218 research outputs found

    Artikel Eva Handayani

    No full text
    Students are a very important element in educational and teaching activities in schools. Educational institutions are established for the benefit of students. Therefore it needs to get enough attention from the implementation of education in order to achieve the objectives of national education as a whole.Therefore, as a prospective educator later, in order to be able to administer for students so that the learning process runs well it is necessary to understand about the administration of students / students. Therefore, the author tries to make a paper that discusses the administration of students

    ANALISIS KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA : Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul ”Analisis Kebutuhan Sarana dan Prasarana (Studi Kasus di SMP Tutwuri Handayani Cimahi)”. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah yang belum sepenuhnya mengikuti aturan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tentang ketersediaan sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hal ini berdasrakan pada kondisi dan konteks masalah yang dikaji, yaitu mengenai gambaran sarana dan prasarana di sekolah dan sejauh mana tingkat ketercapaian standar sarana dan prasarana. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh di lapangan dilakukan analisis data untuk mendapatkan temuan penelitian. Keabsahan data diuji dengan kredibilitas data dan konfirmabilitas. Temuan penelitian yaitu kondisi sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani yang cukup baik dan sesuai dengan standar sarana dan prasarana pendidikan. Namun masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran agar digunakan sebaik mungkin. Upaya pemenuhan fasilitas pendidikan sekolah tersebut dilakukan dengan cara menganalisis alternatif pemecahan masalah melalui penilaian kekuatan dan kelemahan setiap alternatif pemecahan. Hasil yang diperlihatkan berdasarkan komponen alternatif pemecahan memperlihatkan bahwa komponen pelibatan dunia usaha dan industri menjadi pilihan pertama untuk menyelesaikan permasalahan keterbatasan sarana prasarana. Penulis dapat menyimpulkan bahwa proses pemenuhan sarana dan prasarana yang dilakukan sekolah dapat dikatakan cukup baik namun belum secara keseluruhan mengikuti aturan yang berlaku dan penulis dapat merekomendasikan pelaksanaan pemenuhan standar sarana dan prasarana di SMP Tutwuri Handayani Cimahi.;--This research entitled " Need Analysis of School Facilities at SMP Tutwuri Handayani". The background of this research is based on the availability of facilities and infrastructure in schools that have not fully followed the applicable rules. The purpose of this study was to describe the availability of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani. The method that will be used in this research is descriptive method with a qualitative approach. This is based on the conditions and context of the problem being studied, namely regarding the description of facilities and infrastructure at the school and the extent to which the standard of facilities and infrastructure is reached. For data collection, researchers used observation, interviews, and documentation. Data obtained in the field were analyzed using data to obtain research findings. The validity of the data was tested with data credibility and confirmation. Research findings are the condition of the facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani which is quite good and in accordance with the standards of educational facilities and infrastructure. But there are still some things that must be considered in the use of learning media so that they are used as best as possible. Efforts to fulfill the school education facilities are carried out by analyzing alternative solutions to problems through assessing the strengths and weaknesses of each alternative solution. The results shown based on the alternative components of the solution show that the component of business and industry involvement is the first choice to solve the problem of limited infrastructure. The author can conclude that the process of fulfilling the facilities and infrastructure carried out by the school can be said to be quite good but not yet in full compliance with the applicable rules and the author can recommend the implementation of the standard of facilities and infrastructure at SMP Tutwuri Handayani

    Efek Laserpunktur Titik GV20 dan ST36 terhadap Pertumbuhan Tulang Panjang Tikus Adolesen (studi molekuler dan stereologi)

