412 research outputs found

    TRADISI BEGADISAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI SOSIAL BUJANG DAN GADIS PADA MASYARAKAT PADANG GUCI KABUPATEN KAUR

    No full text
    Fitra Youpika. 2013. Tradisi Begadisan Sebagai Media Komunikasi Sosial Bujang dan Gadis pada Masyarakat Padang Guci Kabupaten Kaur. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing Utama Drs. Sarwit Sarwono, M.Hum. Pembimbing Pendamping Drs. Agus Joko Purwadi, M.Pd. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan proses begadisan yang masih dilakukan oleh masyarakat Padang Guci Kabupaten Kaur saat sekarang. (2) Untuk mendeskripsikan aspek kebahasaan dalam tradisi begadisan. (3) Untuk mendeskripsikan komunikasi yang ada dalam tradisi begadisan yang masih dilakukan oleh masyarakat Padang Guci Kabupaten Kaur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan proses, aspek kebahasaan dan komunikasi dalam tradisi begadisan sebagai media komunikasi sosial bujang dan gadis pada masyarakat Padang Guci Kabupaten Kaur. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui teknik observasi, wawancara, dan merekam. Teknik analisis data yang digunakan adalah (1) Mencatat atau memindahkan (2) Mengklasifikasikan (3) Menginterpretasi dan menjelaskan (4) Menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap kunjungan begadisan pada masyarakat Padang Guci Kabupaten Kaur terdiri dari tiga bagian, seperti (1) Tahap awal (Negur Gadis), (2) Tahap inti begadisan (Nyayap Gadis), dan (3) Tahap Akhir (Pamitan). Aspek kebahasaan dalam tradisi begadisan terdapat perubahan penggunaan kata sapaan aku, kamu, dan kami. Struktur kalimat yang digunakan ada yang memakai subjek dan ada yang tanpa subjek. Kata yang digunakan dalam proses begadisan dilihat dan disesuaikan dengan konteks si pembicara dengan lawan bicara. Komunikasi dalam begadisan merupakan interaksi semua orang yang terlibat dalam begadisan yang melibatkan pengirim pesan, pesan, isyarat, media, pengartian, dan penerima pesan. Kelancaran komunikasi dalam begadisan sangat ditentukan dengan topik pembicaraan. Topik pembicaraan dalam proses begadisan muncul berbagai macam sesuai dengan tahapan begadisan, situasi, kondisi, dan suasana tertentu

    ANALISIS USAHA PEMBUATAN TEMPE (Studi Kasus pada Usaha Pembuatan Tempe “Bapak Joko Sarwono”) DI KELURAHAN BINUANG KECAMATAN BINUANG KABUPATEN TAPIN

    No full text
    The aim of research to know technically Enterprises Making Tempe Mr. Joko Sarwono and to find out the revenue costs, benefits and feasibility of making tempeh as well as the problems faced in Tempe Making Enterprises factory. The data collected is in the form of primary and secondary data. Primary data was collected through direct interviews with entrepreneurs tempe, using questions that have been prepared beforehand. Results of research on Analysis of Business making tempe in Subdistrict Binuang Tapin district in April 2016 is the amount of average production per day 40 boards tempe with the production value of Rp. 25,000,000, - per month and variable costs of making tempe Rp.19,600,000, - or Rp 784,000, - per day and fixed costs Rp. 3,128,250, - or Rp. 125,130, - per day, for a month tempe reception is Rp.25,000,000, - or Rp 1,000,000, - per day and profits of Rp. 2,271,750,-  or Rp. 90,870, - per day so that the value of R / C Ratio obtained for 1.10 means RCR> 1 means the tempe making business profitable and worth the effort.   Keywords: Tempe, business analysis, Revenue cost rati

