1,720,970 research outputs found

    STUDI EKSPERIMENTAL PANDUAN PRAKTIKUM PADA MATA KULIAH BOTANI PHANEROGAMAE MAHASISWA SEMESTER III JURUSAN TADRIS BIOLOGI IAIN KERINCITAHUN PELAJARAN 2017/2018

    Full text link
    Dalam melakukan praktikum tentunya dibutuhkan panduan praktikum. Panduan praktikum yang membantu dalam pengembangan sikap dan kinerja ilmiah mahasiswa. Penelitian ini menggunakan Metode Campuran (Mixed Methods). Dalam penelitain metode campuran (Mixed Methods) ini akan menggunakan pendekatan Explanatory Sequential  Design (Rancangan Sekuensial Eksplanatoris). Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa  Biologi semester III IAIN Kerinci yang mengontrak matakuliah Botany Phanerogamae yang berjumlah 110 orang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas IIIA yang berjumlah 27 orang. Dari analisis data didapatkan nilai rata-rata kelompok yang tidak menggunakan penuntun sebesar 74,07 dan kelompok yang menggunakan penuntun sebesar 84,93. Berdasarkan analisis data uji-t dengan simpangan baku kedua kelompok 15,46 didapatkan harga thitung sebesar 2,39 dan ttabel pada taraf nyata α=0,05 dan dk=26 didapat sebesar 1,674. Hal ini memperlihatkan bahwa thitung>ttabel. Ini berarti tolak Ho dan terima H1.  Artinya Terdapat pengaruh hasil ujian Praktikum mahasiswadengan menggunakan Panduan Praktikum Botany Phanerogamae Jurusan Tadris Biologi IAIN Kerinci Tahun Pelajaran 2017/2018. Berdasarkan data di atas dapat peneliti simpulkan bahwa dengan menggunakan penuntun praktikum nilai mahasiswa menjadi lebih baik dari sebelumnya.  Dalam melakukan praktikum tentunya dibutuhkan panduan praktikum. Panduan praktikum yang membantu dalam pengembangan sikap dan kinerja ilmiah mahasiswa. Penelitian ini menggunakan Metode Campuran (Mixed Methods). Dalam penelitain metode campuran (Mixed Methods) ini akan menggunakan pendekatan Explanatory Sequential  Design (Rancangan Sekuensial Eksplanatoris). Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa  Biologi semester III IAIN Kerinci yang mengontrak matakuliah Botany Phanerogamae yang berjumlah 110 orang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas IIIA yang berjumlah 27 orang. Dari analisis data didapatkan nilai rata-rata kelompok yang tidak menggunakan penuntun sebesar 74,07 dan kelompok yang menggunakan penuntun sebesar 84,93. Berdasarkan analisis data uji-t dengan simpangan baku kedua kelompok 15,46 didapatkan harga thitung sebesar 2,39 dan ttabel pada taraf nyata α=0,05 dan dk=26 didapat sebesar 1,674. Hal ini memperlihatkan bahwa thitung>ttabel. Ini berarti tolak Ho dan terima H1.  Artinya Terdapat pengaruh hasil ujian Praktikum mahasiswadengan menggunakan Panduan Praktikum Botany Phanerogamae Jurusan Tadris Biologi IAIN Kerinci Tahun Pelajaran 2017/2018. Berdasarkan data di atas dapat peneliti simpulkan bahwa dengan menggunakan penuntun praktikum nilai mahasiswa menjadi lebih baik dari sebelumnya. &nbsp

    HAKIKAT ILMU (AKSIOLOGI DAN KAITAN ILMU DENGAN MORAL)