    Get PDF
    ABSTRAK Latar Belakang. Tinggi badan akhir seseorang ditentukan oleh pertumbuhan memanjang tulang yang dipengaruhi oleh pertumbuhan memanjang pada cakram epifise. Mekanisme bagaimana proses yang terjadi dalam cakram epifise tergantung dari banyak faktor, yaitu genetik dan lingkungan termasuk hormon dan faktor pertumbuhan baik yang bersifat sistemik atau lokal. Laserpunktur terbukti mempengaruhi pertumbuhan tulang dengan mengubah hormon, enzim dan faktor pertumbuhan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan dan menganalisis efek laserpunktur terhadap pertumbuhan memanjang tulang dengan melihat perubahan panjang tungkai, jumlah sel kondrosit dan volume cakram epifise, kadar IGF-1 dan ghrelin pada tikus adolesen. Materi dan Metoda. Penelitian ini adalah eksperimental murni dengan menggunakan tikus putih sebagai subjek penelitian. Sebanyak 40 ekor tikus, usia 3 minggu, jenis kelamin jantan, dibagi secara random menjadi 2 grup, A dan B. Grup A mendapatkan laser selama 10 hari dan B mendapatkan laser selama 15 hari. Setiap grup kemudian dibagi menjadi 4 subgrup, yaitu kontrol (A1 dan B1), subgrup GV20 yaitu mendapatkan laser pada titik GV20 (A2 dan B2), subgrup ST36 yaitu mendapatkan laser pada titik ST36 (A3 dan B3) dan subgrup GV20+ST36 mendapatkan laser pada kombinasi titik akupunktur GV20 dan ST36. Laser yang dipakai adalah semikonduktor level rendah dengan panjang gelombang 635 mA dan power 5mW dan energi 0,3 J/m. Sebelum dan setelah diberi perlakuan, diukur panjang tungkai pada hari ke 8 dan 15, diambil darahnya dari sinus orbitalis untuk pemeriksaan IGF-1 dan ghrelin dengan Eliza dan diambil tibia untuk pemeriksaan histologi cakram epifise. Analisis statistik dengan menggunakan ANOVA dan Kruskal Wallis dilanjtukan dengan uji Pos Hoc. Hasil. Data menunjukkan panjang tungkai bawah subgrup B3 meningkat secara signifikan (p = 0,005), sedangkan subgrup lain meningkat tetapi tidak berbeda secara statistik. Jumlah kondrosit meningkat di semua subgrup secara signifikan. Volume cakram epifise meningkat semua pada grup perlakun tetapi tidak signifikan. Tingkat Ghrelin menurun pada subgrup GV20, dan meningkat pada ST36 dan kombinasi GV20+ST36, tetapi secara statistik tidak berbeda. Kadar IGF-1 pada A2 dan B2 menurun tidak signifikan, tetapi meningkat pada A3, A4, B3 dan B4. Simpulan. Laserpunktur memiliki efek positif dan dapat mengoptimalisasi proses biologi dengan mempengaruhi panjang tungkai bawah, jumlah kondrosit dan volume cakram epifise, kadar ghrelin, IGF-1 serum. Kata kunci: laserpunktur, panjang tungkai, jumlah kondrosit cakram epifise, volume cakram epifise, IGF-1, ghrelin, tikus adolese

    Hubungan Kadar Elektrolit (K+) Terhadap Kadar Ureum Kreatinin pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RS Putri Hijau Tk-II Medan

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul hubungan kadar Elektrolit (K+) terhadap kadar ureum kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik di RS. Putri Hijau TK-II Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar elektrolit (K+) dengan kadar ureum dan kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik di RS. Putri hijau TK-II Medan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif yaitu hubungan kadar elektrolit (K+) terhadap kadar ureum/kreatinin yaitu hubungan kadar kalium terhadap kadar natrium, hubungan kadar kalium terhadap klorida, hubungan kadar kalium terhadap kadar ureum dan hubungan kadar kalium terhadap kadar kreatinin pada pasien gagal ginjal kronik di RS. Putri Hijau TK-II Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil perhitungan korelasi antara kalium dengan klorida r = 0,1, hubungan antara kalium dengan ureum r = 0,2 dan hubungan antara kalium dengan kreatinin r = 0,3. Namun terdapat hubungan yang kuat antara kalium dengan natrium r = 0,94 artinya jika kalium tinggi maka akan menyebabkan penurunan kadar natrium sehingga kadar kalium dan natrium menjadi tidak seimbang

    Electroacupuncture attenuates working memory impairement after chronic stress exposure in rat

    Get PDF
    Chronic stress (CS) exposure causes cytogenic and structural changes in the hipocampus which lead to cognitive impairment. Acupuncture has been shown to reduce cortisol secretion and protects hipocampus from stress-related damage. We hypothesize that acupunture can alleviate stress-induced working memory deficit.mthis study aimed to investigate whether electroacupuncture (EA) can improve memory in chronic stress model in rat. This was an experimental study with pretest and postest control group design. Rats were divided randomly into four groups: control group (C), CS group (T1), EA group (T2), and EA plus CS group (T3). Working memory was assessed using Eight-arm radial maze. A marked decrease in working memory was observed in the CS group demonstrated by more working memory correct errors (p=0.020) and incorrect errors (p=0.024) than control group. The CS plus EA rats made fewer working memory correct error (p=0.001) and incorrect error (p=0.000) compared to the CS only group. EA treatment in non-stressed rats did not significantly improve working memory compared to control. Chronic stress decreases working memory in rats. EA treatment at Baihui (DU 20) and Zusanli (ST 36) significantly attenuates stress induced working memory deficits in rats