    PROSA DAN PUISI RAKYAT SUKU REJANG KECAMATAN MUARA KEMUMU KABUPATEN KEPAHIANG

    No full text
    ABSTRAK Hartono Rudi, 2018. Prosa dan Puisi Rakyat Suku Rejang Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing: (I) Dr. Sarwit Sarwono, M.Hum., (II) Drs. Agus Joko Purwadi, M.Pd. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengelompokkan prosa rakyat yang ada di Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang, dan mengelompokkan puisi rakyat yang ada di Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode etnografi. Data dalam penelitian ini berupa prosa dan puisi rakyat suku Rejang Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini antara lain: Inventarisasi, wawancara, dan rekaman. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti, terdapat tujuh prosa rakyat dan 13 puisi rakyat di Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang. Prosa rakyat yang terdapat di Kecamatan Muara Kemumu yaitu: (1) Asal Mula Batu Kalung, (2) Hantu Wak Wir, (3) Benuang Sakti, (4) Bloloi, (5) Asal Usul Rejang Pat Petulai, (6) Asal Usul Buah Jagung, (7) Kancil Ingkar Janji. Puisi rakyat yang terdapat di Kecamatan Muara Kemumu adalah berupa: pantun, ungkapan tradisional (peribahasa), dan mantera. Kata kunci: Prosa, puisi rakyat, Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahian

    KREASI TARI GANDAI DI KECAMATAN MARGA SAKTI SEBELAT KABUPATEN BENGKULU UTARA PROVINSI BENGKULU

    No full text
    ABSTRAK Tafsili. 2018. Kreasi Tari Gandai di Kecamatan Marga Sakti Sebelat Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurusan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Bengkulu. Pembimbing Utama Dr. Sarwit Sarwono, M.Hum. dan Pembimbing Pendamping Drs. Agus Joko Purwadi, M. Pd. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kreasi tari gandai yang terdapat di masyarakat Pekal Bengkulu Utara. Penelitian ini dilakukan di Sanggar Tari Bukit Sanggul Pinang Belapis Marga Sakti Sebelat yang terdapat di Kecamatan Marga Sakti Sebelat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif etnografi dengan sampel beberapa pementasan tari gandai dahulu dan tari gandai sekarang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (1) wawancara, (2) perekaman, dan (3) pencatatan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa adanya (1) nama tari gandai, (2) gerakan tari, (3) pakain tari,(4) alat musik tari, (5) tempo musik, (6) alat pendukung, (7) penari. Penelitian ini menunjukan adanya asal-usul kesenian tari gandai, kesenian tari gandai terdahulu, dan perbedaan beberapa aspek dan aturan dalam pertunjukan tari gandai yang terdapat di Sanggar Tari Putri Tujuh Bukit Sanggul Pinang Belapis Marga Sakti Sebelat. Kata kunci: Analisis, Kualitatif Etnografi, Tari Ganda

    Figurative Language of Cinema World in Joko Widodo Speech

    No full text
    This research titled Figurative Language in Joko Widodo Speech. The purpose of this research is to analyze and describe the figure of speech in Joko Widodo speech, the types of figurative language and its meaning of his speech. A qualitative method was used to classify and analyze the data. The technique used in collecting the data was searching videos of Joko Widodo speech. The data used Perrine (1963) and Taylors theories (1981: 167) that many types of figurative language that divide into three classifications namely comparison and substitution, representation by substitution, and contrast by the discrepancy. The data was taken from Joko Widodo Speech in Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank in Bali, World Economic ASEAN Forum in Hanoi and US-ASEAN Forum. The author found 9 figurative languages in Joko Widodo speech in the international event; there were 7 allusions, 1 metaphor, and 1 assonance. The conclusion of this research, the using of figurative language is an alternative to implied the literal meaning which can attract the readers or listeners attention and evoke their imagination

    Pemberdayaan Pengawas Sekolah Menengah Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: upaya pengawas dalam mengembangkan diri sebagai pengawas pendidikan; regulasi Permendiknas No. 12 Tahun 2007 oleh Pemerintah dan Komisi C (III) DPRD Kabupaten Biak Numfor dalam rangka pemberdayaan Pengawas sekolah; tugas pokok dan fungsi pengawas dapat memberi jaminan bagi kesempatan, fleksibilitas, dan kreatifitas dalam menjalankan tugas kepengawasan; upaya dinas pendidikan dalam penyediaan SDM untuk mendukung pelaksanaan tugas kepengawas; program-program pelatihan yang diperuntukkan bagi peningkatan kompetensi pengawas; dan jalur-jalur komunikasi dan kerjasama dalam meningkatkan SDM pengawas. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Pendekatan ini mengungkapkan atau melukiskan secara akurat dan menginterprestasikan kondisi riil pemberdayaan pengawas sekolah secara internal maupun pemberdayaan yang dilakukan oleh pihak lain (eksternal) dalam hal ini pemerintah dan DPRD Kabupaten Biak Numfor. Metode pengumpulan data adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi data. Model analisis data adalah analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles & Huberman yang terdiri dari reduksi data, displai, dan verivikasi atau kesimpilan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (a) Pemberdayaan oleh diri sendiri dilakukan dengan membaca buku dan brosur baik cetak maupun elektronik, mengikuti rapat koordinasi, dan mengikuti pelatihan. Pemberdayaan oleh diri sendiri belum optimal karena kualifikasi dan kompetensi pengawas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi kepengawasan belum komprehensif. (b) Pemberdayaan oleh pihak lain dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan DPRD mengacu Permendiknas No. 12 Tahun 2007 belum optimal karena terhambat oleh kondisi geografis di Papua, infrastruktur yang terbatas, pendanaan belum merupakan skala prioritas dan belum ada perda khusus pendidikan yang mendukung

