45 research outputs found

    Pre-service Biology teacher’s Perception about Evolution Learning at Senior High School: A Case Study of Biology Education Students’ at Universitas Sebelas Maret Surakarta

    Full text link
    Evolution is one of biology material that learn in senior high school. Many differences on understanding evolution theory give effect this material cannot be taught optimally. The main factor that cause it is religiousity and the low of teachers’ background knowledge. This research conducted to analyze biology preservice teacher about evolutionary learning at senior high school. This descriptive research did at Biology Education Study Program, Universitas Sebelas Maret Surakarta on August 2016 until January 2017. Population were students of Biology Education Study Program Universitas Sebelas Maret Surakarta on semester five in academic year 2015/2016 that took evolutionary course in two parallel class with total 47 students. Sampling used total sampling. Data was the result of students’ last paper analysis. The result showed that 100% students said that evolution material is needed and important to teach for senior high school students; with various reason. For the method of teaching evolution, 75% students suggest that evolution should be teach by some interesting methods. Furthermore, students (±20%) also gave opinion that evolution can be taught by using prehistoric site, such as Sangiran and Trinil to give direct experience to them

    Profil Keterampilan Dasar Mengajar Mahasiswa Calon Guru Biologi pada Matakuliah Microteaching

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan dasar mengajar mahasiswa calon guru Biologi pada matakuliah Microteaching. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta yang menempuh matakuliah Microteaching. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa yang menempuh matakuliah Microteaching pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 sejumlah 190 mahasiswa. Sampel diambil secara purposif sehingga diperoleh tiga kelas sebagai sampel yaitu kelas A, B, dan C yang berjumlah 59 mahasiswa. Aspek keterampilan dasar mengajar yang dianalisis meliputi keterampilan menyusun skenario pembelajaran, membuka pelajaran, menjelaskan, bertanya, mengelola proses pembelajaran, mengadakan variasi, menggunakan media pembelajaran, memberikan penguatan, dan menutup pembelejaran. Teknik pengumpulan data dengan observasi yang dilaksanakan dengan menggunakan rubrik penilaian kinerja (performance assessment). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diketahui bahwa skor capaian keterampilan dasar mengajar pada matakuliah microteaching mengalami peningkatan pada kedua tampilan latihan mengajar. Jika dilihat dari rata-rata capaian setiap aspek maka skor keterampilan menyusun skenario pembelajaran sebesar 71.65, membuka pelajaran sebesar 69.5, menjelaskan sebesar 71.9, bertanya sebesar 71.3, mengelola proses pembelajaran sebesar 70.7, mengadakan variasi sebesar 70, menggunakan media pembelajaran sebesar 73.5, memberikan penguatan sebesar 71.7, serta keterampilan menutup pelajaran sebesar 70.8. Berdasarkan hasil tersebut, keterampilan dasar mengajar mahasiswa sudah cukup  baik pada beberapa aspek namun, pada aspek keterampilan membuka pelajaran, mengadakan variasi, dan menutup pelajaran masih perlu dilatihkan lebih lanjut

    ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) DASAR MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PADA MATAKULIAH ANATOMI TUMBUHAN (STUDI KASUS MAHASISWA PRODI P. BIOLOGI FKIP UMS TAHUN AJARAN 2015/2016)

    Full text link
    Anatomi Tumbuhan merupakan salah satu matakuliah wajib bagi mahasiswa semester 2 Prodi P. Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Matakuliah ini adalah matakuliah dasar yang memberikan pengetahuan konten (content knowledge) dan melatihkan keterampilan proses sains (KPS) dasar bagi mahasiswa calon guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis KPS dasar mahasiswa calon guru Biologi pada praktikum Anatomi Tumbuhan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif yang dilaksanakan di Prodi P. Biologi FKIP UMS pada bulan Februari sampai Juli 2016. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 2 prodi P. Biologi FKIP UMS tahun ajaran 2015/2016 yang mengambil matakuliah praktikum Anatomi Tumbuhan yang berjumlah 200 mahasiswa. Data berupa KPS dasar mahasiswa diperoleh dari penilaian kinerja (performance assessment) pada setiap judul praktikum dengan total kegiatan adalah 8 judul praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata seluruh aspek KPS dasar mahasiswa termasuk kategori cukup baik yaitu 73.5. Sedangkan jika ditinjau rata-rata tiap aspek, maka dapat diperoleh hasil bahwa rata-rata skor aspek: (1) menggunakan mikroskop (keterampilan menggunakan alat 70.5; (2) membuat preparat segar dan awetan (keterampilan menggunakan alat dan bahan) 72.5; (3) membuat sayatan melintang dan membujur berbagai preparat (keterampilan menggunakan alat dan bahan) 69.5; (4) melakukan pengamatan mikroskopis berbagai preparat (keterampilan mengamati) 70.5; (5) mengklasifikasikan berbagai macam jenis jaringan berdasarkan ciri anatomi 72; (6) mengkomunikasikan hasil pengamatan secara tertulis (laporan) 78.5; serta (7) menyimpulkan hasil praktikum 78