    No full text
    HAKIKAT ILMU (AKSIOLOGI DAN KAITAN ILMU DENGAN MORAL

    KONSEP SAINS DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

    Full text link
    Science is knowledge gained by human through learning and prooving. The knowledge in the scope of general truth which is happening in natural law is a blessing of Allah SWT whisch is not be given to other living things, therefore human could think critically and logically. Sains merupakan pengetahuan yang diperoleh manusia melalui pembalajaran dan pembuktian dan pengetahuan yang emlingkupi suatu kebenaran umum dari hukum-hukum alam yang terjadi sebagai anugerah dari Allah SWT SWT yang tidak diberikan oleh makhluk lain, sehingga manusia manapun berfikir kritis daa logis

    PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA UNTUK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 16 KERINCI

    Full text link
    ABSTRAK. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul berbasis konstruktivisme pada materi sistem pencernaan pada manusia. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 16 Kerinci, dilatar belakangi dengan keterbatasan bahan ajar yang tersedia di sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Pengembangan modul menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Hasil penelitian menunjukkan bahan ajar yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat valid, aspek isi dengan rata-rata validitasnya 90 %, aspek penyajian dengan rata-rata 94,4%, dan aspek bahasa dengan rata-rata validitasnya 82%.  Penelitian melibatkan dua puluh empat orang siswa. Hasil motivasi belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan modul berbasis konstruktivisme diperoleh nilai rata-rata yaitu 85% dengan kategori sangat efektif dan nilai hasil belajar dengan rata-rata 82,5. Maka dapat diketahui bahwa efektivitas penggunaan modul berbasis konstruktivisme pada materi sistem pencernaan pada manusia dalam pembelajaran biologi sangat tinggi

    EVALUASI PRAKTIKUM BOTANY PHANEROGAMAE DENGAN MENGGUNAKAN MODEL CSE-UCLA (Studi pada Mahasiswa Jurusan Tadris Biologi Institut Agama Islam Negeri Kerinci)

    Full text link
    One of the ways to maximize the practicum function carried out in lectures is through the evaluation of practicum programs. So far there has never been an evaluation on practicum, which only focuses on the implementation of the practicum itself. There are many program evaluation models designed by experts. These models tend to be developed in accordance with the objectives of evaluation. One of them is the CSE program evaluation model UCLA. This study aims to find out assessment systems, program planning, implementation programs and certification certification programs Botany phanerogamae students majoring in biology IAIN Kerinci. This research belongs to the category of qualitative research which includes the type of case study method (case study). To get the CSE-UCLA model data, researchers used observational studies, documents and interviews. At the stage of the assessment assessment system has been owned and implemented, although there are obstacles to the lack of student attention to the environment. At the planning stage, the program focuses on evaluating the feasibility of the organizational structure of the Department of Biology, evaluating the readiness of the ability of lecturers and assistants, advice and infrastructure and labor managers in the Botany Phanerogamae Practicum which is categorized ready. In the Implementation Program stage it has been carried out well and also structured. The Improvement Program has been categorized as effective. In the Certification Program stage it is in accordance with the wishes of the Department of Biology. Where the practicum objectives and responses of the students are very positive, so that the stages of practicum implementation can run effectively and in accordance with the expected desires of the Department of Biology of the Kerinci Islamic Institute. Keywords: System assessment, program planning, implementation programs, program certification and Botanical phanerogamae.

    Hubungan Perilaku Adiksi Internet Terhadap Minat Mahasiswa Dalam Membaca Referensi Ilmiah Biologi di Jurusan Tadris Biologi IAIN Kerinci

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku adiksi internet terhadap minat mahasiswa dalam membaca referensi ilmiah biologi. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2019-2021 yang sedang kuliah aktif. Yaitu 165 mahasiswa. Sampel ditentukan dari teknik simple random sampling menggunakan rumus slovin dengan jumlah 117 mahasiswa. Instrument berupa angket yang digunakan skala likert. Data diolah dengan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa rhitung (0,000) lebih kecil dari rtabel (0,390.) artinya terdapat hubungan yang signifikansi antara perilaku adiksi internet terhadapminat mahasiswa dalam membaca referensi ilmiah biologi di Jurusan Tadris Biologi IAIN Kerinci

    Analisis Standarisasi Laboratorium IPA di SMPN 5 Kerinci dengan Standar Laboratorium Nasional.