    KAJIAN LETERARTUR TENTANG PENERAPAN INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARDS (IFRS) PADA PERUSAHAAN YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2011 (STUDI KASUS PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK. DAN PT BCA TBK.)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjawab pertanyaan mengenai; 1) kendala yang dihadapi dalam proses adopsi IFRS di Indonesia, 2) manfaat bisnis yang didapatkan oleh perusahaan public dalam menerapkan IFRS, 3) dampak positif yang diperoleh perusahaan setelah mengadopsi IFRS.. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif, melalui metode ini diharapkan didapat hasil yang dapat menggambarkan secara jelas dari tujuan penelitian. Data diperoleh melalui data sekunder berupa archival report dan penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling agar diperoleh sampel penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian. Serta studi kepustakaan dalam mengumpulkan data. Melalui triangulasi sumber data diharapkan data yang diperoleh lebih beragam dan meyakinkan untuk mendapatkan kesimpulan semetara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; 1) kendala dalam adopsi IFRS di Indonesia adalah (a) kurang siapnya SDM, (b) kelemahan proses transliterasi Bahasa Inggris dalam standar IFRS ke dalam Bahasa Indonesia, (c) Biaya yang mahal. 2) manfaat bisnis penerapan IFRS bagi perusahaan publik adalah (a) akses untuk pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global, (b) relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar, (c) kinerja keuangan (laporan laba rugi) lebih fluktuatif seiring dengan naik-turunnya harga pasaran, (d) smoothing income menjadi semakin sulit dengan penggunaan balance sheet aproach ddan fair value, 3) dampak positif setelah penerapan IFRS bagi perusahaan adalah membaiknya kinerja laporan keuangan mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah secara teoritis menunjukan bahwa perbaikan kinerja perusahaan yang menerapkan IFRS. Secra praktik menunjukan bahwa masih perlunya banyak penelitian mengenai penerapan IFRS di Indonesia agar diperoleh kesimpulan mengenai manfaat dan dampak negatif penerapan IFRS. Kata kunci: IFRS, value, akuntabel, dapat diperbandingkan, IFRS capabilit

    ANALISIS GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI KEKASIHKU KARYA JOKO PINURBO: KAJIAN STILISTIKA

    No full text
    Poetry still exists today, through poetry the author can express his feelings and thoughts. In addition to being written, poetry can also be read, made into musicals, inserted in short stories, novels, and films. There are various studies that can be used to analize poetry, one of which is stylistics studies. Tyhrough this study, it can be seen the style of language used by the author in making poetry. The purpose of this study is to find the style of language in the collection of poems My Firl by Joko Pinurbo. This study uses a qualitative method. Data analysis was carried out using Miles and Huberman analysis techniques, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The result of the research on the use of language styles in the collection of poems My Girl by Joko Pinurbo, namely parable language style, metaphor language style, personification language style, cynicism style, and anaphoric language style.Keywords: literary works; poetry; stylistic

    Fig. S1 in Status of polychaete (Annelida) taxonomy in Indonesia, including a checklist of Indonesian species

    No full text
    Fig. S1. The Museum Zoologicum Bogoriense (MZB; left) showing the entire polychaete collection after being tidied up by the author (JP; right).Published as part of Pamungkas, Joko & Glasby, Christopher J., 2019, Status of polychaete (Annelida) taxonomy in Indonesia, including a checklist of Indonesian species, pp. 595-639 in Raffles Bulletin of Zoology 67 on page 637, DOI: 10.26107/RBZ-2019-0045, http://zenodo.org/record/534371