    PROBLEMATIKA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) DI INDONESIA

    Full text link
    Permasalahan mendasar dalam sistem pendidikan di Indonesia terutama pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah belum mampu menghasilkan kualitas SDM yang mempu bersaing dengan bangsa lain. Kualitas yang rendah ini ditandai dengan rendanya keterserapan lulusan di dunia industri sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah pengangguran dimana yang ter banyak ada pada lulusan SMA. Berdasarkan permasalahan terse-but, diperlukan upaya untuk membekali kemampuan pada siswa agar dapat hidup dan bersa-ing di dunia kerja salah satunya melalui pelaksanaan pembelajaran berbasis kecakapan hidup ( life skill). Pelaksanaan pembelajaran berbasis kecakapan hidup dapat dilakukan dengan mengintegrasikan aspek-aspek kecakapan hidup pada mata pelajaran salah satunya Biologi. Permasalahan yang muncul dalam implementasi pembelajaran berbasis kecakapan hidup di-antaranya adalah bagaimana merancang perangkat pembelajaran berbasis kecakapan hidup, bagaimana mengembangkan kegiatan pembelajaran berbasis kecakapan hidup dan bagaimana memahami aspek-aspek kecakapan hidup dalam setiap mata pelajaran serta kesulitan dalam mengintegrasikan setiap aspek-aspek kecakapan hidup dalam setiap pokok materi pelajaran sesuai dengan format yang tersedia. Kata Kunci: Pembelajaran Biologi, kecakapan hidup, life skil

    Kemampuan Menentukan Jenis dan Batasan Informasi Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (Studi Kasus pada Matakuliah Sistematika Invertebrata T.A 2014/2015)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan mahasiswa semester III prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan jenis dan batasan informasi pada matakuliah Sistematika Invertebrata. Kemampuan menentukan jenis dan batasan in-formasi merupakan standar pertama literasi informasi yang dikeluarkan oleh &lt;em&gt;Association of College and Re-search &lt;/em&gt;(ACRL). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Biologi FKIP UMS semester III yang berjumlah 167 orang dari 5 kelas paralel. Sampel diambil secara acak (&lt;em&gt;random sampling&lt;/em&gt;) menjadi 78 orang dari 2 kelas paralel yaitu B dan D. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observasi), kuesioner, serta studi kepustakaan dan dokumen. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa: 94.9% mahasiswa telah mampu menentukan langkah yang dilakukan dalam mencari informasi; mahasiswa telah mampu memilih bentuk-bentuk informasi yang dapat digunakan seba-gai sumber referensi baik informasi tercetak (39.7%), digital/elektronik (17.9%), maupun keduanya (42.3%) serta pada umumnya masih jarang menentukan batasan informasi (84.6%) hanya sesuai dengan topik batas-an dan masih jarang mengevaluasi batasan informasi yang telah dibuat (58.6%).</jats:p

    Analisis Struktur Vegetasi Pohon di Sekitar Mata-Air yang berpotensi Untuk Konservasi Mata Air

