1,721,051 research outputs found

    Penerapan akuntansi pertanggungjawaban sosial pada lingkungan (studi kasus pt. Bumi sari prima pematangsiantar)

    Full text link
    PT Bumi Sari Prima Pematang Siantar merupakan salah satu perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang industri tepung khususnya tepung tapioka. Perusahaan ini berlokasi dikawasan padat penduduk, sehingga harus memperhatikan kondisi lingkungan terkait dampak yang ditimbulkan dari aktivitas-aktivitas perusahaan. PT Bumi Sari Prima Pematang Siantar telah melakukan kegiatan yang mencerminkan kepedulian sosial perusahan, salah satunya menerapkan Corporate Social Responsibility, yang telah diwujudkan dalam Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk aktivitas-aktivitas sosial yang dilaksanakan PT Bumi Sari Prima Pematang Siantar terhadap lingkungannya dan mengetahui bagaiaman bentuk laporan akuntansi pertanggung jawaban sosial PT Bumi Sari Prima Pematang Siantar. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tehnik pengumpulan data berupa survei pendahuluan, observasi langsung, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriftif komparatif, yaitu dengan menggambarkan dan menguraikan data yang mengenai Corporate Social Responsibility yang terdapat pada PT Bumi Sari Prima Pematang Siantar, kemudia data-data tersebut dibandingkan dengan data-data masa lalu. Hasil analisis menunjukkan bahwa PT Bumi Sari Prima Pematang Siantar telah melakukan beberapa aktivitas-aktivitas sosial sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya yang terkait dengan masyarakat dan lingkungan. Aktivitas tersebut dikelompokkan menjadi 2, yaitu kontribusi terhadap masyarakat dan lingkungan. Untuk melaksanakan aktivitas sosialnya perusahaan mengeluarkan biaya-biaya sosial yang dapat disusun menjadi laporan akuntansi pertanggung jawaban sosial walaupun belum sesuai dengan proporsinya.Dalam penerapan akuntansi pertanggung jawaban sosial PT Bumi Sari Prima Pematang Siantar telah melaksanakan program CSR sudah 90 % yang telah terlaksana. Dan 10 % lagi terdiri dari: pernyataan yang menunjukkan bahwa polusi operasi telah atau akan dikurangi, mempelajari dampak lingkungan untuk meminitori dampak lingkungan perusahaan, serta menerima penghargaan berkaitan dengan keselamatan kerja

    Penerapan Sistem Kanban dalam Perencanaan Produksi Tepung Tapioka di PT Bumi Sari Prima

    Full text link
    PT Bumi Sari Prima adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan singkong menjadi tepung tapioka. PT Bumi Sari Prima masih menggunakan sistem tradisional penentuan jumlah produksinya. Pada PT Bumi Sari Prima penentuan jumlah produksi ditentukan dengan sistem kuota. Kuota disini maksudnya adalah perusahaan menentukan berapa jumlah produksi yang mampu dihasilkan selama periode empat bulan dengan melihat kemampuannya sendiri. Setelah periode empat bulan telah lewat, perusahaan akan memperbaharui jumlah produksi untuk empat bulan berikutnya. Namun, tidak tetapnya jumlah permintaan pada tiap periode telah membuat PT Bumi Sari Prima kesulitan dalam memenuhi permintaan yang ada. Sistem kanban adalah salah satu sistem yang dapat mengatasi fluktuasi permintaan pada PT Bumi Sari Prima. Sistem kanban menggunakan kartu yang dinamakan kartu kanban sebagai alat untuk melakukan autorisasi proses produksi. Untuk menerapkan sistem kanban, pertama kali dicari berapa jumlah kartu kanban yang akan beredar pada proses produksi di tiap-tiap stasiun kerja. Jumlah kartu kanban dipengaruhi oleh lima faktor yaitu jumlah permintaan harian, frekuensi order, lead time, safety time dan kapasitas palet. Jumlah permintaan harian dicari dengan menggunakan metode peramalan. Berdasarkan data historis yang diperoleh didapat bahwa pola data historis adalah pola data horizontal. Dengan demikian metode peramalan yang digunakan adalah metode peramalan tren linier, metode peramalan moving average, dan metode peramalan single eksponensial smoothing. Sedangkan pemilihan metode peramalan yang digunakan adalah dengan menghitung nilai standar kesalahan (standar error) dari ketiga metode diatas dan melihat nilai standar kesalahan yang terkecil. Untuk mendapat jumlah permintaan harian dilakukan konversi jumlah permintaan per bulan ke dalam per hari dengan cara membagi jumlah permintaan bulanan dengan jumlah hari kerja per bulan ( 30 hari). Data lead time, safety time dan kapasitas palet didapat dari proses wawancara dengan karyawan bagian produksi di lapangan. Sebelum nilai frekuensi order dicari, terlebih dahulu dicari nilai dari safety stocknya dan nilai order pointnya. Dari nilai safety stock dan order point yang didapat dapat ditentukan berapa frekuensi order pada proses produksi tersebut. Setelah nilai dari kelima faktor didapat, proses selanjutnya adalah menghitung jumlah kartu kanban di tiap stasiun kerja. Selain menghitung jumlah kartu kanban, aliran proses produksi juga perlu diperhatikan. Sistem kanban akan mengeliminasi tiap proses produksi yang tidak perlu pada proses produksi tepung tapioka. Pada PT Bumi Sari Prima produksi dimulai dengan proses pengupasan kulit, pencucian singkong, proses pencincangan, proses pemarutan, proses extracting, proses separating, proses dehydrating dan proses drying, proses cooling dan diakhiri dengan proses sifting dan proses packaging. Berdasarkan hasil pengolahan data yang didapat jumlah kartu kanban dari proses pengupasan sampai proses extracting adalah 99 buah kartu kanban sedangkan dari proses separating sampai proses sifting dan packaging adalah 19 buah kartu kanban. peramalan, safety stock, order poin, kartu kanba

    Implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) and Community Response Around the Company PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar in the Perspective of Islamic Business Ethics

    Full text link
    This study aims to deeply analyze about: 1) PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar, 2) Implementation of PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar to the Community and the Response of the community around the PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar, and 3) Shariah Enterprise Theory (SET) Review of PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar. This research is a field research with a descriptive-inductive type of qualitative research. The subjects of this study were the community and employees of PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar. The results showed that PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar is carried out in the form of (1) Giving Cash to the surrounding community, (2) Handing over assets / grants to be used, (3) Providing the company's products to the community every year, (3) Providing Free Services to people who have interests, (4) Allowing the use of company facilities for community activities, (5) Recruiting workers in the surrounding environment (6) providing social assistance,  (7) Management and Protection of the environment, (8) Human Resource Development. Implementation of PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar was well distributed, and received a positive response from the community around the company for the company's CSR program. Shariah Enterprise Theory review of the implementation of PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar when viewed in terms of objectives, that this program is in accordance with the principle of sharing Adil, Maṣlaḥah and Raḥmatan lil‟alamῑn. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam tentang: 1) Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar, 2) Implementasi Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar terhadap Masyarakat serta Respon masyarakat sekitar perusahaan PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar, dan 3) Tinjauan Shariah Enterprise Theory (SET) terhadap program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar. Penelitian ini juga merupakan penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitin kualtatif deskriptif-induktif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat beserta karyawan PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar dilaksanakan adaalah (1) Pemberian Uang Tunai kepada masyarakat sekitar , (2) Penyerahan Aset/Hibah untuk dapat dipergunakan, (3) Pemberian produk perusahaan tersebut kepada masyarakat setiap tahun nya, (3) Pemberian Layanan Cuma-Cuma kepada masyarakat yang mempunyai kepentingan, (4) Mengizinkan menggunakan fasilitas perusahaan untuk kegiatan masyarakat, (5) Merekrut tenaga kerja lingkugan sekitar (6) pemberian bantuan social, (7) Pengelolahan dan Perlindungan lingkugan, (8) Pengembangan Sumber Daya Manusia. Implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar tersalurkan dengan baik, dan mendapat respon positif dari masyarakat sekiar perusahaan atas program CSR perusahaan. Tinjauan Shariah Enterprise Theory terhadap pelaksanaaan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Bumi Sari Prima Pematang Siantar jika dilihat dari segi tujuan, bahwa program ini telah sesuai dengan prinsip berbagi Adil, Maṣlaḥah dan Raḥmatan lil‟alamῑn

