1,720,985 research outputs found
Pelatihan Pembelajaran IPA Daring Berbasis Keterampilan Proses Sains Bagi Guru Sekolah Dasar
Pembelajaran IPA diharapkan dapat mengembangkan keterampilan proses sains. Permasalahan yang dihadapi guru pada masa pandemi ini adalah sulit untuk merancang pembelajaran IPA berbasis keterampilan proses sains secara daring. Kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan secara komprehensif tentang pelaksanaan pembelajaran IPA berbasis keterampilan proses sains secara daring. Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan pelatihan ini yaitu : 1) Pemaparan materi tentang pembelajaran IPA secara daring, 2) Pretes tentang keterampilan proses sains, 2) Paparan materi tentang keterampilan proses sains, 4) Pemaparan materi tentang aplikasi Liveworksheet 5) Pemaparan materi tentang pembelajaran Zoom 5) Evaluasi dan Postes tentang keterampilan proses sains. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui googleform. Analisis data menggunakan analisis rerata skor keterampilan proses sains dan persentase respon peserta. Hasil keterampilan proses sains menunjukkan adanya peningkatan dari kemampuan peserta dengan rata-rata skor tes awal sebesar 1,7 dan rata-rata skor tes akhir sebesar 9,7. Indikator kemampuan memprediksi mendapat skor tertinggi pada tes akhir dan indicator dengan skor terendah pada tes akhir adalah kemapuan merencanakan percobaan. Respon peserta menunjukkan hasil yang positif dimana para guru mendapatkan pengetahuan, keterampilan, sikap dan produk dalam pelatihan pembelajaran IPA berbasis keterampilan proses sains secara daring. Kendala dalam kegiatan ini terkait dengan gangguan jaringan saat pemaparan materi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PRAKTIKUM TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS, SIKAP ILMIAH DAN PENGUASAAN KONSEP SISTEM REGULASI
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis praktikum pada konsep sistem regulasi terhadap keterampilan proses sains, sikap ilmiah dan penguasaan konsep siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasy experiment dengan desain the matching pretest-posttest design. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas XI IPA salah satu SMA di Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat dengan total populasi 150 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Cluster Random Sampling. Sampel terdiri atas 26 orang siswa kelas eksperimen dengan pembelajaran berbasis praktikum dan 26 orang siswa kelas kontrol dengan pembelajaran praktikum verifikasi. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan proses sains, skala sikap ilmiah, tes penguasaan konsep, angket tanggapan siswa dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney, Normalized gain, korelasi Spearman dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada keterampilan proses sains dan penguasaan konsep antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada sikap ilmiah antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulannya, model pembelajaran berbasis praktikum pada konsep sistem regulasi meningkatkan keterampilan proses sains, sikap ilmiah dan penguasaan konsep siswa. Keterampilan proses sains dan sikap ilmiah pada kelas eksperimen memiliki hubungan yang signifikan terhadap penguasaan konsep.
Kata kunci: Model pembelajaran berbasis praktikum, keterampilan proses sains, penguasaan konsep, sikap ilmiah, sistem regulasi.
The aim of this research was to analyze the influence of practical-based learning model on the concept of regulation system of the science process skills, scientific attitudes and concept comprehension of student. Research method was a quasi-experimental with the matching pretest-posttest design. The research population consisted of all students in class XI in one of senior high school in West Sumatra with a total population of 150 students. Sampling technique was a cluster random sampling. Sample consisted of 26 students of class experiment through practical-based learning and 26 students of class control through verification practical learning. The instrument consist of a science process skills test, scientific attitude scale, concept comprehension test, student feedback questionnaires and observation sheets. The data was analyzed using the Mann-Whitney test, Normalized gain, Spearman correlation and simple linear regression. The results showed that there was a significant difference in science process skills and concept comprehension between the experimental and the control class and there was no significant difference in scientific attitude between the experimental and the control class. Herewith, it has been concluded that the practical-based learning model on the concept system of regulation improvement the science process skills, scientific attitudes and concept comprehension. Science process skills and scientific attitudes in the experimental class had a significant relationship to the concept comprehension.