    No full text
    Indonesia memiliki kekayaan sumber daya air yang sangat melimpah, namun ketersediaan air bervariasi berdasarkan dimensi ruang dan waktu. Adanya perubahan iklim, kerusakan ekosistem daerah tangkapan air hujan, sistem penggunaan air yang buruk, serta kebutuhan konsumsi air yang terus meningkat, mengakibatkan terjadinya krisis air. Rendahnya kapasitas daya tampung air hujan, dikarenakan kurang terpeliharanya atau berubahnya komunitas vege¬tasi khususnya pohon di daerah tangkapan air hujan. Hal ini mengakibatkan hujan yang datang lebih banyak mengalir sebagai banjir, karenanya diperlukan adanya studi tentang struk-tur vegetasi pohon di daerah tangkapan air, khususnya sekitar mata air sebagai upaya konser¬vasi air. Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui struktur vegetasi pohon (jenis po¬hon dan indeks nilai penting/INP, dan kerapatan vegetasi) di sekitar mata air; serta (2) menge tahui peranan vegetasi dalam menahan limpasan air hujan untuk dapat meresap ke dalam tanah (infiltrasi). Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juli sampai Oktbber 2013 di wilayah tangkapan air hujan 4 mata air yaitu Umbul Nila, Cokro Klaten, Mudal, dan Wonosadi. Penelitian dilak-sanakan dalam beberapa tahap yaitu: (1) pra penelitian/survei (mengetahui lokasi penelitian, pencarian peta lokasi, dan kondisi alam lokasi penelitian; (2) penentuan unit sampling dan penentuan luas vegetasi pada recharge area mata air; (3) penentuan denshas vegetasi dengan model indeks vegetasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index); (4) analisis struktur vegetasi yang dilakukan untuk mengetahui indeks nilai penting (INP) dari vegetasi pohon penyangga mata air terutama berkaitan dengan jenis/penutupan lahan oleh kanopi pohon; serta menyusun model limpasan air hujan. Hasil penelitian menunjukkan bamva luas daerah tangkapan air pada keempat mata air yaitu mata air Wonosadi dengan luas 1039,25739 Ha; Umbul Nila dengan luas 547,5360939 Ha; Cokro dengan luas 828,4396534 Ha; serta Mudal dengan luas 39,4244997804 Ha. Pada mata air Wonosadi ditemukan 14 spesies yang terdiri atas 10 famili dengan famili yang me-miliki jumlah spesies terbanyak adalah Myrtaceae dan famili yang memiliki LBA relatif terbesar adalah Annonaceae. Spesies dengan LBA, luas kanopi relatif, dan INP tertinggi adalah Cyathocafyx pruniferus Boerl. (Annonaceae). Pada mata air Mudal ditemukan 16 spesies yang terdiri atas 11 famili dengan famili yang memiliki jumlah spesies terbanyak adalah Fa-baceae. Spesies yang memiliki INP tertinggi adalah Gnetum gnemon. Pada Umbul Nila dite¬mukan 7 spesies yang terdiri dari 5 famili. Spesies dengan INP tertinggi adalah Fiats benja-mina. Sedangkan pada mata air Cokro Klaten ditemukan 28 spesies yang terdiri dari 14 famili dengan spesies yang INP nya tertinggi adalah Samanea soman. Densitas vegetasi yang paling tinggi adalah daerah tangkapan mata air Wonosadi dan yang terendah adalah daerah tangkapan mata air Umbul Nila. Vegetasi mempunyai peranan besar dalam menahan limpasan air hujan sehingga dapat meresap kedalam tanah melalui proses infiltrasi dan akan menjadi sumber air untuk mata-air Kata kunci: Analisis vegetasi, mata-air Cokro, Umbul Nila, Wonosadi, dan Clereng, NDVI

    Kemampuan Menentukan Jenis Dan Batasan Informasi Mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (Studi Kasus Pada Matakuliah Sistematika Invertebrata T.A 2014/2015)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan mahasiswa semester III prodi pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun ajaran 2014/2015 dalam menentukan jenis dan batasan informasi pada matakuliah Sistematika Invertebrata. Kemampuan menentukan jenis dan batasan in-formasi merupakan standar pertama literasi informasi yang dikeluarkan oleh Association of College and Re-search (ACRL). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Biologi FKIP UMS semester III yang berjumlah 167 orang dari 5 kelas paralel. Sampel diambil secara acak (random sampling) menjadi 78 orang dari 2 kelas paralel yaitu B dan D. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observasi), kuesioner, serta studi kepustakaan dan dokumen. Hasil pe-nelitian menunjukkan bahwa: 94.9% mahasiswa telah mampu menentukan langkah yang dilakukan dalam mencari informasi; mahasiswa telah mampu memilih bentuk-bentuk informasi yang dapat digunakan seba-gai sumber referensi baik informasi tercetak (39.7%), digital/elektronik (17.9%), maupun keduanya (42.3%) serta pada umumnya masih jarang menentukan batasan informasi (84.6%) hanya sesuai dengan topik batas-an dan masih jarang mengevaluasi batasan informasi yang telah dibuat (58.6%)

    PENINGKATAN KETERAMPILAN MERANCANG EKSPERIMEN SISWA MELALUI PENERAPAN STRATEGI GUIDED INQUIRY DI SMP NEGERI 5 SURAKARTA KELAS VIII F TAHUN PELAJARAN 2011/2012

