI BENTUK RUMAH DI PERUMAHAN KORPRI PRAJAMUKTI, KOTA SALATIGA

    No full text
    Transformasi bentuk rumah merupakan fenomena yang umum terjadi pada perumahan subsidi, termasuk di Perumahan KORPRI Prajamukti, Kota Salatiga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian transformasi bentuk rumah agar tetap sesuai dengan regulasi dan standar yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method), dengan pendekatan kuantitatif untuk mengklasifikasikan transformasi bentuk rumah melalui analisis spasial dan pembobotan, serta pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi transformasi dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,75% unit rumah mengalami transformasi, dengan rincian 6,75% mengalami transformasi ringan, 66,5% transformasi sedang, dan 12,5% transformasi total. Transformasi ini dipengaruhi oleh kebutuhan ruang akibat bertambahnya anggota keluarga, faktor ekonomi, serta ketidakpuasan terhadap desain awal rumah. Namun, transformasi yang tidak terkendali menyebabkan pelanggaran regulasi tata ruang, khususnya terkait koefisien dasar bangunan (KDB), berkurangnya ruang terbuka hijau, serta menurunnya kualitas lingkungan dan interaksi sosial. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian melalui regulasi yang lebih ketat, edukasi kepada penghuni, serta desain perumahan yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat tanpa melanggar ketentuan tata ruang yang berlaku

    TINGKAT KERENTANAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR ROB DI KAMPUNG TAMBAK LOROK KOTA SEMARANG

    No full text
    Kampung Tambak Lorok merupakan salah satu wilayah permukiman pesisir di Kota Semarang yang sering mengalami banjir rob serta penurunan muka tanah akibat pembangunan permukiman tak terkendali, sehingga menyebabkan kekumuhan. Permukiman kumuh menyebabkan banyak permasalahan yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat. Penurunan kualitas hidup masyarakat dan banjir rob yang terus melanda memicu tingginya kerentanan masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkan. Upaya mengurangi kerentanan menjadi penting karena menjadi salah satu pertimbangan penentuan prioritas pengembangan wilayah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan masyarakat terhadap banjir rob dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian dipilih dengan metode random sampling sebanyak 100 responden. Variabel yang dianalisis meliputi kerentanan fisik, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan teknik skoring dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masyarakat Kampung Tambak Lorok terhadap banjir rob masih tinggi. Sebagian besar rumah tangga memiliki kerentanan fisik sedang, kerentanan ekonomi tinggi, kerentanan sosial rendah, dan kerentanan lingkungan tinggi. Tingkat kerentanan masyarakat yang paling berpengaruh di Kampung Tambak Lorok adalah kerentanan ekonomi, karena adanya ketidakstabilan ekonomi menyebabkan kesejahteraan hidup masyarakat berkurang dan menimbulkan kerentanan masyarakat lainnya sebab setiap kerentanan memiliki keterkaitan yang erat satu sama lain

    KONEKTIVITAS LINTAS NEGARA SEBAGAI PILAR PENGEMBANGAN KOTA: KAJIAN PREFERENSI MODA PADA RUTE SINGKAWANG–KUCHING

    Full text link
    Penelitian ini menyoroti peran strategis konektivitas lintas negara dalam mendukung integrasi sosial-ekonomi dan pertumbuhan kota di wilayah perbatasan, dengan studi kasus rute darat Singkawang–Kuching. Fokus utama adalah analisis preferensi moda transportasi berdasarkan faktor biaya dan waktu. Menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode stated preference dalam delapan skenario atribut (tarif, waktu tempuh, dan waktu akses), data dikumpulkan dari 91 responden. Analisis dilakukan menggunakan model logit binomial dan regresi linier berbasis generalized cost. Hasil menunjukkan bahwa biaya perjalanan menjadi faktor utama dalam pemilihan Bus Damri, sedangkan kenyamanan dan mobilitas lebih mempengaruhi pengguna angkutan sewa. Model memiliki koefisien determinasi R² sebesar 0,652, yang mengindikasikan bahwa 65,2% variasi dalam pemilihan moda dapat dijelaskan oleh perbandingan biaya total. Temuan ini menegaskan pentingnya menyediakan transportasi lintas batas yang efisien dan terjangkau untuk mendukung daya saing kota perbatasan seperti Singkawang. Studi ini memberikan dasar bagi perumusan kebijakan transportasi berbasis data, pengembangan infrastruktur seperti terminal internasional, serta penguatan konektivitas sebagai bagian dari strategi pembangunan kawasan perbatasan dalam konteks integrasi regional ASEAN

    DINAMIKA KETAHANAN MASYARAKAT DI DESA TENGGELAM: ANALISIS PEOPLE-PLACE-INSTITUTION DI PESISIR DEMAK, INDONESIA

    No full text
    This study examines the resilience of communities living in sinking villages along the northern coast of Java, Indonesia — an extreme phenomenon in which settlements gradually subside and disappear due to coastal erosion and chronic tidal flooding. Resilience is viewed as a multidimensional phenomenon that should be assessed across three components: people, place, and institutions. Using this framework, the study evaluates how well communities can adapt and survive amid worsening environmental conditions. Based on descriptive statistics and a scoring method, the study shows that over the past 30 years, these villages have been gradually sinking, with flood depths now exceeding 1 meter. Field observations reveal that residents cope by elevating their houses up to 1.5 meters. At the same time, local governments and community groups also invest in public infrastructure, such as roads, and develop joint disaster risk reduction initiatives. The assessment identifies three levels of community resilience: low, medium, and high. The people dimension emerges as the main factor differentiating communities, especially in terms of preparedness, livelihood types, and prior disaster experiences. Meanwhile, the place dimension demonstrates resilience through community participation and environmental programs that raise awareness and strengthen collective capacity to face increasingly permanent sinking conditions

    INVESTIGASI POLA SEBARAN SPASIAL DAN TINGKAT KERAWANAN KRIMINALITAS SEBELUM, SAAT, DAN SETELAH PANDEMI COVID-19 DI KOTA BALIKPAPAN

    Full text link
    Adanya pandemi COVID-19 diketahui berimplikasi terhadap keberlanjutan perkotaan. Salah satunya adalah tindak kriminalitas. Adanya kebijakan pembatasan kegiatan berpotensi menyebabkan pergeseran perilaku masyarakat termasuk dalam tindak kriminal.  Akan tetapi, dampak tersebut dapat bervariasi tergantung kepada kondisi masyarakat dan karakteristik kawasan perkotaan itu sendiri. Sejauh ini, belum banyak yang mengaitkan antara fenomena kriminalitas terutama sebaran spasial dan tingkat kerawanannya dengan COVID-19, khususnya pada setiap periode COVID-19 yaitu pada masa sebelum, saat dan setelah COVID-19, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sebaran kriminalitas serta tingkat kerawanan kriminalitas di Kota Balikpapan pada periode sebelum, saat dan setelah COVID-19. Pola kriminalitas ditentukan menggunakan Average Nearest Neighborhood (ANN), serta tingkat kerawanan kriminalitas ditentukan menggunakan K-Means Clustering. Berdasarkan hasil analisis, kriminalitas di Kota Balikpapan pada semua periode menunjukkan pola yang mengelompok (Clustered). Kemudian kriminalitas pada periode sebelum dan setelah COVID-19 menunjukkan tingkat kerawanan yang sama, yaitu kerawanan tinggi di Kecamatan Balikpapan Kota dan Balikpapan Selatan, kerawanan sedang di Kecamatan Balikpapan Tengah dan Balikpapan Utara, kerawanan rendah di Kecamatan Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur. Sedangkan periode saat COVID-19, Kecamatan Balikpapan Barat menunjukkan kerawanan sedang, dimana berbeda dengan kedua periode lainnya yang menunjukkan kerawanan rendah

    DINAMIKA PERBANDINGAN URBANISASI: STUDI KASUS KECAMATAN COLOMADU DAN GROGOL

    Full text link
    Perkembangan pesat Kota Surakarta yang melampaui batas administrasi, Kecamatan Colomadu dan Grogol muncul sebagai pusat pertumbuhan yang signifikan. Penelitian ini menggambarkan perbandingan urbanisasi di kedua kecamatan pada tahun 2011 dan 2022, dengan mempertimbangkan LULC, tingkat urbanisasi, dan urbanisasi lahan sebagai indikator utama. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis komparatif atau perbandingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kecamatan Colomadu menunjukkan laju urbanisasi yang lebih tinggi daripada Kecamatan Grogol, tercermin dalam perubahan signifikan dalam penggunaan lahan, tingkat urbanisasi yang lebih besar, dan intensitas urbanisasi lahan yang lebih tinggi. Implikasinya, perencanaan tata ruang yang terkoordinasi perlu diterapkan, khususnya di Kecamatan Grogol, untuk mengatasi pertumbuhan yang pesat dan memastikan keberlanjutan lingkungan. Penyusunan kebijakan perkotaan perlu berfokus pada pengelolaan pertumbuhan yang seimbang dan berkelanjutan, mengakomodasi kebutuhan penduduk perkotaan tanpa mengorbankan aspek lingkungan

    EXPLORATION STUDY OF CLIMATE CHANGE MITIGATION USING A PARTICIPATORY DESIGN CHARRETTE APPROACH IN THE ANDIR AREA, BANDUNG CITY, INDONESIA

    Full text link
    Climate change poses a challenge for many urban areas worldwide. Inner cities face significant climate change impacts; one such inner city is the Andir Area in Bandung. Andir Area faces climate change issues due to its limited green space coverage of 18.15%, which impacts flood risks and high carbon emissions. However, the Andir Area also has the potential for heterogeneity and societal tolerance. With its potential and challenges, Andir Area can be developed as a climate village prototype, prompting the need for research exploring design strategies to mitigate climate change based on harnessing community heterogeneity. Collaborative planning, such as design charrettes, is one approach that leverages the heterogeneity of a community. This research method is a collaborative experimental study and utilizes design charrettes as an alternative approach to designing a heterogeneous and climate-resilient area. The research findings indicate that the quality of the Andir Area can be enhanced by integrating climate change mitigation with community heterogeneity through participatory design charrettes. The benefit of this research lies in providing insights to reduce the impact of climate change in the Andir Area through community participation. Overall, this article offers valuable perspectives on designing areas that can adapt to the challenges of climate change while preserving social-cultural heterogeneity, acculturation, and tolerance

    ANALISIS PERILAKU BERKESELAMATAN KURIR PENGIRIMAN BARANG DI KAWASAN PENDIDIKAN TINGGI TEMBALANG KOTA SEMARANG

    Full text link
    Fenomena perkembangan aplikasi mobilitas digital dinilai mendikte pola pergerakan khususnya pengiriman barang ke tujuan akhir lokasi konsumen atau biasa disebut last mile delivery/LMD secara fisik. Penelitian ini berfokus pada area kawasan pendidikan tinggi yang menjadi growth pole pertumbuhan aktivitas dan pergerakan serta fungsi permintaan barang untuk pemenuhan kebutuhan. Keselamatan kurir dalam LMD dengan menggunakan sepeda motor berpotensi tinggi mengalami risiko kecelakaan lalu lintas, dengan 61% kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia terutama kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku keselamatan kurir pengiriman barang di kawasan pendidikan tinggi Tembalang Kota Semarang. Metode SEM-PLS digunakan sebagai alat bantu dalam mengeksplorasi hubungan karakteristik aspasial dan spasial terhadap perilaku keselamatan berkendara kurir sepeda motor. Data penelitian ini diperoleh dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada kurir sepeda motor yang memiliki wilayah kerja di kawasan pendidikan tinggi Tembalang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen kepribadian dan karakteristik spasial memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku keselamatan berkendara kurir sepeda motor, dengan masing-masing kontribusi sebesar 36,1% dan 26,8%. Selain itu, komponen kepribadian berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat pengaruh pola perjalanan dan aktivitas harian terhadap keselamatan berkendara sebesar 16,4%. Secara keseluruhan, kolaborasi antara faktor spasial dan aspasial terbukti berpengaruh terhadap perilaku keselamatan kurir sepeda motor di kawasan pendidikan tinggi Tembalang, menunjukkan pentingnya memperhatikan kedua aspek ini dalam upaya meningkatkan keselamatan kerja kurir

    PERAN PEREMPUAN DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA BERBASIS KOMUNITAS DI MASA PANDEMI COVID - 19

    Full text link
    Rencana induk pariwisata Kota Surabaya tahun 2017 mencatat terdapat 21 objek kampung wisata. Kampung wisata ini memiliki tipologi yang berbeda sesuai dengan ciri khas dan keunggulannya, seperti Kampung Arab, Kampung Gundih, Kampung Hijau dan kampung tematik lainnya. Salah satu daya tarik dari kegiatan kampung wisata adalah keikutsertaan perempuan dalam aktivitas pariwisata kreatif di kampung-kampungnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan eksistensi kampung wisata selama pandemi Covid 19 dengan pendekatan Community Based Tourism (CBT) dan peranan perempuan dalam mempertahankan kampung wisata. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis skoring dan analisis Nvivo 12 plus. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 6 kampung yang masuk dalam kategori dengan konsep CBT di masa pandemi Covid 19, yaitu Kampung Kue, Kampung Krupuk Gunung Anyar, Kampung Tempe Tenggilis, Kampung Hijau Jambangan, Kampung Sepatu Osowilangon, Kampung Herbal Genteng. Peran perempuan dalam mempertahankan kampung wisata yaitu 88% sebagai pelaksana dan 28% sebagai pemantau

    185

    full texts

    208

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengembangan Kota
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