    Kebijakan Pertahanan Indonesia terhadap Pulau-Pulau Kecil Terluar sebagai Beranda Depan Kedaulatan Negara: Pada Masa Pemerintahan Joko Widodo

    No full text
    Dari 17.506 lebih pulau, 92 di antaranya adalah pulau-pulau kecil terluar yang berbatasan laut langsung dengan 10 negara lain yakni Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, Timor Leste, Papua New Guinea, Republik Palau, Australia, dan India. Dari 92 pulau tersebut, menurut Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), ada 12 pulau-pulau kecil terluar yang rawan secara pertahanan dan keamanan karena merupakan titik koordinat terluar. Kekalahan Indonesia dalam memperebutkan Pulau Sipadan dan Ligitan juga menjadi salah satu titik terhadap kesadaran negara tentang pentingnya pulau-pulau kecil terluar. Dengan kehadiran Joko Widodo bersama Doktrin Poros Maritim Dunia, menjadikan pulau-pulau kecil terluar sebagai kajian strategis bagi penyusunan kebijakan pertahanan Indonesia. Penelitian ini merupakan upaya untuk menggambarkan kebijakan pertahanan yang diterapkan Indonesia terhadap pulau-pulau kecil terluar sebagai beranda kedaulatan negara. Dengan menggunakan konstruktivisme, penulis melihat adanya kekuatan ide yang dituangkan Joko Widodo melalui Doktrin Poros Maritim Dunia, yang kemudian membentuk wajah baru Indonesia dalam memperlakukan pulau-pulau kecil terluar yang merupakan salah satu komponen penting pada sektor maritim. Konsep maritime security juga digunakan penulis dalam menganalisa kebijakan pertahanan karena mengingat militer tetap menjadi satu bagian penting dalam menjaga kedaulatan wilayah NKRI, khususnya di wilayah perbatasan. Dengan menggunakan metode wawancara dan telaah pustaka, penulis menyajikan penelitian ini dengan pendekatan kualitatif. Dari penelitian yang dilakukan, ditemui bahwa Joko Widodo berhasil menuangkan idenya ke dalam kebijakan pertahanan Indonesia, bahkan hingga melahirkan berbagai peraturan nasional yang berpatok pada UNCLOS 1982. Joko Widodo juga berhasil menggerakkan Kementerian/Lembaga terkait yakni Kementerian Pertahanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan untuk menjalankan perannya di pulau-pulau kecil terluar. Namun demikian, pemerintahan Joko Widodo masih jauh dari kata aktif dalam keterlibatannya di forum internasional untuk membawa isu pulau-pulau kecil terluar.From more than 17.506 islands, 92 among them are the outermost small islands which have sea border with ten neighbor states including Malaysia, Singapura, Phillippines, Vietnam, Thailand, Timor-Leste, Papua New Guinea, Republic of Palau, Australia and India. According to The National Agency for Border Management (BNPP), from 92 of the outermost small islands above, 12 are having the vulnerability in security and defense because they were in the outermost coordinate point. After The International Court of Justice decided that sovereignty over Sipadan and Ligitan Island belongs to Malaysia, Indonesia puts the outermost small islands as one of the most important issues. Joko Widodo with his Global Maritime Axis Doctrine puts the outermost small islands as strategic studies in defense policy. This research aims to describe Indonesian defense policy of Joko Widodo's era toward the outermost small islands as state sovereign verandah. By using constructivism, the author saw that Joko Widodo’s ideas of Global Maritime Axis Doctrine have shaped Indonesian new forms toward how it treat the outermost small islands which one of the most important components in maritime. The author also using maritime security concept to analyze Indonesia defense policy because military existence still plays an important role in protecting Indonesian sovereignty, especially in the border region. By using research methods of interviews and literature review, this research presented in a qualitative approach. Through this research, the author found that Joko Widodo transfers his idea in Indonesian defense policy successfully, and moreover can make some national constitutions which are based on UNCLOS 1982. The Ministry and/or Institution under Joko Widodo's era, such as Ministry of Defense, Ministry of Marine Affairs and Fisheries, and The National Agency for Border Management also played their roles into the outermost small islands. Even though, Indonesian defense policy in Joko Widodo's era still far from involvement into the international forum to bring the outermost small islands issues
    corecore