Key words: Practical-based learning model, concept comprehension, regulation system, science process skills, scientific attitude
Pengembangan E-Modul Berbasis Kemampuan Literasi Sains pada Pembelajaran IPA bagi Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelayakan dan respon E-Modul berbasis literasi sains menggunakan Book Creator yang dikembangkan. Metode penelitian adalah metode pengembangan RnD dengan desain model ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar validasi ahli media dan ahli materi sera lembar angket respon uji coba kelayakan kepada 1 orang guru dan 30 siswa kelas V SDN Cipinang Besar Selatan 08 Pagi. Teknik analisis data yang digunakan adalah mengacu pada skala likert. Hasil validasi ahli media berdasarkan uji ahli media mendapat skor 92,8% dan kategori yang didapatkan adalah sangat layak. Hasil validasi ahli materi memperoleh skor 96% dan kategori yang didapat sangat layak. Setelah dilakukan uji coba pada respon peserta didik memperoleh skor 92% dan kategori yang didapatkan adalah sangat baik serta hasil respon guru memperoleh skor 96% dengan kategori yang didapatkan sangat baik dan juga memberikan penilaian pada media pembelajaran yang dibuat. Hasil yang didapatkan menunjukan jika E-Modul ini layak dan sangat baik untuk digunakan dalam rangka menumbuh kembangkan kemampuan literasi sains.peserta didik.
Pengembangan Media Kartu Bergambar Berbasis Literasi Sains Pada Materi Ekosistem
It is known that the science literacy score in Indonesia in PISA (Programe for International Student Assement) which is carried out in 2022 is up 6 positions compared to 2018. However, the score dropped by 13 points. This needs to be improved the quality of education in Indonesia, one of the factors that influence it is the lack of innovation in the use of science literacy-based learning media. The purpose of this study was to determine the characteristics, feasibility, and response to picture card media based on science literacy in grade V elementary school ecosystem materials. The research method used is R&D with the ADDIE model, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. To determine the feasibility of the media, a validation test was carried out by material experts and media experts using validation sheets. From the expert validation test, the material obtained a percentage of 100% with a very decent category. The results of the media test obtained a percentage of 100% with a very decent category. To determine the media response, respondents were filled out questionnaires by teachers and students. The results of students' responses to the media obtained a percentage of 93% in the very good category. While the results of the teacher's response obtained a percentage of 95% with a very good category. This study found that the picture card media based on science literacy ecosystem material is very feasible and very good to be used as a learning medium that can be an idea and motivation for teachers to make learning media innovations. In addition, it can help students in the learning process and increase knowledge related to science literacy skills. Further research can develop picture card media with other subjects and materials.Diketahui bahwa skor literasi sains di Indonesia dalam PISA (Programe for International Student Assement) yang dilaksanaan pada tahun 2022 berada naik 6 posisi dibanding tahun 2018. Namun, perolehan skor menurun 13 point. Hal ini perlu diperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kurangnya inovasi penggunaan media pembelajaran berbasis literasi sains. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, kelayakan, dan respon terhadap media kartu bergambar berbasis literasi sains materi ekosistem kelas V sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu R&D dengan model ADDIE yaitu analysis, design, development, implementation, and evaluation. Untuk mengetahui kelayakan media, maka dilakukan uji validasi oleh ahli materi dan ahli media dengan menggunakan lembar validasi. Dari uji validasi ahli materi memperoleh persentase 100% dengan kategori sangat layak. Hasil uji media diperoleh persentase 100% dengan kategori sangat layak. Untuk mengetahui respon media, dilakukan pengisian angket responden oleh pendidik dan peserta didik. Hasil respon peserta didik terhadap media memperoleh persentase sebesar 93% dengan kategori sangat baik. Sedangkan hasil respon pendidik diperoleh persentase sebesar 95% dengan kategori sangat baik. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa, media kartu bergambar berbasis literasi sains materi ekosistem sangat layak dan sangat baik untuk digunakan sebagai media pembelajaran yang dapat menjadi ide serta motivasi pendidik untuk membuat inovasi media pembelajaran. Selain itu, dapat membantu peserta didik dalam proses pembelajaran dan menambah pengetahuan terkait keterampilan literasi sains. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan media kartu bergambar dengan mata pelajaran serta materi yang lainnya