    Full text link
    Hasil observasi pembelajaran di SMP Negeri 5 Surakarta khusus pada kelas VIII-F menunjukkan belum optimal dalam proses pembelajaran dan pemanfaatan potensi yang ada. Pembelajaran pada umumnya masih didominasi oleh guru. Guru adalah satusatunya sumber ilmu sehingga siswa cenderung pasif dan hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru, akibatnya siswa tidak mengembangkan kemampuannya untuk menggali segala fenomena alam di bidang biologi. Kegiatan percobaan umumnya jarang dilakukan, apalagi keterlibatan dalam merancang percobaan. Percobaan umumnya sudah tersedia petunjuk pelaksanaan percobaan, sehingga siswa hanya membuktikan yang sudah tersedia pada petunjuk pelaksanaan percobaan. Akibatnya keterampilan siswa dalam merancang eksperimen masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan merancang eksperimen siswa kelas VIII F SMP Negeri 5 Surakarta tahun pelajaran 2011/ 2012 melalui penerapan strategi Guided Inquiry. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIIIF SMP Negeri 5 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran angket pembelajaran dan observasi. Teknik analisis data adalah dengan teknik analisis deskriptif baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Validasi data dengan menggunakan metode belah dua (split half method). Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan pelaksanaan tindakan kelas melalui penerapan strategi Guided Inquiry dapat meningkatkan keterampilan merancang dan melaksanakan eksperimen dalam pembelajaran Biologi. Hal ini didasarkan pada hasil observasi. Prosentase capaian indikator keterampilan merancang eksperimen berdasarkan hasil observasi siklus I adalah 47,29 (meningkat 32,82%), siklus II 56,53 (meningkat 9,24%), siklus III 71,21 (meningkat 14,68%), dan siklus IV 75,03 (meningkat 3,82%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi Guided Inquiry dapat meningkatkan keterampilan merancang eksperimen siswa kelas VIII F SMP Negeri 5 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Kata kunci: Keterampilan merancang eksperimen, Strategi Guided Inquiry

    PEMANFAATAN PERCA MENJADI BARANG BERNILAI JUAL DI DUSUN LEMAHIRENG, DESA KALIGAWE, KLATEN

    Full text link
    Masyarakat Dusun Lemahireng memanfaatkan kain perca menjadi produk yang memilikinilai jual melalui usaha kerajinan keset kain perca. Keset yang dihasilkan masih sederhana baikdalam bentuk, motif maupun kombinasi warnanya. Pengemasan hasil produksi masihsederhana, tidak ada sistem pengemasan yang bagus, produk sebatas di tali per kodi. Kualitaskeset yang dihasilkan perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan produk sejenis dipasaran. Penjualan produk dilakukan dengan menjual kepada para tengkulak yang datangsecara berkala.Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah pemberdayaan masyarakatmelalui pelatihan dan pendampingan, yang terbagi terbagi dalam tiga tahapan: 1). Sosialisas;2). Pelaksanaan Kegiatan: a. Pelatihan diversifikasi produk, b. Pelatihan pengemasan produk, c.Pengenalan digital marketing; dan 3). Monitoring dan Evaluasi.Peserta mendapatkan tambahan wawasan dan pengetahuan terkait dengan diversifikasiproduk kerajinan keset berbahan kain perca, pemanfaatan sosial media sebagai alternatifpemasaran produk, pentingnya branding dan kemasan terhadap produk yang hasilkan.Motivasi mitra untuk mengembangkan usaha kerajinan keset terlihat ada peningkatan,keinginan untuk menunjukkan identitas produk melalui branding mulai muncul. Usaha untukmemperluas pasar melalui penjualan online juga mulai dilakukan oleh anggota mitra.Pendampingan berkelanjutan dilakukan untuk menjaga konsistensi usaha dan untukmembantu mengatasi beberapa kendala yang mungkin muncul dalam perjalanan usaha mitra

    Analisis Struktur Vegetasi di Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali

    Full text link
    Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mengetahui struktur dan komposisi vegetasi baik pohon maupun vegetasi penutup lantai (&lt;em&gt;lower crop community&lt;/em&gt;-LCC) di lokasi kajian AMDAL kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali; serta (2) mengetahui pengaruh indeks nilai penting dan indeks diversitas vegetasi terhadap kondisi lingkungan di sekitar lokasi kajian AMDAL kecamatan Ampel kabupaten Boyolali. Penelitian dilaksanakan di lokasi kajian AMDAL kecamatan Ampel kabupaten Boyolali pada bulan Juni sampai Juli 2013. Penelitian dilaksanakan dalam beberapa tahap antara lain: (1) survei (pene-litian pendahuluan; (2) penentuan area kajian (unit sampling); (3) pengambilan data lapangan; serta (4) analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk vegetasi pohon, diperoleh 46 spesies yang termasuk ke dalam 24 famili. Jenis pohon yang pa-ling banyak ditemukan adalah &lt;em&gt;Capsicum frutescens &lt;/em&gt;(cabe rawit) yang berjumlah 3655 individu tiap 1600 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;. Kontribusi spesies pohon yang terbesar ditunjukkan oleh indeks nilai penting (INP) tertinggi adalah &lt;em&gt;Capsicum frutescens&lt;/em&gt;. Indeks diversitas/keaneka-ragaman vegetasi pohon di lokasi adalah 0,9864 (rendah). Untuk vegetasi penutup lantai (LCC) ditemukan 80 spesies yang termasuk 27 famili. Cacah individu terbanyak adalah &lt;em&gt;Wedelia montana &lt;/em&gt;sebanyak 3234608 individu per 400 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;. Indeks diversitas vegetasi LCC adalah 1,144822 (melimpah)</jats:p
    corecore