    Full text link
    Laboratorium memainkan peran penting sebagai tempat aplikasi teori, uji coba, dan penelitian. Pemanfaatan laboratorium mendukung pengembangan keterampilan ilmiah siswa, mempermudah pemahaman konsep, serta meningkatkan motivasi belajar. Dalam penelitian ini, laboratorium IPA di SMPN 5 Kerinci dievaluasi kesesuaiannya dengan standar nasional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat apakah laboratorium IPA di SMPN 5 Kerinci sudah sesuai standar yang telah ditetapkan dalam permendiknas nomor 24 tahun 2007. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Aspek yang diamati meliputi ruang laboratorium dengan skor (71,42%) dengan kategori baik, perabot dengan skor (80,95%) dengan kategori baik, peralatan pendidikan dengan skor (69,91%) dengan kategori baik, media pendidikan dengan skor (100%) dengan kategori sangat baik dan perlengkapan lainnya dengan skor (66,66%) dengan kategori baik. Hasil penelitian secara keseluruhan laboratorium di SMPN 5 Kerinci dengan persentase skor (77,78%) dengan kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa laboratorium di SMPN 5 Kerinci sudah memenuhi standar laboratorium IPA yang dikeluarkan oleh pemerintah

    Analisis Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA di Madrasah Tsanawiyah Kawasan Industri

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar sains serta perbedaannya antara siswa kelas VII dan VIII di Madrasah Tsanawiyah BPHBPI Kayu Aro, Kerinci, yang terletak di kawasan industri. Motivasi belajar dipandang sebagai faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan akademik siswa. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur empat indikator utama motivasi belajar, yaitu learning goal orientation, task value, self-efficacy, dan self-regulation. Analisis menggunakan independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada semua indikator motivasi. Perbedaan rata-rata terbesar ditemukan pada task value (0.30) dan self-regulation (0.30). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VII memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan siswa kelas VIII. Penurunan motivasi belajar ini mengindikasikan adanya tantangan dalam mempertahankan motivasi seiring dengan bertambahnya tingkat kelas. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pendidikan IPA, di mana motivasi belajar berperan krusial dalam mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Penelitian ini merekomendasikan intervensi pedagogis yang inovatif dan relevan untuk mempertahankan serta meningkatkan motivasi belajar siswa.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar sains serta perbedaannya antara siswa kelas VII dan VIII di Madrasah Tsanawiyah BPHBPI Kayu Aro, Kerinci, yang terletak di kawasan industri. Motivasi belajar dipandang sebagai faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan akademik siswa. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur empat indikator utama motivasi belajar, yaitu learning goal orientation, task value, self-efficacy, dan self-regulation. Analisis menggunakan independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada semua indikator motivasi. Perbedaan rata-rata terbesar ditemukan pada task value (0.30) dan self-regulation (0.30). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VII memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan siswa kelas VIII. Penurunan motivasi belajar ini mengindikasikan adanya tantangan dalam mempertahankan motivasi seiring dengan bertambahnya tingkat kelas. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pendidikan IPA, di mana motivasi belajar berperan krusial dalam mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Penelitian ini merekomendasikan intervensi pedagogis yang inovatif dan relevan untuk mempertahankan serta meningkatkan motivasi belajar siswa

    Keruntuhan Teori Flat Earth Menurut Filsafat Islam dan Al-Quran

    Full text link
    This research aims to know how to collapse the theory of flat Earth according to Islamic philosophy and Al-Quran. The research used is qualitative research with a literature study method, namely tracing journals, articles, books, Tafsir Al-Quran, and other sources that support, combine, analyze, and draw conclusions. The results of the study that the philosophy of Islam and the Qur'an argue in detail and detail that the theory of Flat Earth or flat earth is contrary to the thought of the figures of Islamic philosophy and Qur'anic verses. The Flat Earth theory is unreasonable and non-scientific
    corecore