THE EFFECT OF PHET SIMULATION MEDIA ON CRITICAL THINKING SKILLS IN ELECTRICAL CIRCUIT MATERIAL
Finding out how PhET simulations affect the critical thinking abilities of fifth-grade electrical engineering students at SDN Slipi 11 Jakarta Barat is the goal of this study. A quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design is the research methodology employed. All fifth-grade students make up the study population, and the sample is divided into two classes: a control class that uses traditional instruction and an experimental class that uses PhET simulations. Descriptive tests to measure critical thinking skills that had undergone validity and reliability testing served as the instruments. The normality and homogeneity tests were completed before the hypothesis test. The data were homogeneous and regularly distributed, according to the hypothesis test results. With a significance value of 0.001 (<0.05), the Independent Sample t-test hypothesis test rejected H₀. This demonstrates how using PhET simulations significantly enhances students' capacity for critical thought. PhET simulations also promote active student participation and enhance the interactiveness and enjoyment of learning. PhET simulations could therefore develop into a cutting-edge teaching tool for science in elementary schools.
Keywords: PhET Simulation, Critical Thinking, Electrical Circuit Materia
Pengembangan Macromedia Flash Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis di Sekolah Dasar
Penelitian ini dilakukan untuk menganalis kualitas serta kelayakan dari sebuah media pembelajaran Macromedia flash berbasis keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran IPA berkaitan dengan materi Cuaca di kelas III SD. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif menggunakan research and development(R&D). Subjek penelitian ini adalah SDS Muhammadiyah 4 Jakarta kelas III berjumlah 12 orang dan seorang guru. Pengembangan media pembelajaran Macromedia flash berbasis keterampilan berpikir kritis menggunakan model ADDIEyang diuji cobakan kepada guru dan siswa kelas III SD Muhammadiyah 4 Jakarta. Hasil produk akhir, yaitu file dengan format .exe atau application, yang terdiri dari materi cuaca dengan submateri keadaaan cuaca, perubahan cuaca, dan dan pengaruh perubahan cuaca terhadap kehidupan manusia. Hasil dari validasi ahli materi didapatkan skor dengan presentasi sebessar 82.66% dengan kategori sangat layak. Hasil dari validasi ahli media didapatkan skor dengan presentasi sebessar 80.00% dengan kategori sangat layak. Respon guru terhadap media pembelajaran dilihat dari hasil angket mendapatkan skor presentase sebesar 94.66% dengan kategori sangat layak. Respon siswa terhadap media pembelajaran dilihat dari hasil angket yang diberikan diberikan mendapatkan skor presentase sebesar 94.00% dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa Macromedia flash berbasis keterampilan berpikir kritis pada materi Cuaca di kelas III SD layak digunakan sebagai media pembelajaran di kelas III SD
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KODULAR BERBASIS LITERASI SAINS PADA PEMBELAJARAN IPA BAGI KELAS 4 SD
This research aims to develop Kodular-based science literacy learning media and determine the feasibility and response of teachers and students towards the media. The research adopts the ADDIE research and development methodology, consisting of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data for the research were collected through questionnaires and observations. The research sample consisted of fourth-grade students from one of the Kramat Jati State Elementary Schools. Media validation was conducted by a media expert, who gave a score of 82.68%, indicating high feasibility. Material validation was carried out by a subject matter expert, who gave a score of 87.98%, indicating that the material was highly appropriate. The results of the teacher's response test showed 93.59%, categorized as excellent, and the student's response was 86.96%, categorized as excellent. It can be concluded that the Kodular learning media is suitable and effective for developing science literacy skills, particularly in the topic of plant parts in science