    PENENTUAN PERSEDIAAN PENGAMAN (SAFETY STOCK) DAN ANALISIS NILAI TAMBAH TEPUNG TAPIOKA (Studi Di PT.Bumi Sari Prima Kota Pematang Siantar Sumatera Utara)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui persediaan pengamanan (safety stock) bahan baku ubi kayu pada PT.Bumi Sari Prima 2) Mengetahui besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan ubi kayu pada PT.Bumi Sari Prima. Lokasi penelitian dipilih dan ditentukan secara purposive di PT.Bumi Sari Prima yang beralamatkan di jalan Medan Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara dengan pertimbangan bahwa di daerah tersebut hannya terdapat satu perusahaan yang mengolah ubi kayu menjadi tepung tapioka. Objek dari penelitian ini adalah PT.Bumi Sari Prima itu sendiri. Data yang digunakan adalah data primer yaitu diperoleh dari hasil wawancara dari karyawan secara langsung. Data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan Metode analisis data dalam penelitian ini terdiri dari analisis deskriptif dan kuantitatif yaitu untuk mengetahui persediaan bahan baku pengaman. Dalam pemakaian bahan baku maka dapat menggunakan metode statistik. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui besarnya nilai tambah dengan menggunakan komponen-komponen untuk menghitung nilai tambah. Hasil analisis menunjukkan sebesar 60,59 ton standar penyimpangan bahan baku, persediaan pengaman sebesar 100 ton. Kapasitas terpasang pabrik adalah 458 ton per bulan persediaan bahan baku yang tepat adalah 558 ton . Dari penelitian yang telah dilakukan, perusahaan belum menerapkan pemakaian bahan baku sesuai dengan kapasitas terpasang pabrik sebanyak 458 ton per bulan, kerena rata- rata pemakaian bahan baku hanya sekitar 370 ton per bulan artinya sekitar 88 ton bahan baku tersebut masih dapat diolah. Untuk meningkatkan produksi perusahaan perlu melakukan peningkatan mutu karyawan seperti melakukan pelatihan, peningkatan pendidikan karyawan, pemakaian tenaga kerja ahli, memberikan promosi jabatan. Dalam satu kali proses produksi sebanyak 400.000 Kg ubi kayu menghasilkan 80.000 kg tepung tapioka. Upah karyawan sebesar Rp 4.972 per jam, harga bahan baku (ubi kayu) yang dibeli oleh perusahaan dari petani adalah Rp 400 per kg, sedangkan harga jual tepung tapioka yang dipasarkan ke agen maupun ke konsumen sekitar Rp. 4.000,-/kg. Nilai tambah sebesar Rp 398 per kilogram, tingkat keuntungan yang diperoleh dari pengolahan tiap kilogram ubi kayu menjadi tepung tapioka adalah Rp 384 Kg

    Usulan Perawatan Mesin Crusher Untuk Calcium Carbonate Powder Dengan Metode Reliability Centered Maintenance Ii (Studi Kasus: PT Dewata Sari Prima, Yogyakarta)

    Full text link
    PT. Dewata Sari Prima adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produksi tepung kapur (mill). Selama kegiatan produksi berlangsung terjadi permasalahan yaitu breakdown mesin sehingga penggunaan mesin menjadi tidak efektif, proses produksi yang terhambat, kerugian waktu serta pengeluaran biaya lebih untuk perbaikan mesin yang mengalami kerusakan. Produk yang dihasilkan oleh PT. Dewata Sari Prima adalah calcium carbonate powder. Mesin yang digunakan oleh PT. Dewata Sari Prima untuk memproduksi tepung kapur adalah mesin Superfine Pulverizer. PT. Dewata Sari Prima tidak memiliki jadwal perawatan yang tetap dan identifikasi biaya bagi mesin crusher, sehingga kegiatan perawatan dilakukan ketika telah terjadi kerusakan dan berdasarkan pengalaman bagian maintenance saja. Oleh karena itu diperlukan adanya langkah yang efektif dalam pemeliharaan mesin untuk dapat menangulangi dan mencegah masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen kritis yang memberikan pengaruh pada kegagalan mesin superfine pulverizer, untuk menentukan interval perawatan yang efektif, untuk mengetahui biaya perawatan yang optimal, serta memberikan rekomendasi jadwal perawatan yang tepat untuk mesin crusher. Pada penelitian ini hal pertama yang dilakukan yaitu melakukan penentuan komponen kritis dengan menggunakan diagram pareto berdasarkan downtime pada mesin crusher. Langkah selanjutnya mendeskripsikan sistem kerja dari mesin kristis crusher dengan menggunakan functional block diagram, setelah itu menganalisis terjadinya kegagalan pada komponen kritis yang telah diketahui dengan menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Selanjutnya dilakukan perhitungan distribusi data waktu kerusakan dan perbaikan baik secara manual maupun software, dari perhitungan ini dihasilkan parameter yang digunakan untuk menentukan nilai Mean Time to Failure dan Mean Time to Repair. Langkah selanjutnya melakukan perhtiungan interval waktu perawatan, total biaya perawatan yang efektif, dan availability rate untuk komponen kritis mesin crusher.Langkah terakhir adalah penyusunan Reliability Centered Maintenance II Decision Worksheet sebagai rekomendasi perbaikan berupa penjadwalan untuk pihak PT. Dewata Sari Prima. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa komponen kritis mesin crusher adalah bearing, motor listrik, kinetic jaw plate, toggle plate, dan fixed jaw plate. Dengan interval waktu perawatan untuk komponen kritis tersebut sebesar 111,27 jam untuk bearing, 194,94 jam untuk motor listrik, 396,640 jam untuk kinetic jaw plate, 162,801 jam untuk toggle plate dan 433,438 jam untuk fixed jaw plate. Dan total biaya perawatan yang optimal untuk komponen kritis mesin crusher sebesar Rp.7.304/jam untuk bearing, Rp.9.543/jam untuk motor listrik, Rp.55.206/jam untuk kinetic jaw plate, Rp.22.765/jam untuk toggle plate dan Rp.7.149/jam untuk fixed jaw plate