    Perbedaan Rasio Rentang Lengan-Tinggi Badan pada Mahasiswa Laki-laki dan Perempuan FK Universitas Sebelas Maret

    Get PDF
    Background: Height is an important clinical indicator to derive Body Mass Index (BMI) and also to estimate Basal Metabolic Rate (BMR). However, height measurement in someone who cannot stand properly like the elderly or lower ekstremity abnormality may become difficult. Therefore, estimating height with another antropometric measurement may become a solution. In another study, arm span showed the highest correlation with standing height. The different morfologic between male and female also important to find the different estimating height formula. Objectives: This research aimed to know arm span to height ratio data in students from Medicine Faculty 2008 of Sebelas Maret University and the differences of arm span to height ratio between male and female. Methods: This research was an analytical observational research with cross sectional approach. The sample data collected using purposive sampling method within inclusion and exclusion criteria. From the population, 60 samples (30 males and 30 females) chose by simple random sampling method, then measured their height and arm span. Height measured in anatomical position using microtoise staturmeter. Arm span measured using ruler tape from the longest finger in right hand to the longest finger in left hand. All data analyzed using normality test Kolmogorov-Smirnov and followed with t-independent test if the distribution data showed normal. Results : T-independent test result p = 0.03 (p < 0.05). Conclusion: This study found a difference in arm span to height ratio between male and female students in Faculty of Medicine 2008, Sebelas Maret University, Surakart

    Penerapan Metode PROMETHEE dalam Menentukan Prioritas Penerima Kredit (Studi Kasus: Mega Finance Cabang Solo)

    Get PDF
    Suatu perusahaan pembiayaan harus dapat menentukan penerima kredit dengan tepat untuk menghindari terjadinya default atau kegagalan pembayaran pada nasabah. Menilai suatu kelayakan penerima kredit bukan hal yang mudah karena melibatkan banyak pertimbangan dan memerlukan analisis yang tepat, cermat dan tepat. Akan tetapi, pada proses analisis sering terjadi perbedaan pendapat antar pejabat perusahaan sehingga berakibat terhadap lamanya keputusan yang di terima nasabah. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memanfaatkan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sebuah sistem pendukung keputusan (SPK) dengan metode PROMETHEE untuk menentukan prioritas penerima kredit. Kriteria yang digunakan dalam menentukan prioritas penerima kredit yaitu usia, status pernikahan, tanggungan, status rumah, pekerjaan, penghasilan, dan nama barang. Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari Mega Finance Cabang Solo. Penerapan metode PROMETHEE pada SPK untuk menentukan penerima kredit menghasilkan nilai akurasi mencapai 100% dan error rate 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan metode PROMETHEE pada SPK untuk menentukan penerima kredit tergolong sangat bai

    CHARLES DICKENS' VIEW OF THE INDUSTRIAL REVOLUTION AS REFLECTED IN HARD TIMES

    Get PDF
    Trikaloka Handayani Putri University of Pesantren Tinggi Darul’ulum [email protected] Abstract Literature represents the views of the author of this life, or certain ideas about life. In other words, the author was part of his work. Many authors consider the environment is likely to be used as an ingredient of literary writing. Of course, the authors include a view of social phenomena that occur in his work. Industrial Revolution is one of the major phenomena that occur in the UK that brings great change to society. Besejarah events portrayed very nicely by Charles Dickens, the novelist who also observers of social reform through his novel Hard Times. This study aims to determine the views of the Charles Dickens Industrial Revolution trough genetic structuralism approach. key words: society, view, phenomena   Abstrak Karya sastra merupakan pandangan seorang pengarang terhadap hidup ini atau ide-ide tertentu tentang kehidupan. Dengan kata lain, penulis adalah bagian dari karyanya. Banyak penulis menganggap lingkungan sangat mungkin untuk dijadikan suatu bahan penulisan karya sastra. Tentu saja, penulis menyertakan pandangan terhadap fenomena sosial yang terjadi di dalam karyanya. Revolusi Industri merupakan salah satu fenomena besar yang terjadi di Inggris yang membawa perubahan besar bagi masyarakatnya. Peristiwa besejarah digambarkan dengan sangat apik oleh Charles Dickens, seorang penulis novel yang juga pemerhati reformasi sosial melalui novelnya yang berjudul Hard Times. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Charles Dickens tentang revolusi Industri melalui pendekatan strukturalisme genetik. kata kunci: masyarakat, pandangan, fenomen

    STRATEGI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) E HANDAYANI DALAM PENGEMBANGAN PERILAKU PADA PESERTA DIDIK DENGAN HAMBATAN EMOSI DAN GANGGUAN PERILAKU

    Get PDF
    Penting untuk menyadari bahwa setiap peserta didik memiliki kebutuhan yang berbeda. Demikian pula dengan peserta didik dengan hambatan emosi dan gangguan perilaku yang memiliki hambatan serta gangguan yang mempengaruhi pada kehidupan sosialnya. Oleh karena itu, pentingnya strategi pengembangan perilaku untuk peserta didik agar peserta didik dapat bersosialisasi dan memiliki kehidupan sosial yang baik. Berdasarkan hal tersebut penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan SLB E Handayani dalam pengembangan perilaku peserta didik dengan hambatan emosi dan gangguan perilaku. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif dengan metode reduksi data dan triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan SLB E Handayai dalam menyusun program pengembangan perilaku peserta didik melalui dua cara, yaitu dengan memberikan keteladanan dalam banyak hal seperti cara berpakaian yang rapi dan bersih, datang ke sekolah tepat waktu, dan juga melalui pembelajaran Bina Pribadi Sosial (BPS). Pada program sekolah dalam mengembangkan perilaku peserta didik, sekolah membutuhkan kerja sama dengan pihak yang memiliki kaitan dengan peserta didik ini, misalnya seperti dengan guru kelas, pengasuh asrama, dan juga peksos dari peserta didik tersebut. Kegiatan atau aktivitas peserta didik yang dilakukan dalam upaya untuk mengembangkan perilakunya biasanya berupa upacara apel pagi dan upacara apel sebelum peserta didik kembali ke asrama untuk membentuk disiplin, tata krama, dan rasa tanggung jawab pada peserta didik. Faktor pendukung pada pelaksanaan strategi sekolah dalam pengembangan perilaku peserta didik ini apabila peserta didik kooperatif dalam mengikuti instruksi dan juga menjalankan tugas-tugas yang diberikan. Faktor penghambat pada pelaksanaan strategi sekolah dalam pengembangan perilaku peserta didik ini apabila keluarga dari peserta didik yang tidak mau berkoordinasi untuk memberikan support kepada peserta didik, hal tersebut akan berdampak kepada peserta didik menjadi tidak percaya diri di linkungan Sentra Handayani. Namun SLB E Handayani punya solusi untuk mengatasi faktor penghambat tersebut dengan terus memberikan dukungan kepada siswa dan memberi contoh. ***** It is important to realize that each student has different needs. Likewise, students with emotional and behavioral disorders have obstacles and disorders that affect their social life. Therefore, it is important to develop behavioral strategies in students so that students can socialize and have a good social life. Based on this, the author conducted this research with the aim of finding out the strategies used by SLB E Handayani in developing the behavior of students with emotional barriers and behavioral disorders. This research uses qualitative research with descriptive methods. Data collection techniques were obtained through observation, interviews and documentation. This research uses descriptive data analysis with data reduction and data triangulation methods. The research results show that SLB E Handayai plans to develop a student behavior development program in two ways, namely by providing examples in many ways such as dressing neatly and cleanly, coming to school on time, and also through learning Social Personal Development (BPS). In school programs to develop student behavior, schools require collaboration with parties related to these students, for example class teachers, dormitory caretakers, and also student social workers. Student activities or activities carried out in an effort to develop their behavior usually take the form of a morning roll call ceremony and an attendance ceremony before students return to the dormitory to form discipline, manners and a sense of responsibility in students. The supporting factor for implementing school strategies in developing student behavior is if students are cooperative in following instructions and also carrying out the tasks given. The inhibiting factor in implementing school strategies in developing student behavior is if the student's family does not want to coordinate to provide support to the student, this will have an impact on students becoming less confident in the Handayani Center environment. However, SLB E Handayani has a solution to overcome these inhibiting factors by continuing to provide support to students and setting an example
    corecore