The Effect of Problem Based Learning Model toward the Ability of Science Literacy in 3rd Grade Students
The purpose of this study was to analyze how much influence the use of a problem-based learning model on the ability of science literacy learners in Learning Natural Sciences class III Makassar State Elementary School. This study uses the experimental method, and the form of research is a quasi-experiment. With the design of posttest only control design, and sampling techniques using purposive sampling. Based on the results of data analysis, the average post-test in the experimental class was 33.82 while in the control class was 23.18. Hypothesis test results using T-test with Mann Withney formula, obtained by Asymp. Sig (2-tailed) 0.014. The value of asymptotic significance in the calculation of the t-test is smaller than the significance level of 0.05, thus the HA is accepted, so that from the test results there is a significant influence between the results of scientific literacy students who use problem-based learning model.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan literasi sains peserta didik dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas III Sekolah Dasar Negeri Makasar 08 Pagi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dan bentuk penelitiannya adalah eksperimen semu (Quasi Eksperiment). Dengan desain posttest only control design, dan tekhnik pengambilan sample menggunakan sampling purposive. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh rata-rata post-test pada kelas eksperimen sebesar 33,82 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 23,18. Hasil uji hipotesis menggunakan uji t dengan rumus Mann Withney, diperoleh dengan Asymp. Sig (2-tailed) 0,014. Nilai Asymp signifikansi pada perhitungan uji t ini lebih kecil daripada taraf signifikansi 0,05, dengan demikian maka Ha diterima. sehingga dari hasil pengujian tersebut terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil literasi sains siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis masala
Pengembangan Aplikasi Mobile Learning Appy Pie Android Berbasis Kemampuan Berpikir Kreatif di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kelayakan aplikasi mobile learning android berbasis kemampuan berpikir kreatif pada materi Perubahan Wujud Benda. Metode penelitian yang digunakan ialah Research and Development dengan model pengembangannya menggunakan ADDIE yang memiliki lima tahap yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian menggunakan lembar penilaian dari ahli materi, ahli media, penilaian guru, dan uji coba siswa. Penelitian ini diujicobakan kepada 32 siswa kelas III pada salah satu sekolah dasar di Jakarta Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari validasi ahli materi mendapatkan persentasi sebesar 88.50%, selanjutnya hasil validasi oleh ahli media dengan persentase sebesar 89.84 %, dan hasil penilaian oleh guru didapatkan persentase sebesar 87.50%. Uji coba dilakukan pada siswa diperoleh persentase kualitas media pembelajaran sebesar 79.25% dengan kategori layak. Berdasarkan hasil perolehan data menunjukkan bahwa aplikasi mobile learning Appy Pie Android berbasis kemampuan berpikir kreatif layak digunakan sebagai media pembelajaran siswa kelas III sekolah dasa
Efektivitas Penggunaan Google Form Sebagai Alat Evaluasi Pembelajaran IPA di Kelas V SDN Cakung Timur 06 Pagi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivtas penggunaan google form sebagai alat evaluasi pembelajaran IPA di kelas V SDN Cakung Timur 06 Pagi. Penelitian dilaksanakan di kelas V-A, V-B, V-C, dan V-D SDN Cakung Timur 06 Pagi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Responden kuesioner adalah seluruh siswa kelas V, dan wawancara dengan guru kelas V. Teknik analisa data dengan pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, analisa data dan kesimpulan. Teknik keabsahan data yaitu dengan krediability, triangulasi, depandibility, dan konfermability. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) penggunaan google form efektif sebagai alat pelaksanaan evaluasi pembelajaran IPA sebesar 84% responden setuju (2) efektivitas penggunaan google form berdasarkan indikator ialah ketepatan waktu sebesar 70%, ketepatan biaya sebesar 54%, ketepatan pengukuran sebesar 78%, ketepatan menentukan pilihan sebesar 78,5%, ketepatan berpikir sebesar 78,6, ketepatan melakukan perintah sebesar 78,1%, ketepatan tujuan sebesar 78,3%, ketepatan sasaran sebesar 78,6%
- …