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGARUH MOTIVASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DI PT. AGRITA SARI PRIMA DESA SEGATI KECAMATAN LANGGAM KABUPATEN PELALAWAN

    Full text link
    Penelitian dilakukan pada PT. Agrita Sari Prima Desa Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. Masalah yang terjadi di perusahaan sering ditemukan kurangnya pengawasan dari pimpinan dan pencemaran lingkungan. Tingginya produktivitas sangat erat dengan kualitas sumber daya yang dikelola dengan baik oleh perusahaan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui secara persial dan simultan pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 53 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitati dengan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian secara parsial motivasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas karyawan begitu juga lingkungan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktivitas karyawan. Dengan demikian secara simultan atau bersamaan motivasi dan lingkungan kerja memiliki pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT Agrita Sari Prima Desa Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. Nilai R sebesar 0,848 atau 84,8% berarti terdapat hubungan antara motivasi dan lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Nilai R Square sebesar 0,719 atau 71,9% motivasi dan lingkungan kerja dapat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan. Sementara sisanya 28,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Kata Kunci : Motivasi, Lingkungan Kerja Dan Produktivita

    ANALISIS PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOT SIZING DILENGKAPI DENGAN SISTEM INFORMASI DI PT BUMI SARI PRIMA PEMATANGSIANTAR

    Full text link
    PT. Bumi Sari Prima merupakan salah satu perusahaan yang menggunakan persediaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya. Berdasarkan informasi yang didapatkan dari perusahaan, perusahaan ini belum mempunyai metode khusus dalam merencanakan persediaan. Selama ini PT. Bumi Sari Prima hanya merencanakan persediaan berdasarkan pengalaman dan intuisi saja. Sehingga sering ditemui kendala dalam perusahaan, yaitu adanya penumpukan barang.Metode Lot Sizing merupakan suatu pendekatan yang dapat dilakukan untuk merencanakan persediaan di perusahaan. Pemilihan teknik lot sizing yang tepat sesuai dengan kondisi perusahaan akan dapat membantu perusahaan agar lebih efektif dalam merencanakan persediaan barang.Pendekatan lot sizing yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode lot for lot, silver meal, least unit cost, serta wagner within. Berdasarkan analisis, maka keempat metode terbaik untuk direkomendasikan ke perusahaan pada penelitian ini. Tetapi untuk hal di lapangan, perusahaan sebaiknya lebih menggunakan metode Lot For Lot untuk proses perencanaan bahan bakunya, dikarenakan metode tersebut lebih mendekati situasi perusahaan saat ini. Hal ini dikarenakan jika dilihat pada proses pengerjaannya metode Lot For Lot digunakan karena metode ini biasa digunakan untuk harga barang yang tinggi per item nya. Pada aplikasi system informasi, dengan melihat kondisi perhitungan dan pengerjaan algoritma Lot For Lot lebih mudah dibandingkan metode lainnya maka dapat dijadikan keputusan terbaik perusahaan yang sebaiknya dilakukan oleh perusahaan untuk melakukan perencanaan persediaan.Selain itu ditambah suatu aplikasi yang memudahkan perusahaan dalam merencanakan persediaan barang sehingga diharapkan kondisi perusahaan akan semakin efektif dengan adanya aplikasi sistem informasi serta penggunaan metode terpilih dalam merencanakan persediaan barang. persediaan, lot size, lot for lo

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore